|
Apakah anda ingin memiliki
persekutuan dengan Roh Kudus?
<1 Yohanes 1:1-10>
“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah
kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan
dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang
kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya
dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal,
yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa
yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada
kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan
kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Jahshua Kristus. Dan
semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan
kepada kamu: Jahweh adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup
di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi
jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita
beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Jahshua, Anak-Nya itu,
menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa,
maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika
kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata,
bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan
firman-Nya tidak ada di dalam kita
Persyaratan
apa yang diperlukan
Untuk merasakan persekutuan
dengan Roh Kudus? |
Kita harus mengetahui dan percaya
terlebih dahulu kepada Injil air dan Roh
dan membasuh diri kita dari dosa
dengan iman. |
Kalau anda ingin memiliki persekutuan dengan Roh
Kudus, pertama-tama anda harus tahu bahwa meskipun hanya ada sedikit saja dosa
di hadapan Jahweh akan membuat persekutuan itu tidak mungkin terjadi. Anda
mungkin berpikir, “Bagaimana mungkin seseorang sama sekali tidak memiliki dosa
di hadapan Jahweh?” tetapi kalau anda sungguh-sungguh menghendaki adanya persekutuan
dengan Roh Kudus, maka seharusnya tidak ada sedikitpun kegelapan di dalam hati
anda. Karena itu, agar dapat memiliki persekutuan dengan Tuhan, anda harus
tahu bahwa anda harus percaya kepada Injil penebusan dan dibasuh dari segala
dosa anda.
Kalau anda sungguh-sungguh ingin memiliki persekutuan
dengan Roh Kudus, maka anda terlebih dahulu harus mengetahui dan percaya kepada
Injil air dan Roh serta membasuh dosa anda dengan iman. Kalau anda tidak mengenal
Injil air dan Roh dan tidak memasukan Injil itu ke dalam hati anda, maka anda
jangan sampai berpikir mengenai persekutuan dengan Tuhan. Persekutuan dengan
Roh Kudus hanya bisa terjadi pada saat segala dosa anda dikeluarkan dari hati
anda melalui Injil air dan Roh.
Segala dosa dapat dikeluarkan dan dibuang dari
pikiran seseorang melalui kebenaran Injil air dan Roh. Jahweh memberkati anda
dengan Roh Kudus pada saat anda percaya kepada Injil air dan Roh yang indah
itu. Apakah anda sungguh-sungguh ingin memiliki persekutuan dengan Roh Kudus?
Kalau demikian, kenalilah dosa anda dan percayalah kepada Injil yang indah
itu agar dosa anda dihapuskan. Baru setelah itu anda bisa memiliki persekutuan
dengan Tuhan.
Kalau anda menghendaki untuk memiliki persekutuan
dengan Tuhan, anda harus percaya kepada baptisan yang diterima Jahshua dari
Yohanes di Sungai Yordan dan juga percaya kepada darahNya di kayu salib. Kalau
seseorang sungguh-sungguh ingin memiliki persekutuan dengan Roh Kudus, orang
itu harus mengenal siapa Roh Kudus itu. Roh Kudus adalah Yang Maha Kudus.
Dan karena itu, Ia hanya bisa berdiam di dalam mereka yang percaya kepada Injil
yang indah itu.
Mari kita melihat satu kesaksian dari seseorang
yang dosanya telah dibasuh dengan percaya kepada baptisan Jahshua oleh Yohanes
dan darahNya, dan yang sekarang memiliki persekutuan dengan Roh Kudus.
“Ada banyak orang-orang yang berbeda di dunia
ini dan setiap orang hidup dengan pemikiran dan jalannya sendiri-sendiri. Saya
termasuk salah satu dari mereka. Saya menjalani kehidupan yang biasa-biasa
saja dan sejak saya masih kecil, saya mengikuti ibu saya ke gereja dan secara
otomatis percaya kepada Tuhan. Ayah saya seorang ateis dan terus menerus mengkritik
saya karena kepercayaan saya, tetapi semua anggota keluarga yang lain pergi
ke gereja. Pengalaman pergi ke gereja mewarnai sebagian besar kehidupan saya.
Tetapi setelah saya menginjak masa remaja, ketika
melihat ayah saya yang terbaring tak berdaya di tempat tidurnya, banyak pemikiran
mengenai hidup dan mati, surga dan neraka masuk dalam pikiran saya. Banyak
orang berkata bahwa kalau saya percaya kepada Jahweh, saya akan bisa masuk surga
dan menjadi anakNya, tetapi saya tidak pernah merasa yakin akan hal itu. Saya
tidak pernah merasa yakin kalau saya sudah menjadi anakNya. Saya sudah belajar
bahwa kalau saya menjalani kehidupan yang baik di dunia ini, saya akan masuk
surga dan karena itu, saya berusaha untuk baik kepada mereka yang membutuhkan.
