|
Injil Pendamaian Yang Berkelimpahan
< Yohanes 13:1-17 >
“Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai,
Jahshua telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk berahli dari dunia ini kepada
Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang.
Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama,
dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk
mengkhianati Dia. Jahshua tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu
kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Jahweh dan kembali kepada Jahweh. Lalu bangunlah
Jahshua dan meninggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya
pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai
membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada
pinggang -Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya
; “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Jahshua kepada-Nya ; ‘Apa yang
Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan membasuh kakiku sampai
selama-lamanya.’”
Jawab Jahshua : “Jikalau Aku tidak membasuh
engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya
: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Jahshua
kepadanya ; “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain
membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih,
hanya tidak semua.” Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu
ia berkata : “Tidak semua kamu bersih.”
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan
pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka ; ‘Mengertikah
kamu apa yang telah Muperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan
katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh
kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasih
kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga
berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu ; Sesungguhnya
seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan
dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah
kamu, jika kamu melakukannya.’”
Mengapa Jahshua membasuh kaki Petrus pada hari
sebelum pesta Paskah? Saat membasuh kakinya, Jahshua mengatakan “Apa yang
Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan membasuh kakiku sampai
selama-lamanya.” Simon Petrus adalah yang terbaik diantara murid-murid Jahshua.
Dia percaya bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh dan memberi kesaksian bahwa Jahshua
adalah Kristus. Pasti ada alasan yang baik mengapa Jahshua membasuh kakinya.
Saat Petrus mengakui bahwa dia percaya bahwa Jahshua adalah Kristus, ini berarti
dia percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat yang akan menyelamatkannya dari
semua dosanya.
Mengapa Jahshua membasuh kaki
Murid-muridNya sebelum Ia disalibkan? |
|
Karena Dia ingin agar murid-muridNya mengerti keselamatan sempurna.
|
Mengapa Dia membasuh kaki Petrus? Jahshua tahu
bahwa Petrus akan menyangkal Dia tiga kali, bahwa dia akan berbuat banyak dosa
di masa yang akan datang.
Kalau, setelah Jahshua naik ke sorga, Petrus masih
memiliki dosa di dalam hati, dia tidak bisa menjadi satu dengan Jahshua. Jahshua
tahu semua kelemahan murid-muridNya dan Dia tidak mau dosa mereka menghalangi
antara Dia dan murid-muridNya. Oleh sebab itu Dia perlu mengajarkan bahwa semua
kecemaran mereka telah dibersihkan. Inilah alasan mengapa Jahshua membasuh kaki
murid-muridNya. Jahshua, sebelum Dia mati dan meninggalkan mereka, yaitu untuk
memastikan bahwa mereka mengerti Injil baptisan dan pengampunanNya atas semua
dosa sepanjang hidup mereka.
Yohanes 13 berbicara mengenai keselamatan sempurna
yang Jahshua berikan untuk murid-muridNya. Selama membasuh kaki mereka, Jahshua
mengajarkan mengenai hikmat Injil baptisanNya yang membuat manusia dibasuh dari
pelanggaran mereka.
“Jangan ditipu oleh iblis lagi di masa yang
akan datang. Aku menanggung dosamu melalui baptisanKu di sungai Yordan dan Aku
akan dibangkitkan dari kematian dan menyelesaikan keselamatan dari kelahiran
kembali untuk kamu semua. Untuk mengajarkan kepadamu bahwa Aku telah membasuh
dosa yang setiap hari kau buat, untuk mengajarkan kepadamu mengenai Injil yang
benar tentang pengampunan dosa, Aku membasuh kakimu sebelum Aku disalibkan.
Inilah rahasia Injil tentang kelahiran kembali. Kalian harus percaya kepada
itu.”
Kita semuanya harus mengerti alasan mengapa Jahshua
membasuh kaki murid-muridNya dan harus tahu mengapa Dia mengatakan bahwa “Apa
yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”
Saat itulah kita percaya kepada Injil tentang dilahirkan kembali dan kemudian
kita sendiri dilahirkan kembali.
Kata Jahshua Dalam Yohanes 13:12
Sebelum Dia mati di kayu Salib, Jahshua mengadakan
pesta Paskah dengan murid-muridNya dan meyakinkan mereka tentang Injil pengampunan
dosa dengan membasuh kaki mereka dengan tanganNya sendiri.
|
Apakah pelanggaran itu? |
Dosa-dosa yang kita buat
setiap hari karena kita lemah. |
“Ia datang dari Jahweh dan kembali kepada Jahweh.
Lalu bangunlah Jahshua dan meninggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain
lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam
sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan
kain yang terikat pada pinggang -Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus.
Kata Petrus kepada-Nya ; “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Jahshua
kepada-Nya ; ‘Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau
akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.’”
Dia mengajari murid-muridNya tentang Injil baptisan
dan penebusan dosa melalui air baptisannya.
Pada saat itu, Petrus tidak bisa mengerti mengapa
Jahshua membasuh kakinya. Setelah Jahshua mengatakannya caranya percaya kepada
Jahshua berubah. Jahshua ingin mengajar Petrus tentang penebusan dosa dan Injil
air baptisanNya.
Jahshua khawatir bahwa Petrus tidak bisa datang
kepadaNya karena semua dosa yang akan dilakukannya kelak, khususnya dosa kedagingan.
Jahshua membasuh kaki mereka supaya iblis tidak bisa merampas iman murid-muridNya.
Baru setelah itu Petrus mengerti.
Jahshua mempersiapkan cara agar semua manusia
yang percaya kepada air baptisan dan darah dapat diselamatkan dari dosa yang
selama-lamanya.
Dalam Yohanes 13, apa yang dikatakanNya pada saat
membasuh kaki murid ditulis. Firman itu sangat penting dan hanya bise dimengerti
oleh orang yang dilahirkan kembali.
Alasan Jahshua membasuh kaki murid-muridNya setelah
pesta Paskah adalah untuk memberitahui mereka bahwa Jahshua telah menanggung
segala dosa mereka. Jahshua berkata “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu
sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Bagi Petrus perkataan itu
mengandung kebenaran tentang kelahiran kembali.
Kita semuanya harus tahu dan percaya kepada baptisan
Jahshua, yang membasuh pelanggaran kita. Baptisan Jahshua di Yordan ialah Injil
peletakkan tangan. Kita semua harus percaya perkataan Jahshua. Dia menanggung
semua dosa dunia ini melalui baptisanNya dan menggenapkan pengampunan dosa dengan
dihukum dan disalibkan. Jahshua dibaptis untuk membuang segala dosa manusia.
Penebusan Dari Dosa Sepanjang Hidup Disempurnakan Dengan Baptisan
Dan Darah Jahshua
Apa 'perangkap' iblis
kepada budiaman? |
Iblis berusaha menipu orang benari
supaya berbuat dosa lagi. |
Jahshua tahu bahwa setelah Dia disalibkan, bangkit
dan naik ke sorga, iblis dan pengajar iman palsu akan datang dan menggoda para
murid. Kita bisa melihat kesaksian Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Jahweh
yang hidup!,” bahwa dia percaya kepada Jahshua. Namun masih Jahshua mau
mengajari Petrus sekali lagi tentang Injil pengampunan dosa. Injil adalah baptisan
Jahshua, yang melaluinya Dia menanggung semua dosa dunia. Dia mau mengajarkan
hal ini sekali lagi kepada Petrus dan murid-muridnya dan juga mengajar kita
semua. “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan
mengertinya kelak.”
Setiap saat murid-murid Jahshua berbuat dosa,
iblis akan mencobai dan menuduh mereka dan berkata “Kalau engkau berbuat dosa,
bagaimana kau tidak berdosa! Engkau tidak diselamatkan. Engkau orang yang berdosa.”
Untuk mencegahnya Jahshua berkata kepada mereka bahwa iman kepada baptisan Jahshua
telah membasuh semua dosa sepanjang hidup mereka—masa lampau, masa kini, dan
masa depan.
“Engkau tahu sudah Aku dibaptis! Aku dibaptis
di Yordan untuk membasuh semua dosa sepanjang hidupmu dan juga dosa asalmu.
Apakah Engkau mengerti mengapa Aku dibaptis, mengapa Aku harus disalibkan dan
mati di kayu Salib?” Jahshua membasuh kaki murid-muridNya untuk mengajar kepada
mereka bahwa Dia menanggung semua dosa yang mereka lakukan setiap hari melalui
baptisanNya, dan bahwa Dia akan menanggung hukuman salib karena mereka.
Sekarang, Anda dan saya sudah diselamatkan dari
semua dosa kita melalui iman kepada Injil baptisan dan darah Jahshua, yang adalah
pengampunan bagi semua dosa kita. Jahshua dibaptis dan disalibkan untuk kita.
Dia membasuh semua dosa melalui baptisan dan darah. Siapapun yang tahu dan percaya
kepada Injil penebusan dosa, yang percaya kepada kebenaran, diselamatkan dari
semua dosanya.
Kemudian apa yang harus dilakukan setelah seseorang
diselamatkan? Dia harus mengakui dosanya yang dibuat setiap hari dan percaya
kepada keselamatan baptisan dan darah Jahshua, Injil pengamPaulusn semua dosa.
Dia harus memasukkan ke dalam hatinya Injil yang mengatakan bahwa Jahshua menanggung
semua dosanya melalui baptisan dan darahNya.
Hanya karena Anda berbuat dosa lagi, Anda akan
menjadi orang yang berdosa lagi? Tidak. Dengan mengerti bahwa Jahshua menanggung
semua dosa kita, bagaimana kita menjadi orang yang berdosa lagi? Baptisan Jahshua
dan darahNya di kayu Salib adalah Injil pengampunan semua dosa kita. Siapapun
yang percaya kepada Injil yang benar untuk pengampunan dosa akan dilahirkan
kembali sebagai ‘orang benar.’
Orang Benar Tidak Bisa Menjadi Orang Yang Berdosa Lagi
Mengapa orang benar tidak
akan menjadi orang yang
berdosa lagi? |
Karena Jahshua telah mengampuni semua
dosa sepanjang hidup mereka. |
Kalau Anda percaya kepada Injil dari pengampunan
dosa, Injil dari air dan Roh, tetapi masih merasa bahwa Anda orang berdosa karena
kesalahan-kesalahan yang dibuat setiap hari, maka Anda harus pergi ke sungai
Yordan di mana Jahshua dibaptis untuk menanggung semua dosa kita. Kalau Anda
menjadi orang yang berdosa lagi setelah mencapai pengampunan, Jahshua harus
dibaptis lagi. Anda harus memiliki iman kepada pengampunan dosa Anda dan kepada
Injil tentang baptisan Jahshua. Anda harus terus mengingat bahwa Jahshua menanggung
semua dosa kita melalui baptisanNya, sekali saja. Anda harus mempunyai iman
kuat kepada Jahshua Kristus sebagai Juruselamat Anda.
Percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat Anda
berarti bahwa Anda percaya kepada baptisan Jahshua, yang menanggung semua dosa
sepanjang hidup Anda. Kalau Anda benar-benar percaya kepada baptisan, Salib,
kematian, dan kebangkitan Jahshua, Anda tidak akan menjadi orang yang berdosa
lagi walaupun Anda melakukan dosa apa pun. Anda diselamatkan dari semua dosa
sepanjang hidup Anda melalui iman Anda.
Jahshua Kristus membasuh semua dosa masa depan
juga, walaupun dosa itu dilakukan adalah karena kelemahan kita. Dan karena Jahshua
harus menekankan kepentingan baptisanNya, maka Dia membasuh kaki murid-muridNya
dengan air untuk melambangkan Injil dari pengampunan dosa, baptisanNya. Jahshua
Kristus dibaptis, disalibkan, dibangkitkan, dan naik ke sorga untuk memenuhi
janji Jahweh tentang pendamaian yang berkelimpahan bagi dosa dunia ini dan untuk
menyelamatkan manusia. Murid-muridNya kemudian bisa mengabarkan Injil penebusan
dosa, baptisan, Salib, dan kebangkitan, sampai mati.
Kelemahan Daging Petrus
Alkitab menulis bahwa pada saat Petrus ditentang
oleh banyak orang dan ditanyai apakah dia salah satu murid Jahshua, dia menyangkali
dua kali dengan berkata, “Tidak, saya tidak kenal Orang itu.” Kemudian dia bersumpah
dan menegaskan penyangkalan itu pada kali yang ketiga.
|
Mengapa Petrus menyangkal Jahshua? |
|
Karena dia lemah. |
Mari kita membaca satu bagian Alkitab. Dari Matius
26:69, “Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang
hamba peremPaulusn kepadanya, katanya ; “Engkau juga selalu bersama-sama dengan
Jahshua, orang Galilea itu.” Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya
; “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.” Ketika ia pergi ke pintu gerbang,
seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ’
“Orang ini bersama-sama dengan Jahshua, orang Nazaret itu.” Dan ia menyangkalnya
pula dengan bersumpah : “Aku tidak kenal orang itu.” Tidak lama kemudian orang-orang
yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata ; “Pasti engkau juga salah
seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.” Maka mulailah petrus mengutuk
dan bersumpah : “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Jahshua kepadanya ; “Sebelum
ayam berkokok, engkau telah menyankal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar
dan menangis dengan sedihnya (Matius 26;69-75).
Petrus sungguh-sungguh percaya kepada Jahshua
dan mengikutiNya secara setia. Dia percaya bahwa Jahshua adalah Tuhan dan Juruselamat,
‘Nabi.’ Tetapi saat Jahshua dibawa ke pengadilan Pilatus, saat-saat yang membahayakan
untuk mereka yang memiliki hubungan dengan Jahshua, dia menyangkal dan mengutuk
Jahshua.
Petrus tidak tahu bahwa dia akan menyangkal Jahshua.
Tapi Jahshua tahu. Jahshua tahu bahwa dia lemah. Oeleh karena itu Jahshua membasuh
kaki Petrus dan mengajarkan Injil keselamatan seperti ditulis dalam Yohanes
13, “Engkau akan berbuat dosa di masa yang akan datang tetapi Aku telah membasuh
semua dosa masa depanmu.”
Petrus menyangkal Jahshua pada saat bahaya datang,
tetapi kelemahan dagingnyalah yang membuatnya melakukan hal itu. Oleh karena
itu, untuk menyelamatkan murid-muridNya dari semua dosa masa depan, Jahshua
membasuh kaki mereka.
“Aku harus menghapus semua dosa masa depanmu
juga. Aku disalibkan karena aku dibaptis dan menanggung semua dosamu, dan aku
harus melunasi hutang itu untuk menjadi Juruselamat bagimu. Akulah Tuhanmu,
Juruselamatmu. Aku akan melunaskan semua hutang dosamu dan akan menjadi Gembala
melalui baptisan dan darahKu. Aku adalah Gembala untuk keselamatanmu.”
