|
Baptisan Jahshua dan pendamaian dosa-dosa
< Matius 3:13-17 >
“Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke sungai
Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya;
‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua
menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah
dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka
dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah
suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku
berkenan.’”
Apakah ada orang yang masih menderita
Karena dosa?
Apakah ikatan
dosa kita sudah diselesaikan?
|
| Ya.
|
Tuhan Jahweh kita sudah memutuskan belenggu dosa
bagi semua orang. Semua orang yang bekerja di bawah dosa adalah budak. Dengan
PenyelamatanNya, Tuhan kita memutuskan semua ikatan itu. Dia menghapuskan segala
dosa kita. Apakah ada orang yang masih menderita karena dosa?
Kita harus mengerti perjuangan kita melawan dosa
sudah berakhir. Kita tidak lagi akan menderita karena dosa. Ikatan kita terhadap
dosa berakhir ketika Jahshua menebus kita; semua dosa diselesaikan saat itu
dan di tempat itu juga. Segala dosa kita dihilangkan oleh AnakNya. Jahweh membayar
segala dosa kita melalui Jahshua yang membebaskan kita, untuk selama-lamanya.
Tahukah anda betapa banyak orang menderita karena
dosa-dosanya? Hal itu dimulai sejak jaman Adam dan Hawa. Manusia menderita karena
dosa-dosanya yang diwariskan dari Adam.
Tetapi Tuhan kita membuat suatu perjanjian yang
ditulis dalam Kejadian 3:15, dan perjanjian itu adalah bahwa Dia akan membebaskan
semua orang berdosa. Dia berkata bahwa manusia akan diselamatkan dari dosanya
melalui pengorbanan Jahshua Kristus dengan air dan Roh. Dan ketika saatnya tiba,
Dia mengutus Juruselamat kita, Jahshua, untuk hidup di antara kita.
Dia juga berjanji untuk mengutus Yohanes Pembaptis
sebelum kedatangan Jahshua dan Dia menetapi janjiNya. Dalam Markus 1:1-8, “Inilah
permulaan Injil tentang Jahshua Kristus, Anak Jahweh. Seperti ada tertulis dalam
Alkitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia
akan mempersipkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang
gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya,” demikianlah
Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah
dirimu dibaptis dan Jahweh akan mengampuni dosamu.” Lalu datanglah kepadanya
orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil
mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu
unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah
yang diberitakannya: ‘Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku;
membungkuk dan membuka tali kasutNyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu
dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.’”
Saksi dan Pendahulu Injil, Yohanes Pembaptis.
|
Siapakah Yohanes Pembaptis?
|
Imam Besar dan wakil
Manusia
|
Orang yang percaya kepada Jahshua, dibaptiskan.
Baptisan berarti; ‘dicuci, dikubur, dibenamkan, diserahkan.’ Ketika Jahshua
dibaptiskan, kehendak Jahweh digenapkan. ‘Kebenaran’ adalah ‘dikaiosune’ dalam
bahasa Yunani yang berarti ‘adil,’ dan juga berarti ‘paling tepat’ ‘paling layak.’
Dengan baotisanNya, Jahshua menjadi Juruselamat
dengan cara yang paling tepat dan layak. Oleh karena itu, orang yang percaya
kepada Jahshua menerima anugerah keselamatan dari Jahweh dengan percaya kepada
baptisan dan SalibNya, air dan Roh.
Dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis adalah
Imam Besar terakhir dari Perjanjian Lama. Mari kita melihat Matius 11:10-11.
Alkitab berkata Yohanes Pembaptis merupakan wakil manusia. Dan sebagai Imam
Besar dalam era Perjanjian Baru, dia menanggungkan segala dosa dunia kepada
Jahshua; dengan demikian melaksanakan playanan Imam Besar dalam Perjanjian
Lama.
Jahshua memberi kesaksian mengenai Yohanes. Dia
berkata, dalam Matius 11:13, “Sebab semua nabi dan Alkitab Taurat bernubuat
hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kamu mau menerimanya, ialah Elia yang akan
datang itu.” Karena itu, Yohanes Pembaptis, yang membaptiskan Jahshua, merupakan
keturunan Imam Besar Harun dan Imam Besar terakhir. Alkitab juga menyaksikan
bahwa Yohanes merupakan keturunan Harun dalam Perjanjian Lama (Lukas 1:5, 1
Tawarikh 24:10).
Kalau begitu, mengapa Yohanes tinggal sendirian
di padang gurun dengan memakai jubah bulu unta? Untuk mendapatkan posisi sebagai
Imam Besar. Dan sebagai wakil manusia, Yohanes Pembaptis tidak dapat tinggal
di antara orang banyak. Maka dia menyerukan kepada orang banyak, “Bertobatlah
hai kamu sekalian keturunan ular beludak” dan membaptiskan mereka sebagai
hasil perobatan mereka, dan mengembalikan orang-orang kepada Jahshua, yang menghapuskan
segala dosa mereka. Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa dunia kepada
Jahshua bagi keselamatan kita.
2 Jenis Baptisan
Mengapa Yohanes Pembaptis
membaptiskan orang-orang?
|
Untuk membawa orang kepada pertobatan
akan segala dosanya dan agar mereka
percaya kepada baptisan Jahshua
untuk keselamatan.
|
Yohanes Pembaptis membaptiskan orang-orang dan
kemudian membaptiskan Jahshua. Kelompok yang pertama, adalah ‘baptisan pertobatan’
yang memanggil orang yang berdosa kembali kepada Tuhan. Banyak orang yang mendengar
firman Tuhan melalui Yohanes membuang berhala mereka dan kembali kepada Tuhan.
Baptisan kedua adalah baptisan Jahshua, baptisan
yang menanggungkan segala dosa dunia kepada Jahshua. Yohanes Pembaptis membaptiskan
Jahshua untuk menggenapkan seluruh kedendak Jahweh. Jahshua dibaptis oleh Yohanes
Pembaptis untuk menyelamatkan semua orang dari dosa-dosanya (Matius 3:15).
Mengapa Yohanes harus membaptiskan Jahshua? Untuk
menghapuskan dosa-dosa di dunia, Tuhan harus membiarkan Yohanes menanggungkan
segala dosa kepada Jahshua, sehingga orang-orang yang percaya Jahshua dapat
diselamatkan.
Yohanes Pembaptis adalah hamba Tuhan yang bekerja
untuk menolong semua orang untuk dibasuh dari dosa-dosanya dan dia adalah wakil
manusia yang menyaksikan Injil keselamatan. Oleh karena itu, Yohanes harus tinggal
sendiri di padang gurun. Pada masa Yohanes Pembaptis, semua orang Israel jahat
dan hatinya penuh dengan kekejian.
Jahweh berkata dalam Perjanjian Lama, Maleakhi
4:5-6, “Sungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya
hari TUHAN yang besar dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik
kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-ayahnya supaya jangan Aku
datang memukul bumi sehingga musnah.”
Di mata Tuhan, semua orang Israel yang menyembah
Yahweh, buruk. Tidak ada seorangpun yang benar di hadapanNya. Pemimpin agama
di Bait Jahweh, misalnya, imam-imam, para hakim dan ahli-ahli Taurat, secara
khusus dipenuhi dengan kekejian hatinya. Israel dan para imam tidak mempersembahkan
korban sesuai dengan hukum Tuhan.
Para imam tidak meletakkan tangannya dan tidak
melakukan upacara agama persembahan darah yang Tuhan ajarkan bagi pendamaian
dosa-dosa mereka. Tercatat bahwa para imam pada masa Maleakhi tidak melakukan
kroban, tidak meletakkan tangannya dan tidak mempersembahkan darah dalam upacara
agama.
Karena itu, Yohanes Pembaptis tidak bisa tinggal
di antara mereka. Maka Yohanes Pembaptis pergi ke padang gurun dan berseru.
Apa yang diserukannya?
Hal itu tercatat dalam Markus 1:2, yang mengutip
perkataan nabi Yesaya, “Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau,
ia akan mempersipkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang
gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya.”
Suara di padang gurun itu berseru kepada orang-orang
untuk menerima baptisan pertobatan. Apakah yang dimaksudkan Alkitab dengan ‘baptisan
pertobatan?’ Yang dimaksudkan adalah baptisan yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis;
baptisan yang memanggil orang kembali kepada Jahshua, agar mereka percaya kepada
Jahshua yang menghapuskan dosa-dosanya dan diselamatkan. Baptisan pertobatan
adalah untuk membawa mereka kepada keselamatan.
“Bertobat dan dibaptiskan, dan Jahshua akan
dibaptiskan dengan cara sama untuk menanggung segala dosa Anda.” Seruan
Yohanes Pembaptis adalah bahwa Jahshua akan menanggung segala dosa dunia dan
akan dihakimi di kayu Salib untuk menyelamatkan semua orang, sehingga mereka
kembali kepada Jahweh.
“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan
membaptis kamu dengan Roh Kudus.” ‘Baptisan dengan Roh Kudus’ berarti menghapus
dosa Anda. Baptis berarti ‘membasuh.’ Baptisan Jahshua di sungai Yordan menunjukkan
kepada kita bahwa Anak Jahweh dibaptiskan dan menanggung segala dosa kita untuk
menyelamatkan kita.
Oleh karena itu, kita dilepaskan dari dosa dan
percaya kepadaNya. Dia adalah Anak Domba yang menghapuskan dosa manusia. Dan
inilah Injil keselamatan yang disaksikan oleh Yohanes Pembaptis.
Pekerjaan Imam Besar Untuk Pendamaian
bagi Dosa
Siapakah yang mempersiapkan
jalan keselamatan?
|
| Yohanes Pembaptis
|
Nabi Yesaya menubuatkan, “Tenangkanlah hati
Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa
kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN
dua kali lipat karena segala dosanya” (Yesaya 40:2).
Jahshua Kristus menanggung dosa-dosa Anda dan
saya dan semua orang tanpa kecuali; dosa asal, dosa sekarang, dan dosa masa
depan pun dihapuskan melalui baptisanNya. Dia menyelamatkan kita semua. Kita
harus mengetahui dan harus percaya bahwa Yohanes Pembaptis menanggungkan semua
dosa manusia kepada Jahshua melalui baptisan.
Kita tidak boleh salahpaham, dan berpikir, “Karena
Tuhan adalah kasih, kita dapat masuk ke kerajaan sorga hanya dengan percaya
terhadap Jahshua meskipun kita berdosa dalam hati kita.”
Agar bisa ditebus dari segala dosa kita, kita
harus percaya kepada baptisanNya, dimana melalui baptisan itu Yohanes Pembaptis
menanggungkan semua dosa dunia ini kepada Jahshua dan kayu Salib. Yohanes Pembaptis
menanggungkan semua dosa manusia kepada Jahshua “dengan air.”