Tetapi di hati kecil saya, saya tahu bahwa saya
sudah berdosa. Saya bisa saja kelihatan seperti orang baik bagi orang lain,
tetapi saya tetap merasa bersalah karena dosa-dosa saya. Saat itu, saya biasa
pergi ke gereja dan berdoa, “Tolong saya untuk sungguh-sungguh menjadi anakMu.
Tolong saya mengerti kebenaran.” Pada saat berdoa, saya merasakan adanya dorongan
di dalam hati saya. Setiap kali saya mendengar pengajaran dari firmanNya, saya
tidak bisa menangkap atau mengerti. Saya sungguh-sungguh merasakan kebosanan
atas kekosongan hidup saya, dosa saya, kematian dll.
Saya memiliki pikiran, “Saya mau dilahirkan kembali.
Kalau saya bisa dilahirkan kembali, maka kehidupan saya tidak akan seperti ini.”
Tetapi meskipun saya berpikiran demikian, saya justru semakin jarang pergi ke
gereja dan kemudian masa remaja saya berlalu begitu saja. Sekarang saya membutuhken
pekerjaan, tetapi hal itu jauh lebih sulit dari pada yang saya bayangkan. Saya
menjadi lebih tertekan, dan bagaimanapun saya mencoba tersenyum, saya tetap
tidak bisa. Ketika melihat diri saya dengan kekosongan hati yang ada, saya
mulai merasakan depresi menghinggapi saya. Pada saat itulah, saya mendengar
Injil dari kakak laki-laki saya.
“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya
dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan”(Kisah Para Rasul
3:19). Inilah Injil air dan Roh. Yang saya pelajari dari gereja saya terdahulu
adalah bahwa Jahshua mati darahNya di kayu salib untuk dosa kita. Tetapi Injil
ini mengajarkan kepada saya bahwa Jahshua dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk
menanggung dosa dan dihakimni bagi dosa kita di kayu salib.
Saya sudah pergi ke gereja sepanjang hidup saya
dan berpura-pura menjadi anak Jahweh tetapi saya gagal. Saya sudah berusaha
memahami makna firmanNya tetapi gagal. Namun, setelah saya mendengar Injil
air dan Roh yang indah itu, dosa di dalam saya dan segala sesuatu yang selama
ini menyiksa saya lenyap dan hati saya penuh dengan damai sejahtera.
Saya berpikir bahwa kalau saja saya percaya kepada
Jahweh dengan antusias dan tidak pernah absen dari kebaktian di gereja, maka
saya akan masuk surga. Tetapi Jahweh memberikan Injil air dan Roh kepada saya
dan dosa-dosa saya diampuni. Ia sudah memberikan kepada saya karunia Roh Kudus.
Sebelum saya menerima penebusanNya, saya tidak tahu tentang Roh Kudus maupun
kebenaran mengenai bahasa roh. Yang saya lakukan hanyalah pergi ke gereja dan
percaya bahwa kalau saya hidup dengan baik dan melayani di gereja saya, maka
Jahweh akan memberkati saya. Tetapi kemudian saya sadar bahwa saya hanya bisa
menerima Roh Kudus kalau dosa-dosa saya diampuni melalui Injil air dan Roh yang
indah itu.
Sebelumnya, dalam kehidupan saya saya tetap berada
di dalam dosa meskipun saya percaya kepada Jahweh. Saya menjalani kehidupan
yang suam-suam, tanpa mengetahui kepentingan menerima Roh Kudus. Tetapi melalui
hambaNya, yang mengajarkan Injil seperti yang ada dalam Alkitab, saya percaya
dan tahu bahwa Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan saya juga.
Setelah menerima penebusan, pada awalnya saya
tidak yakin apakah Roh Kudus ada di dalam saya atau tidak. Tetapi saya terus
menerus mempelajari firmanNya dan kemudian saya menyadari bahwa di dalam hati
saya, suatu iman yang baru sedang berkembang dan bahwa saya telah menerima Roh
Kudus berdiam di dalam kehidupan saya. Itu kenyataan dan saya merasa yakin
bahwa Roh Kudus berdiam di dalam saya! Pada saat Ia mengampuni dosa saya, saya
tahu bahwa hanya mereka yang bebas dari dosa dapat menjadi anak Jahweh dan menerima
Roh Kudus.
Saya juga tahu bahwa usaha saya untuk nampak sempurna
di hadapanNya atau menjalani kehidupan yang sempurna tidak akan pernah menjadikan
saya menerima Roh Kudus. Jahweh datang kepada mereka yang tahu bahwa mereka
orang berdosa dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sehubungan dengan
dosa itu. Ia menemui mereka yang sungguh-sungguh mencari dan membutuhkanNya.
Ia membuat saya tahu bahwa melakukan kebaikan
dan percaya kepada Jahweh setengah-setengah tidak akan membuat saya masuk surga
dan bahwa Jahshua Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan saya dari
dosa-dosa saya melalui Injil air dan Roh yang indah itu. Ia mengaruniakan Roh
Kudus untuk berdiam di dalam kehidupan saya selama-lamanya.