Untuk menanamkan kebenaran ini ke dalam hati mereka,
Jahshua membasuh kaki mereka setelah pesta Paskah. Inilah kebenaran Injil.
Karena tubuh kita lemah walaupun sudah dilahirkan
kembali, kita berbuat dosa lagi. Memang, kita seharusnya tidak berbuat dosa
lagi, tetapi bila kita berbuat dosa dan harus menemui masalah berat seperti
Petrus, kita cenderung berbuat dosa tanpa sengaja. Karena kita hidup dalam tubuh,
kadang-kadang kita dibawa kepada kehancuran oleh dosa kita. Tubuh akan berbuat
dosa selama kita hidup di dunia ini tetapi Jahshua mengampuni semua dosa kita
melalui baptisan dan darahNya di kayu Salib.
Kita tidak menyangkal bahwa Jahshua adalah Juruselamat
kita tetapi bila kita hidup dalam tubuh, kita akan terus membuat kesalahan melawan
kehendak Tuhan. Itu karena kita dilahirkan dalam tubuh.
Akan tetapi Jahshua tahu kita adalah orang yang
berdosa dalam tubuh kedagingan kita. Jahshua menjadi Juruselamat dengan melunasi
semua hutang dosa manusia melalui baptisan dan darahNya. Dia menyelamatkan kita
yang percaya kepada keselamatanNya dan kebangkitanNya.
Keempat Injil dimulai dengan baptisan Jahshua
oleh Yohanes. Tujuan kehidupanNya sebagai manusia adalah untuk menggenapi Injil
kelahiran kembali, Injil keselamatan.
Saat Petrus menyangkal Jahshua bukan satu dan
dua kali tetapi tiga kali sebelum ayam berbunyi, bagaimana sakitnya hatinya?
Betapa malunya? Dia bersumpah di hadapan Jahshua bahwa dia tidak akan pernah
mengkhianatiNya. Dia berbuat dosa karena kelemahan tubuhnya, tetapi betapa sedih
perasaannya ketika dia menyadari kelemahan dirinya dan menyangkal Jahshua bukan
satu atau dua kali tetapi tiga kali? Betapa malunya dia pada saat dia melihat
Jahshua?
Tetapi Jahshua tahu semuanya. Oleh sebab itu Diaberkata,
“Aku tahu engkau akan berbuat dosa lagi. Tetapi Aku telah menanggung semua dosamu
melalui baptisanKu supaya dosamu tidak membuatmu menjadi orang yang berdosa
lagi, tidak bisa menghalangimu kembali kepadaKu. Aku menjadi JuruselamatMu dengan
dibaptis dan menanggung hukuman atas semua dosa. Aku menjadi TuhanMu, GembalaMu.
Percayalah kepada Injil pengampunan atas dosamu. Aku akan tetap mengasihimu
walaupun engkau melakukan dosa dari tubuhmu. Aku telah membasuh semua kesalahanmu.
Injil pengampunan dosamu adalah kebenaran yang kekal. KasihKu kepadamu juga
kekal.”
Sampai kapan kita berbuat
dosa dalam tubuh? |
Kita berbuat dosa sampai
kita mati. |
Jahshua berkata kepada Petrus dan murid-muridNya,
“Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
Alasan Jahshua mengatakan apa yang tercatat dalam Yohanes adalah karena sangat
penting bagi manusia untuk dilahirkan kembali melalui air dan Roh. Apakah Anda
percaya itu?
Dalam ayat 9: “Tuhan , jangan hanya kakiku
saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Jahshua kepadanya ; “Barangsiapa
telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena
ia sudah bersih seluruhnya.”
Saudara, apakah Anda melakukan dosa “dalam kedagingan”
lagi atau tidak? Anda akan berbuat dosa lagi. Tetapi Jahshua berkata bahwa Dia
telah membasuh dosa masa depan kita, semua kelemahan daging kita melalui baptisan
dan darahNya dan Dia mengatakan dengan jelas kepada murid-muridNya tentang Injil
penebusan dosa sebelum Dia disalibkan.
Karena kita hidup di dalam tubuh dengan semua
kelemahan kita, kita akan selalu berbuat dosa. Jahshua membasuh semua dosa dunia
ini melalui baptisanNya. Dia tidak hanya membasuh kepala dan tubuh kita tetapi
juga membasuh kaki kita, dosa masa depan kita. Inilah Injil kelahiran kembali,
Injil baptisan Jahshua.
Setelah Jahshua dibaptis, Yohanes memberi kesaksian,
“Lihatlah Anak domba Jahweh, yang mengangkut dosa isi dunia” (Yohanes 1:29).
Kita harus percaya bahwa semua dosa dunia ini telah dihapuskan dengan ditanggungkan
kepada Jahshua saat Dia dibaptis.
Selama hidup di dunia ini, manusia selalu berbuat
dosa. Kita harus menerima itu sebagai fakta yang tidak terelakkan. Kapan aja
kelemahan tubuh kita muncul, kita harus mengingatkan diri kita bahwa Jahshua
membasuh semua dosa kita dan dunia ini melalui Injil pengampunan dan melunasi
dosa dengan darahNya. Kita harus bersyukur kepadaNya dari dasar hati kita. Mari
kita akui dengan iman bahwa Jahshua Juruselamat kita dan Tuhan kita. Puji Tuhan.
Setiap manusia di dunia ini berbuat dosa kedagingan.
Manusia mati karena dosa sepanjang hidup mereka. Manusia senatiasa berbuat dosa
kedagingan.
Pikiran Jahat Di Dalam Hati Manusia
Apa yang menghancurkan
manusia? |
Bermacam-macam dosa
dan pikiran jahat |
Jahshua berkata dalam Matius 15:19-20 “Karena
dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, pembunuhan, zinah, persundalan,
pencurian, saksi dusta, hujat; segala hal itulah yang menajiskan orang, tetapi
makan dengan tangan yang tidak berbasuh tidak menajiskan orang.” Karena
bermacam-macam dosa dalam hati manusia mencemarkannya, dia najis.
Manusia Harus Menyadari Kejahatan Sendiri
Apa yang ada di dalam
hati manusia? |
Duabelas macam dosa
(Mark 7:21-23) |
Kita harus bisa berkata, “Ada duabelas dosa
di dalam hati manusia. Saya mempunyai semuanya. Saya mempunyai keduabelas dosa
di dalam hati yang ditulis dalam Alkitab.” Sebelum kita dilahirkan kembali
dari air dan Roh, kita harus mengakui adanya dosa-dosa di dalam hati kita. Kita
harus mengakui bahwa kita benar-benar orang yang berdosa di hadapan Tuhan. Tetapi
kita jarang melakukan itu. Sebagian besar kita membuat alasan bagi dosa kita
dan berkata, “Saya tidak pernah pikir seperti itu sebelumnya, saya hanya
khilaf.”
Namun apa yang dikatakan Jahshua mengenai manusia?
Jahshua secara tepat mengatakan baha apa yang keuar dari hati manusia akan menajiskan
manusia. Dia berkata bahwa manusia mempunyai pikiran jahat di dalam hati. Apa
pendapat Anda? Apakah Anda baik atau jahat? Anda tahu manusia mempunyai pikiran
jahat? Ya, pikiran manusia memang jahat.
Beberapa tahun yang lalu Toserba Sampoong di Seoul
mendadak roboh. Keluarga-keluarga yang kehilangan anggota yang mereka kasihi
merasakan kesedihan yang mendalam. Tetapi banyak orang pergi ke sana untuk menonton
pemandangan tragis itu.
Beberapa orang berpikir, ‘Berapa banyak orang
tewas? 200? Tidak, ini terlalu sedikit. 300? Mungkin? Makin banyak jumlah yang
tewas makin seru dan menarik.’ Hati manusia bisa demikian jahatnya begitu. Kita
harus menerima kenyataan itu. Betapa mereka tidak menghormati yang mati! Betapa
sakitnya hati keluarga korban! Banyak juga orang yang menderita kerugian materi.
Namun beberapa penonton justru tidak menunjukkan
kepedulian mereka. ‘Kalau lebih banyak lagi orang yang tewas pasti akan lebih
menarik! Betapa hebatnya peristiwa ini! Bagaimana kalau peristiwa seperti ini
terjadi di stadion sepak bola yang penuh dengan penonton? Ribuan orang terkubur
di reruntuhan stadion itu, benar kan? O, ya! Itu akan lebih seru daripada peristiwa
ini!’ Barangkali ada orang yang pikir begitu.
Kita juga tahu betapa manusia kadang kala menjadi
begitu jahat. O, mereka tidak akan mengatakannya keras-keras. Mereka mungkin
menyampaikannya dengan halus dan menunukkan simpati, tetapi diam-diam, di dalam
hati, mereka menginginkan pemandangan itu lebih seru. Mereka ingin melihat malapetaka
yang besar dimana ribuan orang tewas asal tidak merugikan mereka. Inilah cara
kerja hati manusia. Dan sebagian besar kita juga begitu sebelum dilahirkan kembali.
Pembunuhan Di Dalam Hati Manusia
| Mengapa
kita berdosa? |
Karena kita mempunyai pikiran
jahat di dalam hati. |
Jahweh mengatakan bahwa ada pembunuhan di dalam
hati semua manusia. Tetapi banyak orang menyangkalinya. “Bagaimana Engkau berkata
begitu? Saya tidak pernah berpikir tentang pembunuhan! Bagaimana Engkau bisa
berpikir begitu?” Mereka tidak akan mengakui bahwa mereka mempunyai pembuhuhan
di dalam hati. Mereka pikir pembunuh berbeda dengan mereka.
“Berita kemarin tentang pembunuh berantai, massa
yang membunuh dan membakar orang di ruang di bawah tanah, merekalah yang memiliki
pembunuhan di dalam hati! Mereka berbeda dengan kita. Saya tidak begitu! Mereka
penjahat! Pembunuh!” Mereka marah dan memaki, “Orang yang dilahirkan dari benih
kejahatan harus dimusnahkan dari bumi ini! Mereka harus dihukum mati!”
Tetapi sayang, pikiran pembunuhan ada di dalam
hati orang yang suka marah sama seperti di dalam hati seorang pembunuh. Jahweh
berkata bahwa di dalam hati semua manusia ada pembunuhan. Kita harus setuju
dengan firman Tuhan, yang bisa melihat ke kedalaman diri kita. Kita harus mengakui,
“Saya adalah orang yang berdosa yang memiliki pembunuhan di dalam hati.”
Ya, Jahweh berkata bahwa ada pikiran jahat, termasuk
pembunuhan di dalam hati manusia. Mari kita mengakui kebenaran kata-kata Tuhan.
Saat Generasi manusia bertambah kejahatannya, semua peralatan pembelaan diri
menjadi alat pembunuhan. Inilah hasil pembunuhan yang ada di hati kita. Anda
bisa membunuh karena takut, atau marah. Saya tidak berkata bahwa kita semua
akan melakukan pembunuhan tetapi bahwa kita mempunyai pikiran itu di dalam hati.
Karena manusia dilahirkan dengan pikiran jahat,
kita semua mempunyai pikiran itu di dalam hati. Beberapa orang melakukan pembunuhan,
tetapi bukan karena mereka dilahirkan sebagai pembunuh, tetapi karena kita semua
memiliki kemungkinan menjadi pembunuh. Inilah kebenaran. Tidak satu orang pun
antara kita menjadi pengecualian dari kebenaran itu.
Oleh sebab itu jalan yang tepat untuk menyadari
hal itu adalah menerima kata-kata Tuhan dan mematuhinya.
Perzinahan Dalam Hati Kita
Jahweh berkata bahwa ada perzinahan di dalam hati
semua manusia. Apakah Anda setuju? Apakah Anda mengakui Anda bahwa anda mempunyai
perzinahan di dalam hati? Ya, ada perzinahan dalam hati semua manusia.
Karena itu, pelacuran, dan semua godaan dosa bertumbuh
subur di masyarakat kita. Inilah jalan yang termudah untuk mendapat uang bagi
seluruh generasi. Bisnis yang lain mendapat kesulitan karena krisis ekonomi,
tetapi usaha seperti ini tidak mendapat gangguan karena memang ada perzinahan
dalam hati manusia.
Buah Kehidupan Orang Berdosa Adalah Dosa
Dengan apa yang orang
dibandingkan? |
|
Pohon yang berbuah dosa |
Seperti pohon apel berbuah apel, pohon per berbuah
per, pohon kurma berbuah kurma, pohon kesemak berbuah kesemak, kita, yang dilahirkan
dengan duabelas dosa di dalam hati, akan menghailkan buah dosa.
Jahshua berkata bahwa apa yang keluar dari hati
manusia menajiskan meraka. Apakah Anda setuju? Kita hanya bisa setuju dengan
Jahshua dan berkata, “Ya, kami orang yang berdosa, pelaku kejahatan. Ya,
Engkau benar, Tuhan.” Ya, kita harus mengakui kejahatan kita sendiri. Kita
harus mengakui kebenaran di hadapanTuhan.
Seperti Jahshua Kristus mematuhi kehendak Jahweh,
kita harus menerima firman Tuhan dan mematuhiNya. Inilah jalan satu-satunya
agar kita bisa diselamatkan dari semua dosa melalui air dan Roh. Inilah anugerah
Jahweh.
Negara saya diberikati dengan empat musim yang
indah. Dan saat musim berubah, bermacam-macam pohon berbuah. Dengan cara yang
sama, keduabelas dosa di dalam hati kita terus menerus menggoda kita berdosa.
Hari ini yang mengontrol hati kita adalah pembunuh, esok hari yang mengontrol
hati kita mungkin perzinahan.
Kemudian keesok hari, pikiran jahat, perzinahan,
pencurian, saksi dusta, dan lain-lain. Dan kita terus berdosa sepanjang tahun,
setiap bulan, setiap hari, dan setiap jam. Satu hari pun tidak berlalu tanpa
membuat kita melakukan satu dosa. Kita berjanji menghindari dosa tetapi kita
selalu berbuat dosa karena kita dilahirkan demikian.
Apakah Anda pernah melihat pohon apel tidak berbuah
karena tidak mau? “Saya tidak mau berbuah apel!” Walaupun pohon itu tidak
mau berbuah apel, bagaimana mungkin? Bunga berkembang pada musim semi, apel
bertumbuh dan matang pada musim panas, kemudian buah dipersiapkan dipetik dan
dimakan pada musim panen.
Inilah suratan alam, dan kehidupan orang yang
berdosa juga demikian . Orang yang berdosa tidak bisa tidak berbuah dosa.
