|
Percayalah agar Roh
Kudus
berdiam di dalam anda
<Matius 25:1-12>
“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama
sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa
pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana
itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena
mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah
dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis
yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit
dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis
yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih
baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka
sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah
siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu
ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan,
bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
aku tidak mengenal kamu.’”
|
Kepada siapakah Roh Kudus datang? |
Ia datang kepada mereka yang diampuni
dosanya dengan percaya kepada baptisan
Jahshua dan darahNya. |
Siapa yang dilambangkan dengan gadis-gadis yang memiliki Roh
Kudus?
Di dalam ayat di atas, ada lima gadis yang bijaksana
dan lima gadis-gadis yang bodoh. Kelima gadis-gadis yang bodoh meminta kepada
kelima gadis-gadis yang bijaksana untuk membagikan sebagian dari minyak mereka.
Tetapi gadis-gadis yang bijaksana berkata, “Tidak, nanti tidak cukup untuk
kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di
situ.” Dan kemudian, ketika kelima gadis-gadis yang bodoh membeli minyak,
kelima gadis-gadis yang bijaksana masuk ke pesta perkawinan itu. Lalu bagaimana
kita bisa menyiapkan minyak bagi Tuhan? Satu-satunya hal yang perlu kita lakukan
adalah menantikan Dia dengan pengampunan dosa di dalam hati kita.
Kita bisa menemukan dua jenis iman di antara manusia.
Yang pertama iman di dalam Injil pengampunan dosa. Iman yang ini memimpin seseorang
untuk menerima Roh Kudus. Iman yang kedua adalah iman yang setia mengikuti
kepercayaan agamanya sendiri—tanpa memperhatikan apakah Tuhan mengampuni dosa
seseorang atau tidak.
Kepada mereka yang setia kepada kepercayaan agamanya
sendiri, Injil yang indah itu nampak berat bagi mereka. seperti gadis-gadis
yang bodoh yang harus pergi untuk membeli minyak pada saat mempelai laki-laki
datang, maka mereka yang keluar masuk dari satu gereja ke gereja yang lain
hanyalah menipu diri mereka sendiri. Orang-orang seperti itu tidak mengetahui
kenyataan bahwa mereka harus memiliki iman kepada Injil yang indah itu di dalam
hati mereka sebelum Hari Penghakiman tiba. Mereka ingin menerima Roh Kudus
dengan cara membuat Jahweh terkesan kepada semangat mereka. Kita akan melihat
pengakuan seorang diaken yang udah berusaha keras untuk menerima Roh Kudus.
Pengakuan ini akan sangat menolong anda.
“Saya melakukan segala sesuatu untuk menerima
Roh Kudus. Saya berpikir bahwa kalau sungguh-sungguh beriman dan menyerahkan
diri, saya bisa menerima Roh Kudus dan karena itu, saya mengikuti persekutuan-persekutuan
doa yang diadakan. Beberapa orang di dalam persekutuan doa memainkan piano
dan dram sebagai bagian dari ibadah. Pendeta yang memimpin persekutuan doa
memanggil mereka yang ingin menerima Roh Kudus satu demi satu, dan pada saat
ia menepuk dahi orang itu, orang itu akan mulai berkata-kata dalam bahasa roh.
Ia berkeliling membawa mike dan berteriak, “Terima apinya, api, api” dan kemudian
meletakkan tangannya ke atas kepala seseorang, yang membuat beberapa orang terjatuh
dan tidak sadarkan diri. Saya memang ragu-ragu apakah hal seperti itu merupakan
karya Roh Kudus, tetapi saya sudah seperti kecanduan kepada ibadah-ibadah seperti
itu. Tetapi, tetap saja saya belum menerima Roh Kudus.
Setelah pengalaman itu, saya pergi ke sebuah bukit
dan berusaha berdoa dan menangis sepanjang malam sambil berpegang ke sebuah
pohon pinus. Saya pernah juga berdoa di sebuah goa, tetapi itupun tidak berhasil.