Saya bersyukur kepada Tuhan karena menjadikan
saya sebagai anakNya dan memberkati saya dengan berdiamnya Roh Kudus. Kalau
bukan karena Tuhan, saya masih tetap akan memiliki dosa di dalam hati saya dan
akan menjalani kehidupan kekal di dalam penghukuman neraka.
Dahulu, saya percaya hanya kepada darahNya di
kayu salib dan tidak menerima Roh Kudus meskipun saya sangat menginginkannya.
Pada saat itu, saya percaya kepada Jahshua tetapi saya masih memiliki dosa di
dalam hati saya yang menghalangi saya menerima Roh Kudus. Seorang berdosa tidak
bisa menerima Roh Kudus di dalam hatinya. Tetapi masih banyak juga orang berdosa
yang berusaha menerima Roh Kudus meskipun hati mereka penuh dengan dosa.
Kalau anda sungguh-sungguh mau menerima Roh Kudus
dan memiliki persekutuan denganNya, anda perlu percaya kepada Injil air dan
Roh yang indah itu dan menerima penebusan. Apakah anda masih seorang berdosa?
Kalau demikian, anda bisa mendengar Injil yang benar dari mereka yang sudah
menerima Roh Kudus. Mereka yang ingin memiliki persekutuan dengan Roh Kudus
harus memiliki kehasusan di dalam hati mereka dan percaya kepada Injil air dan
Roh yang indah itu.
Hanya orang-orang benar yang bisa mendengar perkataan
Roh Kudus melalui gereja. Mereka bisa menjalani kehidupan iman mereka yang
setia dengan mendengar kepada Injil yang indah itu, tetapi orang berdosa menjalani
kehidupan mereka di bawah kutuk dan ditentukan untuk masuk ke neraka tanpa pernah
mendengar Injil.
Anda harus belajar mengenai Injil air dan Roh.
Mengapa anda perlu percaya kepada Injil ini? Sangat perlu bagi anda untuk keluar
dari agama hukum dan membangun iman anda di dalam Injil yang indah itu yang
didasarkan kepada Firman Jahweh. Murid-murid Jahshua mengikuti Injil yang indah
ini dan sekarang, Injil yang indah itu menjadi milik dari mereka yang telah
menerima Roh Kudus. Injil air dan Roh yang indah itu sama persis dengan Injil
yang dipercayai oleh para rasul di masa gereja mula-mula. Semua orang Kristen
harus menerima Roh Kudus. Baru setelah mereka menerima Roh Kudus, mereka bisa
menjadi anak-anak Jahweh.
Mereka yang masih tidak percaya kepada Injil air
dan Roh yang indah itu pasti masih memiliki dosa di dalam hati mereka. Mereka
tidak bisa memiliki persekutuan dengan Roh Kudus. Agar dapat memliki persekutuan
dengan Roh Kudus, mereka pertama-tama harus percaya kepada Injil air dan Roh
yang diberikan Jahweh kepada mereka dan menerima Roh Kudus.
Alkitab berulangkali menyebutkan tentang Roh Kudus
Berdiamnya Roh Kudus dimulai sejak kebangkitan
Jahshua. Saat ini adalah saat keselamatan dan saat pencurahan anugerahNya yang
tidak terbatas. Tetapi sangat malang kalau kita tidak menerima Injil air dan
Roh dan hidup tanpa memiliki persekutuan dengan Roh Kudus.
Apakah anda memiliki persekutuan dengan Roh Kudus?
Apakah anda terhalang untuk memiliki persekutuan dengan Roh Kudus karena dosa-dosa
anda? Belajarlah mengenai Injil air dan Roh yang diberikan Jahweh dan percayalah
kepadanya. Kalau anda percaya kepada Injil air dan Roh, Roh Kudus akan berdiam
di dalam hati anda dan menyertai anda. Roh Kudus hanya berdiam di dalam hati
mereka yang menerima Injil air dan Roh. Roh Kudus sering menyatakan kehendakNya
di dalam hati orang-orang benar. Pelayanan Paulus dengan Roh Kudus adalah untuk
mengabarkan Injil yang indah itu.
Bagaimana anda bisa mengetahui kalau seseorang
sudah menerima Roh Kudus? Apakah tanda-tandanya? Tandanya adalah apakah seseorang
sudah percaya atau belum kepada Injil air dan Roh. Kalau orang itu tahu dan
percaya di dalam Injil air dan Roh yang indah itu, maka berarti ia adalah seseorang
yang didiami Roh Kudus.
Roh Kudus tidak tinggal di dalam mereka yang tidak
percaya kepada Injil yang indah itu. Roh Kudus hanya berdiam di dalam mereka
yang telah menerima pengampunan dosa yang datang dari baptisan yang diterima
Jahshua dari Yohanes dan darahNya di kayu salib. Apakah anda ingin memiliki
persekutuan dengan Roh Kudus?