Hal pertama yang dilakukan Tuhan untuk menyelamatkan
kita adalah dengan mengutus Yohanes ke dalam dunia ini. Utusan Tuhan, Yohanes
Pembaptis disuruh sebagai duta sang Raja, yang menanggungkan semua dosa di dunia
kepada Jahshua melalui baptisan. Dan dia menjalankan pelayanan sebagai Imam
Besar bagi seluruh manusia.
Tuhan berkata bahwa Dia mengutus Yohanes Pembaptis
bagi kita. “Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau.” Mendahului Engkau
berarti sebelum Jahshua. Apa sebabnya Jahweh mengutus Yohanes sebelum kedatangan
Jahshua? Untuk meletakman seluruh dosa-dosa dunia kepada Jahshua, Anak Jahweh,
melalui baptisan. “Ia akan mempersiapkan jalan bagiMu.” Itulah maksudNya.
Siapakah yang mempersiapkan jalan sehingga kita
dapat diselamatkan dan masuk ke sorga? Yohanes Pembaptis. 'Engkau' berarti Jahshua
dan ‘Aku’ berarti Jahweh sendiri. Dengan demikian, ketika Dia berkata, “Aku
mengutus utusanKu mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan bagiMu,”
apakah artinya?
Siapakah yang mempersiapkan jalan kita agar kita
bisa masuk ke sorga? Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa kita kepada
Jahshua, sehingga kita percaya bahwa Jahshua menghapuskan semua dosa kita bagi
kita; pekerjaan Yohanes Pembaptis adalah menanggungkan dosa-dosa, membaptiskan
Jahshua Kristus. Orang yang memungkinkan kita agar percaya terhadap kenyataan
itu dan diselamatkan ialah Jahshua dan Yohanes.
Keselamatan kita tergantung kepada apa? Hal itu
tergantung kepada apakah kita mempercayai perbuatan Jahshua, Anak Jahweh atau
tidak, dan mempercayai kenyataan bahwa utusan Tuhan sudah menanggungkan segala
dosa di dunia kepadaNya. Kita semua harus memahami Injil pengampunan dosa. Jahweh
Bapa mengutus utusanNya, orang yang membaptiskan AnakNya, dan menjadikan dia
sebagai wakil manusia. Dengan demikian, Dia menyempurnakan karya keselamatan
bagi kita.
Jahweh mengutus hambaNya, Yohanes Pembaptis untuk
membaptiskan AnakNya, sehingga Yohanes Pembaptis bisa mempersiapkan jalan keselamatan
bagi orang yang percaya AnakNya. Itulah alasan pembaptisan Jahshua. Baptisan
Jahshua yang dilakukan Yohanes Pembaptis. Pembaptisan Jahshua oleh Yohanes Pembaptis
adalah penebusan di mana segala dosa ditanggungkan kepada Jahshua supaya setiap
orang bisa percaya kepada Jahshua dan masuk ke surga.
Bahkan dosa-dosa masa depan manusiapun ditanggungkan
kepada Jahshua melalui baptisanNya. Jahshua dan Yohanes Pembaptis mempersiapkan
jalan ke sorga bagi kita. Dengan jalan ini, Jahweh menyatakan rahasia keselamatan
melalui Yohanes Pembaptis.
Sebagai wakil kita semua, Yohanes Pembaptis membaptiskan
Jahshua agar kita bisa percaya kepada keselamatan kita dan masuk ke sorga. Dia
menanggungkan segala dosa kepada Jahshua melalui baptisan. Itulah kabar keselamatan
yangpenuh sukacita, atau Injil.
Mengapa Yohanes Pembaptis dilahirkan?
Melalui siapa kita percaya
terhadap Jahshua?
|
| Yohanes Pembaptis
|
Dalam Maleakhi 3:1, tertulis, “Lihatlah, Aku
mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu.”
Anda harus membaca Alkitab dengan teliti. Mengapa Tuhan mengutus utusanNya?
Mengapa Yohanes Pembaptis dilahirkan 6 bulan lebih dahulu daripada Jahshua?
Kita harus mengerti apa sebenarnya isi Alkitab.
Ada bagian dalam Perjanjian Lama yang menulis mengenai pelayanan Imam Besar
Harun. Harun adalah kakak Musa. Dia dan anak-anaknya diurapi sebagai imam oleh
Tuhan. Kaum Lewi yang lain bekerja di bawah pengawasan mereka, mempersiapkan
alat-alat yang diperlukan, mencampur adonan untuk roti dan sejenisnya, sementara
anak-anak Harun mempersembahkan korban di kemah suci.
Anak-anak Harun diurapi untuk membagi pekerjaan
mererka masing-masing, namun pada Hari Raya Pendamaian, hari ke-10 bulan ke-7,
Imam Besar sendirilah yang mempersembahkan korban penebusan untuk bangsanya.
Dalam Lukas 1:5, ada cerita tentang jalur silsilah
Yohanes Pembaptis. Kita harus mengerti dengan benar mengenai utusan Jahweh ini
untuk bisa mengerti mengenai Jahshua dengan benar. Kita cenderung untuk hanya
berpikir secara mendalam tentang Jahshua, namun mengabaikan Yohanes Pembaptis
yang datang mendahuluiNya. Saya ingin menolong Anda untuk mengerti itu.
“Inilah permulaan Injil tentang Jahshua Kristus,
Anak Jahweh. Seperti ada tertulis dalam Alkitab nabi Yesaya, Lihatlah, Aku mengutus
utusanKu mendahului Engkau.” Injil dari sorga selalu bermula dengan Yohanes
Pembaptis.
Ketika kita mengerti dengan baik tentang Yohanes
Pembaptis, kita bisa mengerti dengan jelas dan percaya terhadap Injil keselamatan
Jahshua. Itu mirip dengan seorang duta yang dikirim di seluruh dunia untuk mengerti
situasi seluruh negara. Kalau kita mengetahui tentang Yohanes Pembaptis, kita
dapat mengerti penebusan dari Jahweh dengan baik.
Tetapi, alangkah sayangnya, banyak umat Kristen
sekarang ini tidak mengetahui kepentingan Yohanes. Tuhan tidak mengirim Yohanes
Pembaptis karena Dia bosan dan tidak ada hal lain lagi yang bisa dilakukan.
Keempat kitab Injil Perjanjian Baru berbicara tentang Yohanes Pembaptis sebelum
berbicara tentang keselamatan Jahshua.
Tetapi, para pengabar Injil masa kini cenderung
mengabaikan Yohanes Pembaptis sama sekali dan mengajarkan bahwa percaya kepada
Jahshua sudah cukup untuk menyelamatkan kita. Sebenarnya, mereka memimpin orang
untuk hidup sebagai orang berdosa sepanjang hidup mereka dan menuju ke neraka.
Kalau Anda hanya percaya Jahshua, tidak mengerti peran Yohanes Pembaptis, agama
Kristen menjadi agama lain bagi Anda. Bagaimana Anda dapat ditebus dari dosa-dosa
Anda kalau tidak mengetahui kebenaran mengenai hal itu? Tidak mungkin bisa.
Injil keselamatan itu bukan sesuatu yang sederhana
atau mudah. Begitu banyak orang berpikir keselamatan tergantung pada iman kita
terhadap Salib karena Jahshua mati di kayu Salib bagi kita. Namun kalau Anda
hanya percaya penyaliban dengan tidak mengetahui kebenaran mengenai dosa yang
ditanggungkan kepada Jahshua, seberapapun iman yang demikian tidak akan membawa
kita kepada keselamatan yang sempurna.
Oleh karena itu, Tuhan mengutus Yohanes Pembaptis
agar dunia tahu bagaimana penebusan diselesaikan dan bagaimana Jahshua menanggung
dosa-dosa dunia. Hanya kalau kita mengerti kenyataan itu, kita bisa mengerti
bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh yang menanggungkan segala dosa kita kepada
diriNya sendirinya.
Yohanes Pembaptis berbicara kepada kita tentang
kebenaran mengenai keselamatan. Dia mengatakan kepada kita bagaimana dia datang
untuk menyaksikan keilahian Jahshua; bagaimana orang-orang tidak menerima Dia
ketika Terang itu turun ke dunia ini. Dia juga menyaksikan dalam Yohanes 1 bahwa
dialah orang yang mempersiapkan Injil keselamatan dengan membaptiskan Jahshua
Kristus.
Kalau kita tidak memiliki kesaksian Yohanes Pembaptis
mengenai keselamatan, bagaimana kita bisa percaya Jahshua? Kita tidak pernah
melihat Jahshua, dan karena kita berasal dari kebudayaan dan agama-agama yang
berbeda-beda, bagaimana mungkin kita bisa percaya Yahweh?
Dengan adanya bermacam-macam agama di seluruh
dunia ini, bagaimana kita bisa mengetahui tentang Jahshua Kristus? Bagaimana
kita bisa mengetahui bahwa Jahshua adalah sungguh-sungguh Anak Jahweh yang menebus
kita dengan menanggung segala dosa dunia di atas DiriNya sendiri?
Dengan demikian, kita harus melihat ke Perjanjian
Lama untuk menemukan asal mula firman keselamatan dan untuk mengetahui bahwa
Jahshua adalah Juruselamat kita. Kita harus mendapatkan pengetahuan yang benar
agar bisa percaya dengan benar. Tidak ada yang bisa kita lakukan tanpa kita
mengetahuinya terlebih dahulu. Agar bisa percaya Jahshua dan diselamatkan, kita
harus mengetahui Injil keselamatan yang disaksikan Yohanes Pembaptis dan peranan
Yohanes Pembaptis dalam kebenaran ini. Untuk memiliki iman yang lengkap kepada
Kristus, kita harus mengetahui kebenaran mengenai keselamatan.
Oleh karena itu, sebagaimana Jahshua berkata,
“dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan
kamu,” kita harus mengetahui tentang kebenaran keselamatan dalam Jahshua.
Bukti-bukti dalam Alkitab
|
Dari titik mana Injil dimulai?
|
|
Dari kedatangan Yohanes Pembaptis
|
Mari kita terus menyelidiki seluruh bukti tentang
penebusan di dalam Alkitab. Mari kita melihat yang dikatakan tentang Yohanes
Pembaptis dalam 4 Injil , tentang siapakah orang itu, mengapa dia disebut sebagai
‘wakil manusia’ atau ‘Imam Besar,’ bagaimana segala dosa di dunia ditanggungkan
kepada Jahshua melaluinya, dan apakah Jahshua menanggung segala dosa atau tidak.
4 Injil semua dimulai dengan Yohanes Pembaptis.
Yohanes 1:6 mengatakan kepada kita bagian yang paling penting dalam Injil. Ayat
itu berbicara kepada kita mengenai siapa yang akan melakukan tugas menanggungkan
segala dosa di dunia kepada Jahshua. “Datanglah seorang yang diutus Jahweh,
namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang
itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya” (Yohanes 1:6-7).