Setelah itu, saya melakukan doa semalam suntuk selama 40 hari, tetapi saya tetap
tidak bisa menerima Roh Kudus. Lalu suatu hari saya diundang untuk menghadiri
sebuah seminar tentang Roh Kudus. Seminar itu diadakan sekali seminggu selama
tujuh minggu.
Seminar itu adalah mengenai kasih Jahweh, Salib
Jahshua, kebangkitan Jahshua, penumpangan tangan, buah-buah roh dan pertumbuhan
rohani. Setelah seminar itu selesai, pembicara seminar itu meletakkan tangannya
di atas kepala saya dan berdoa kepada Roh Kudus, dan saya melakukan apa yang
diperintahkannya kepada saya. Saya bersikap santai dan mengangkat tangan saya
ke atas dan berseru “la-la-la-la” berulangkali. Tiba-tiba pada saat saya berseru
“la-la-la-la” saya mulai berbicara dengan sangat lancar dalam bahasa asing.
Banyak orang memberikan selamat kepada saya karena saya menerima Roh Kudus.
Tetapi kalau saya sendirian di rumah, saya merasa takut. Karena itu, saya mulai
bekerja sebagai sukarelawan untuk seminar itu. Saya merasa bahwa saya harus
melakukan pekerjaan sukarela saya ini sebanyak mungkin sehingga saya mengadakan
perjalanan ke seluruh penjuru negara saya untuk melakukan pelayanan saya.
Dan saat saya menumpangkan tangan ke atas beberapa orang, sakit mereka sembuh,
meskipun beberapa waktu kemudian sakit itu muncul lagi. Lalu saya mulau mendapatkan
penglihatan dan saya bisa bernubuat. Yang sangat mengherankan, semua nubuat
saya menjadi kenyataan. Sejak itu, saya diundang ke berbagai tempat dan diperlakukan
sebagaimana seorang selebriti. Tetapi saya masih merasa takut. Lalu suatu
hari, saya mendengar sebuah suara, “Jangan pergi dari satu tempat ke tempat
lain seperti ini, pergilah dan tolonglah keluargamu sendiri agar mereka juga
menerima keselamatan.” Namun, saya tidak tahu apakah keselamatan itu. Saya
hanya tahu apa yang dikatakan orang lain—bahwa kalau saya tidak memakai karunia
Roh Kudus ini, Ia akan mengambilnya kembali. Tetapi di sisi lain, saya takut
menggunakan kemampuan saya, tetapi saya juga tidak bisa menghentikannya.
Pada suatu hari, saya mendengar bahwa seorang
dukun wanita mau percaya kepada Jahshua, dan karena itu saya mengunjunginya
bersama beberapa teman saya. Saya tidak pernah memberitahukan kepadanya bahwa
kami akan datang. Tetapi dukun wanita itu telah menunggu di depan pagar rumahnya
dan berkata, “Saya tahu anda semua akan datang.” Tiba-tiba dia menuangkan air
kepada kami dan berkata, “Tidak ada bedanya antara perdukunan Timur dengan perdukunan
Barat!” Ia memanggil kami sebagai “dukun Jahshua,” lalu ia berkata sambil
menunjuk, “Orang ini dipenuhi ketakutan, tetapi yang itu tidak.” Apa yang dikatakan
dukun itu merupakan suatu pukulan keras kepada saya. Saya mulai berpikir bahwa
semua yang saya lakukan selama ini tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan
dukun itu. Tidak ada sesuatupun yang sudah saya lakukan yang membuat Roh Kudus
datang, karena saya masih memiliki dosa di dalam hati saya.”
Dari pengakuan itu, kita belajar bahwa menerima
Roh Kudus adalah melampaui kekuatan kita. Karena iman seperti itu tidak didasarkan
kepada Alkitab, mereka yang menjalani kehidupan keagamaan demikian tidak memiliki
persediaan minyak untuk pelita mereka.
Pelita di dalam Alkitab menunjuk kepada gereja
dan minyak menunjuk kepada Roh Kudus. Alkitab menuliskan bahwa mereka yang
datang ke gereja, baik gereja Tuhan atau bukan, tanpa menerima Roh Kudus adalah
suatu kebodohan belaka.