Tahukah anda Injil yang bagaimana yang harus anda
percayai untuk dapat menerima Roh Kudus dan memiliki persekutuan dengan Roh
Kudus? Injil yang indah itu ditemukan dalam iman kepada baptisan Jahshua oleh
Yohanes dan darahNya di kayu salib. Kalau anda tidak percaya kepada Injil air
dan Roh, dosa-dosa anda tidak bisa diampuni dan Roh Kudus tidak bisa berdiam
di dalam anda. Roh Kudus menuntut agar orang-orang harus percaya kepada Injil
air dan Roh agar dapat menerimaNya.
Roh Kudus tidak bisa berdiam di dalam hati orang
berdosa. Kalau anda mau menerima Roh Kudus, anda harus terlebih dahulu percaya
kepada Injil yang indah itu untuk membersihkan anda dari segala dosa anda.
Juga, kalau anda mau memiliki persekutuan dengan Roh Kudus, anda harus setia
memberitakan Injil yang indah itu. Kalau anda mau dipimpin oleh Roh Kudus,
anda harus selalu mengasihi Injil yang indah itu dan berusaha mengabarkannya
kemanapun anda pergi. Roh Kuduslah yang memberitakan Injil air dan Roh.
Berdiamnya Roh Kudus terjadi hanya kepada orang-orang
benar, yang sudah percaya kepada Injil yang indah itu. Hanya orang-orang benar,
yang sudah percaya kepada Injil yang indah itu, bisa memiliki persekutuan dengan
Roh Kudus. Injil yang indah yang diaminkan oleh Roh Kudus adalah Injil yang
digenapi dengan baptisan Jahshua oleh Yohanes dan darahNya (1 Yohanes 5:3-7).
Petrus juga percaya kepada Injil yang indah itu
dan berkata, “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan
-- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan
hati nurani yang baik kepada Jahweh -- oleh kebangkitan Jahshua Kristus” (1
Petrus 3:21). Di dalam Alkitab, “air” sering menunjuk kepada baptisan yang
diterima Jahshua dari Yohanes Pembaptis.
Mereka yang bisa menerima Roh Kudus sudah menerima
penebusan melalui Injil yang indah itu dan bebas dari dosa-dosa mereka. Mereka
yang percaya kepada Injil yang indah itu bisa menyembah Bapa di dalam roh dan
kebenaran dengan dipimpin oleh Roh Kudus (Yohanes 4:23). Roh Kudus menolong
orang-orang benar untuk menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan Roh Kudus.
Mereka yang telah didiami Roh Kudus bisa selama-lamanya memuji Tuhan. Roh Kudus
menjamin bahwa kita adalah anak-anak Jahweh. Kita bisa selalu hidup di dalam
Injil air dan Roh dan juga di dalam Roh Kudus.
Roh Kudus tidak memiliki persekutuan dengan mereka yang mendustai
diri mereka sendiri
Roh Kudus berkata kepada orang berdosa di dalam
1 Yohanes 1:8, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu
diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” Roh Kudus tidak
bisa berdiam di dalam mereka yang mendustai diri sendiri. Roh Kudus menegur
orang berdosa dengan berkata, “Mengapa engkau tidak percaya kepada Injil yang
digenapi dengan baptisan Jahshua dan darahNya?”
Kita akan melihat pengakuan dari seorang Kristen
yang sudah dilahirkan kembali, yang pada mulanya percaya bahwa ia bisa menerima
Roh Kudus tanpa bukti baptisan Jahshua dan darahNya. Orang ini sekarang percaya
kepada Injil air dan Roh anugerah sudah menerima Roh Kudus. Di sini akan ditekankan
secara jelas mengenai di mana Roh Kudus berdiam.
“Jahweh mulai hidup di dalam kehidupan saya waktu
saya mulai menyadari alasan keberadaan saya di dunia ini. Pada saat saya melihat
diri saya sendiri, saya memikirkan mengenai kelemahan saya untuk menjalani kehidupan
yang kejam ini sendiri kemudian membuat saya mulai mencari Jahweh. Saya tidak
membuat penyelidikan khusus mengenai Jahweh, tetapi secara alamiah menerima
keberadaanNya karena Ia memang tidak kelihatan, tetapi Ia ada. Tentu saja saya
bertanya, “Apakah Ia benar-benar ada?” tetapi kalau pikiran seperti itu terlintas
di dalam pikiran saya, saya sudah merasa takut, karena saya sungguh-sungguh
percaya bahwa Ia adalah Pencipta segala sesuatu.
Mereka yang menolak Jahweh nampaknya bodoh, tetapi
dalam beberapa segi lebih kuat dari pada saya. Mereka nampaknya bisa melalui
segala sesuatu dengan kekuatan mereka sendiri sementara saya nampaknya seperti
orang yang lemah dan tidak tahu apa-apa. Tetapi karena saya memiliki pngharapan
akan kehidupan sesudah kematian, saya memandang kepada Jahweh dengan penghormatan
yang lebih besar lagi. Saya mulai berpikir apakah surga merupakan suatu tempat
bagi orang-orang seperti saya yang selalu merasa kurang. Dan pertanyaan itu
membuat saya lebih berharap lagi untuk masuk ke Firdaus Surgawi itu.