‘Baptisan Dan Salib Jahshua’ Menjadi Pendamaian Bagi Dosa Kita
|
Apa artinya pendamaian dosa? |
Artinya pembayaran hutang dosa
melalui baptisan Jahshua dan
darahNya di kayu Salib |
Mari kita membaca Alkitab untuk melihat bagaimana
orang berdosa, pelaku kejahatan bisa mendapatkan pendamaian di hadapan Tuhan
dan hidup dalam sukacita. Inilah Injil pendamaian dari dosa.
Dalam Imamt 4, “Jikalau yang berbuat dosa dengan
tak sengaja itu seorang dari rakyat jelata, dan ia melakukan salah satu hal
yang dilarang TUHAN, sehingga ia bersalah, maka jikalau dosa yang telah diperbuatnya
itu diberitahukan kepadanya, haruslah ia menanggung sebagai persembahannya karena
dosa yang telah diperbuatnya itu seekor kambing betina yang tidak bercela. Lalu
haruslah ia meletakkan tangannya ke atas kepala korban penghapus dosa dan menyembelih
korban itu di tempat korban bakaran. Kemudian imam harus mengambil dengan jarinya
sedikit dari darah korban itu, lalu membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah korban
bakaran. Semua darah selebihnya haruslah dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah.
Tetapi segala lemak haruslah dipisahkannya, seperti juga lemak korban keselamatan
dipisahkan, lalu haruslah dibakar oleh imam di atas mezbah menjadi bau yang
menyenangkan bagi TUHAN. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang
itu sehingga ia menerima pengampun” (Imamat, 4;27-31).
Pada zaman Perjanjian Lama bagaimana manusia melakukan
pendamaian atas dosa? Mereka menempatkan tangannya di atas kepala korban penghapus
dosa dan memindahkan dosa ke atas binatang.
Dalam Imamat tertulis“Berbicaralah kepada
orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak
mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan
itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba. Jikalau persembahannya
merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan
yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN
berkenan akan dia. Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban
bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian
baginya” (Imamat 1;2-4).
Jahweh menyuruh mereka mempersiapkan korban penghapus
dosa yang akan dipakai untuk pendamaian bagi dosa Israel. Dan Ia memerintahkan
mereka untuk meletakkan tangan di kepala korban penghapus dosa untuk memindahkan
dosanya. Di pelataran kemah suci ada mezbah. Mezbah adalah sebuah kotak yang
sedikit lebih besar daripada meja mimbar dan bertanduk di keempat sudut. Rakyat
Israel melakukan pendamaian atas dosa dengan memindahkan dosanya kepada korban
penghapus dosa dan membakar daging itu di atas mezbah.
Jahweh berkata di dalam Imamat agar bangsa itu
“Mempersembahkannya dengan kerelaan di pintu gerbang pelataran kemah suci
di hadapan Tuhan.” Dosa mereka dipindahkan kepada korban penghapus dosa
bila mereka meletakkan tangan ke atas kepala binatang itu, lalu menyembelih
binatang itu dan membubuhkan darahnya di tanduk-tanduk mezbah korban bakaran.
Setelah itu, daging korban itu dibersihkan dan
dipotong-potong, dan dibakar habis di mezbah korban bakaran. Lalu aroma dari
korba itu dipersembahkan kepada Jahweh sebagau pendamaian dari dosa mereka.
Begitulah cara mereka menfadakan pendamaian atas dosa yang dibuat setiap hari.
Kemudian ada juga persembahan korban penghapus
dosa untuk dosa tahunan. Berbeda dengan penebusan dosa harian, Imam Besar meletakkan
tangannya di atas korban penghapus dosa bagi rakyat Israel dan dia memercikkan
darah di sebelah timur tutup pendamaian tujuh kali. Juga, peletakkan tangan
di atas kepala kambing yang hidup di hadapan seluruh Israel pada setiap ke-10
hari pada ke7 bulan setiap tahun (Imamat 16:5-27).
Sekarang, mari kita lihat bagaimana sistim pengorbanan
diubah pada zaman Perjanjian Baru dan bagaimana ketepan Tuhan yang kekal masih
bertahan.
Mengapa Jahshua harus mati di kayu Salib? Kesalahan
apa yang dilakukanNya di bumi sampai Jahweh membiarkan AnakNya mati di kayu
salib? Siapa yang membuatNya mati di kayu salib? Saat semua orang yang berdosa
di dunia ini jatuh ke dalam dosa, Jahshua datang dan menyelamatkan kita.
Siapa Melambangkan Persembahan
Korban Penghapus Dosa Pada Masa
Perjanjian Lama? |
|
Jahshua Kristus |
Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai
Yordan dan disalibkan mengganti manusia. Cara Jahshua dibaptis, cara Jahshua
mencurahkam darah di kayu Salib adalah sama dengan korban pendamaian dalam
Perjanjian Lama, peletakkan tangan di atas kepala korban penghapus dosa dan
pencurahan darah.
Cara inilah yang dilakukan dalam Perjanjian Lama.
Orang yang berdosa meletakkan tangan di atas korban penghapus dosa dan mengakui
dosanya dengan berkata, “Tuhan saya berbuat dosa. Saya melakukan pembunuhan
dan perzinahan.” Lalu dosanya ditanggungkan kepada korban penghapus dosa.
Dan sama seperti orang yang berdosa menyembelih
korban penghapus dosa itu dan mempersembahkannya kepada Tuhan, Jahshua dikorbankan
dengan cara yang sama untuk mendamaikan kita dari dosa. Jahshua dibaptis dan
mencurahkan darah di kayu Salib untuk menyelamatkan Anda dan saya dan mendamaikan
kita daria semua dosa melalui pengorbananNya.
Sebenarnya, Jahshua mati karena kita. Kalau kita
berpikir mengenai hal itu, apa artinya mengorbankan binatang tanpa cacat dan
cela sebagai korban bagi semua dosa manusia? Apakah binatang itu tahu apa itu
dosa? Binatang tidak tahu tentang dosa. Mereka tidak bisa menanggung dosa manusia.
Seperti binatang yang tidak bercela, Jahshua tidak
pernah berbuat dosa. Dia Jahweh yang Kudus, Anak Jahweh, dan Dia tidak pernah
berbuat dosa. Oleh karena itu, Dia mengambil semua dosa kita melalui baptisanNya
di Yordan waktu Dia berumur 30 tahun.
Semua itu adalah untuk menanggung dosa kita, dan
Ia mati di kayu Salib karena dosa-dosa yang ditanggungNya itu. Itulah pelayananNya
bagi keselamatan, menanggung dosa manusia. Dan semua itu tercatat dalam Matius
pasal 3.
Permulaan Injil Pendamaian Atas Dosa
Mengapa Jahshua dibaptis oleh
Yohanes Pembaptis di
sungai Yordan? |
Untuk menggenapi semua
kebenaran. |
Hal ini ditulis dalam Matius 3, “Maka datanglah
Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis olehnya.”
Tetapi Yohanes Pembaptis mencegah Dia, katanya ; “Akulah yang perlu dibaptis
oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Jahshua menjawab, kata-Nya kepadanya
; “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
seluruh kehendak Jahweh.” “Dan Yohanes Pembaptispun menuruti-Nya” (Matius, 3;13-15).
Kita harus tahu mengapa Jahshua dibaptis pada
saat berusia 30 tahun. Dia dibaptis untuk menebus dosa semua manusia dan menggenapi
semua kebenaran Jahweh. Untuk menyelamatkan manusia dari dosa, Jahshua Kristus,
yang murni dibaptis dirinya sendiri oleh Yohanes Pembaptis.
Oleh sebab itu, Dia membasuh dosa di dunia ini
dan mengorbankan diriNya untuk menebus dosa manusia. Untuk diselamatkan dari
dosa, kita harus tahu segala kebenaran dan percaya kepada kebenaran itu. Selamat
atau tidaknya kita tergantung kepada kepercayaan kita kepada keselamatan yang
diberikanNya.
Apa artinya baptisan Jahshua? Hal itu sama dengan
peletakkan tangan dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, dosa manusia
dipindahkan ke kepala korban penghapus dosa dengan meletakkan tangan di atas
kepala korban sementara pada zaman Perjanjian Baru, Jahshua menanggung semua
dosa dunia ini dengan mempersembahkan diriNya sebagai korban penghapus dosa
dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.
Yohanes Pembaptis, adalah manusia terbesar, ditetapkan
Jahweh untuk mewakili seluruh manusia. Sebagai wakil manusia dan Imam Besar,
dia meletakkan tangannya di atas kepala Jahshua dan menanggungkan dosa dunia
ini kepadaNya. ‘baptisan’ berarti ‘memindahkan kepada, menguburkan, dan membasuh.’
Nah, apakah Anda mengerti mengapa Jahshua datang
ke dunia ini dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis? Apakah Anda percaya kepada
Jahshua, mengerti arti baptisanNya? Baptisan Jahshua menanggung dosa kita, yang
kita lakukan sepanjang hidup kita. Jahshua dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk
menggenapi Injil, menjadi pendamaian bagi dosa kita.
Dalam Matius 3:13-17, ‘Saat itu,’ yang menunjuk
kepada saat Jahshua dibaptis, saat dosa-dosa ditanggungkan kepadaNya.
‘Saat itu’ Jahshua menanggung semua dosa manusia,
mati di kayu Salib, dan dibangkitkan setelah 3 hari. Untuk menanggung semua
dosa dunia ini, Dia dibaptis satu kali, mati di kayu Salib satu kali, dan dibangkitkan
dari kematian satu kali saja. Bagi semua manusia yang ingin ditebus dari dosa
di hadapan Tuhan, Dia menyelamatkan mereka sekali untuk seterusnya.
Mengapa Jahshua harus dibaptis? Mengapa Dia harus
memakai mahkota duri dan dihukum di pengadilan Pilatus seperti penjahat biasa?
Mengapa Dia harus disalibkan di kayu Salib dan mencurahkan darahNya hingga mati?
Karena Dia menanggung semua dosa dunia ini, dosa saya dan Anda melalui baptisanNya.
Dan untuk dosa kita, Dia harus mati di kayu Salib.
Kita harus percaya kepada firman keselamatan,
bahwa Tuhan menyelamatkan kita dan bersyukur kepada Tuhan. Tanpa baptisan Jahshua,
SalibNya, kebangkitanNya, tidak ada keselamatan untuk kita.
Ketika Jahshua dibaptis oleh Yohanes Pembaptis
untuk menanggung dosa dunia ini, Dia membasuh semua dosa dan menyelamatkan kita
yang percaya kepada Injil keselamatanNya. Ada orang yang berkata, ‘Tetapi Dia
hanya membasuh dosa asal, bukan?’ Mereka salah.
Di dalam Alkitab tertulis bahwa Jahshua menanggung
semua dosa dunia ini untuk satu kali saja saat Dia dibaptis. Semua dosa kita,
termasuk dosa asal dibersihkan. Fakta ini ditulis dalam Matius 3:15, “Biarlah
hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak
Jahweh.” Untuk menggenapkan seluruh kebenatan berarti semua dosa tanpa kecuali,
dibuang dari hidup kita.
Apakah Jahshua membasuh dosa sepanjang hidup kita
juga? Ya. Mari kita melihat buktinya dalam Imamat terlebih dulu. Dikatakan mengenai
Imam Besar dan korban Hari Raya Pendamaian.
Korban Pendamaian bagi Dosa Tahunan Seluruh Israel
Bisakah rakyat Israel dikuduskan
oleh persembahan korban
penghapus dosa? |
|
Tidak. |
“Kemudian Harun harus mempersembahkan lembu
jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan dengan demikian
mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya. Ia harus mengambil kedua
ekor kambing jantan itu dan menempatkannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah
Pertemuan, dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi
bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel. Lalu Harun harus mempersembahkan kambing
jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus
dosa. Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan
hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi
Azazel ke padang gurun” (Imamat 16:6-10). Harun mengambil dua ekor kambing
di pintu ruang pertemuaan untuk melakukan pendamaian bagi dosa tahunan Israel.
“Dan Harun harus membuang undi atas kedua kambing
jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel.” Kambing itu
diperlukan untuk pendamaian.
Inilah korban pendamaian dosa harian, dimana orang
berdosa meletakkan tangan di atas kepala korban untuk memindahkah dosanya kepada
korban itu. Tetapi untuk dosa tahunan, Imam Besar, mewakili bangsa itu memindahkan
dosa tahunan kepada korban pendamaian pada hari ke-10 pada bulan ke-7 setiap
tahun.
Dalam Imamat 16:29-31, dituliskan “Inilah yang
harus menjadi ektetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang
ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berPaulussa
dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun
oraing asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan
pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu
di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu
dan kamu harus merendahkan diri dengan berPaulussa. Itulah suatu ketetapan untuk
selama-lamanya” (Imamat 16;29-31).
Dalam Perjanjian Lama, rakyat Israel membawa korban
penghapus dosa untuk melakukan penebusan dosa harian dan memindahkan dosanya
kepada kepala korban, dengan berkata, “Tuhan, saya berdosa. Ampunilah saya.”
Kemudian dia menyembelih binatang korban, memberikan darahnya kepada imam, dan
pulang dengan keyakinan bahwa dia bebas dari dosa. Korban penghapus dosa dikorbankan
untuk orang yang berdosa, dengan dosa di kepalanya. Korban penghapus dosa itu
mati bagi orang yang berdosa, dengan dosa orang itu ditanggungkan ke atas kepalanya.
Dalam Perjanjian Lama, korban penghapus dosa boleh berupa seekor domba, anak
sapi, sapi jantan, dan binatang lain yang dikhususkan Tuhan.
Tuhan yang penuh kasih mengizinkan binatang dikorbankan
sebagai pengganti orang yang berdosa.
Dengan jalan itu pada zaman Perjanjian Lama, orang
yang berdosa bisa mendamaikan dosanya melalui korban pendamaian. Kesalahan orang
yang berdosa ditempatkan atas korban penghapus dosa dengan peletakkan tangan
dan memberikan darahnya kepada imam untuk menghapus dosanya.
Namun tidak mungkin melakukan pendamian atas dosa
setiap hari. Oleh karena itu Jahweh menyuruh Imam Besar menghapuskan dosa sepanjang
tahun, setiap tahun pada hari ke-10 pada bulan ke-7 atas nama rakyat Israel.
Kemudian apa peranan Imam Besar pada Hari Raya
Pendamaian? Pertama, Harun, Imam Besar meletakkan tanggannya atas korban penghapus
dosa, mengakui dosa bangsanya, “Tuhan, rakyat Israel melakukan dosa, pembunuhan,
perzinahan, pencurian, saksi dusta, pemfitnahan...”
Kemudian dia menyembelih korban itu, mengambil
darahnya dan dipercikkan 7 kali pada tutup pendamaian di dalam kemah suci. (Menurut
Alkitab, angka 7 menunjukkan kesempurnaan.)