Orang-orang yang bodoh membakar emosi dan tubuh
mereka hari demi hari. Orang-orang yang bodoh membakar perasaan mereka bersama
dengan tubuh mereka yang dipenuhi semangat itu di hadapan Jahweh. Kalau bisa
dikatakan bahwa panjang emosi kita sekitar 20 cm dan setiap hari kita bakar
1 cm, maka dalam 20 hari semua emosi kita akan terbakar habis. Emosi yang melatar
belakangi iman mendapatkan kekuatan baru melalui doa fajar, doa semalaman, doa
puasa dan KKR, tetapi pada akhirnya, emosi yang terbakar itu akan tetap habis
juga. Mereka sangat kecanduan dengan proses pembakaran emosi yang tidak ada
habisnya itu.
Emosi mereka dibakar di dalam nama Jahshua. Mereka
datang ke gereja dan membakar emosi mereka tetapi hati mereka masih merasakan
kebingungan dan masih terus mencari-cari. Alasan untuk hal ini adalah karena
iman mereka adalah berdasarkan pengalaman tubuh; karena itu, mereka terus menerus
butuh mendapatkan suntikan untuk perasaan mereka sehingga api itu tidak akan
padam. Namun, mereka tidak akan pernah menerima Roh Kudus melalui iman semacam
itu. Membakar emosi tidak akan menolong mereka menerima Roh Kudus.
Semua kita harus menyiapkan iman yang tepat untuk
menerima Roh Kudus di hadirat Jahweh. Hanya setelah itu terjadi sajalah kita
akan layak menerima Roh Kudus. Bagaimana kita memperoleh iman yang melayakkan
kita menerima Roh Kudus? Kebenaran itu terdapat dalam Injil yang indah itu
yang digenapkan dengan baptisan Jahshua di Sungai Yordan dan pencurahan darahNya
di kayu salib.
Jahweh menyebut kita sebagai “keturunan ular
beludak” (Yesaya 1:4). Kita harus mengakui kebenaran perkataan Jahweh
itu. Manusia memang dilahirkan dengan 12 macam dosa (Markus 7:21-23). Manusia
akan senantiasa berdosa sejak mereka dilahirkan sampai mereka mati.
Dalam Yohanes 1:6-7 dikatakan, “Datanglah seorang
yang diutus Jahweh, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian
tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.” Yohanes
Pembaptis membaptiskan Jahshua dan menanggungkan segala dosa dunia kepadaNya,
dengan berkata, “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes
1:29). Kita diselamatkan dari segala dosa kita karena baptisan Yohanes kepada
Jahshua Kristus. Kalau Yohanes tidak membaptiskan Jahshua dan memproklamirkan
Dia sebagai Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia, kita tidak akan pernah
tahu bahwa Jahshua menghapus segala dosa kita di kayu salib. Kita juga tidak
akan tahu bagaimana caranya menerima Roh Kudus. Tetapi karena kesaksian Yohanes,
kita bisa tahu bahwa Jahshua menghapus segala dosa kita dan kita bisa menerima
Roh Kudus.
Dengan iman ini, kita menjadi mempelai wanita
yang sudah dipersiapkan secara sempurna untuk menerima Jahshua Kristus, yang
adalah mempelai laki-laki. Kita adalah gadis-gadis yang percaya kepada Jahshua
sepenuhnya dan siap sepenuhnya untuk menerima Roh Kudus.
Apakah anda percaya kepada Injil air dan Roh dengan
sepenuh hati anda? Apakah anda percaya bahwa Jahshua Kristus menghapus dosa
anda melalui baptisanNya oleh Yohanes? Alkitab berkata, “iman timbul dari
pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). Kita harus
percaya bahwa Jahshua dibaptis oleh Yohanes dan mati di kayu salib agar kita
bisa menerima Roh Kudus. Kita harus menyadari bahwa menerima Roh Kudus hanya
bisa terjadi dengan percaya bahwa Jahshua datang ke dunia ini sebagai manusia
dan dibaptiskan oleh Yohanes, bahwa Ia mati di kayu salib dan dibangkitkan.