Orang tua saya merendahkan mereka yang beragama,
dan saudara-saudara saya pergi ke gereja tanpa penyerahan diri. Mereka berpikir
bahwa ketaatan dan penyerahan diri saya kepada gereja pada akhirnya akan berhenti
sendiri, sehingga mereka tidak pernah melarang saya pergi ke gereja sampai saya
masuk SMP. Karena itu saya masuk ke gereja-gereja yang ada di sekitar rumah
saya, berpindah dari satu gereja ke gereja lainnya sampai saya memutuskan untuk
bergabung dengan sebuah gereja kecil di dekat rumah saya ketika saya masuk perguruan
tinggi.
Alasan saya datang ke gereja ini adalah karena
gereja ini memberi penekanan yang kuat dalam Injil. Hamba Tuhan di gereja itu
adalah seorang yang sangat rohani yang kelihatannya tidak pernah melakukan sesuatu
yang melanggar Alkitab. Saya memiliki banyak alasan untuk hidup benar, meskipun
saya sedang dalam keadaan tertekan dan stress karena studi saya.
Alasannya adalah kalau orang-orang menyebut teman-teman
segereja saya sesat, saya justru percaya bahwa gereja saya adalah gereja benar
dan saya yakin bahwa saya akan masuk surga. Kepastian itu saya dapatkan dari
Alkitab. Mereka berkata bahwa orang berdosa tidak akan bisa masuk ke gerbang
surga, tetapi orang-orang dari gereja yang lain juga berkata bahwa hati mereka
penuh dengan dosa. Saya juga percaya bahwa orang-orang yang datang ke gereja
kami adalah orang-orang berdosa sebelum saya masuk ke gereja itu, sehingga
saya tidak terlalu memperdulikan kritik itu.
Tetapi mereka yang menyebut diri sebagai orang-orang
Injili sangat berbeda dengan apa yang saya alami dahulu. Mereka berkata bahwa
kalau kita percaya dengan cara yang benar, maka kita menjadi orang yang tidak
berdosa. Dan hanya mereka yang tidak berdosa yang akan masuk ke surga. Mereka
juga berkata bahwa Jahshua menanggung penghakiman kita di kayu salib, sehingga
kita bukan lagi orang berdosa, tetapi orang-orang benar. Pada mulanya saya
tidak percaya kepada hal itu, tetapi pada waktu saya memikirkannya, hal itu
menjadi masuk akal untuk saya. Saya masih muda dan kalau saya mau masuk surga,
Jahweh hanya akan mengijinkannya kalau saya tidak berdosa, karena Jahweh membenci
dosa.
Gereja ini memiliki pngajaran yang berbeda dengan
yang biasa saya ikuti, dan ritual ibadahnya juga sedikit berbeda. Tetapi karena
surga adalah sebuah tempat dimana hanya beberapa orang yang terpilih saja yang
bisa masuk, nampaknya orang-orang di gereja ini memiliki kepercayaan yang benar.
Karena mereka menekankan tubuh dan darah Jahshua, maka setiap Minggu kami mengadakan
Perjamuan Kudus. Karena upacara ini didasarkan kepada perkataan Alkitab, saya
mengikutinya. Tetapi kemudian saya tahu bahwa orang-orang di sana hanya mengikuti
upacaranya tanpa mengetahui makna yang sesungguhnya.
Saya percaya bahwa Roh Kudus berdiam di dalam
hati orang-orang percaya dan di hati orang-orang benar dan bahwa Jahweh mendengar
doa-doa mereka. karena itu, saya percaya bahwa Roh Kudus berdiam di dalam hidup
saya. Saya begitu yakin bahwa Roh Kudus menyertai saya dan saya tidak pernah
meragukan Injil yang saya percayai. Pada saat saya melewati masa-masa sulit,
saya berbicara kepada Jahweh seolah-olah Jahweh memang berada di samping saya.
Saya percaya bahwa Ia mendengar perkataan saya pada saat saya menceritakan kepadaNya
hal-hal yang tidak bisa saya katakan kepada orang lain. Karena itu saya percaya
dan berserah sepenuhnya kepadaNya.
Saya tidak bisa mengerti mereka yang pergi ke
KKR-KKR untuk berbahasa roh dan saya mentertawakan mereka yang menghadiri kebaktian-kebaktian
doa dan puasa. Ketika melihat usaha mereka yang demikian, saya berpikir, ‘Mengapa
mereka melakukan usaha-usaha yang sia-sia seperti itu untuk menerima Roh Kudus?
Roh Kudus hanya akan datang kepada seseorang kalau ia tidak berdosa, dan kemudian
Ia akan tinggal tetap. Mereka pasti orang-orang berdosa. Roh Kudus tidak akan
pernah datang kepada mereka bagaimanapun mereka berusaha.’ Saya merasa sangat
kasihan kepada mereka. Saya merasa bahwa mereka begitu bodoh. Dengan pikiran
seperti itu, saya sampai berpikir bahwa apa yang saya percayai adalah yang paling
baik dan semua yang berbeda adalah dusta.