Di sini dikatakan, ‘oleh dia semua orang menjadi
percaya,’ dan ‘untuk memberi kesaksian tentang terang itu.’ Terang
itu adalah Jahshua Kristus. Itu berarti Yohanes datang untuk memberi kesaksian
mengenai Jahshua supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Sekarang, mari
kita membaca Matius dengan lebih teliti.
Dalam Matius 3:13-17, “Maka datanglah Jahshua
dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi
Yohanes mencegah Dia, katanya; ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau
yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal
itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak
Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar
dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti
burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:
‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”
Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua. Dalam
Lukas 1:7-8, Jahshua Kristus menyelesaikan karya penebusan semua dosa dengan
dibaptis oleh Yohanes. Mari kita melihat bagian ini.
Mengapa kita harus mengerti
Jalur silsilah Yohanes?
|
Karena Alkitab mengatakan bagi kita
Yohanes adalah imam teragung di
antara seluruh manusia.
|
Dalam Lukas 1:1-14, “Teofilus yang mulia, Banyak
orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang
telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka,
yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku
menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil
keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui,
bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. Pada Zaman Herodes,
raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya
juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di
hadapan Jahweh dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan
tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan
keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya,
Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana
lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk
ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul
di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah
kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran
ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata
kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet,
isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau
menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang
akan bersukacita atas kelahirannya itu.”
Lukas menjelaskan kepada kita secara detail mengenai
jalur silsilah Yohanes. Lukas, seorang murid Jahshua, menjelaskan jalur silsilah
Yohanes sejak awal. Lukas mengajarkan Injil kepada seorang yang bernama Teofilus,
yang berasal dari latar belakang kebudayaan lain dan tidak tahu tentang Tuhan.
Jadi, untuk mengajar Teofilus tentang Jahshua,
Juruselamat orang-orang yang berdosa, Lukas merasa bahwa dia perlu menjelaskan
mengenai jalur silsilah Yohanes Pembaptis dengan secara detail.
Dalam Lukas 1:5-9, dia berkata, “Pada Zaman
Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan
Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya
adalah benar di hadapan Jahweh dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan
Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet
mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran
rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika
diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas.”
Di sini, satu peristiwa terjadi pada saat Zakharia
melakukan pelayanan sebagai imam di hadapan Tuhan sebagaimana lazimnya. Dan
Lukas menyaksikan secara jelas bahwa Zakharia adalah keturunan Harun. Dan, dalam
rombongan yang manakah Zakharia termasuk? Ini adalah pokok yang sangat penting.
Dia menjelaskan, “waktu tiba giliran rombongannya,
Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana
lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas.” Kita bisa melihat bahwa
Lukas mengetahui tentang Zakharia dengan baik, sehingga dia menjelaskan Injil
keselamatan melalui Zakharia dan Elisabet.
Karena kita juga orang-orang non Yahudi, kita
tidak dapat mengerti keselamatan dari Jahshua kalau hal itu tidak dijelaskan
dengan teliti, satu demi satu. Mari kita melihat dengan teliti. Yohanes Pembaptis
lahir dari pasangan Zakharia dan istrinya Elisabet, yang juga keturunan Harun.
Sekarang, mari kita melihat jalur silsilah Zakharia dan Yohanes.
Jalur silsilah Yohanes Pembaptis
Yohanes Pembaptis,
keturunan siapa?
|
| Harun, Imam Besar
|
Untuk mengerti jalur silsilah Yohanes Pembaptis,
kita harus membaca Perjanjian Lama, 1 Tawarikh 24:1-19.
“Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun.
Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Tetapi Nadab dan Abihu
mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki,
maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. Daud, bersama-sama
Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka
menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. Lalu ternyata bahwa di
antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan
Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar
enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala
puak. Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan,
sebab ada ‘pemimpin-peminpin kudus’ dan ‘pemimpin-pemimpin Jahweh,’ baik di
antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. Dan Semaya bin Netaneel,
penitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di dapan raja, di depan pembesar-pembesar,
imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam
dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula
satu puak dari Itamar. Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada
Yedaya; yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; yang kelima pada Malkia;
yang keenam pada Miyamin; yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia;
yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; yang kesebelas pada
Elyasib; yang kedua belas pada Yakim, yang ketiga belas pada Hupa; yang kelima
belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; yang ketujuh belas pada Hezir;
yang kedelapan belas pada Hapizes; yang kesembilan belas pada Petahya; yang
kedua puluh pada Yehezkel; yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh
dua pada Gamul; yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada
Maazya. Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk
rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan
Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN,
Jahweh Israel.”
Mari kita membaca ayat 10 sekali lagi. “yang
ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia” Di sini, yang dilakukan Daud
adalah membagi-bagi keturunan Harun agar korban dipersembahkan secara bergiliran.
(Sebagaimana sudah Anda ketahui, Harun adalah kakak Musa. Tuhan menobatkan Musa
sebagai hambaNya, dan Harun sebagai Imam Besar di Kemah Suci di hadapan orang-orang
Israel.)
Kaum Lewi yang lain diletakkan di bawah para imam,
Harun dan anak-anaknya mengurus pengorbanan di hadapan Tuhan. Sebelum Daud membuang
undi, para imam, keturunan Harun harus selalu membuang undi setiap kali akan
mengadakan pelayanan dan hal itu menyebabkan banyak kekacauan.
Oleh karena itu, Daud mengatur sebuah sistem dengan
mengatur urutan masing-masing rombongan. Ada 24 rombongan imam yang berasal
dari keturunan Harun dan romnbongan yang kedelapan adalah rombongan Abia. Dan
dalam Injil Lukas dikatakan, “Seorang imam yang bernama Zakharia, dari rombongan
Abia.” Dengan demikian, Zakharia adalah imam dari rombongan Abia dan dua-duanya
ialah keturunan Harun Imam Besar.
Dan Zakharia ini, imam dari rombongan Abia, yang
adalah ayah dari Yohanes Pembaptis. Kita mengetahui dari Alkitab bahwa bangsa
Israel biasa menikah dengan anak saudaranya.
Sebagaimana Anda ketahui, Yakub menikah dengan
anak perempuan pamannya dari garis keturunan ibunya. Dan penjelasan mengenai
jalur silsilah merupakan sesuatu yang sangat penting. Dikatakan, “Seorang
imam yang bernama Zakharia, dari rombongan Abia.”
Dengan demikian, dapat dipastikan berasal dari
keturunan Harun. Siapa? Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis. Itu adalah hal yang
sangat penting dalam menjelaskan mengenai karya penebusan Jahshua dan keimanan
Yohanes Pembaptis dan diletakkanya beban dosa dunia kepada Jahshua.
Hanya Anak Harun yang bisa melayani sebagai
imam.
Siapa yang bisa melayani
Sebagai Imam Besar pada masa
Perjanjian Lama?
|
|
Harun dan keturunannya
|
Dimanakah dicatat dalam Alkitab yang menyebutkan
bahwa hanya anak-anak Harun yang bisa memegang jabatan imam? Mari kita lihat
itu.
Dalam Bilangan 20:22-29, “Setelah mereka berangkat
dari Kadesy, sampailah segenap umat Israel ke gunung Hor. Lalu berkatalah TUHAN
kepada Musa dan Harun dekat gunung Hor, di perbatasan tanah Edom: ‘Harun akan
dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang
Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titahKu
dekat mata air Meriba. Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka
naik ke gunung Hor; tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar,
anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di
sana.’ Lalu Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Mereka naik ke
gunung Hor sedang segenap umat itu memandangnya. Musa menanggalkan pakaian Harun
dan mengenakannya kepada Eleazar, anaknya. Lalu matilah Harun di puncak gunung
itu, kemudian Musa dengan Eleazar turun dari gunung itu. Ketika segenap umat
itu melihat, bahwa Harun telah mati, maka semua orang Israel menangis, Harun
tiga puluh hari lamanya.”
Dalam Keluaran, di mana Sepuluh Hukum Tuhan tercatat,
dijelaskan bahwa anak Imam Besar harus memegang jabatan Imam Besar seperti hal
yang dijabat ayah mereka setelah mereka cukup umur.
Dalam Keluaran 28:1-5, “Engkau harus mengutus
abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah
orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagiKu. Harun dan anak-anak Harun,
yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Haruslah engkau membuat pakaian kudus
bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan
kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keadilan, membuat
pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagiKu.
Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja
yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat
pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang
jabatan imam bagiKu. Untuk itu haruslah mereka mengambil emas, kain ungu tua
dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus.”
Tuhan dengan jelas menetapkan Harun, kakak Musa
ke dalam pelayanan keimanan. Pelayanan sebagai imam tidak dibuka bagi orang
lain. Sebab itu, Tuhan memerintahkan kepada Musa untuk mentahbiskan Harun sebagai
Imam Besar, dan untuk membuat pakaian yang cocok denganya seperti yang ditetapkan
Tuhan. Kita tidak boleh melupakan firman Tuhan.
Dalam Keluaran 29:1-9 kita lihat juga, “Inilah
yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka
memegang jabatan imam bagiKu: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor
domba jantan yang tidak tercela, roti yang tidak beragi dan roti bundar yang
tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang
diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya
itu. Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya
dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu. Lalu
kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah
engkau membasuh mereka dengan air. Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah
kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah
sabuk baju efod kepadanya; kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus
kaububuh pada serban itu. Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang
ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan
kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada
mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada
kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu
ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentasbihkan Harun
dan anak-anaknya.”
Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada
Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka...
maka merekalah yang akan memegang jabatan imam. Itulah suatu ketetapan untuk
selama-lamanya... Demikianlah engkau harus mentasbihkan Harun dan anak-anaknya.
Tuhan menetapkan hanya Harun dan anak-anaknya ditasbihkan memegang jabatan imam
untuk selama-lamanya. Ketika Dia berkata tegasnya “suatu ketetapan untuk
selama-lamanya,” hal itu masih berlaku bahkan setelah Jahshua datang ke
dunia ini.
Oleh karena itu, Lukas menjelaskan dengan mendalam
bahwa Zakharia merupakan keturunan Harun, Imam Besar. Ketika Zakharia melakukan
tugas keimaman di hadapan Tuhan di Bait Suci, seorang malaikat muncul lalu berkata
kepadanya bahwa doanya telah dikabulkan; Elisabet isterinya akan melahirkan
seorang anak laki-laki baginya.
Zakharia tidak bisa mempercayainya, lalu berkata,
“Isteri saya telah lanjut umurnya, bagaimana dia dapat melahirkan anak laki-laki?”
Akibat kesangsiannya, Tuhan menjadikannya bisu untuk sementar untuk menunjukkan
bahwa firmanNya benar.