Bahkan sampai sekarang, ada dua kelompok orang
percaya, sama seperti dahulu ada dua golongan gadis. Termasuk dalam golongan
manakah anda? Anda harus menerima Roh Kudus dengan percaya kepada Injil air
dan Roh. Apakah anda rajin ke gereja, tetapi masih menunggu kedatangan Roh
Kudus datang kepada anda pribadi? Anda harus tahu jalan yang benar untuk bisa
menerima Roh Kudus.
Dengan kepercayaan yang bagaimana kita bisa menerima
Roh Kudus? Bisakah anda menerima Roh Kudus melalui semangat yang sangat antusias
seperti perdukunan? Bisakah anda menerima Roh Kudus dalam keadaan tidak sadar?
Bisakah anda menerima Roh Kudus dengan fanatisme keagamaan? Apakah anda masih
berdoa meminta pengampunan dosa kepada Jahweh dengan tidak henti-hentinya?
Alkitab berkata bahwa pada saat Jahshua dibaptis dan keluar dari air, Roh Jahweh
turun dalam rupa burung merpati. Ia dibaptiskan untuk menanggung segala dosa
kita, dan untuk menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan disalibkan untuk membayar
hutang segala pelanggaran kita.
Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes untuk menanggung
dosa dunia dan naik ke kayu salib agar kita bisa diselamatkan dan menerima Roh
Kudus. Inilah kebenaran itu. Jahshua dibaptis oleh Yohanes, dihakimi atas
segala dosa kita di kayu salib dan kemudian dibangkitkan. Kita harus percaya
kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib untuk menerima pengampunan
dosa. Kita bisa melihat dalam peristiwa baptisan Jahshua (Matius 3:13-15) bahwa
Roh Kudus datang seperti burung merpati dan Ia akan datang juga kepada kita
yang telah dibasuhkan dan percaya kepada baptisanNya.
Untuk menerima Roh Kudus, sangat penting bagi
kita untuk percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib. Roh
Kudus datang kepada seseorang dengan sangat lembut seperti burung merpati ketika
orang itu percaya kepada pengampunan dosa. Mereka yang telah menerima Roh Kudus
harus tahu bahwa hal itu mungkin terjadi karena pengampunan dosa melalui iman.
Roh Kudus turun kepada mereka yang percaya kepada pengampunan dosa dengan segenap
hati mereka.
Jahshua Kristus datang dengan roti dan anggur
kehidupan kekal (Matius 26:26-28, Yohanes 6:53-56). Setelah Jahshua keluar dari
air seusai pembaptisanNya, ada suara dari langit yang berkata, “Inilah AnakKu
yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan” (Matius 3:17).
Sangat untuk percaya kepada Jahweh sebagai Tritunggal.
Adalah Bapa Jahshua dan Jahshua adalah Anak Jahweh. Roh Kudus juga adalah Jahweh.
Jahweh Tritunggal adalah Jahweh yang Esa.
Anda harus tahu bahwa anda tidak akan pernah menerima
Roh Kudus dengan hanya percaya kepada salibNya atau dengan berusaha menyucikan
diri dengan perbuatan-perbuatan daging. Anda bisa menerima Roh Kudus hanya
kalau anda percaya bahwa Yohanes membaptiskan Jahshua untuk menanggungkan segala
dosa kita kepadaNya, dan bahwa Ia disalibkan untuk memperdamaikan segala dosa
kita. Betapa jelas dan sederhananya kebenaran ini! Sebenarnya tidak sulit
untuk menerima pengampunan dosa dan menerima Roh Kudus.
Jahweh berbicara kepada kita dengan bahasa yang
sederhana. IQ rata-rata manusia adalah sekitar 110-120. Injil Jahweh cukup
mudah untuk dipahami oleh mereka yang memiliki IQ rata-rata. Bahkan bagi anak-anak
berumur 4 atau 5 tahun, Injil ini tidak terlalu sulit untuk mereka mengerti.