Kesombongan hati saya mencapai puncaknya. Selama
10 tahun saya telah menjalani kehidupan keagamaan saya sendiri. Tetapi sejalan
dengan berlalunya waktu, pertanyaan-pertanyan mulai muncul di dalam pikiran
anugerah hati saya. Saya berpikir, ‘Saya tidak berdosa karena darahNya di kayu
salib, tetapi apakah semua orang percaya juga tidak berdosa? Apakah mereka
percaya kepada Injil yang ini juga?” Saya tidak tahu mengapa saya mulai mengajukan
pertanyaan-pertanyaan ini. Pertanyaan-pertanyaan ini melintas begitu saja di
dalam pikiran saya dan saya tidak bisa bertanya kepada siapapun. Saya rasa
hal itu adalah kepercayaan pribadi dan saya tidak boleh mengganggu. Dan saya
tahu bahwa sangat tidak sopan kalau saya mengajukan pertanyaan seperti itu.
Tetapi saya mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan
itu kepada diri saya sendiri. Pada saat saya masuk ke perguruan tinggi, saya
mulai melakukan hal-hal yang biasanya dilarang dalam agama, dan hati sata mulai
merasakan kegelapan dan kepercayaan saya mulai memudar. Saya tidak lagi merasa
yakin dengan kepercayaan saya. ‘Bisakah saya menyebut diri saya orang benar?
Benarkah Jahshua membasuh dosa-dosa saya? Di tengah semua kebingungan itu,
saya memaksa diri saya untuk berpikir mengenai Injil Salib dan saya mencuci
otak saya sendiri dengan itu. Tetapi semakin saya memaksa diri saya, saya menjadi
semakin terhilang dan saya tidak menghadiri ibadah-ibadah gereja lagi. Saya
memakai aktifitas kelompok saya sebagai alasan.
Di tengah semua kebingungan dan kekacauan itu,
akhirnya saya menemukan kebenaran. Saya mendengar Injil air dan Roh dan hal
itu seperti kilat bagi saya. Pengaruh dari Injil itu begitu besar sampai saya
menangis. Tetapi dengan mendengar Injil itu, saya harus mengakui bahwa semua
yang saya percayai selama ini ternyata palsu.
Saya tidak pernah menyerahkan dosa-dosa saya kepada
Jahshua. Saya memang percaya bahwa Jahshua sudah menanggung dosa saya dan
bahwa saya tidak lagi berdosa, tetapi bukan itu yang paling utama. Mengapa
Jahshua datang ke dunia ini untuk dibaptiskan? Apakah karena Ia ingin menunjukkan
bahwa Ia lemah lembut? Atau untuk membuktikan kedatanganNya sebagai manusia?
Atau untuk menjadi nubuat atas kematianNya? Saya tidak pernah bermimpi bahwa
pengetahuan saya mengenai baptisan merupakan sesuatu yang sangat penting. Yang
benar adalah bahwa Jahshua dibaptis oleh Yohanes, sebagai wakil umat manusia,
dan dengan baptisan itu, segala dosa kita ditanggungkan kepadaNya.
‘Oh! Itulah sebabnya mengapa Jahshua menjadi Anak
Domba Jahweh yang menanggung dosa-dosa kita!’ Sekarang semuanya nampak masuk
akal. ‘Jahshua dihakimi di kayu salib bagiku. Itulah sebabnya aku tidak memiliki
dosa lagi di dalam hati!’ Pada saat saya mengetahui Injil air (baptisan Jahshua)
darah (kayu salib) dan Roh Kudus (Jahshua adalah Jahweh), dosa-dosa di dalam
hati saya lenyap.
Sekarang saya benar-benar tidak berdosa dan orang
benar dan Roh Kudus berdiam di dalam saya. Kepercayaan yang saya miliki kepada
kayu salib belum cukup untuk membasuh dosa-dosa saya. Kalau anda tidak tahu
pasti bagaimana dosa-dosa anda ditanggungkan kepada Jahshua, dosa-dosa anda
tidak bisa diampuni dan Roh Kudus tidak bisa berdiam di dalam hati anda. Saya
bersyukur kepada Tuhan. Saya mampu menerima Roh Kudus melalui Injil yang indah
itu.
Tanpa usaha sedikitpun, saya diampuni melalui
Injil air dan Roh dan Roh Kudus berdiam di dalam saya sekarang dan selamanya.
Sekarang saya bisa dengan yakin berkata bahwa saya orang yang tidak berdosa
dan bahwa Kerajaan Jahweh sudah menjadi bagian saya. Saya mengambil kesempatan
ini untuk bersyukur kepada Tuhan yang memberikan kepada saya berkat yang demikian
besar tanpa harus membayar. Haleluya!