Tidak lama kemudian, isterinya hamil dan beberapa
waktu kemudian, Maria, seorang perawan, juga hamil. 2 peristiwa itu adalah karya
persiapan yang dilakukan Jahweh untuk keselamatan kita. Untuk menyelamatkan
manusia yang jahat, Dia harus mengirim hambaNya Yohanes dan membuat Anak TunggalNya,
Jahshua, lahir ke dunia ini.
Kemudian Dia membuat AnakNya dibaptiskan oleh
Yohanes untuk menanggung segala dosa di dunia, sehingga orang yang percaya kepadaNya
bisa diselamatkan.
Pemeliharaan Tuhan yang Istimewa
Siapakah yang disiapkan Jahweh
Sebelum Jahshua untuk
Karya penebusan?
|
|
Yohanes Pembaptis
|
Dia adalah Juruselamat manusia, Jahshua Kristus,
yang dilahirkan dari anak dara Maria. Maria bertunangan dengan Yusuf yang merupakan
keturunan Yudas. Jahshua harus dilahirkan melalui keturunan Yudas untuk menggenapkan
Perjanjian Tuhan sebagaimana Yohanes Pembaptis harus dilahirkan di antara keturunan
Imam Besar Harun.
Tuhan mempersiapkan 2 orang itu untuk lahir di
dunia ini, Yohanes sebelum Jahshua. Yohanes lahir, sehingga dia bisa membaptiskan
Jahshua dan menanggungkan segala dosa di dunia kepadaNya. Seorang keturunan
Imam Besar harus mempersembahkan korban penebusan unutk menggenapi Perjanjian
Tuhan yang dibuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; agar Injil penebusan
Jahshua bisa dipercayai dan dilaksanakan dengan benar.
Dalam Keluaran, Tuhan memberi HukumNya dan Perjanjian
kepada Israel; hukum Tuhan dan hukum untuk mengatur pelayanan korban di Kemah
Suci, sampai kepada pakaian para imam, detail mengenai pengorbanan, dan penggantian
tugas para imam oleh anak-anak laki-lakinya. Tuhan menunjuk Harun dan keturunannya
sebagai imam untuk selama-lamanya.
Oleh karena itu, semua keturunan Harun bisa mempersembahkan
korban dan para Imam Besar hanya bisa berasal dari keturunan Harun. Apakah Anda
melihat hal itu?
Namun demikian, di antara banyak keturunan Harun,
Tuhan memilih seorang imam tertentu yang bernama Zakharia dan isterinya Elisabet.
Dia berkata, “Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau.” Ketika
Tuhan mengatakan kepada Zakharia bahwa Dia akan memungkinkan Elisabet mempunyai
anak laki-laki, dan bahwa Dia harus menamai anaknya itu Yohanes, dia sangat
terkejut, sampai dia menjadi bisu atas kehendak Jahweh sampai anak itu dilahirkan
dan diberi nama.
Dan benarlah, seorang anak laki-laki terlahir
di rumahnya. Ketika sudah tiba waktu untuk menamai bayi itu menurut adat Israel,
anak laki-laki itu mau diberi nama seperti nama ayahnya.
“Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk
bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya
serta anak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menujukkkan rahmatNya yang
begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka
datanglah mereka pada hari yang kedepalan untuk menyunatkan anak itu dan mereka
hendak menamai dia Zakharia menurut nama ayahnya, tetapi ibunya berkata: ‘Jangan,
ia harus dinamai Yohanes.’ Kata mereka kepadanya: ‘Tidak ada di antara anak
saudaramu yang bernama demikian.’ Lalu mereka memberi isyarat kepada ayahnya
untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta
batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: ‘Namanya adalah Yohanes.’ Dan merekapun
heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya,
lalu ia berkata-kata dan memuji Jahweh. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal
di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan
Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: ‘Menjadi
apakah anak ini nanti?’ Sebab tangan Tuhan menyertai dia” (Lukas 1:57-66).
Zakharia dalam keadaan bisu pada waktu itu. Ketika
datang waktunya untuk memberi nama kepada anak itu, saudara-saudaranya hendak
menamai dia Zakharia menurut nama ayahnya. Tetapi, ibunya meminta dengan keras
bahwa bayi itu harus dinamai Yohanes. Setelah mendengar hal itu sanak saudaranya
mengatakan bahwa tidak ada di antara sanak saudara mereka yang bernama Yohanes
dan bayi itu harus diberi nama menurut nama ayahnya.
Ketika Elisabet terus menegaskan nama tersebut,
sanak saudaranya pergi ke Zakharia dan memintanya menamai bayi itu. Zakharia,
karena dia masih tidak bisa berbicara, meminta batu tulis, lalu menulis ‘Yohanes.’
Semua sanak saudaranya heran terhadap pilihan nama yang tidak biasa itu.
Tetapi setelah menamai demikian, mulut Zakharia
segera terbuka. Dia memuji Jahweh dan dia penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat.
Lukas mengatakan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis
di rumah Zakharia. “Adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan
Abia.” Di bawah pemeliharaan Tuhan yang istimewa, Yohanes Pembaptis, wakil
manusia dilahirkan dalam keluarga Zakharia, seorang keturunan Harun.
Dan melalui Yohanes Pembaptis dan Jahshua Kristus,
Tuhan menggenapkan keselamatan manusia. Kita diselamatkan dari segala dosa kita
dengan percaya kepada karya penebusan yang dilakukan melalui Yohanes dan Jahshua
Kristus.
Baptisan Jahshua
Mengapa Jahshua dibaptiskan
oleh Yohanes?
|
Untuk menanggung segala
dosa dunia
|
Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa Jahshua adalah
Anak Jahweh dan bahwa Ia menanggung segala dosa kita. Yohanes Pembaptis, hamba
Tuhan itu juga yang menyaksikan keselamatan kita. Itu tidak berarti bahwa Tuhan
tidak mengatakan sendiri bahwa Dia adalah Juruselamat. Tuhan berkarya melalui
hamba-hambaNya di gereja, dan melalui mulut semua umatNya yang telah diselamatkan.
Tuhan berkata, “Rumput menjadi kering, bunga
menjadi layu, tetapi firman Jahweh kita tetap untuk selama-lamanya. Serukanlah
kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni,
sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala
dosanya” (Yesaya 40:2,8).
“Engkau bukan lagi orang-orang berdosa. Aku sudah
memperdamaikan engkau dari segala dosamu dan peperangan melawan dosa sudah selesai.”
Demikian, suara dari Injil keselamatan yang terus berseru kepada kita. Itulah
apa yang disebut sebagai Injil yang disiapkan.
Kalau kita mengerti pekerjaan Yohanes Pembaptis,
kalau kita sungguh-sungguh mengerti bahwa semua dosa di dunia ditanggungkan
kepada Jahshua melalui Yohanes Pembaptis, kita dapat dibebaskan dari dosa-dosa
kita.
Keempat kitab Injil berkata kepada kita tentang
Yohanes Pembaptis, dan nabi terakhir dalam Perjanjian Lama juga memberi kesaksian
Yohanes Pembaptis, hamba Tuhan itu. Dan Perjanjian Baru dimulai dengan kelahiran
Yohanes Pembaptis dan dengan ditanggungnya segala dosa kita adalah melalui dia.
Kalau begitu, mengapa kita memanggil Yohanes sebagai
Pembaptis? Karena dia yang membaptiskan Jahshua. Apakah artinya baptisan? Itu
berarti ‘menanggungkan, dikubur, dihapuskan’ -sama dengan artinya ‘meletakkan
tangan’ dalam Perjanjian Lama.
Dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang berdosa,
dia meletakkan dosa-dosanya ke kepala korban penghapus dosa, yang tanpa cacat
dan cela, lalu korban mati dengan menanggung dosa mereka. Oleh karena itu, ‘meletakkan
tangan’ dan ‘baptisan,’ artinya sama meskipun namanya berbeda.
Kalau begitu, apakah artinya baptisan Jahshua?
Baptisan Jahshua merupakan satu-satunya jalan untuk membuat pendamaian dalam
ketetapan Jahweh.
Dalam Perjanjian Lama, orang-orang berdosa harus
meletakkan tangannya di atas kepala korban untuk menanggungkan dosa-dosa mereka
ke kepala korban itu. Mereka harus menyembelihnya dan imam membawa darahnya
untuk diletakkannya pada tanduk-tanduk mezbah dimama korbannya dibakar. Itulah
cara untuk pendamaian atas dosa-dosa setiap hari.
Nah, bagaimana mereka mendamaikan dosa-dosa tahunan?
Harun, Imam Besar itu mempersembahkan korban untuk
orang-orang Israel. Karena Yohanes Pembaptis dilahirkan dari keturunan Harun,
maka dia layak menjadi Imam Besar, dan Tuhan menetapkan dia untuk menjadi Imam
Besar menurut perjanjian keselamatanNya.
Yohanes Pembaptis merupakan wakil seluruh manusia
dan Imam Besar seluruh manusia yang terakhir karena Perjanjian Lama berakhir
ketika Jahshua Kristus dilahirkan. Selain Yohanes, siapa yang berhak menanggungkan
semua dosa dunia kepada Jahshua dalam Perjanjian Baru sebagaimana Harun menyerahkan
dosa-dosa orang dalam Perjanjian Lama? Sebagai Imam Besar terakhir dalam Perjanjian
Lama dan sebagai wakil seluruh manusia, Yohanes Pembaptis saja yang berhak menanggungkan
semua dosa kepada Jahshua dengan baptisan Jahshua.
Karena Yohanes menanggungkan semua dosa kepada
Jahshua, kita dapat diselamatkan dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Jahshua
menjadi Anak Domba untuk menyelamatkan orang berdosa, dan menggenapkan karya
keselamatan yang direncanakan Jahweh. Jahshua berkata bahwa Yohanes Pembaptis
adalah nabi terahkir, Imam Besar terakhir yang menanggungkan segala dosa di
dunia kepadaNya.
Mengapa Jahshua tidak bisa melakukan itu sendiri?
Mengapa Dia memerlukan Yohanes Pembaptis? Itulah alasan mengapa Yohanes Pembaptis
datang 6 bulan lebih dahulu daripada Jahshua. Hal itu adalah untuk menggenapkan
hukum Perjanjian Lama, untuk menyempurnakan Perjanjian Lama.
Jahshua dilahirkan oleh anak dara Maria, dan Yohanes
Pembaptis dilahirkan dari seorang wanita tua yang bernama Elisabet.
Itulah karya Jahweh, dan Dia merencanakan mereka
untuk menyelamatkan orang berdosa. Untuk menyelamatkan kita dari perhambaan
dosa, dan dari semua penderitaan manusia yang penuh dosa, Dia mengutus hambaNya
Yohanes, dan AnakNya Jahshua. Yohanes Pembaptis ditetapkan sebagai wakil manusia
, Imam Besar.