Imam berperan menanggungkan dosa tahunan bangsanya
ke atas kepala korban binatang atas nama rakyat dan korban itu dikorbankan di
tempat tertentu.
Karena Tuhan adil, untuk menyelamatkan manusia
dari dosa, Dia mengizinkan korban binatang mati bagi manusia. Karena Tuhan penuhbelas
kasihan, Dia mengizinkan manusia membunuh korban penghapus dosa sebagai penggantinya.
Kemudian Imam Besar memercikkan darah ke sebelah timur tutup pendamaian dan
dengan demikian mendamaikan dosa-dosa manusia sepanjangtahun yang lalu di Hari
Raya Pendamaian, pada hari ke-10 bulan ke-7.
Siapa Domba Korban menurut
Perjanjian Lama? |
|
Jahshua yang tidak bercela |
Imam Besar harus mempersembahkan dua ekor kambing
pada Hari Ray Pendamaian bagi rakyat Israel. Salah satunya disebut Azazel yang
berarti ‘untuk diletakkan.’ Dengan cara yang sama Domba Korban pada zaman Perjanjian
Baru adalah Jahshua Kristus. “Karena begitu besar kasih Jahweh akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes
3;16).
Jahweh memberikan Anak TunggalNya kepada kita
untuk menjadi Domba Korban. Dan sebagai Domba Korban bagi semua manusia, Dia
dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dan menjadi Juruselamat, yakni Mesias bagi dunia
ini. Mesias berarti ‘Juruselamat’ dan Jahshua Kristus berarti ‘Raja yang datang
untuk menyelamatkan kita.’
Oleh sebab itu, sama seperti dosa tahunan manusia
dihapuskan pada Hari Raya Pendamaian pada zaman Perjanjian Lama, Jahshua Kristus,
hampir 2000 tahun yang lalu, datang ke dunia ini untuk dibaptis dan mencurahkan
darah atas kayu Salib untuk menggenapkan Injil penebusan dosa kita semua.
Dalam Imamat ditulis, “Dan Harun harus meletakkan
kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di
atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran
mereka, apapun juga dosa mereka ; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas
kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan
perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu. Demikianlah kambing jantan
itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing
itu hasus dilepaskan di padang gurun” (Imamat 16; 21-22).
Dituliskan bahwa dosa manusia ditanggungkan keatas
kepala kambing sama seperti yang tertulis dalam Imamat 1. ‘Segala pelanggaran
mereka’ berarti semua dosa yang mereka buat di dalam hati, semua dosa yang
lakukan dalam tubuh. Dan ‘segala pelanggaran mereka’ ditanggungkan ke atas
kepala korban binatang melalui peletakkan tangan.
Dengan Hukum Jahweh, Kita Harus Tahu Semua Dosa Kita
Mengapa Jahweh memberikan
hukum kepada kita? |
Untuk memberi pengetahuan
Tentang dosa. |
Hukum dan perintah Jahweh terdiri dari 613 penjelasan.
Sebenarnya ketika kita berpikir tentang hal itu, kita sudah melakukan hal yang
dilarangNya dan tidak melakukan apa yang diperintahkanNya.
Oleh sebab itulah kita berdosa. Dan dalam Alkitab
dituliskan bahwa Jahweh memberikan hukum itu agar kita menyadari dosa kita (Roma
3:20). Ini berarti bahwa Dia memberikan Hukum dan PerintahNya untuk mengajar
kita bahwa kita semua berdosa. Dia tidak memberikan hukum itu karena kita bisa
mentaatinya tetapi untuk memberitahukan tentang dosa kita.
Dia tidak memberikan Hukum dan PerintahNya untuk
kita jaga. Anda tidak akan mengharapkan seekor anjing akan hidup seperti manusia.
Demikian juga, kita tidak bisa hidup sesuai dengan Hukum Tuhan tetapi bisa menyadari
dosa kita melalui Hukum dan PerintahNya.
Tuhan memberikan hal itu kepada kita karena kita
berdosa, tetapi kita tidak menyadari hal itu. “engkau pembunuh, penzinah, dan
pelaku kejahatan.” Dia melarang kita membunuh tetapi kita tetap melakukan pembunuhan
di dalam hati bahkan kadang-kadang dalam kenyataan.
Tetapi karena ditulis dalam Hukum bahwa kita tidak
boleh membunuh, kita tahu bahwa kita adalah pembunuh, dan berkata, “Ah, saya
salah. Saya orang yang berdosa karena saya melakukan sesuatu yang tidak boleh
saya lakukan. Saya berdosa.”
Oleh karena itu, untuk menyelamatkan bangsa Israel
dari dosa, Tuhan memerintah Harun untuk memberi korban pendamaian di dalam Perjanjian
Lama, dan Harunlah yang melakukan pendamaian bagi manusia sekali setahun.
Di dalam Perjanjian Lama, dua korban binatang
dipersembahkan kepada Tuhan pada Hari Raya Pendamaian. Satu dikorbankan kepada
Tuhan sementara yang lain dibuang setelah peletakkan tangan, dan menanggung
dosa tahunan semua orang. Sebelum domba itu diusir oleh orang yang disiapkan,
Imam Besar meletakkan tangannya keatas kepala kambing yang masih hidup itu dan
mengakui dosa Israel. “Tuhan kami melakukan pembunuhan, perzinahan, pencurian,
penyembahan berhala... kami berdosa.”
Tanah Palestina adalah padang gurun yang kering.
Domba itu diusir ke padang gurun yang tidak berair dan akan mati. Saat domba
itu diusir, bangsa Israel melihat, dan percaya bahwa dosa mereka sudah dihapuskan.
Kemudian mereka mendapatkan kedamaian di hati, dan domba itu mati di padang
gurun bagi dosa tahunan bangsa itu.
Lalu Jahweh memperdamaikan dosa kita semua melalui
Anak Domba Jahweh, Jahshua Kristus. Dosa kita semua dibasuh hingga bersih melalui
baptisan Jahshua dan darahNya di atas kayu Salib.
Jahshua adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Dia
Anak Jahweh yang datang untuk menyelamatkan kita dari dosa dan Pencipta kita
yang menjadikan kita seturut dengan gambarNya. Dia datang ke dunia ini untuk
menyelamatkan kita dari dosa.
Tidak hanya dosa harian yang kita lakukan dalam
tubuh tetapi juga semua dosa masa depan, semua dosa di dalam hati kita dan tubuh
kita ditanggungkan ke atas Jahshua. Dia harus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis
untuk menggenapkan semua kebenaran Jahweh, pendamaian yang sempurna bagi dunia
ini.
3 tahun sebelum Jahshua disalibkan, ketika Dia
memulai pelayananNya, Dia membasuh dosa dunia ini melalui baptisanNya oleh Yohanes
Pembaptis di sungai Yordan. Penyelamatkan yang dilakukanNya bagi manusia melalui
pendamaian bagi dosa kita dimulai dengan baptisanNya.
Di sungai Yordan, di tempat yang airnya sedalam
pinggang, Yohanes Pembaptis menempatkan tangannya atas kepala Jahshua dan mencelupkanNya
ke dalam sungai. Baptisan ini sama dengan peletakkan tangan dalam Perjanjian
Lama dan memiliki hasil yang sama, ditanggungkannya semua dosa.
Tubuh yang dicelupkan berarti mati sedangkan dikeluarkannya
tubuh dari air berarti kebangkitan. Maka dengan dibaptis oleh Pembaptis Yohanes
Pembaptis, Jahshua menggenapi dan menyatakan ketiga hal itu : menanggung dosa,
penyaliban, dan kebangkitan.
Kita bisa diselamatkan hanya kalau kita mematuhi
firman yang dipakai oleh Jahshua untuk menyelamatkan kita dari dosa. Tuhan memutuskan
untuk menyelamatkan kita melalui Jahshua, dan perjanjianNya di dalam Perjanjian
Lama telah digenapi. Dan Jahshua berjalan menuju kayu Salib dengan dosa kita
semua atas kepalaNya.
Pekerjaan apa yang masih ada pada kita
setelah Jahshua menghapuskan
dosa kita? |
|
Kita harus mentaati Firman Jahweh. |
Dalam Yohanes 1:29, ditulis bahwa “Pada keesokan
harinya Yohanes Pembaptis melihat Jahshua datang kepadanya dan ia berkata;”Lihatlah
Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia!” Yohanes Pembaptis memberi
kesaksian, “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia!” Semua
dosa manusia ditanggungkan ke atas Jahshua ketika Dia dibaptis di sungai Yordan.
Percayalah akan hal ini! Lalu Anda akan diberkati dengan pendamaian atas semua
dosa.
Kita manusia harus mempunyai iman kepada Firman
Jahweh. Kita harus meninggalkan pikiran kita sendiri dan hanya percaya kepada
kebenaran bahwa Jahshua membasuh dosa dunia ini dan mentaati Firman Jahweh yang
tertulis.
Untuk berkata bahwa Jahshua membasuh dosa dunia
ini dan bahwa Dia menggenapi kebenaran Jahweh dengan mengadakan pendamaian bagi
dosa kita adalah sama. ‘Peletakkan tangan’ dan ‘baptisan’ juga sama.
Bagaimanapun kita menyebutkannya ‘semua,’ ‘setiap,’
atau ‘seluruh,’ artinya sama. Arti kata, ‘peletakkan tangan’ dalam Perjanjian
Lama sama dengan Perjanjian Baru kecuali bahwayang dipakai adalah kata ‘baptisan.’
Satu kebenaran yang sangat sederhana yang harus
kita percayai adalah bahwa Jahshua dibaptis dan menanggung hukuman di atas kayu
Salib untuk menghapus dosa. Dan kita diselamatkan kalau kita percaya kepada
Injil yang benar.
Saat kita berkata bahwa Jahshua menghilangkan
dosa dunia ini, apa maksudnya dosa dunia ini? Artinya semua dosa asal kita,
semua pikiran yang jahat, peniPaulusn, perzinahan, iri hati, kejahatan, kesombongan,
dan kebebalan kita. Itu berarti semua kesalahan dan pelanggaran yang kita lakukan
di dalam hati maupun tubuh kita
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia
Jahweh ialah hidup yang kekal dalam Kristus Jahshua, Tuhan kita” (Roma 6:23).Dan
hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa
penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22). Seperti dikatakan
dalam ayat-ayat itu, segala dosa harus harys dibayar. Dan Jahshua Kristus, untuk
menyelamatkan manusia dari dosa, mengorbankan hidupNya dan membayar hutang
dosa kita satu kali untuk seterusnya.
Oleh sebab itu yang kita harus lakukan adalah
percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya, Injil yang asli, dan keberadaan
Jahshua sebagai Tuhan dan Juruselamat kita supaya bebas dari segala dosa kita.
Pendamaian bagi Dosa Masa Depan
Apakah kita perlu memberikan
korban untuk dosa kita? |
|
Tidak lagi. |
Dosa besok dan masa depan, dan dosa yang kita
lakukan sampai kita mati juga termasuk di dalam ‘dosa dunia ini’ seperti dosa
masa kini dan masa lampau yang termasuk di dalam ‘dosa dunia ini.’ Dosa manusia
sejak lahir sampai mati termasuk dalam ‘dosa dunia ini,’ dan dosa dunia ini
ditanggungkan keatas Jahshua lewat baptisanNya. Oleh karena itu segala macam
dosa yang akan kita lakukan sampai saat mati telah ditanggungNya.
Kita perlu percaya kepada Injil yang asli, Firman
Jahweh yang tertulis, dan mentaatinya agar diselamatkan. Kita harus membuang
pikiran sendiri untuk diselamatkan dari dosa kita. Anda mungkin bertanya, “Bagaimana
Dia bisa membasuh dosa yang belum dilakukan?” Saya ingin tanya, “Haruskah
Jahshua datang kembali ke dunia ini setiap kali kita membuat kesalahan dan mencurahkan
darahNya terus menerus?”
Dalam Injil mengenai kelahiran kembali, ada hukum
pendamaian bagi dosa. “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum
Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan” (Ibrani
9:22). Kalau seorang ingin diselamtkan dari dosa, dia harus memindahkan
dosanya dengan meletakkan tangan ke atas korban penghapus dosa dan korban penghapus
dosa itu harus mati karena dosa orang itu.
Demikian juga, Anak Jahweh datang ke dunia ini
untuk menyelamatkan manusia. Dia dibaptis untuk menanggung dosa kita dan mencurahkan
darah di atas kayu Salib untuk membayar hutang dosa kita dan Dia mati di kayu
Salib, sambil berkata, “Sudah Selesai.” Dia dibangkitkan dari kematian 3 hari
kemudian dan saat ini duduk di sebelah kanan Tuhan. Dia menjadi Juruselamat
kita untuk selamanya.
Untuk menghilangkan dosa kita dengan sempurna,
kita harus membuang pikiran kita sendiri dan membuang kepercayaan agama yang
mengatakan bahwa kita harus diselamatkan dari dosa setiap hari. Untuk membasuh
dosa manusia, suatu pengorbanan harus dilakukan, satu kali untuk seterusnya.
Jahweh di sorga menanggungkan semua dosa dunia ini ke atas AnakNya melalui baptisanNya
dan penyalibanNya bagi kita. Dan dengan kebangkitanNya dari kematian, keselamatan
kita sempurna.
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan
kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan
keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi
sembhu”. Dalam Yesaya 53, ditulis bahwa semua pemberontakan dan kejahatan
dunia ini, ditanggungkan kepada Jahshua Kristus.
Lalu dalam Perjanjian Baru, dalam Efesus 1:4,
ditulis, “Sebab di dalam Dia Jahweh telah memilih kita sebelum dunia dijadikan,
supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya,” Ayat ini berkata bahwa
Dia memilih kita di dalamNya sebelum dunia diciptakan. Sebelum dunia diciptakan,
Jahweh memilih kita untuk menjadikan kita sebagai umatNya, yang benar tanpa
cela di dalam Kristus. Apapun pikiran kita sebelumnya, kita harus percaya dan
taat kepada Firman Jahweh, firman tentang air, darah, dan Roh.
Jahweh berkata bahwa Anak DombaNya, Jahshua Kristus
menanggung dosa dunia ini dan mendamaikan manusia dari dosa. Dalam Ibrani 10,
dituliskan, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan
yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu
dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum
Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya”
(Ibrani 10:1).
Dikatakan bahwa korban yang terus menerus yang
dilakukan setiap tahun tidak akan menjadikan kita sempurna. Hukum Taurat hanyalah
bayangan dari hal yang sempurna akan datang, bukan hanya sekedar bayangan biasa.
Jahshua Kristus, Mesias yang akan datang, akan menjadikan kita sempurna sekali
untuk selamanya (sama seperti korban pendamaian tahunan bangsa Israel mendamaikan
selama setahun itu), dengan dibaptis dan disalibkan untuk mendamaikan kita dari
segala dosa kita.