Mereka yang menerima Roh Kudus bisa berkata bahwa
mereka tidak berdosa di hadapan Jahweh. Tidak peduli berapa lama anda percaya
kepada Jahshua, kalau anda tidak percaya kepada Injil yang indah yang Jahweh
berikan kepada kita, anda tetap memiliki dosa di dalam hati anda. Orang-orang
seperti itu mendustai diri mereka sendiri dan mendustai Jahweh. Orang-orang
seperti itu belum pernah bertemu dengan Tuhan. Kalau seorang berdosa ingin
memiliki persekutuan dengan Roh Kudus, ia harus berhenti mendustai diri sendiri
dan mengakui bahwa ia juga berdosa. Hanya dengan demikian saja ia memenuhi
syarat untuk percaya kepada Injil air dan Roh. Mereka yang percaya kepada Injil
yang indah itu layak menerima Roh Kudus.
Apa yang dikatakan Roh Kudus krpada orang-orang
berdosa? Ia mnasehati mereka untuk memperoleh pengampunan dosa dengan percaya
di dalam Injil yang indah itu yang digenapkan dengan baptisan Jahshua dan darahNya
darahNya. Kalau anda berkata bahwa anda tidak berdosa pada saat anda melakukan
dosa, maka anda tidak akan pernah menerima Roh Kudus. Mereka yang tidak percaya
kepada Injil air dan Roh dan berkata bahwa mereka tidak pernah berdosa mendustai
Jahweh dan diri mereka sendiri. Orang berdosa harus tahu Injil air dan Roh yang
indah itu dan menerima Roh Kudus. Hanya setelah itu mereka bisa dibebaskan
dari hukuman Jahweh yang begitu ngeri.
Orang-orang benar bisa memiliki persekutuan dengan Roh Kudus
dengan mengakui dosa
Saya berbicara kepada mereka yang percaya kepada
Injil air dan Roh, jadi yang sudah menerima Roh Kudus. Mari kita melihat kepada
apa yang dikatakan Jahweh kepada orang-orang benar. Dalam 1 Yohanes 1:9 dikatakan,
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia
akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
Ayat ini mengandung asrti bahwa kita bis membasuh dosa-dosa tindakan kita
dengan mengingatkan diri kita dan percaya kepada Injil yang indah itu yang menyatakan
bahwa Jahshua menanggung dosa kita pada waktu Ia dibaptis dan ia memperdamaikannya
dengan penyalibannya. Orang-orang benar perlu mengakui dosa-dosa tindakan mereka
kepada Jahweh. Hanya setelah itu mereka memiliki persekutuan dengan Roh Kudus.
Orang-orang benar harus mengakui dosa-dosa tindakan mereka dan terus percaya
di dalam Injil yang indah itu.
Dahulu, Injil yang indah tentang baptisan Jahshua
dan darahNya membasuh segala dosa kita dan karena itu, orang-orang benar harus
percaya kepada Injil itu dan bebas dari segala dosa mereka. Tuhan telah mengampuni
dosa mereka melalui Injil air dan Roh. Orang-orang benar harus percaya kepada
Injil yang indah itu untuk bisa bebas dari dosa mereka. Orang-orang benar bisa
menguduskan hati mereka dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang indah itu
pada saat mereka dicemari oleh dosa-dosa tindakan mereka.
Tuhan kita telah membasuh segala dosa orang-orang
benar sejak dahulu melalui baptisan Jahshua dan darahNya. Karena itu, mereka
yang percaya sudah sungguh-sungguh bebas dari dosa mereka. Namun, orang-orang
benar harus mengakui dosa-dosa mereka di hadapan Jahweh. Lalu mereka harus
kembali kepada iman di dalam baptisan Jahshua dan darahNya, yang membentuk Injil
yang indah itu, agar bebas dari segala dosa mereka. Dengan demikian, mereka
bisa senantias menghidupi suatu kehidupan baru yang disertai oleh Roh Kudus.
Mereka yang bisa memandang kepada Jahweh tanpa mengingat kelemahan mereka bisa
memiliki persekutuan yang benar dengan Jahweh karena Injil air dan Roh yang
indah itu.
Bagaimana kita bisa memperoleh perasaan yang benar tentang persekutuan
dengan Roh Kudus?
Ada begitu banyak orang yang mengharapkan untuk
memiliki persekutuan dengan Roh Kudus. Tetapi mereka tidak tahu bagaimana untuk
menjadikan hal itu sebagai kenyataan, meskipun mereka telah menerima Jahshua
Kristus. Semua orang bisa menerima Roh Kudus dengan percaya kepada Injil air
dan Roh. Sejak itulah persekutuan dengan Roh Kudus bisa dimulai.
Demikian juga, satu-satunya jalan agar seorang
benar bisa memiliki persekutuan dengan Roh Kudus adalah dnegan mengetahui dan
percaya di dalam kebenaran Injil air dan Roh. Persekutuan antara seorang benar
dengan Roh Kudus tidak bisa diperoleh tanpa Injil yang benar. Bagaimana dengan
persekutuan dengan Roh Kudus itu sendiri? Hal itu hanya mungkin terjadi dengan
percaya kepada kebenaran Injil yang indah itu.