Manusia Terhebat yang pernah Dilahirkan
Siapakah manusia
terhebat di dunia ini?
|
|
Yohanes Pembaptis
|
Mari kita melihat Matius 11:7-14. “Setelah
murid-murid Yohanes pergi, mulailah Jahshua berbicara kepada orang banyak itu
tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang
digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang
yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu,
bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku
mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan
tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun
yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripadanya. Sejak tampilnya
Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya
mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan Alkitab Taurat bernubuat hingga tampilnya
Yohanes dan jika kamu mau menerimanya, ialah Elia yang akan datang itu.””
Orang-orang pergi ke padang gurun untuk bertemu
Yohanes Pembaptis, yang berseru, “Bertobatlah hari kamu sekalian” Dan
Jahshua berbicara, “Untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian
halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.”
Jahshua sendiri menyaksikan kehebatan Yohanes.
“Siapakah yang akan kalian lihat? Seorang biadab yang memakai jubah bulu unta
dan berseru sekuat tenaga? Dia pasti memakai jubah bulu unta. Siapa yang hendak
kalian lihat? Orang yang berpakaian halus itu? Orang yang berpakaian halus itu
tempatnya di istana raja. Tetapi dia lebih besar daripada raja itu,” demikian
kata Jahshua. “Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu,
bahkan lebih daripada nabi.”
Pada masa lalu, para nabi lebih hebat daripada
para raja. Apakah Anda tahu hal itu? Namun Yohanes Pembaptis lebih besar daripada
raja dan lebih agung daripada nabi. Dia lebih agung daripada para nabi dalam
Perjanjian Lama. Sebenarnya, Yohanes, Imam Besar dan wakil manusia, lebih besar
daripada Harun, imam pertama. Jahshua sendiri memberi kesaksian mengenai Yohanes.
Siapakah wakil manusia? Kecuali Kristus sendiri,
siapakah manusia yang paling hebat di dunia? Yohanes Pembaptis. “Benar, dan
Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. ‘Lihatlah, Aku mengutus utusanKu
mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu.’”
Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa peperangan
melawan dosa sudah berakhir. “Lihatlah, Anak Domba Jahweh yang menghapuskan
segala dosa dunia ini.” Orang yang menyaksikan bahwa Jahshua menanggung
dosa dunia ini ialah Yohanes Pembaptis.
Dalam Matius 11:11, “Sesungguhnya di antara
mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih
besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Adakah manusia yang lebih besar daripada
Yohanes yang dilahirkan oleh perempuan?
Apakah artinya ‘dilahirkan oleh perempuan?’ Artinya,
semua orang. Kecuali Adam, semua orang dilahirkan oleh perempuan. Ya, di antara
orang yang dilahirkan oleh perempuan, tidak ada yang lebih besar daripada Yohanes
Pembaptis. Dengan demikian, dia adalah Imam Besar terakhir dan wakil manusia.
Yohanes Pembaptis ialah Imam Besar, nabi, dan wakil kita.
Dalam Perjanjian Lama, Harun dan anaknya ditasbihkan
Tuhan untuk melayani untuk selama-lamanya. Semua dosa harus dihapuskan melalui
Harun dan anaknya. Itulah yang ditetapkan oleh Tuhan.
Jika ada orang lain di antara Lewi yang berani
tampil dan melakukan hal itu, pastilah dia akan mati. yang bisa mereka lakukan
adalah mengumpulkan kayu api untuk mezbah, menguliti binatang, membersihkan
usus, dan memisahkan lemak. Jika mereka bersikeras untuk melakukan tugas imam,
mereka pastilah mati. Itulah hukum Tuhan. Mereka tidak bisa menentangnya.
Di dunia, tidak ada orang yang lebih besar daripada
Yohanes Pembaptis. Dia paling besar di antara seluruh makhluk hidup. “Sejak
tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang
yang menyerongnya mencoba menguasainya.”
Penebusan manusia digenapkan ketika Yohanes Pembaptis
membaptiskan Jahshua, dan orang yang percaya Jahshua dapat masuk ke dalam kerajaan
sorga. Mereka menjadi orang benar. Mari kita melihat bagaimana ayah Yohanes
memberi kesaksian mengenai anaknya.
Kesaksian Zakharia, Ayah Yohanes
Bagaimana nubuat Zakharia
tentang anaknya?
|
Yohanes akan mempersiapkan jalan
Tuhan dengan memberi pengetahuan
keselamatan bagi umatNya.
|
Mari kita membaca Lukas 1:67-80. “Dan Zakharia,
ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ‘Terpujilah Tuhan,
Jahweh Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelapasan baginya, Ia menumbuhkan
sebuah tanduk keselamatan bagi kiga di dalam keturunan Daud, hambaNya itu, seperti
yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus
untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang
membenci kita, untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat
akan perjanjianNya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham,
bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan
musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran
di hadapanNya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Jahweh
Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan
jalan bagiNya, untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang
berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari
Jahweh kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk
mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.’ Adapun anak itu bertambah
besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari
ia harus menampakkan diri kepada Israel.”
Zacharia menubuatkan dua hal. Dia menubuatkan
bahwa Raja umat manusia akan datang. Dari ayat 68 sampai 73, dia menubuatkan
dengan sukacita bahwa Tuhan tidak melupakan perjanjianNya dan Jahshua, seperti
yang Tuhan janjikan dengan Abraham, dilahirkan dari anak dara Maria untuk menyelamatkan
keturunannya dari tangan musuhnya.
Dan dalam ayat 74, “Supaya kita, terlepas dari
tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut” Itulah untuk meningkatkan
Perjanjian Tuhan kepada Abraham dan orang-orang Israel, serta dia menubuatkan,
“supaya kita, kita dapat beribadah kepadaNya tanpa takut.”
Dalam ayat 76, dia bernubuat tentang anak laki-lakinya.
“Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Jahweh Yang Mahatinggi; karena
engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, untuk
memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan
dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Jahweh kita, dengan mana
Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka
yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita
kepada jalan damai sejahtera.”
Di sini, dia mengatakan, “untuk memberikan
kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa
mereka” Melalui siapa pengetahuan tentang keselamatan akan diberikan? Yohanes
Pembaptis. Apakah Anda melihat semua itu? Yohanes Pembaptis, melalui firman
Tuhan, memberitahukan kepada kita bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh yang menanggung
dosa-dosa di dunia.
Sekarang, mari kita melihat Markus 1. “Inilah
permulaan Injil tentang Jahshua Kristus, Anak Jahweh. Seperti ada tertulis dalam
Alkitab nabi Yesaya: ‘Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia
akan mempersiapkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang
gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya,’ demikianlah
Yohanes Pembaptis tempil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah
dirimu dibaptis dan Jahweh akan mengampuni dosamu.’ Lalu datanglah kepadanya
orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil
mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan” (Markus 1:1-5).
Orang-orang berbalik dari pemujaan kepada ilah-ilah
asing dan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Namun Yohanes memberi kesaksian,
“Aku membaptiskan engkau dengan air agar engkau kembali kepada Tuhan. Tetapi
Anak Jahweh akan datang dan aku akan membaptiskanNya, sehingga semua dosamu
akan ditanggungkan kepadaNya. Dan kalau kamu percaya pada saat kamu sedang saya
baptiskan, segala dosamu akan ditanggungkan kepadaNya sebagaimana dosa-dosa
ditanggungkan dengan peletakkan tangan dalam Perjanjian Lama.” Itulah yang
disaksikan Yohanes.
Kenyataan bahwa Jahshua dibaptiskan di sungai
Yordan berarti bahwa Dia dibaptiskan di sungai kematian. Kita bernyanyi di pemakaman,
“Dan waktunya segera akan tiba. Kita akan bertemu di pantai yang indah.
Kita akan bertemu di pantai yang indah.” Ketika kita mati, kita akan menyeberang
sungai Yordan. Sungai Yordan adalah sungai kematian. Jahshua dibaptiskan di
sungai kematian itu.
Baptisan yang menanggungkan dosa-dosa
kita.
Apakah peletakkan tangan
dalam Perjanjian Baru?
|
|
Baptisan Jahshua
|
Dalam Matius 3:13-17, kita membaca, “Maka datanglah
Jahshua dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya; ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan
Engkau yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah
hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak
Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar
dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti
burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:
‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”
Jahshua datang ke sungai Yordan dan dibaptis oleh
Yohanes Pembaptis. “Baptiskanlah Aku” “Tetapi, akulah yang perlu dibaptiskan
olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Imam Besar sorgawi dan Imam Besar
dunia bertemu.
Menurut surat Ibrani, Jahshua Kristus ialah Imam
Besar untuk selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek. Dia tidak memiliki
silsilah. Dia bukan keturunan Harun, bukan juga keturunan siapapun. Ialah Anak
Jahweh, Pencipta kita. Karena itu, Dia tidak punya silsilah. Tetapi Dia membuang
kemuliaan sorga dan turun ke dunia untuk menyelamatkan umatNya.
Alasan mengapa Dia turun ke dunia ini adalah untuk
menyelamatkan orang berdosa yang menderita dari tipu daya Iblis. Dan Dia menanggung
semua dosa dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. “Lalu Jahshua
menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya.”
“Biarlah hal itu terjadi” Biarkan itu terjadi!
Jahshua memerintah wakil manusia dan menundukkan kepalaNya. Dalam Perjanjian
Lama, ketika korban dipersembahkan bagi Tuhan, orang berdosa dan Imam Besar
meletakkan tangannya di atas kepala korba dan menanggungkan dosa. ‘Meletakkan
tangan’ berarti ‘menanggungkan.’
Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Artinya
sama dengan peletakkan tangan dalam Perjanjian Lama ‘Menanggungkan,’ ‘dikubur,’
‘dihapuskan’ dan ‘dikorbankan’ juga artinya sama. Perjanjian Baru adalah kenyataan,
sedangkan Perjanjian Lama merupakan bayangannya.
Ketika orang berdosa meletakkan tangannya di atas
domba korban dalam Perjanjian Lama, dosanya ditanggungkan kepada domba itu dan
domba itu mati. Ketika domba itu mati, dikubur, domba itu mati dengan menanggung
dosa! Ketika dosa itu ditanggungkan kepada domba itu, apakah orang yang memberikan
korban menjadi tanpa dosa?
Andaikata sapu tangan merupakan dosa dan mikropon
ini merupakan domba. Dan ketika saya meletakkan tangan saya di atas mikropon
itu, dosa itu diserahkan ke mikropon itu, domba. Tuhan sendiri yang menentukan
hal itu demikian. “Letakkanlah tanganmu.” Jadi, untuk diselamatkan dari dosa-dosanya,
orang harus meletakkan tangannya di atas korban itu. Setelah itu, dia tidak
mempunyai dosa. Pembaptisan Jahshua adalah untuk penyucian, dikubur dan menanggungkan
dosa kepadaNya. Itulah maksudnya.