Oleh karena itu Jahshua berkata dalam Ibrani 10,
“Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”
Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya
inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan
tubuh Jahshua Kristus Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya
dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak
dapat menghapuskan dosa Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban
saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Jahweh, dan
sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan
tumPaulusn kaki-Nya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk
selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi
kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan
Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh
hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan
Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” Jadi apabila untuk
semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena
dosa” (Ibrani 10:9-18).
Dan kita percaya bahwa Jahshua menyelamatkan kita
dari dosa dunia ini melalui baptisan dan darahNya di atas kayu Salib.
Keselamatan Karena DilahirkanKembali Dari Air dan Roh, Yang
Diukir Di Hati dan Pikiran Kita
Apakah kita benar karena hanya
kita tidak berbuat dosa lagi? |
Tidak. Kita benar karena Jahshua
membasuh dosa kita dan kita
percaya kepadaNya. |
Apakah Anda sekalian percaya? -Amien.- Apakah
Anda taat dengan iman kepada Firman Tuhan bahwa Jahshua Kristus dibaptis dan
mencurahkan darah di kayu Salib untuk menyelamatkan kita? Kita harus taat untuk
dilahirkan kembali. Bila kita percaya bahwa Jahshua Kristus, lewat Injil pengampunan,
membasuh dosa kita dan dosa dunia ini, kita bisa diselamatkan.
Kita tidak bisa sempurna dengan taat kepada hukum
Tuhan tetapi kita bisa menjadi sempurna melalui iman kita kepada karya Jahweh.
Jahshua Kristus menanggung dosa kita melalui baptisanNya di sungai Yordan dan
menanggung hukuman serta disalibkan di kayu Salib bagi dosa kita semua. Dengan
percaya kepada Injil dengan segenap hati kita, kita bisa ditebus dari dosa kita
dan menjadi orang benar. Anda percaya itu?
Baptisan Jahshua, Penyaliban, dan KebangkitanNya
adalah bagi pengampunan dosa manusia dan hukum keselamatan berdasarkan kasihNya
yang tidak terbatas. Jahweh mengasihi kita dan Diaadil, sebab itu Dia membenarkan
kita terlebih dahulu. Dia membenarkan kita dengan meletakkan semua dosa kita
kepada Jahshua melalui baptisanNya.
Untuk membasuh dosa kita, Jahweh memberikan Anak
TunggalNya, Jahshua, ke dunia ini bagi kita. Dia mengijinkan Jahshua menanggung
dosa dunia ini melalui baptisanNya dan meletakkan hukuman ke atas AnakNya untuk
dosa kita semua. Dia menjadikan kita sebagai anakkNya yang benar melalui keselamatan
air dan darah, kasih Tuhan.
Ditulis dalam Ibrani 10:16, “Aku akan menaruh
hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.”
Dalam hati dan pikiran kita, apakah kita orang
yang berdosa di hadapan Tuhan atau orang benar? Kalau kita taat kepada Firman
Jahweh, kita orang benar. Jahshua Kristus menanggung dosa kita semua dan hukuman
atas dosa itu. Jahshua Kristus adalah Juruselamat kita. Kita mungkin berpikir,
“Karena kita berdosa setiap hari, bagaimana kita menjadi benar? Kita orang
yang sungguh-sungguh berdosa.” Tetapi ketika kita taat kepada Firman Tuhan
seperti Jahshua Kristus taat kepada Bapa, kita menjadi benar.
Memang, seperti saya katakan di atas, kita berdosa
di dalam hati sebelum kita dilahirkan kembali. Setelah kita menerima Injil pengampunan
dosa ke dalam hati, kita diselamatkan dari dosa. Ketika kita belum mengenal
Injil, kita orang yang berdosa. Namun kita menjadi benar saat kita mulai percaya
kepada keselamatan Jahshua, dan saat itu kita menjadi anakNya yang benar. Inilah
iman yang membenarkan seperti kata Paulus. Iman kepada Injil pengampunan menjadikan
kita ‘benar.’
Baik rasul Paulus maupun Abraham ataupun para
Bapa Iman tidak menjadi benar karena usaha mereka tetapi karena iman dan taat
kepada Firman berkat Tuhan.
Ibrani 10:18 berkata, “Jadi apabila untuk semuanya
itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”
Sebagaimana ditulis di atas, Jahweh sudah menyelamatkan kita, sebab itu kita
tidak perlu mati karena dosa. Anda percaya kepada hal ini? -Amien.-
Dalam Filipi 2, “Hendaklah kamu dalam hidupmu
bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Jahshua,
yang walaupun dalam rupa Jahweh, tidak menganggap kesetaraan dengan Jahweh itu
sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya
sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai
mati, bahkan sampai mati di kayu Salib. Itulah sebabnya Jahweh sangat meninggikan
Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama
Jahshua bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan
yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku; “Jahshua Kristus adalah Tuhan,”
bagi kemuliaan Jahweh, Bapa!” (Filipi 2: 5-11).
Jahshua Kristus mengosongkan diriNya sendiri dan
mengambil rupa seorang hamba, Dia datang dalam rupa manusia. Dia merendahkan
diriNya dan taat sampai mati untuk menyelamatkan kita.
Oleh karena itu kita memuji Jahshua, “Dia adalah
Tuhan kita, Juruselamat dan Raja.” Alasan mengapa kita memuliakan Tuhan dan
memuji Jahshua adalah karena Jahshua mematuhi kehendak BapaNya sampai mati.
Kalau Dia tidak taat, kita tidak memuliakan Anak Jahweh sekarang. Tetapi karena
Anak Jahweh mematuhi kehendak BapaNya sampi mati, semua ciptaan dan semua manusia
di dunia ini memuliakanNya dan akan melakukannya selama-lamanya.
Jahshua Kristus menjadi Domba Jahweh yang membasuh
dosa dunia ini, dan dituliskan bahwa Dia menanggung dosa melalui baptisanNya.
Sekarang, hampir 2000 tahun telah berlalu sejak Dia menghapuskan dosa dunia.
Dan karena Anda dan saya tinggal di dunia ini sejak kita dilahirkan, semua dosa
kita juga termasuk dalam dosa dunia
Apakah kita orang yang berdosa
walaupun kita berbuat dosa
pada keesok hari? |
Bukan. Karena Jahshua menghapuskan
semua dosa kita masa lampau,
masa kini, dan masa depan. |
Tanpa memisahkan dosa asal dari dosa sepanjang
hidup kita, tidakkah kita berdosa sejak kita dilahirkan?
Jahshua tahu bahwa kita akan berdosa sejak kita
dilahirkan sampai mati dan Dia menanggung dosa kita terlebih dahulu. Anda bisa
melihat itu sekarang? Kalau kita bisa hidup sampai 70 tahun, dosa kita akan
begitu banyak sampai memenuhi seratus truk besar. Tetapi Jahshua langsung menanggung
dosa kita dan semua manusia melalui baptisanNya. Dia menanggung semua dosa
kita ke Kayu SalibNya.
Kalau Jahshua menghapus dosa asal saja, kita semua
akan mati dan masuk ke neraka. Walaupun kita merasa kalau Dia tidak mungkin
menanggung semua dosa kita, hal itu tidak tidak mengubah fakta bahwa Jahshua
membasuh semua dosa kita.
Berapa banyak dosa yang kita lakukan di dunia
ini? Semua dosa kita itu termasuk dalam dosa dunia.
Ketika Jahshua meminta Yohanes Pembaptis membaptiskanNya,
inilah yang dimaksudkanNya. Jahshua sendiri memberi kesaksian bahwa Dia membasuh
semua dosa kita. Jahweh mengutus hambaNya ke hadapan Jahshua dan menyuruhnya
membaptiskan Jahshua. Dan dengan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, wakil manusia,
dengan menundukkan kepala di hadapanya untuk dibaptis, Jahshua mengambil semua
dosa manusia.
Saat ini, semua dosa kita dari usia 20 sampai
30, dari 30 sampai 40 dan seterusnya, dan dosa anak-anak juga termasuk dalam
dosa dunia ini yang dihapuskan oleh Jahshua melalui baptisanNya.
Siapa bisa berkata bahwa masih ada dosa di dunia
ini? Jahshua Kristus menghapuskan semua dosa dunia ini, dan kita semua bisa
diselamatkan pada saat kita percaya kepada di dalam kita, tanpa ragu-ragu, pada
apa yang dilakukan Jahshua untuk pendamaian bagi dosa kita: baptisanNya dan
pencurahan darahNya yang tak ternilai harganya.
Sebagian besar manusia hidup dalam ikatan pikirannya
sendiri, dan berkata mengenai kehidupannya seolah-olah kehidupannya adalah segala-galanya.
Tetapi ada banyak juga yang menjalani kehidupan yang berat. Banyak juga, termasuk
saya, menjalani kehidupan yang naik turun. Bagaimana Anda bisa tidak mengerti
atau menerima Injil pengampunan, Injil baptisan Jahshua dan darahNya?
Keselamatan Orang Berdosa Diselesaikan
Mengapa Jahshua membasuh
kaki Petrus? |
Karena Dia ingin Petrus mempunyai
iman yang kuat kepada fakta bahwa Ia sudah
membasuh semua dosa masa
depannya melalui baptisanNya. |
Mari kita baca Yohanes 19. “Sambil memikul
salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa
Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia
disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Jahshua di tengah-tengah.
Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya:
“Jahshua, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Banyak orang Yahudi yang membaca
tulisan itu, sebab tempat di mana Jahshua disalibkan letaknya dekat kota dan
kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani (Yohanes
19:17-20).
Saudara, Jahshua Kristus menanggung dosa dunia
ini dan dijatuhi hukuman Salib di pengadilan Pilatus. Nah mari kita membayangkan
apayang kemudian terjadi.
Dari ayat 28, “Sesudah itu, karena Jahshua
tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia— supaya genaplah yang
ada tertulis dalam Alkitab Suci.” Jahshua menanggung semua dosa kita untuk
menggenapi Firman Jahweh. “Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur
asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Jahshua. Sesudah itu,
berkatalah Ia ; “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan
nyawa-Nya” (Yohanes 19:28-30).
Dan setelah 3 hari, Dia dibangkitkan dari kematian
dan naik ke sorga.
Baptisan Jahshua oleh pembaptis Yohanes Pembaptis
dan kematianNya atas Kayu Salib berkaitan, sehingga yang satu tidak bisa ada
tanpa ada yang satunya. Oleh karena itu mari kita memuji Tuhan Jahshua atas
keselamatan yang diberikan kepada kita melalui Injil pengampunanNya.
Daging manusia selalu mengikuti keinginannya,
dan kita terpaksa berbuat dosa karena kelemahan daging. Jahshua Kristus memberikan
kita baptisan dan darahNya untuk menyelamatkan kita dari dosa kedagingan kita.
Dia menyelamatkan kita dari dosa kedagingan kita dengan InjilNya.
Dan orang yang memiliki pengampunan sempurna bisa
masuk ke kerajaan sorga kapan saja dengan iman kepada Jahshua, yang dilahirkan
di Bethlehem, yang dibaptis di sungai Yordan, yang mati atas Kayu Salib dan
dibangkitkan setelah 3 hari. Oleh karena itu kita memuji Tuhan dan memuliakan
namaNya selama-lamanya.
Dalam pasal terakhir Injil Yohanes, Jahshua pergi
ke Galilea setelah Dia dibangkitkan dari kematian. Dia menemui Petrus dan berkata,
“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya:
“Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Jahshua
kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Petrus menyadari semuanya, Injil dari baptisan
Jahshua dan darahNya, pengampunan dosa. Sekarang dia percaya kepada Injil air
dan darah, tentang pengampunan, dan menyadari alasan mengapa Jahshua membasuh
kakinya, imannya kepada Jahshua menjadi semakin kuat.
Mari kita baca Yohanes 21:15 lagi. “Sesudah
sarapan Jahshua berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes Pembaptis,
apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”Jawab Petrus kepada-Nya:
“Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Jahshua kepadanya:
“Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Dia mempercayakan domba-dombaNya kepada
Petrus karena Petrus adalah muridNya, karena Petrus diselamatkan secara sempurna
dan karena Petrus menjadi hamba Tuhan yang benar dan sempurna.
Kalau Petrus menjadi orang yang berdosa karena
dosa setiap hari, Jahshua tidak menyuruhnya mengabarkan Injil penebusan dosa,
karena dia, termasuk murid lain, terus berdosa setiap hari dalam tubuh. Namun
Jahshua menyuruh mereka mengabarkan Injil yang menghapuskan dosa mereka karena
mereka percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di atas Kayu Salib, Injil
penebusan dosa.
Tuhan, Engkau Tahu Bahwa Aku Mengasihi Engkau
Apakah Anda akan menjadi
'orang berdosa' kembali bila
Anda berbuat dosa lagi? |
Tidak. Jahshua telah membasuh semua
dosa masa depan di sungai Yordan. |
Mari kita berpikir tentang perkataan Jahshua kepada
Petrus. “Simon, anak Yohanes Pembaptis, apakah engkau mengasihi Aku lebih
dari pada mereka ini?” “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”
Pengakuannya meengenai kasihnya memang benar karena keluar dari iman kepada
Injil penebusan dosa.
Kalau Jahshua tidak mengajarkan Petrus dan murid
yang lain Injil pengampunan dosa dengan membasuh kaki mereka, mereka tidak bisa
mengakui kasih seperti itu.
Sebaliknya, kalau Jahshua datang ke mereka dan
bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Petrus
mungkin menjawab, “Tuhan, Aku tidak sempurna dan orang berdosa. Aku orang
berdosa yang tidak bisa mengasihi Engkau lebih dari pada mereka ini. Mohon tinggalkan
aku.” Dan Petrus mungkin lari serta menyembunyikan diri dari hadapan.
Namun mari kita berpikir mengenai jawaban Petrus.
Dia diberkati dengan Injil pengampunan, baptisan Jahshua dan darahNya yang menyelamatkan
manusia.
Oleh karena itu dia berkata, “Benar Tuhan,
Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Pengakuan ini keluar dari imannya
kepada Injil pengampunan Jahshua. Petrus percaya kepada Injil pengampunan yang
benar, yang melaluinya Jahshua mengangkat dosa dunia, termasuk dosa masa depan
yang akan dilakukan karena ketidaksempurnaan dan kelemahan daging.
Karena Petrus percaya kepada Injil pengampunan
dosa dan kebenaran bahwa Jahshua adalah Domba Jahweh, dia bisa menjawab kepada
Tuhan tanpa ragu-ragu. Keselamatan dari Jahshua berasal dari Injil pengampunan
dosa, dan Petrus diselamatkan dari dosa setiap harinya juga. Petrus percaya
kepada keselamatan melalui Injil pengampunan dosa dunia.