Jahweh berkata bahwa manusia berdosa sepanjang
kehidupan mereka
Dalam 1 Yohanes 1:10 dikatakan, “Jika kita
berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta
dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.” Tidak ada seorangpun yang tidak
berdosa di hadapan Jahweh. Alkitab berkata, “Di bumi tidak ada orang yang
saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa” (Pengkhotbah 7:20). Semua
manusia berdosa di hadapan Jahweh. Kalau ada orang yang berkata bahwa ia tidak
berdosa, maka ia adalah seorang pendusta. Manusia berdosa sepanjang kehidupan
mereka sampai mereka mati dan itulah sebabnya Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes
untuk menanggung dosa mereka. Kalau kita tidak berdosa, maka kita tidak akan
perlu percaya kepada Jahweh sebaga Juruselamat kita.
Tuhan berkata, “FirmanKu tidak ada di dalam
kamu." Kepada mereka yang berpikir bahwa diri mereka tidak berdosa.
Kalau seseorang tidak memiliki iman kepada Injil air dan Roh yang indah itu,
ia layak dibinasakan. Kalau seorang benar atau seorang berdosa berkata bahwa
ia tidak pernah melakukan dosa di hadapan Jahweh, maka ia tidak layak untuk
percaya kepada Injil yang indah itu.
Jahweh memberikan kepada semua orang anugerah
yang ajaib dan Injil yang indah itu. Kita mengakui segala dosa kita dan bertobat
agar mendapatkan pengampunan dosa dengan Injil yang indah itu. Kita bisa kembali
kepada Injil yang indah itu yang diberikan Jahweh kepada kita sebagai pengampunan
dosa kita dan percaya kepada Injil itu untuk dapat memiliki persekutuan dengan
Roh Kudus. Perasaan persekutuan dengan Roh Kudus yang sesungguhnya adalah di
dalam Injil air dan Roh, dan hanya mereka yang memiliki Injil air dan Roh bisa
memiliki persekutuan dengan Jahweh.
Manusia jauh dari Tuhan karena dosa-dosa yang
diwarisi dari Adam dan Hawa. Tetapi sekarang kita, yang sudah mewarisi benih
dosa, bisa memandang ke depan untuk memiliki persekutuan dengan Jahweh lagi.
Untuk mendapatkannya, kita harus kembali kepada iman di dalam Injil Jahshua
Kristus, Injil air dan Roh dan mendapat pengampunan dari dosa yang sudah menjauhkan
kita dari Jahweh.
Mereka yang percaya kepada Injil yang indah itu
akan diselamatkan dari dosa-dosa mereka dan Jahweh akan memenuhi mereka dengan
Roh Kudus. Orang-orang benar bisa memiliki persekutuan dengan Jahweh, karena
mereka telah menerima Roh Kudus. Mereka yang telah terputus hubungannya dengan
Jahweh karena dosa-dosa harus kembali kepada Injil air dan Roh yang indah itu.
Hanya dengan cara demikian mereka bisa sungguh-sungguh memiliki persekutuan
dengan Jahweh.
Berdiamnya Roh Kudus datang melalui iman kepada
Injil yang indah itu. Kita harus tahu bahwa berdiamnya Roh Kudus hanya terjadi
melalui percaya kepada Injil air dan Roh. Percaya kepada Injil yang indah itu
membuka jalan yang baru bagi Jahweh. Jahweh akan meruntuhkan tembok pemisah
yang memisahkan antara kita dengan Dia, karena dosa asa dan dosa tindakan kita,
dan kemudian memungkinkan kita memiliki persekutuan dengan Jahweh melalui iman
kita kepada Injil air dan Roh yang indah itu.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang Roh Kudus?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
anda tentang Roh Kudus. |
|
 |
 |
Kita harus memantapkan persekutuan
dengan Roh Kudus sekali lagi. Persekutuan dengan Roh Kudus yang
sesungguhnya dapat diperoleh melalui pemahaman kepada Injil air
dan Roh agar bisa memiliki ketaatan kepada iman. Persekutuan dengan
Roh Kudus terjadi ketika kita memiliki iman kepada kanyataan mengenai
pengampunan atas segala dosa kita dari Injil yang indah itu. Mereka
yang belum pernah menerima pengampunan dosa tidak bisa memiliki
persekutuan dengan Roh Kudus. Dengan kata lain, tidak ada seorangpun
yang bisa memiliki persekutuan dengan Roh Kudus tanpa percaya kepada
Injil air dan Roh.
Kalau untuk memiliki persekutuan dengan Roh Kudus
merupakan sesuatu yang sulit bagi anda, maka anda harus mengakui bahwa anda
tidak percaya kepada Injil air dan Roh dan bahwa dosa-dosa anda belum diampuni.
Apakah anda rindu untuk memiliki persekutuan dengan Roh Kudus? Percayalah kepada
Injil yang digenapi melalui baptisan Jahshua dan darahNya. Hanya dengan cara
itulah anda akan menerima pengampunan dosa dan kemudian anda akan menerima
Roh Kudus di dalam hati anda. Injil yang indah ini akan memampukan anda memiliki
persekutuan dengan Roh Kudus.
Kembali ke Daftar
|