Apakah artinya menggenapkan
seluruh kehendak Jahweh?
|
menghapuskan segala dosa dengan
menyerahkan dosa-dosa
kepada Jahshua
|
Maka, ketika Jahshua dibaptis untuk menanggung
segala dosa dunia, apakah semuanya sungguh-sungguh ditanggungkan kepadaNya?
Ya, Semua dosa di dunia ditanggungkan kepada Jahshua dan semua orang diselamatkan.
Hal itu sama dengan menanggungkan dosa-dosa ke dalam diri binatang korban dalam
Perjanjian Lama. Jahshua datang ke dunia ini dan di sungai Yordan, Dia berkata,
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
seluruh kehendak Jahweh. Dan Yohanes pun menurutiNya” (Matius 3:15).
Demikianlah Dia mengijinkan diriNya untuk dibaptis.
Jahshua mengatakan kepada Yohanes bahwa sepatutnya mereka menggenapkan seluruh
kehendak Jahweh dengan baptisanNya. ‘seluruh kehendak Jahweh’ berarti ‘paling
cocok dan layak.’ ‘karena demikianlah’ sepatutnya mereka menggenapkan seluruh
kehendak Jahweh. Itu berarti sepatutnya Yohanes membaptiskan Jahshua, dan Jahshua
dibaptis oleh Yohanes untuk menanggungkan semua dosa kepadaNya.
Tuhan memberikan penebusan berdasarkan kepada
pembaptisan Jahshua, pengorbananNya, dan iman kita. “Semua orang menderita
karena dosa dan disiksa oleh setan karena dosa mereka. Oleh karena itu, agar
mereka bisa diselamatkan dan masuk ke sorga, engkau, sebagai wakil manusia dan
seorang keturunan Harun, harus membaptiskanKu bagi semua orang. Aku harus dibaptis
olehmu. Demikianlah karya penebusan akan digenapkan.”
“Aku mengerti.”
Lalu Yohanes membaptiskan Jahshua. Dia meletakkan
tangannya di atas kepala Jahshua dan menanggungkan semua dosa dunia kepada Jahshua.
Jahshua adalah Juruselamat yang menghapuskan segala dosa kita. Kita diselamatkan
dengan percaya akan penebusanNya. Apakah Anda percaya?
Setelah baptisanNya, yaitu karya pertama Jahshua
dalam pelayananNya di sungai Yordan melalui tangan wakil semua manusia, Dia
berkeliling sambil memberitakan Injil selama 3 setengah tahun dengan membawa
semua dosa dunia di atas kepalaNya.
Dia berkata kepada perempuan yang ditangkap karena
berbuat zinah, “Akupun tidak menghukum engkau.” Dia tidak bisa menghukum perempuan
itu karena Dia telah menanggung semua dosa perempuan itu dan akan menjalani
kematian di kayu Salib bagi dosa-dosa itu. Selama berdoa di tempat yang bernama
sebagai Getsemani, Dia berdoa 3 kali meminta Bapa menghilangkan cawan itu dariNya,
namun segera berhenti dan mengatakan, “Bukan kehendakKu, tetapi kehendakMu yang
jadi.”
“Lihatlah! Anak Domba Jahweh, yang Menghapus
Dosa Dunia!”
Berapa banyak dosa
ditanggung oleh Jahshua?
|
|
Segala dosa dunia
|
Dalam Yohanes 1:29 ditulis, “Pada keesokan
harinya Yohanes melihat Jahshua datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak
Domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia.’” Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua.
Dan pada keesokan harinya, Jahshua datang kepadanya, dan ia berkata kepada orang-orang,
“Lihatlah! Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia!” Itulah kesaksiannya.
Anak Jahweh datang ke dunia ini dan menghapus
semua dosa dunia. Yohanes Pembaptis menyaksikan sekali lagi. Dalam Yohanes 1:35,
“Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
Dan ketika ia melihat Jahshua lewat, ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba Jahweh!’”
Anak Domba Jahweh berarti Dia adalah kenyataan
yang sesungguhnya dari korban dalam Perjanjian Lama yang mati untuk dosa-dosa
Israel. Bagi Anda dan saya, Anak Jahweh, Pencipta kita turun ke dunia ini dan
menanggung segala dosa kita; semua dosa mulai dari penciptaan dunia ini sampai
akhir zaman, dari dosa asal sampai semua ketidakadilan kita, dari kekurangan
kita sampai kesalahan kita. Dia menyelamatkan kita semua dengan baptisanNya
dan darahNya di kayu Salib.
Jahshua menghapus semua dosa kita dan memberi
penebusan. Apakah Anda mengerti itu? “Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa
dunia.”
Tahun berapa sekarang? Sekarang sekitar tahun
2000. Itu berarti 2000 telah lewat sejak Dia turun ke dunia ini. Dan pada tahun
30 M, Jahshua menanggung segala dosa dunia. Mereka berkata bahwa tahun kelahiran
Jahshua adalah tahun 1 tahun Masehi. Kita menyebut tahun-tahun sebelum kelahiran
Jahshua sebagai Sebelum Masehi. Maka sekitar 2000 tahun sudah berlalu sejak
Jahshua datang ke dunia ini.
Pada tahun 30 M, Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes
Pembaptis. Dan pada keesokan harinya Yohanes berseru-seru, “Lihatlah! Anak
Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia” “Lihatlah” Dia mengajar orang banyak
untuk percaya kepada Jahshua yang menanggung semua dosa kita. Dia menyaksikan
bahwa Jahshua adalah Anak Domba Jahweh, yang menyelamatkan kita dari semua dosa
kita.
Jahshua menanggung semua dosa kita dan menyelesaikan
peperangan kita. Kita sekarang tidak memiliki dosa karena Anak Jahweh sudah
menanggung segala dosa kita. Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa Dia menanggung
semua dosa kita, dosa Anda dan dosa saya. “Ia datang sebagai saksi untuk
memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya”
(Yohanes 1:7).
Tanpa kesaksian Yohanes, bagaimana kita dapat
mengetahui bahwa Jahshua menanggung dosa kita? Alkitab sering mengatakan bahwa
Dia mati untuk kita, namun hanya Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa Dia menanggung
dosa kita.
Berapa banyakkah dosa
Yang ada di dunia ini?
|
Segala dosa manusia dari jaman
penciptaan Sampai akhir jaman
|
Banyak orang memberi kesaksian setelah kematian
Jahshua, namun hanya Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian selama Dia hidup.
Memang, para murid Jahshua juga menyaksikan penebusan Jahshua. Mereka bersaksi
bahwa Jahshua menghapuskan dosa-dosa kita, bahwa Dia ialah Juruselamat.
Jahshua menanggung dosa di dunia.Sekarang, Anda
belum berusia 100 tahun,? Jahshua menghapuskan dosa di dunia ketika Dia berumur
30 tahun. Sekarang, pikirkanlah diagram berikut.
Mari kita andaikan bahwa dunia diciptakan 4000
tahun sebelum Jahshua datang. Dan ada 2000 tahun sejak Jahshua datang sampai
sekarang. Kita tidak tahu berapa lama lagi waktunya, namun akhir jaman pasti
akan datang. Dia berfirman, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan
Yang Terkemudian, Yang awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13).
Dengan demikian akhir jaman pasti akan datang.
Dan kita berada di titik yang ditujukan tahun 2001. Kristus menghapus dosa-dosa
kita pada tahun 30 M., dan itu 3 tahun sebelum Dia mati di kayu Salib.
“Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia.”
Dia menghapus dosa dunia, dosa-dosa Anda dan saya. Kita berada sekitar 2000
tahun dari saat kematian Jahshua. Kita sedang hidup sekitar 2000 tahun setelah
Jahshua menanggung dosa kita. Dan kita masih hidup dan berdosa hari dan tahun
ini. Jahshua adalah Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia. Kita mulai hidup
di dunia ini sejak saat kita dilahirkan.
Apalak kita semua berdosa dari saat waktu kita
dilahirkan, atau tidak? -Kita berdosa.- Marilah kita memeriksa seluruhnya. Dari
hari saat kita dilahirkan sampai saat kita berumur 10 tahun, apakah kita berdosa,
atau tidak? -Kita berdosa.- Dosa-dosa itu ditanggung oleh Jahshua atau tidak?
-Dosa kitaditanggungNya.- Karena segala dosa ditanggung oleh Jahshua, Dia adalah
Juruselamat. Kalau tidak begitu, bagaimana Dia dapat menjadi Juruselamat kita?
Segala dosa ditanggung oleh Jahshua.
Mulai umur 11 hingga 20 tahun, kita berdosa atau
tidak? Kita berbuat dosa dalam hati kita, dalam perbuatan... Kita sangat pandai
berdosa. Kita sudah tahu bahwa kita tidak boleh melakukan dosa, tetapi kita
dengan mudah jatuh dan melakukan dosa.
Dan Tuhan mengatakan kepada kita bahwa dosa-dosa
kita ditanggungkan kepada Jahshua. Ia mengetahui keberadaan kita, sehingga
Dia menghapus dosa-dosa kita.
Berapa lama biasanya kita hidup di dunia ini?
Katakan saja sampai sekitar 70 tahun. Kalau kita mengumpulkan semua dosa yang
kita lakukan selama 70 tahun, berapa banyaknya? Kalau kita muatkan dosa itu
pada truk yang kapasitas 8 ton, barangkali diperlukan lebih dari 100 truk.
Coba bayangkan berapa banyak dosa yang akan kita
lakukan dalam seumur hidup kita. Apakah itu dosa-dosa dunia, atau bukan? Itu
termasuk dosa dunia. Kita melakukan dosa juga antara usia 20 dan usia 30 dan
itu juga termasuk dosa dunia.
Juruselamat Manusia, Jahshua Kristus
|
Berapa banyak dosa dihapus Jahshua?
|
Semua dosa nenek moyang kita,dosa kita
dan keturunan kita sampai dunia
ini berakhir.
|
Jahshua berkata bahwa Dia menghapuskan segala
dosa. Jahshua tidak dapat berbicara kepada diriNya sendiri, ‘Baptiskan Aku,’
oleh karena itu Jahweh terlebih dahulu mengirim hambaNya, Yohanes, yang dipilih
menjadi wakil manusia. ‘namaNya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Jahweh
yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Karena kepribadianNya, karena
hikmatNya, karena kebijaksanaanNya, dia mengutus wakil manusia itu lebih dulu,
dan Dia sendiri, Anak Jahweh, datang dalam rupa manusia dan menanggung dosa
dunia. Keselamatan yang sangat indah, bukan?