Apakah Anda juga seperti itu? Bisakah Anda mengasihi
dan percaya kepada Jahshua yang menanggung dosa dunia ini bagi kita melalui
Injil pengampunanNya, melalui baptisan dan darahNya? Bagaimana Anda bisa tidak
mengasihiNya dan mempercayaiNya? Tidak ada yang lain yang bisa kita lakukan.
Kalau Jahshua hanya membasuh semua dosa masa lampau
atau masa kini, dan meninggalkan dosa masa depan, bisakah kita memujiNya seperti
sekarang? Dan kalau begitu kita mungkin masuk ke neraka. Oleh karena itu kita
harus mengakui bahwa kita diselamatkan dengan percaya kepada Injil pengampunan
dosa.
Daging selalu lemah atas dosa dan karena itukita
terus menerus berdosa. Oleh karena itu kita harus mengakui bahwa kita sudah
diselamatkan karena percaya kepada Injil pendamaian yang berkelimpahan yang
diberikan Jahshua bagi kita, yaitu baptisan dan darahNya.
Kalau kita tidak percaya kepada Injil penebusan
dosa, kepada baptisan dan darahNya, tidak ada yang akan diselamatkan dari dosa
sepanjang hidup. Dan kalau kita diselamatkan dari semua dosa sepanjang hidup
dengan mengakui dan bertobat setiap saat, kita mungkin akan menjadi terlalu
untuk tetap berada dalam kebenaran dan kemudian kita akan selalu berdosa di
dalam hati.
Kalau begitu, kita kembali menjadi orang yang
berdosa dan tidak bisa mengasihi Jahshua atau mendekatiNya. Kemudian kita tidak
bisa percaya kepada keselamatan Jahshua dan kita tidak bisa mengikutiNya sampai
mati.
Akan tetapi, Jahshua memberikan Injil pengampunan
dosa dan menyelamatkan yang percaya. Dia menjadi Juruselamat sempurna dan membasuh
semua kesalahan yang kita lakukan setiap hari dalam kehidupan sehingga kita
bisa sungguh-sungguh mengasihiNya.
Oleh karena itu kita, yang percaya tidak bisa
tidak mengasihi Injil baptisan dan darah Jahshua, pengampunan dosa kita. Semua
orang percaya bisa mengasihi Jahshua selama-lamanya dan menjadi tawanan dari
kasih keselamatan melalui Injil pengampunan dosa yang diberikan Jahshua kepada
kita.
Saudara yang kekasih. Kalau Jahshua meninggalkan
sedikit saja dosa, Anda tidak akan bisa percaya kepada Jahshua dan tidak bisa
menjadi saksi atas Injil pengampunan dosa. Anda tidak bisa bekerja sebaga hamba
Tuhan.
Tetapi kalau Anda percaya kepada Injil pengampunan
dosa, Anda bisa diselamatkan dari semua dosa. Dia menyelamatkan Anda dari semua
dosa dunia pada saat Anda menyadari kebenaran Injil pengampunan yang dikatakan
Jahshua.
Apakah Engkau Mengasihi Aku Lebih Dari Pada Mereka Ini?
Apa yang membuat kita mengasihi
Jahshua lebih dari pada yang lain? |
KasihNya kepada kita melalui
baptisan yang membasuh semua dosa
kita termasuk dosa masa depan |
Tuhan mempercayakan domba-dombaNya kepada hambaNya,
yang percaya kepada Injil pengampunan dosa. Yeus bertanya tiga kali, “Simon,
anak Yohanes Pembaptis, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”
dan jawab kepadaNya Petrus, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”
Sekarang, mari kita berpikir tentang jawaban Petrus. Kita bisa melihat bahwa
ini bukan jawaban atas kehendaknya sendiri, tetapi iman kepada Injil pengampunan
semua dosa dunia.
Bila kita mengasihi seseorang, dan kalau kasih
ini muncul dari kehendak kita, kasih itu akan berakhir bila kita lemah. Tetapi
kalau kasih ini bergantung dengan kekuatan kasihnya, maka kasih itu ini bertahan
selama-lamanya. Kasih Tuhan, contohnya, pengampunan berlimpah atas dosa kita,
keselamatan air pembaptisan Jahshua dan Roh adalah seperti itu.
Iman kita pada Injil pengampunan dosa dunia ini
menjadi dasar untuk pekerjaan kita untuk Tuhan dan kasih kita terhadapNya. Kalau
kita mengasihiNya hanya dengan kehendak kita, kita akan tersandung dan akhirnya
saling membenci karena kesalahan kita. Tetapi Jahshua membasuh semua dosa kita:
dosa asal, dosa setiap hari pada masa lampau, dosa masa depan, dan semua dosa
sepanjang kehidupan. Dia tidak meninggalkan satu orang pun dari jangkauan keselamatanNya.
Ya, Kalau kasih kita dan iman kita bergantung
kepada kehendak kita, iman kita juga akan gagal. Tetapi karena kasih dan iman
kita bergantung kepada Injil pengampunan yang Jahshua berikan, kita telah menjadi
anak-anak Jahweh, orang benar. Karena kita percaya kepada keselamatan lewat
air dan Roh, kita menjadi orang tanpa dosa.
Dan karena keselamatan kita telah datang, tidak
dari iman kepada diri kita sendiri, tetapi dari kasih Tuhan, hukum keselamatanNya
yang benar melalui pengampunan dosa kita, kita adalah orang benar walaupun kita
tidak sempurna dan lemah dalam kehidupan nyata. Kita akan masuk kerajaan sorga
dan memuji Tuhan selama-lamanya. Percayakah anda?
Jahshua berkata, “Bukan kamu yang mengasihiKu
tetapi Aku yang mengasihimu.” “Dalam kasih ini, bukan Engkau yang mengasihiKu
melainkan Aku yang mengasihimu.” Jahshua menyelamatkan kita dengan air dan Roh
Kudus, jadi kita harus percaya kepada Injil pengampunan, baptisan Jahshua dan
darahNya.
Kalau Tuhan tidak menyelamatkan kita dengan Injil
pengampunan dosa, kita tidak diselamatkan sekuat apapun iman kita. Tetapi Jahshua
membasuh semua dosa yang kita lakukan dalam hati dan tubuh.
Untuk percaya kepada Tuhan, untuk menjadi benar,
kita harus yakin akan keselamatan kita, melalui iman kepada Firman tentang air
dan Roh, Injil pengampunan. Injil pengampunan semua dosa dunia adalah dengan
mempunyai iman kepada baptisan Jahshua dan darahNya. Injil pengampunan adalah
iman yang benar, dasar keselamatan yang benar, kunci kepada Injil Jahweh.
Manusia Harus Membuang Iman Yang Berasal Dari Kehendak Sendiri
Dari mana sumber iman
yang sejati? |
Dari kasih Tuhan yang telah
membasuh semua dosa
masa depan kita |
Iman atau kasih yang berasal dari kehendak sendiri
bukanlah kasih atau iman benar. Ada banyak orang di dunia ini yang pertama-tama
percaya kepada Jahshua dengan kehendak baik, kemudian membuang semua iman mereka
karena dosanya di dalam hati.
Tetapi kita harus tahu bahwa Jahshua membasuh
semua dosa dunia ini: bukan hanya kesalahan yang tidak penting tetapi juga
dosa serius yang kita buat karena ketidaktahuan kita.
Dalam Yohanes 13, untuk mengajar murid-muridNya
betapa penting keselamatanNya, Jahshua mengumpulkan semua muridNya sebelum Ia
disalibkan. Sebelum Dia makan malam dengan murid-murid, Dia membasuh kaki mereka
untuk memberikan gambaran mengenai keselamatanNya. Kita semua harus tahu dan
percaya kepada Injil pengampunan yang diajarkan Jahshua kepada murid-muridNya
dengan membasuh kaki mereka.
Tetapi Petrus mua-mula tidak membiarkan Jahshua
membasuh kakinya. “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.”
Dan inilah ungkapan iman yang berasal kehendak diri sendiri. Tetapi Jahshua
berkatanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau
akan mengertinya kelak.”
Dengan Injil dari air dan Roh, kita bisa mengerti
perkataan Jahshua. Perkataan-perkataan itu adalajh kebenaran, Injil dari air
dan Roh, pengampunan dosa, yang membuat orang berdosa menjadi benar dengan memcayainya
sepenuh hati.
Petrus mencari ikan dengan murid-murid yang lain.
Mereka mencari ikan seperti sebelum mereka bertemu Jahshua. Lalu Jahshua muncul
di hadapan mereka dan memanggil mereka. Jahshua mempersiapkan sarapan untuk
mereka, dan selama mereka makan, Petrus menyadari arti Firman yang Jahshua katakan
sebelumnya. “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau
akan mengertinya kelak.” Dia akhirnya menyadari apa yang Jahshua maksudkan
ketika Dia membasuh kakinya.
“Tuhan membasuh semua dosa saya. Semua dosa yang
saya lakukan karena saya lemah, termasuk semua dosa yang akan saya lakukan.”
Oleh sebab itu Petrus membuang iman yang berasal dari kehendaknya sendiri dan
mulai percaya kepada baptisan dan darah Jahshua, Injil pengampunan.
Setelah sarapan, Jahshua bertanya Petrus, “Apakah
engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Dan sekarang, dengan didasari
oleh imannya kepada kasih Jahshua, Petrus mengakui, “Benar Tuhan, Engkau
tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”
Petrus bisa berkata begitu karena dia menyadari
apa yang Jahshua maksudkan ketika Dia berkata, “engkau akan mengertinya kelak.”
Dia bisa mengakui imannya yang benar, imannya kepada baptisan dan darah Jahshua,
Injil pengampunan.
Kemudian, Dia Menjadi Hamba Jahweh Yang Benar
Bagaimana Anda bisa menjadi
hambaNya yang benar? |
Dengan iman kepada penebusan
KekalNya atas dosa kita. |
Sejak itu, Petrus dan murid-murid yang lain mengabarkan
Injil sampai mati. Bahkan Paulus, yang menganiaya orang Kristen tanpa belas
kasihan, memberi kesaksian tentang Injil selama zaman Kerajaan Romawi yang sulit
Di antara keduabelas murid Jahshua, Yudas menjual
Jahshua dan menggantung diri. Lalu rasul Paulus yang mengantikannya. Murid-murid
memilih Matias antara mereka, tetapi Paulus yang dipilih oleh Tuhan, dan Paulus
menjadi rasul dan mengabarkan Injil pengampunan dengan murid-murid lainnya.
Sebagian besar diantara murid Jahshua mati sebagai
martir. Meskipun mereka diancam kematian, mereka terus mengabarkan Injil yang
asli.
“Jahshua Kristus membasuh semua dosa tubuh
Anda dengan InjilNya tentang baptisan dan darah, Injil pengampunanNya. Jahshua
menghapus dosa Anda melalui baptisanNya di sungai Yordan dan menanggung hukuman
Salib untuk Anda. Percayalah kepada Injil baptisan Jahshua dan darahNya di atas
Kayu Salib, dan diselamatkan.”
Dan ada banyak orang yang diselamatkan karena
mendengar Injil dan dengan percaya kepadanya. Inilah kekuatan iman kepada Injil
dari baptisan Jahshua, DarahNya, dan Roh Kudus.
Murid-murid mengabarkan Injil tentang air dan
Roh, “Jahshua adalah Tuhan dan Juruselamat.” Dan karena mereka memberi
kesaksian tentang Injil dari air dan Roh, Anda dan saya sekarang bisa mendengar
Injil dari baptisan dan darah Jahshua, dari keselamatan, dan diselamatkan dari
dosa. Karena kasih Jahweh yang berlimpah dan keselamatan sempurna Jahshua, kita
semua menjadi murid-murid Jahshua.
Anda sekalian percaya? Jahshua sungguh-sungguh
mengasihi kita sehingga Dia memberikan Injil dari air dan Roh kepada kita, memberi
pengampunan dan menjadikan kita murid-murid Jahshua yang sejati. Dan untuk mengajarkan
Injil pengampunan yang benar, Jahshua membasuh kaki murid-muridNya.
Jahshua membasuh kaki murid-muridNya untuk mengajarkan
kapada mereka dan kita bahwa semua dosa dunia ini, semua dosa yang kita buat
sepanjang kehidupan kita, telah dibasuh secara sempurna pada saat Jahshua dibaptis
dan mencurahkan darah atas Kayu Salib. Dan kita bersyukur kepada Jahshua atas
kasihNya dan Injil pengampunan.
Jahshua mengajarkan kita dua hal dengan membasuh
kaki murid-murid. Pertama, seperti yang dikatakanNya, “Apa yang Kuperbuat,
engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” bahwa
semua dosa kita telah dibasuh melalui Injil pengampunan, baptisan Jahshua dan
darahNya.
Hal itu juga mengajarkan bahwa Jahshua merendahkan
diriNya sendiri untuk menyelamatkan orang yang berdosa dan membuat mereka benar,
kita, yang dilahirkan kembali harus melayani orang lain dengan mengabarkan Injil
pengampunan. Kita yang datang lebih dahulu melayani yang kemudian.
Dua alasan Jahshua membasuh kaki murid-murid pada
hari Paskah jelas sekali. Dan keduanya masih ada di dalam gereja.
Murid tidak bisa lebih tinggi dari pada gurunya.
Oleh sebab itu kita mengabarkan Injil kepada dunia dan melayani seperti kita
melayani Jahshua. Dan kita, yang diselamatkan terlebih dahulu, harus melayani
yang kemudian. Untuk mengajarkan hal ini, Jahshua membasuh kaki muridNya. Juga
dengan membasuh kaki Petrus, Dia memperlihatkan kepada kita bahwa Dia adalah
Juruselamat yang sempurna untuk kita, sebab itu kita tidak akan digoda iblis
lagi.
Anda sekalian bisa diselamatkan dengan percaya
kepada Injil pengampunan, dari air dan Roh. Jahshua membasuh semua dosa kita
melalui baptisanNya, penyalibanNya, dan KebangkitanNya, dan hanya orang yang
percaya kepada InjilNya yang diselamatkan dari dosa dunia selama-lamanya.
Percayalah Kepada Injil Yang Membasuh Semua Dosa Setiap Hari
Kita
Kita bisa mengelakkan tipuan iblis dengan iman
kepada Injil pengampunan, Firman dari air dan Roh. Manusia mudah digoda iblis
dan iblis terus-menerus berbisik ke telinga kita. Mengingat bahwa tubuh berdosa
di dunia ini, bagaimana dia bisa bebas dari dosa? Semua manusia adalah orang
berdosa.
Kita tahu jawabnya, “Kalau tahu bahwa Jahshua
telah membasuh semua dosa tubuh kita melalui baptisanNya, bagaimana mungkin
orang percaya bisa berdosa? Karena Jahshua melunasi semua hutang dosa, bagaimana
mungkin masih ada dosa yang kita harus bayar?”
Kalau kita tidak percaya kepada Injil dari air
dan darah, kata-kata iblis kedengaran benar. Tetapi kalau kita mempunyai Injil
di dalam hati, kita bisa mempunyai iman kuat kepada kebenaran Firman Tuhan.
Oleh sebab itu kita harus percaya kepada Injil
kelahiran kembali dari air dan darah. Iman benar adalah iman kepada Injil dari
baptisan Jahshua, darahNya, kematianNya dan kebangkitanNya.
Apakah Anda pernah melihat gambar pelataran Kemah
Suci? Bangunan itu kecil saja. Bangunan ini dibagi dua, yang diluar adalah tempat
kudus dan yang didalam merupakan tempat maha kudus di mana ada tahta rahmat
berada.
Ada sekitar 60 tiang di pelataran luar, dan di
tempat kudus ada 48 papan. Kita harus memiliki gambaran tentang kemah suci di
dalam pikiram kita untuk mengerti Firman Tuhan.
Dan Dibuat Dari Apakah Gerbang Pelataran Kemah Suci?
Dengan apa pintu
gerbang pelataran Kemah
Suci dibuat? |
Tirai dari kain ungu tua dan kain
ungu muda, kain kirmizi dan dari
lenan halus yang dipintal
benangnya |
Gerbang pelataran kemah suci dijelaskan didalam
Keluaran 27:16, “untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua hasta dari kain
kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -dengan empat tiangnya
dan empat alas tiang itu” (Keluaran, 27:16). Bahan-bahan yang digunakan
untuk pintu gerbang pelataran itu adalah kain yang berwarna biru, ungu, merah
tua dan benang lenan bagus. Dan semuanya dipintal halus berwarna-warni.
Jahweh menyuruh Musa menenun pintu gerbang secara
berwarna-warni lenan tenun biru, ungu, merah tua supaya mudah ditemukan. Dan
pintu gerbang yang dibuat dengan tenun berwarna biru, ungu, merah tua dan benang
lenan yang bagus digantung pada 4 tiang.
Keempat bahan itu melambangkan pola keselamatan
Tuhan, yang dengannya Ia menyelamatkan semua manusia yang percaya kepada Tuhan,
kepada pembatisan dan darah Jahshua dan kepada PribadiNya sebagai Tuhan.
Setiap bahan yang dipakai untuk membangun Kemah
Suci mempunyai arti masing-masing dan mewakili Firman Tuhan dan rencanaNya untuk
menyelamatkan manusia melalui Jahshua.
Berapa jenis bahan yang berbeda digunakan untuk
pintu gerbang pelataran itu? Kain biru, kain ungu, kain merah tua dan benang
lenan halus. Dan keempat bahan ini sangat penting untuk menguatkan iman kita
kepada Injil kelahiran kembali. Kalau hal ini tidak penting, maka informasi
ini tidak akan ditulis dalam Alkitab secara sangat terperinci.
Dan karena semua bahan yang digunakan untuk pintu
gerbang pelataran Kemah Suci itu dan pelataran luar bagian penting untuk keselamatan
yang membasuh dosa setiap hari kita, dosa asal, dan dosa masa depan, maka pintu
gerbang itu dibuat dengan kain biru, kain ungu, dan kain merah tua dan benang
lenan halus. Jahweh yang menunjukkan kepada Musa bahan-bahan itu dan menyuruhnya
melakukan secara tepat seperti yang dikatakan kepadanya.
Apa Artinya Kain Biru, Kain Ungu, dan Kain Merah Tua Dalam Injil
Tuhan?
Apa yang dilambangkan oleh
Semua bahan yang digunakan
Untuk Kemah Suci? |
Keselamatan Jahshua melalui
baptisanNya |
Di dalam Kemah Suci, kain biru, kain ungu, dan
kain merah tua, dan benang lenan halus digunakan juga untuk tabir yang digantung
antara tempat kudus dan tempat maha kudus. Dan bahan yang sama digunakan untuk
jubah Imam Besar yang melayani di Kemah Suci.
Kain biru melambangkan baptisan Jahshua. Dalam
1 Petrus 3:21, ditulis, “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya,
yaitu baptisan.” Baptisan Jahshua yang melaluinya Dia menanggung semua dosa
dunia dikuatkan oleh perkataan Petrus dalam ayat itu sebagai kiasan keselamatan
pengampunan. Semua dosa kita, semua dosa dunia ini ditanggungkan keatas Jahshua
melalui baptisanNya. Oleh karena itu kain biru, Baptisan, merupakan bagian paling
penting untuk keselamatan dunia.
Kain merah tua melambangkan darah Jahshua, dan
kain ungu melambangkan kerajaan— status Jahshua sebagai Raja dan Tuhan. Oleh
karena itu ketiga warna kain itu diperlukan oleh iman kita kepada Jahshua dan
keselamatanNya.
Jubah berwarna-warni yang dipakai Imam Besar disebut
sebagai baju efod, dan baju efod itu berwarna biru. Imam Besar memakai serban
di atas patam yang dibuat dari emas murni dan diukirkan tulisan ‘KUDUS BAGI
TUHAN’ Kemudian patam itu diikat pada serban dengan tali biru.
Kebenaran Yang Dilambangkan Oleh Kain Biru
Saya mencari arti kain biru di dalam Alkitab.
Bagaimana Alkitab menjelaskan warna biru? Kita harus mengerti kain biru di antara
kain biru, kain ungu, dan kain merah tua.
|
Apa yang kain biru lambangkan? |
|
Baptisan Jahshua |
Kain biru berarti baptisan Jahshua. Jahshua Kristus
dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk menanggung semua dosa dunia ini (Matius
3:15).
Kalau Jahshua tidak menanggung semua dosa dunia
ini melalui baptisanNya, kita, yang setia, tidak bisa disucikan di hadapan Tuhan.
Maka, Jahshua Kristus harus datang ke dunia ini dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis
di sungai Yordan untuk menanggung semua dosa dunia ini.
Alasan kain biru harus diletakkan di pintu gerbang
pelataran Kemah Suci itu adalah bahwa kita tidak bisa disucikan tanpa baptisan
Jahshua.
Kain merah tua berarti kematian Jahshua. Ungu
berarti Roh, maka keadaan Jahshua “Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh
bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan” (1 Timotius
6:15).
Kain merah tua berarti darah Kristus, yang dicurahkan
di atas Salib untuk melunasi hutang dosa bagi manusia. Jahshua Kristus datang
ke dunia ini dalam rupa manusia untuk menempatkan dosa manusia di atas diriNya
sendiri, sebelum mengorbankan diriNya sendiri di atas Kayu Salib untuk Injil
pengampunan dosa. Baptisan Jahshua adalah kebenaran Injil pengampunan yang dinubuatkan
melalui warna kain yang digunakan untuk Kemah Suci di Perjanjian Lama.
Tiang-tiang di dalam Kemah Suci itu dibuat dari
kayu akasia dan alas-alas tiang itu dari tembaga, dan setiap alas tiang disambung
dengan kawat perak.
Semua orang yang berdosa harus dihukum karena
dosa mereka karena upah dosa adalah maut. Sebelum manusia bisa diberkati Tuhan
untuk hidup kembali, dia harus dihukum atas dosanya.
Namun demikian baptisan Jahshua dalam Perjanjian
Baru, yang adalah kain biru di Kemah Suci dalam Perjanjian Lama, menjadi lambing
ditanggungnya semua dosa kita. Dia mengangkat semua dosa kita ke Kayu Salib
untuk mencurahkan darah dan dihukum karena dosa-dosa itu dan menyelamatkan kita
semua yang setia kepada Injil pengampunan. Dia adalah Raja di atas segala raja
dan Jahweh yang Kudus.
Saudara yang kekasih, baptisan Jahshua adalah
keselamatan dari Jahshua yang menyelamatkan kita dengan mengangkat semua dosa
kita. Jahshua, yang adalah Tuhan, datang ke dunia ini dalam rupa manusia; Dia
dikorbankan dan mencurahkan darah atas Kayu Salib untuk menanggung penghukuman
kita. Dan baptisan Jahshua mengajar kepada kita melampaui bayangan semu itu
bahwa Dia menjadi Juruselamat yang benar untuk semua manusia.
Kita bisa juga melihat ini dalam warna yang digunakan
untuk pintu gerbang Kemah Suci. Benang lenan halus berarti bahwa Dia menyelamatkan
kita semua tapa kecuali dari semua dosa dunia.
Sulaman tirai pada pintu gerbang dengan kain biru,
kain ungu, dan kain merah tua dan benang lenan halus adalah untuk mengajar kita
secara jelas tentang kebenaran keselamatan Tuhan. Inilah yang paling penting
bagi keselamatan pendamaian.
Kita bisa melihat dari bahan-bahan yang digunakan
untuk pintu gerbang Kemah Suci bahwa Jahshua Kristus tidak menyelamatkan kita
secara sembarngan atau tanpa rencana. Dia, menuruti rencana Jahweh dengan sangat
teliti, dibaptis dan disalibkan, kemudian dibangkitkan dari kematian untuk menggenapkan
keselamatan manusia. Dengan kain biru, kain ungu, dan kain merah tua, yaitu
bahan-bahan Injil pengampunan, Jahshua menyelamatkan kita semua yang percaya
kepada keselamatanNya.
Bejana Tembaga di Perjanjian Lama adalah Bayangan Baptisan di
Perjanjian Baru
Mengapa Imam membasuh
tangan dan kaki sebelum mereka
masuk ke tempat kudus? |
Karena mereka harus berdiri di
hadapan Tuhan tanpa dosa. |
Bejana juga dibuat dari tembaga. Tembaga melambangkan
hukuman yang Jahshua derita karena kita. Dan air dalam bejana melambangkan perkataan
Injil yang mengatakan kepada kita semua bahwa kesalahan kita telah dibasuhkan.
Ini menunjukkan kepada kita bagaimana pembersihan
dosa kita semua dilakukan. Ini adalah bayangan kebenaran bahwa dosa setiap hari
manusia bisa dibersihkan melalui iman kepada Firman baptisan Jahshua.
Mezbah korban bakaran melambangkan penghukuman.
Dan air Jahshua, yang berwarna biru, adalah Injil penebusan dosa, baptisan Jahshua
oleh pembaptis Yohanes Pembaptis (Matius 3:15, 1 Yohanes 5:5-10). Semuanya ini
merupakan kesaksian bagi Injil keselamatan melalui pendamaian.
Dalam 1 Yohanes 5, ditulis, “Dan inilah kemenangan
yang mengalahkan dunia: iman kita. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi:
Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.” Dan Dia juga berkata kita
bahwa orang yang percaya kepada Anak Jahweh memiliki kesaksian di air, darah,
dan Roh di dalam dirinya.
Jahweh menyucikan kita melalui iman kepada Injil
penebusan dan memasukkan kita ke dalam Kemah Suci. Oleh karena itu kita bisa
hidup dalam iman, makan dari Firman Tuhan, diberkatiNya, dan hidup menghidupi
kehidupan sebagai orang benar. Menjadi umat Jahweh berarti diselamatkan melalui
iman kepada Injil penebusan dosa dan hidup di dalam Kemah Suci.
Banyak orang saat ini berkata bahwa cukup percaya
saja tanpa berpikir mengenai kain biru, kain ungu, dan kain merah tua di pintu
gerbang Kemah Suci itu. Kalau seseorang percaya kepada Jahshua tanpa mengerti
hal-hal itu, imannya mungkin bukan iman benar karena masih ada dosa dalam hatinya.
Orang masih berdosa dalam hati karena dia tidak percaya kepada kebenaran dari
kelahiran kembali melalui Injil penebusan, dari air, dari darah, dan Roh.
Kalau orang diminta menilai seseorang yang tidak
dikenalnya sama sekali, dan supaya orang itu senang dia berkata, “Ya, saya percaya
kepadanya. Saya belum pernah bertemu denganya tapi saya percaya kepadanya.”
Apakah Anda pikir orang itu akan senang dengan jawaban itu? Mungkin sebagian
dari Anda senang, tapi itu bukanlah kepercayaan yang Tuhan inginkan.
Tuhan ingin kita percaya kepada Injil pengampunan,
keselamatan Jahshua melalui biru (baptisan), ungu (kerajaan), dan merah tua
(darah). Kita harus tahu sebelum kita mempunyai iman kepada Jahshua bagaimana
Dia menyelamatkan kita dari dosa.
Ketika kita percaya kepada Jahshua, kita harus
tahu bagaimana Dia menyelamatkan kita dari semua dosa kita melalui air (baptisan
Jahshua), darah (kematianNya), dan Roh (Jahshua sebagai Jahweh).
Ketika kita sungguh-sungguh mengerti, kita bisa
mengalami dan memiliki iman yang sempurna. Iman kita tidak akan sempurna tanpa
mengerti kebenaran. Iman benar datang hanya dari pemahaman yang benar kepada
kesaksian tentang keselamatan dari Jahshua, kepada Injil pengampunan, dan Jahshua
sebagai Juruselamat manusia yang sejati.
Lalu, iman yang bagaimana yang menghina Jahshua?
Mari kita lihat!
Iman Yang Menghina Jahshua
Apa yang paling penting
pada iman? |
Pengetahuan yang benar tentang
baptisan Jahshua |
Anda harus tahu bahwa iman sekehendak hati sendiri
adalah penghinaan kepada Jahshua. Kalau anda pikir, “Saya menyadari bahwa sangat
sulit percaya, tetapi karena Dia adalah Tuhan dan Dia adalah Anak Jahweh, saya
tetap harus percaya,” Anda sedang menghina Jahshua. Anda harus percaya kepada
baptisan dan darah Jahshua, Injil penebusan.
Iman kepada Jahshua tanpa mengenal Injil penebusan
lebih buruk dari pada tidak percaya kepada Jahshua sama sekali. Mengabarkan
Injil pada saat seseorang hanya percaya kepada darah Jahshua ialah pekerjaan
sia-sia tanpa mengerti kebenaran.
Jahshua tidak ingin seorang pun pergi untuk mengabarkan
mengenai iman kepadaNya secara sembarangan, atau keyakinan padaNya tanpa alasan.
Dia ingin kita percaya kepadaNya melalui pengertian kepada Injil penebusan.
Bila kita percaya kepada Jahshua, kita tahu bahwa
Injil penebusan adalah baptisan dan darah Jahshua. Bila kita percaya kepada
Jahshua, kita harus mengerti Injil penebusan melalui FirmanNya dan mengerti
secara khusus bagaimana Dia membasuh dosa kita.
Dan kita harus mengerti apa yang dilambangkan
oleh kain biru, kain ungu, dan kain merah tua di pintu gerbang Kemah Suci. Kemudian
kita bisa mempunyai iman yang benar yang akan bertahan selama-lamanya.