Indah sekali, bukan? Maka, sekali saja, dengan
dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, Dia menanggung semua dosa manusia di seluruh
dunia dan membebaskan manusia dari dosa dengan disalibkan. Dia membebaskan kita
semua. Bayangkan! Semua dosa Anda mulai usia 20 sampai 30 tahun, usia 30 usia
sampai 40, 40 sampai 60 tahun, sampai 70 tahun, 100 tahun, dan masa kanak-kanak
Anda. Apakah Ia menghapuskan semua dosa Anda? Ya, Dia sudah melakukannya. Dialah
Jahshua Kristus, Juruselamat manusia.
Karena Yohanes Pembaptis menanggungkan semua dosa
kita kepada Jahshua, dan karena Tuhan merencanakan itu, kita dapat dibebaskan
dengan percaya kepada Jahshua. Apakah Anda dan saya orang-orang berdosa? Apakah
dosa kita semua ditanggungkan kepada Jahshua? -Kita tidak lagi berdosa, dan
dosa-dosa kita ditanggungkan semuanya kepada Jahshua.-
Siapakah berani mengatakan bahwa dosa masih ada
di dalam dunia ini? Jahshua menanggung segala dosa dunia. Dia mengetahui bahwa
kita akan berbuat dosa dan juga menghapuskan semua dosa-dosa masa depan. Beberapa
di antara kita masih belum berusia 50 tahun dan beberapa orang bahkan masih
belum setengah baya, namun kita berbicara tentang diri kita, termasuk saya,
seolah-olah kita hidup selama-lamanya.
Sebagian di antara kita hidup dalam keadaan naik
turun. Saya akan menjelaskan hal itu sebagai berikut. Berapakah setengah waktu
kehidupam seekor lalat buah? 12 jam.
“Ya ampun! Saya bertemu orang ini dan orang
itu, dan dia mengayunkan pemukul lalat kepadaku, dan aku hampir mati hancur,
dan kamu tahu...” Dia baru saja hidup 12 jam dan terus menerus berbicara.
Tetapi ia sudah menjalani setengah waktu kehidupannya.
Jam 7 atau 8 malam dia berada dalam masa tua,
dan sesaat kemudian, mati. Sebagian hidup selama 20 jam, beberapa 21 jam, dan
sebagian lain hidup 24 jam. Mereka berbicara tentang pengalaman selama hidupnya,
namun bagi kita, hal itu nampak seperti apa? Karena kita hidup sampai 70 tahun,
atau 80 tahun, kita bisa berbicara, “Jangan bercanda.” Pengalaman mereka sangat
sepele di mata kita.
Jahweh adalah kekal. Ia hidup untuk selama-lamanya.
Dia menentukan yang awal dan yang akhir. Karena Ia hidup selama-lamanya, Ia
hidup dalam bingkai waktu kekekalan. Dia melihat kita dalam keabadianNya.
Pada suatu ketika, Dia menghapus segala dosa dunia,
mati di kayu Salib, dan kataNya, “Sudah selesai.” Dia bangkit kembali setelah
3 hari dan naik ke sorga. Sekarang Dia tinggal di dalam kekekalan. Sekarang,
Dia melihat kita.
Dan ada orang berkata, “Ya ampun, Saya sudah
melakukan begitu banyak dosa. Meskipun hanya hidup 20 tahun, saya telah melakukan
begitu banyak dosa.” “Saya hidup 30 tahun dan sudah melakukan begitu banyak
dosa. Terlalu banyak. Bagaimana saya dapat diampuni?”
Tetapi Tuhan kita dalam keabadianNya berfirman,
“Jangan bercanda. Aku tidak hanya menyelamatkan dosamu sampai saat ini, tetapi
dosa nenek-moyangu sebelum engkau dilahikanan dosa keturunan yang akan dilahirkan
setelah engkau mati.” Dia mengatakan itu kepada Anda dari bingkai kekekalan.
Bisakah anda percaya itu? Percayalah! Dan dapatkanlah anugerah keselamatan yang
diberi secara cuma-cuma kepada anda. Dan masuklah ke dalam kerajaan sorga.
Jangan percaya kepada pikiran kita, tetapi percayalah
kepada firman Tuhan. “Demikianlah sepatutnya, kita menggenapkan seluruh kehendak
Jahweh.” Seluruh kehendak Jahweh sudah digenapkan oleh Anak Domba Jahweh yang
menanggung dosa dunia. Jahshua menanggung semua dosa dunia. Demikian bukan?
Ya, Dia sudah melakukannya.
Jahshua Kristus menanggung semua dosa dunia, dijatuhi
hukuman mati di pengadilan Pontius Pilatus, dan disalibkan.
“Sambil memikul salibNya Ia pergi ke luar ke
tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ
Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain,
sebelah-menyebelah, Jahshua di tengah-tengah. Dan Pilatus mengutus memasang
juga tulisan di atas Salib itu, bunyinya: ‘JAHSHUA, ORANG NAZARET, RAJA ORANG
YAHUDI.’ Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana
Jahshua disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa
Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani” (Yohanes 19:17-20).
Apakah yang dikatakan Jahshua pada
saat terakhir di kayu Salib?
|
|
"Sudah selesai."
|
Mari kita melihat apa yang terjadi setelah Dia
disalibkan. “Sesudah itu, Jahshua tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai,
dan bahwa yang ada tertulis dalam Alkitab Suci akan digenapkan.” Dia mengambil
semua dosa kita menurut Alkitab Suci. “Ia berkatalah -supaya genaplah yang ada
tertulis dalam Alkitab Suci-: ‘Aku haus!’ Di situ ada suatu bekas penuh anggur
asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Jahshua. Sesudah Jahshua
meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan
kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya.” (Yohanes 19:28-30)
Setelah Dia meminum anggur asam itu, berkatalah
Ia, “Sudah selesai.” dan menundukkan kepalaNya serta menyerahkan nyawaNya.
Lalu Jahshua Kristus bangkit kembali pada hari yang ketiga dan naik ke sorga.
Mari kita membaca Ibrani 10:1-9, “Di dalam
hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang,
dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang
sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin
menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. Sebab jika hal
itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang
melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk
selama-lamanya. Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan
akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan
menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ‘Korban
dan persembahan tidak Engkau kehendaki -tetapi Engkau telah menyediakan
tubuh bagiKu.- Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak
berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan Alkitab ada
tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendakMu, ya JahwehKu.’ Di atas Ia berkata:
‘Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau
kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya.’ -meskipun dipersembahkan menurut
hukum Taurat.- Dan kemudian kataNya, ‘Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.’
Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.”
Penebusan Kekal
Bagaimana kita dapat memecahkan
masalah dosa harian setelah
percaya Jahshua?
|
Dengan menegaskan bahwa Jahshua telah
menghapuskan semua dosa melalui
pembaptisanNya
|
Hukum Taurat hanyalah bayangan dari keselamatan
yang akan datang. Korban dalam Perjanjian Lama, domba atau kambing, menyatakan
bagi kita bahwa Jahshua Kristus akan datang dan menanggung dosa kita dengan
cara yang sama untuk menghapuskan segala dosa.
Semua orang dalam Perjanjian Lama, Daud, Abraham
dan semua orang lain mengetahui dan percaya kepada makna sistem yang berkorban
itu. Sistem itu menunjukkan bahwa Mesias, Kristus (Kristus berarti Juruselamat)
akan datang dan menghapuskan semua dosanya. Mereka percaya penebusan mereka
dan diselamatkan oleh imannya.
Hukum Taurat hanyalah bayangan saja dari keselamatan
yang akan datang. Mempersembahkan korban penghapus dosa hari demi hari, tahun
demi tahun tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita secara sempurna. Karena
itu Dia yang sempurna dan abadi, yang tidak tercela, Anak Jahweh harus datang
ke dunia.
Dan Ia berkata Ia telah datang untuk melakukan
kehendak BapaNya seperti yang tertulis dalam Alkitab yang menulis mengenai Dia.
“Dan kemudian kataNya, ‘Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.’
Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.” Kita diselamatkan
dari dosa kita karena Jahshua Kristus menanggung dosa kita seperti yang tertulis
di dalam Perjanjian Lama, dan karena kita percaya di dalam Dia.
Mari kita baca Ibrani 10:10. “Dan karena kehendakNya
inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan
tubuh Jahshua Kristus.” Karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan
satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Jahshua Kristus. Apakah
Kita sudah dikuduskan? -Sudah.-
Apa artinya? Jahweh Bapa mengutus AnakNya dan
menanggungkan segala dosa kita kepadaNya melalui baptisan dan menjatuhkan hukuman
kepadaNya satu kali untuk semua manusia, di kayu Salib.Dengan demikian, Ia melepaskan
kita semua yang menderita karena dosa. Itulah Kehendak Jahweh.
Untuk membebaskan kita, Jahshua mengorbankan diriNya
sekali untuk selama-lamanya, supaya kita dapat dikuduskan. Kita sudah dikuduskan.
Jahshua mengorbankan DiriNya demi semua dosa kita dan mati sebagai pengganti
kita agar tidak lagi dihakimi.
Korban Perjanjian Lama dipersembahkan setiap hari
karena semua dosa baru memerlukan korban penghapus dosa yang lain lagi.
Dalam Yohanes 13, ada cerita tentang Jahshua membersihkan
kaki Petrus. Ia membersihkan kaki Petrus untuk mengajarkan kepada Petrus bahwa
dia akan berdosa dan bahwa Ia sudah menebus Petrus. Jahshua mengetahui Petrus
akan berdosa lagi di masa yang akan datang, sehingga Ia menuangkan air ke baskom
dan membersihkan kakinya.
Petrus mencoba menolak, tapi Jahshua berkata,
“Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya
kelak.” Artinya adalah ‘Engkau akan berbuat dosa lagi sesudah ini. Engkau
akan menyangkal Aku dan berdosa lagi setelah Aku menghapus semua dosamu. Engkau
berbuat dosa bahkan setelah KenaikanKu. Sebab itu Aku membersihkan kakimu untuk
memperingatkan kepada Setan agar tidak mencobai engkau karena Aku sudah menghapuskan
dosa masa depanmu.”
Apakah Anda berpikir bahwa Dia membersihkan kaki
Petrus untuk mengajarkan agar kita bertobat setiap hari? Tidak. Kalau kita harus
bertobat setiap hari untuk diselamatkan, Jahshua tidak akan menghapuskan semua
dosa kita sekali untuk semua dan selamanya.
Tetapi Jahshua berkata bahwa Ia menguduskan kita
sekali untuk semua dan selamanya. Kalau kita harus bertobat setiap hari, lebih
baik kita kembali ke masa Perjanjian Lama. Lalu siapakah yang bisa menjadi orang
benar? Siapa yang dapat diselamatkan secara sempurna? Meskipun kita percaya
kepada Tuhan, siapa yang dapat hidup tanpa dosa?
Siapakah yang dapat dikuduskan oleh pertobatan?