Kita Tidak Bisa Dilahirkan Kembali Tanpa Iman Kepada Jahshua,
Yang Dilambangkan oleh Kain Biru, Kain Ungu, Dan Kain Merah Tua
Apa yang Imam lakukan sebelum
mereka masuk ke tempat suci? |
Mereka membasuh tangan dan kaki
Di dalam air dari bejana tembaga. |
Tuhan Jahshua menyelamatkan kita. Kita tidak bisa
tidak memuji Tuhan bila kita melihat betapa hebatnya penyelamatan yang dilakukanNya.
Kita harus melihat Kemah Suci. Dia memberikan Firman Injil penebusan melalui
kain biru, kain ungu, dan kain merah tua di Kemah Suci dan menyelamatkan kita
dengan hal-hal itu. Kita bersyukur dan memuji Tuhan.
Orang yang berdosa tidak bisa masuk ke Kemah Suci
tanpa melalui hukuman yang mengerikan. Bagaimana orang masuk ke Kemah Suci tanpa
dihukum karena dosanya? Dia tidak bisa. Kalau orang seperti itu masuk, dia akan
langsung dibunuh. Ini bukan berkat melainkan kutukan. Orang yang berdosa tidak
bisa masuk ke Kemah Suci dan tidak bisa berharap mendapat kehidupan.
Jahweh menyelamatkan kita melalui rahasia yang
tersembunyi di pintu gerbang Kemah Suci. Dengan kain biru, kain ungu, dan kain
merah tua, dan benang lenan halus, Dia menyelamatkan kita. Dan Dia menjelaskan
rahasia keselamatanNya melalui hal-hal itu.
Sekarang, apakah Anda dan saya telah diselamatkan
dengan cara itu? Kalau kita tidak percaya kepada Firman kain biru, kain ungu,
dan kain merah tua, tidak ada keselamatan melalui Injil penebusan. Warna biru
tidak melambangkan Tuhan, tetapi melambangkan baptisan Jahshua. Artinya adalah
baptisan Jahshua yang mengangkat semua dosa kita.
Orang bisa masuk sampai ke mezbah korban bakaran
tanpa percaya kepada kain biru. Tetapi dia tidak bisa masuk ke Kemah Suci di
mana Tuhan berdiam.
Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke pintu gerbang
Kemah Suci, kita harus percaya kepada kain biru (baptisan Jahshua), kain merah
tua (darahNya atas Kayu Salib), dan kain ungu (keberadaan Jahshua sebagai Tuhan,
Anak Jahweh). Hanya kalau kita percaya, kita akan diterima Tuhan dan diizinkan
masuk melalui tabir tempat Maha Kudus.
Sebagian orang masuk ke bagian luar Kemah Suci
dan berpikir bahwa mereka ada di dalamnya. Tetapi ini bukan keselamatan. Sampai
Berapa jauh kita masuk untuk diselamatkan? Kita harus bisa masuk ke tempat Maha
Kudus.
Untuk masuk ke Bagian Maha Kudus, kita harus melewati
bejana tembaga. Bejana tembaga itu melambangkan baptisan Jahshua, dan kita harus
membasuh dosa setiap hari kita melalui baptisan Jahshua dan disucikan untuk
masuk ke Tempat Kudus.
Dalam Perjanjian Lama, Imam harus membasuh dirinya
sendiri sebelum masuk, dan dalam Perjanjian Baru, Jahshua membasuh kaki murid-muridNya
untuk melambangkan pembasuhan semua kesalahan sepanjang hidup mereka.
Hukum Jahweh berkata, “Sebab upah dosa ialah
maut; tetapi karunia Jahweh ialah hidup yang kekal dalam Kristus Jahshua, Tuhan
kita” (Roma 6:23). Tuhan menghakimi dosa manusia tanpa kecuali tetapi Dia
menanggungkan semianya ke atas AnakNya dan menghukumNya. Inilah kasih Tuhan,
keselamatanNya. Keselamatan sejati tercapai hanya bila kita percaya kepada Injil
penebusan, dari baptisan, dari darah, dan kebangkitan Jahshua.
Untuk Dilahirkan Kembali, Orang Tidak Boleh Menghina Firman
Jahweh yang Tertulis, Injil Penebusan Dosa
|
Apa yang harus kita lakukan? |
Percaya kepada Firman
Jahweh yang tertulis |
Saya tidak pernah menghina orang lain. Ketika
seseorang berkata tentang sesuatu yang saya belum tahu, saya meminta kepadanya
untuk mengajar saya. Tapi ketika saya bertanya tentang arti Kemah Suci, tidak
ada orang yang menjelaskannya.
Lalu apa yang bisa saya lakukan? Saya harus kembali
kepada Alkitab. Didalam Alkitab, di bagian mana Kemah Suci dijelaskan? Hal iyu
dijelaskan secara teliti dalam kitab Keluaran. Dan kalau seseorang membaca buku
ini dengan hati-hati, dia bisa mengerti artinya melalui Firman Jahweh yang
tertulis.
Saudara, Anda tidak bisa diselamatkan dengan percaya
kepada Jahshua secara buta. Anda tidak bisa dilahirkan kembali hanya dengan
datang gereja secara tetap. Kita tahu Jahshua berkata kepada Nikodemus. “Engkau
adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Jika seorang
tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Jahweh”
(Yohanes 3).
Semua orang yang percaya kepada Jahshua harus
percaya kepada kain biru (semua dosa dunia ini ditanggungkan kepada Jahshua
saat Dia dibaptis), kain merah tua (kematian Jahshua karena semua dosa kita),
kain ungu (Jahshua adalah Juruselamat, Tuhan, dan Anak Jahweh).
Kita harus percaya bahwa Jahshua adalah Juruselamat
untuk semua orang berdosa di seluruh dunia. Tanpa iman ini, manusia tidak bisa
dilahirkan kembali, dan juga tidak bisa masuk ke Tempat Kudus di Kerajaan Jahweh.
Orang tidak bisa hidup dengan setia di dunia ini tanpa iman itu.
Bukankah terlalu mudah kalau seseorang dilahirkan
kembali hanya dengan iman kepada Jahshua? -Ya.- “♪Engkau telah diselamatkan.
Saya telah diselamatkan. Kita semua telah diselamatkan.♪” Betapa indahnya.
Tetapi ada terlalu banyak orang yang percaya kepada Jahshua tanpa benar-benar
‘dilahirkan kembali.’
Seseorang harus tahu kebenaran dalam Alkitab dan
juga memiliki iman kepada Jahshua. Kita harus mengerti Injil pengampunan dosa
di dalam Alkitab dan makna kain biru, kain ungu, dan kain merah tua untuk bisa
masuk ke Kemah Suci dan bersama Jahweh di dunia iman. Di dalam Kemah Suci iman,
kita bisa hidup dengan bahagia sampai tiba waktu untuk beralih ke kerajaan sorga.
Penting sekali untuk mengetahui bagaimana percaya kepada Jahshua dengan benar.
Injil Yang Asli Menghasilkan Pengudusan Dengan Kain Biru
Apakah syarat yang sangat
diperlukan untuk keselamatan? |
|
Baptisan Jahshua |
Kadangkala orang berpikir bahwa dia bisa hidup
sempurna tanpa melakukan kesalahan. Ketika dia berusaha melakukan sesuatu, dia
akan segera menyadari kekurangannya. Manusia sangat lemah, maka tidak mungkin
dia tidak berbuat dosa. Tetapi karena Jahshua menyelamatkan kita dengan kain
biru, kain ungu, dan kain merah tua, Injil penebusan, kita bisa dikuduskan dan
masuk ke tempat kudus Tuhan.
Kalau Tuhan tidak menyelamatkan kita dengan kain
biru, kain ungu, dan kain merah tua, kita tidak bisa masuk ke tempat kudus kita
dengan kekuatan sendiri. Mengapa? Kalau hanya orang yang hidup sempurna dalam
dagingnya bisa masuk, tidak akan ada orang yang memenuhi syarat. Kalau orang
percaya kepada Jahshua tanpa Injil, dia hanya menambah dosa di hatinya.
Jahshua menyelamatkan kita melalui keselamatan
yang direncanakanNya dengan cermat, keselamatan dari kain biru, kain ungu, dan
kain merah tua, dan benang lenan halus. Dia menanggung semua dosa kita. Apakah
Anda percaya ini? -Ya.- Apakah Anda memiliki kebenaran Injil pengampunan di
dalam hati dan memberi kesaksian tentang hal itu? -Ya.-
Hanya pada saat Anda memberi kesaksian kepada
Injil, Anda dapat meletakkan patam yang diukirkan ‘Kudus Bagi Tuhan’ dan menjadi
‘imamat yang rajani’ (1 Petrus 2:9). Hanya setelah itu Anda bisa berdiri di
hadapan orang-orang dan berkata kepada mereka bahwa Anda adalah hamba Tuhan,
yang melayani sebagai Imam Besar.
Serban Imam Besar berpatam emas murni dan patam
itu diikat dengan tali biru. Mengapa biru? Karena Jahshua menyelamatkan kita
dengan Injil pengampunan, karena Dia menanggung semua dosa kita dan membuat
kita tidak berdosa melalui baptisanNya (pelatakkan tangan dalam Perjanjian Lama,
baptisan dalam Perjanjian Baru).
Betapapun setia kita percaya Jahshua, kita tidak
bisa mendapat patam itu yang ditulis ‘Kudus Bagi Tuhan’ tanpa memiliki rahasia
dari kain biru, kain ungu, dan kain merah tua.
Bagaiman kita menjadi benar? Ditulis dalam Matius
3:15, “Karena demikianlah patut bagi kita menggenapi segala syarat agama.”
Jahshua dibaptis dan menyelamatkan kita dari semua dosa dunia ini. Karena Dia
dibaptis dan menanggung semua dosa kita, kita yang percaya menjadi benar.
Bagaimana kita bisa berkata bahwa kita tidak berdosa
kalau tidak ada baptisan Jahshua? Meskipun kita percaya kepada Jahshua, walaupun
kita menangis, berpikir tentang penyaliban Jahshua, semua air mata di seluruh
dunia tidak bisa membasuh dosa kita. Tidak. Bagaimanapun kita menangis dan bertobat,
dosa-dosa kita akan tetap ada pada kita.
‘Kudus Bagi Tuhan’ Karena Dia mengangkat semua
dosa kita melalui baptisan dan darahNya, karena Tuhan mengijinkan segala dosa
ditanggungkan kepada Jahshua, karena Firman keselamatan ditulis dalam Alkitab,
kita menjadi benar melalui iman kita walaupun kita lemah.
Oleh karena itu kita bisa berdiri di hadapan Tuhan.
Kita sekarang hidup sebagai orang benar dan mengabarkan Injil ke seluruh dunia.
“♪Oh, saya diselamatkan. Anda telah diselamatkan. Kita semua diselamatkan.♪”
Kita telah diselamatkan sesuai dengan rencana Jahweh.
Tanpa Firman Injil penebusan di dalam hati Anda,
tidak ada keselamatan bagaimanapun kerasnya kita berusaha. Hal itu seperti lagu
Korea tentang kasih tak berbalas. “♪Oh, hatiku berdebar tanpa alasan
setiap melihat dia, setiap aku didekainya. Aku pasti jatuh cinta.♪”
Hatiku berdebar cepat, tetapi bukan hatinya. Tapi kasihku tak akan berbalas.
Orang cenderung berpikir bahwa keselamatan datang
melalui jalan yang berbeda untuk orang yang berbeda. Mereka bertanya, “Mengapa
hal itu datang hanya melalui Injil baptisan?” Kalau keselamatan tidak datang
melalui Injil baptisan Jahshua, itu bukan keselamatan yang sempurna. Itu adalah
satu-satunya jalan untuk menjadi orang benar di hadapan Jahweh karena itu adalah
satu-satunya jalan dimana kita bisa dibasuhkan secara sempurna dari dosa kita.
Apa Keselamatan Dari Kain Biru Yang Diberikan Jahshua Kepada
Kita?
|
Apa membuat kita benar? |
Injil dari kain biru, kain ungu,
dan kain merah tua |
Keselamatan melalui Injil dari kain biru, kain
ungu, dan kain merah tua adalah anugerah Jahweh untuk manusia. Dan anugerah
ini memampukan kita masuk ke Kemah Suci dan hidup dalam kedamaian. Hal ini membuat
kita benar. Hal itu membuat kita benar dan memampukan kita hidup di dalam gereja
dilatih tentang Firman kudus di dalam gereja.
Setiap kita pergi ke hadapan Jahweh untuk berdoa,
Injil memberkati kita dengan kasihNya. Oleh sebab itu keselamatan sangat berharga
bagi kita. Jahshua mengajar kita untuk membangun rumah ‘di atas batu.’ Dan batu
itu adalah baptisan Jahshua. Kita semua harus diselamatkan, hidup dengan keselamatan,
masuk ke sorga, mendapat kehidupan kekal, dan menjadi anak Tuhan.
Saudara, karena Injil penebusan, kita bisa masuk
ke Kemah Suci dengan iman. Karena dosa kita dibasuhkan (baptisan Jahshua) dan
hukuman di kayu Salib, kita diselamatkan dengan iman kepada Injil baptisan Jahshua.
Pendamaian berkelimpahan atas semua dosa kita,
baptisan dan darah Jahshua adalah Injil yang membasuh dosa kita. Apakah Anda
percaya kepada hal ini? Injil yang sejati adalah Injil dari sorga tentang pendamaian
yang berkelimpahan, yang membasuh semua dosa kita secara sempurna.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang dilahirkan kembali dari air
dan Roh? Silahkan
klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis anda
tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh. |
|
 |
 |
Kita dilahirkan kembali dengan percaya
kepada Injil penebusan. Jahshua memberikan Injil penebusan kepada
kita, yang membasuh dosa setiap hari kita juga. Puji Tuhan. Haleluya!
Syukur kepada Tuhan.
Injil air dan Roh (Injil air dan darah) adalah
Injil yang benar yang dikatakan oleh Jahshua Kristus. Buku ini ditulis untuk
menyatakan Injil Jahshua, Injil air dan Roh.
Karena banyak orang percaya kepada Jahshua tanpa
mengerti mengenai kebenaran selengkapnya, mereka sekarang jatuh dalam teologi
Kristen saja, yang disebut sebagai teologi filsafat, dan juga ajaran sesat,
dan kebingungan. Oleh karena itu kita harus kembali dan percaya kepada kebenaran
Injil yang benar. Belum terlambat.
Saya ingin masuk ke bagian yang lebih terperinci
dalam buku ke dua untuk mereka yang memiliki pertanyaan tentang Injil kelahiran
kembali dari air dan Roh.
Kembali ke Daftar
|