Kita berdosa dengan tak henti-hentinya setiap hari, bagaimana kita bisa meminta
pengampunan untuk setiap dosa itu? Bagaimana kita begitu tebal muka untuk setiap
hari datang kepadaNya untuk bertobat? Kita cenderung melupakan dosa pagi ketika
sore hari, dan dosa malam keesokan paginya. Tidak mungkin bagi kita untuk bertobat
secara sempurna atas semua dosa kita.
Sebab itu, Jahshua dibaptiskan satu kali, mengorbankan
diriNya satu kali agar kita dikuduskan sekali untuk selamanya. Dapatkah anda
mengerti hal ini? Kita ditebus sekali dari dosa-dosa kita. Kita tidak ditebus
bilamana setiap kali kita bertobat.
Apakah masih ada dosa yang untuknya
Kita harus berdoa pertobatan?
|
| Tidak ada
|
Kita telah diselamatkan dari dosa kita dengan
percaya bahwa Jahshua menanggung semua dosa kita, dosa Anda, dan dosa saya.
“Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap
hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang
sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan
hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah
kanan Jahweh, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuhNya
akan dijadikan tumpuan kakiNya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan
untuk salama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Dan tentang hal itu Roh Kudus
juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian
yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku
akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi
mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan keselahan mereka.’ Jadi apabila
untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena
dosa” (Ibrani 10:11-18).
Apakah artinya “pengampunan?” dalam 10:118, itu
berarti bahwa dosa itu sendiri, semua dosa yang ada, dihapuskan untuk selama-lamanya,
tanpa perkecualian. Jahweh sudah memberi pengampunan. Anda percaya itu? “Jadi
apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan
korban karena dosa.”
Mari kita membuat kesimpulan. Kalau Yohanes Pembaptis
tidak meletakkan tangannya kepada Jahshua, dengan kata lain, kalau dia tidak
membaptiskan Jahshua, apakah kita bisa diselamatkan? Kita tidak bisa diselamatkan.
Mari kita melihat ke belakang. Kalau Jahshua tidak memilih Yohanes Pembaptis
sebagai wakil manusia dan tidak menanggung semua dosa melalui dia, apakah Dia
dapat menghapuskan segala dosa kita? Tidak dapat.
Hukum Tuhan adil dan benar. Jahweh tidak bisa
hanya berkata bahwa Dia adalah Juruselamat kita, bahwa Dia menanggung segala
dosa kita. Dia harus menanggung dosa kita secara fisik. Mengapa Jahshua, Tuhan
datang kepada kita dalam rupa jasmani manusia? Karena Ia mengetahui semua dosa
manusia, dosa dalam hati dan dosa oleh tubuh, agar Ia menanggung semua dosa
kita, Ia, Anak Jahweh, harus datang kepada kita dalam rupa jasmani.
Kalau Jahshua Kristus tidak dibaptiskan, dosa
kita masih ada. Kalau Dia disalibkan tanpa terlebih dahulu menanggung dosa kita,
kematianNya tak berarti. Tidak ada hubungannya kita. Sema sekali tidak berarti.
Maka, ketika Dia memulai pelayananNya pada usia
30 tahun, Ia mendatangi Yohanes Pembaptis di sungai Yordan untuk dibaptiskan.
PelayananNya dimulai pada saat Ia berumur 30 tahun dan selesai pada saat Ia
berumur 33 tahun. Ketika berumur 30 tahun, Ia datang kepada Yohanes Pembaptis
untuk dibaptiskan. “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita melakukan seperti itu untuk semua orang agar dapat dikuduskan dan mejadi
benar. Itulah hal yang patut dilakukan. Sekarang, baptiskan Ku.” Ya, Jahshua
Kristus dibaptiskan demi penebusan semua manusia.
Karena Jahshua dibaptiskan dan menanggung semua
dosa kita, dan karena semua dosa kita ditanggungkan kepadaNya melalui tangan
Yohanes Pembaptis, Jahweh sendiri memalingkan mataNya ketika Jahshua menderita
di kayu Salib.
Meskipun Jahshua adalah Anak tunggalNya, Dia harus
membiarkan kematianNya.
Jahweh adalah kasih, namun Dia harus membiarkan
Anaknya mati. Jadi, selama 3 jam, bumi menjadi gelap. Jahshua berseru sebelum
Dia mati, “Eli, Eli, lama sabachthani?” dan, “JahwehKu, JahwehKu,
mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Jahshua menanggung semua dosa kita dan
menanggung hukuman di kayu Salib demi kita. Demikianlah Ia menyelamatkan kita.
Tanpa baptisan Jahshua, kematianNya tidak berarti.
Kalau Jahshua mati pada Salib tanpa menghapuskan
dosa kita, tanpa dibaptiskan, kematianNya tidak bisa akan menggenapkan karya
penebusan. Untuk menyelamatkan kita, Jahshua dibaptis Yohanes, wakil manusia,
dan dihakimi di atas kayu Salib, sehingga semua orang yang percaya kepadaNya,
diselamatkan.
Anda orang berdosa atau
orang benar?
|
Orang benar yang tidak berdosa
Di dalam hati.
|
Sejak jaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang,
kerajaan surga telah diserongkan. Karena Yohanes Pembaptis menanggungkan semua
dosa manusia kepada Jahshua, maka ada pendamaian bagi dosa-dosa anda dan saya.
Demikianlah anda dan saya bisa memanggil Jahweh sebagai Bapa dan dengan penuh
keberanian masuk ke dalam kerajaan Jahweh.
Dalam Ibrani 10:18 dikatakan, “Jadi apabila
untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena
dosa.” Apakah Anda orang-orang berdosa? Sekarang, setelah Jahshua melunasi
semua hutang Anda, apakah Anda masih harus membayar hutang?
Ada orang yang karena kebiasaannya minum minuman
keras membuatnya berhutang kepada banyak orang. Suatu hari, anaknya mendapatkan
rejeki besar, dan kemudian melunasi hutang ayahnya. Ayahnya tidak lagi berhutang
berapapun banyaknya ia minum minuman keras.
Itulah yang dilakukan Jahshua untuk kita. Dia
membayar lebih banyak sebelum kita melakukan hutang dosa. Bukan hanya dosa seumur
hidup kita, tetapi semua dosa dunia juga dilunasiNya. Dosa-dosa itu sudah ditanggungkan
kepada Jahshua ketika Ia dibaptiskan. Jadi, apakah sekarang Anda masih orang
berdosa? Bukan, Anda bukan orang berdosa.
Kalau kita mengetahui Injil penebusan ini dariawal
, betapa mudah bagi kita percaya Jahshua. Namun, sayangnya hal ini terasa sangat
baru sampai-sampai banyak orang merasa ragu tentang itu.
Namun itu bukan hal yang baru. Kebenaran ini sudah
ada sejak awal. Kita hanya tidak mengetahuinya. Injil air dan Roh selalu tercatat
dalam Alkitab dan selalu terbukti kebenarannya. Kebenaran ini sudah ada sebelum
Anda dan saya dilahirkan. Kebenaran itu sudah ada sejak dunia diciptakan.
Injil Penebusan
Aapa yang harus kita lakukan
di hadapan Tuhan?
|
Kita harus percaya kepada Injil
Penebusan kekal.
|
Jahshua Kristus, yang menghapuskan semua dosa
kita bagi kita, melakukan hal itu sebelum Anda dan saya dilahirkan. Dia sudah
menanggung semua dosa itu.
Apakah Anda masih berdosa? -Tidak.- lalu bagaimana
dengan dosa yang akan Anda lakukan di masa yang akan datang? Semua dosa itu
juga termasuk dosa-dosa dunia.
Mari kita meninggalkan dosa-dosa masa depan kita
saan ini juga. Dosa yang kita lakukan sampai hari ini juga termasuk dosa-dosa
dunia, bukan? Semua itu ditanggungkan kepada Jahshua, bukan? Ya, semua itu ditanggungkan
kepadaNya.
Apakah dosa besok juga ditanggungkan kepadaNya?
Ya, Dia menanggung semua dosa, tanpa kecuali. Dia tidak meninggalkan satu dosapun.
Injil mengajar kita untuk percaya dengan sepenuh hati bahwa Jahshua menanggung
semua dosa kita, semua sekaligus, dan membayar lunas semuanya.
‘Permulaan Injil Jahshua Kristus, Anak Jahweh.’
Injil sorga adalah kabar sukacita. Jahshua bertanya, “Aku menanggung semua
dosamu. Aku Juruselamatmu. Apakah engkau percaya kepadaKu?” di antara orang
yang tak terhitung banyaknya, hanya beberapa orang menjawab, “Ya, Saya percaya.
Saya percaya karena Engkau mengatakannya. Tiba-tiba, Sangat mudah untuk saya
agar mengerti kebenaran itu.” Orang yang berkata seperti itu, menjadi benar
seperti Abraham
Tetapi, orang lain berkata, “Saya tidak bisa percaya
itu. Itu ajaran baru dan aneh bagi saya.”
Ketika itu, Dia bertanya, “Katakan kepadaKu, Aku
menanggung semua dosamu atau tidak?”
“Saya diajar bahwa Engkau menghapuskan
hanya dosa asal saya, bukan dosa saya setiap hari.”
“Aku tahu bahwa engkau terlalu pandai untuk percaya
hanya kepada apa yang kamu dengar.. Engkau harus masuk ke neraka karena Aku
tidak punya apa-apa lagi yang harus kukatakan kepadamu.”
Kita telah diselamatkan karena percaya kepada
penebusanNya yang sempurna. Semua orang yang terus percaya bahwa mereka berdosa,
harus masuk ke neraka. Itu pilihan mereka sendiri.
Injil penebusan dimulai dari kesaksian Yohanes
Pembaptis. Karena Jahshua menghapuskan semua dosa kita dengan dibaptis oleh
Yohanes Pembaptis, kita dikuduskan ketika kita percaya.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang dilahirkan kembali dari air
dan Roh? Silahkan
klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis anda
tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh. |
|
 |
 |
Rasul Paulus sering berbicara tentang
baptisan Jahshua dalam suratnya. Dalam Galatia 3:27, “Karena
kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”
Dibaptis dalam Kristus berarti kita berada dalam Kristus. Ketika
Jahshua dibaptis, dosa-dosa kita ditanggungkan kepadaNya melalui
Yohanes Pembaptis dan dosa-dosa kita dihapuskan.
Dalam surat pertama Petrus pasal 3:21, “Juga
kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -maksudnya
bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati
nurani yang baik kepada Jahweh- oleh kebangkitan Jahshua Kristus.”
Hanya orang yang percaya kepada kesaksian Yohanes
Pembaptis, pembatisan Jahshua, dan darah di kayu Salib, mendapat anugerah penebusan
di dalamnya.
Terimalah baptisan Jahshua, kiasan keselamatan
dalam hati Anda, dan diselamatkan.
Kembali ke Daftar
|