Kalau Jahweh berbicara mengenai berdiamnya Roh Kudus dengan cara yang lebih
rumit, bisakah kita memahamiNya? Jahweh dengan adil mengampuni segala dosa
kita dan memberikan Roh Kudus sebagai anugerah kepada mereka yang percaya.
Jahweh berkata bahwa kita tidak bisa menerima
Roh Kudus melalui penumpangan tangan atau doa pertobatan. Roh Kudus tidak datang
sebagai hasil dari puasa atau penyerahan atau bahkan doa semalaman di puncak
gunung sekalipun. Iman apa yang membuat Roh Kudus berdiam di dalam kita? Yaitu
iman kepada kenyataan bahwa Jahshua datang ke dunia ini, dibaptis untuk menanggung
segala dosa kita, mati di kayu salib, dan dibangkitkan.
Apakah kita memang perlu percaya kepada hal ini?
Mengapa kita harus menerima pengampunan dosa dan
kemudian menerima Roh Kudus? Untuk menjadi warga kerajaan Jahweh kita membutuhkan
Roh Kudus. Dan untuk menerima Roh Kudus, kita perlu percaya kepada Jahshua
sebagai Juruselamat kita, percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya, dan
akhirnya, kita harus mendapatkan pengampunan dosa.
Mengapa Jahweh memberikan Roh Kudus kepada mereka
yang telah diampuni dosanya? Alasannya adalah untuk memeteraikan keberadaan
mereka sebagai umatNya. Untuk memeteraikan mereka yang telah percaya didasari
kepada Firman Jahweh, lalu Ia memberikan Roh Kudus sebagai jaminan.
Banyak orang menjaga iman mereka yang sebenarnya
keliru. Sebenarnya sangat mudah untuk percaya kepada baptisan Jahshua dan menerima
Roh Kudus. Sangat mudah bagi kita yang sudah menerima Roh Kudus, tetapi sangat
tidak mungkin bagi mereka yang belum menerima pengampunan dosa. Mereka tidak
tahu kebenaran dan justru mencari cara-cara lain untuk menerima Roh Kudus, seperti
memasukkan diri mereka ke dalam tindakan-tindakan keagamaan yang tidak lazim
melalui kefanatikan mereka. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan kemudian
terjebak kedalam kebingungan oleh benin yang ditabur Iblis, dan kemudian terjebak
ke dalam pengaruh agama takhayul
Roh Kudus berdiam di dalam mereka yang sudah percaya
kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib dan yang sudah menerima pengampunan
dosa. Hanya mereka yang telah percaya kepada keselamatan Jahweh yang bisa berkata,
“Aku tidak memiliki dosa.” Kalau seseorang tidak percaya kepada Injil air dan
Roh, mereka tidak bisa berkata bahwa mereka tidak memiliki dosa. Demikian juga,
Jahweh sudah memberikan Roh Kudus sebagai anugerah kepada anak-anakNya yang
telah percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib dan menerima
pengampunan dosa.
Siapa yang memberi kesaksian bahwa baptisan Jahshua
menghapus dosa kita? Jahshua, murid-murid Jahshua, dan Roh Kudus memberi kesaksian
akan hal itu. Siapa yang merencanakan untuk menyelamatkan manusia dari segala
dosa mereka? Jahweh Bapa. Siapa yang melaksanakan rencana itu? Jahshua Kristus.
Siapa yang menjamin bahwa rencana itu akan terlaksana dengan baik? Roh Kudus.
Jahweh mau menjadikan kita sebagai umatNya dan
karena itu memutuskan untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita melalui baptisan
Jahshua dan darahNya. Jadi, Jahweh Tritunggal menjamin keselamatan sempurna
kita dan menyetujui pengampunan dosa-dosa kita.
Dalam Matius 3:17 tertulis, “Inilah Anak-Ku
yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Mereka yang memiliki Roh Kudus
adalah umat Jahweh. Mereka adalah anak-anak Jahweh. “Inilah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Jahshua sebenarnya adalah Jahweh
yang sejati. Jahweh Bapa berkata kepada kita, “Kalau engkau mau menerima pengampunan
dosa, percayalah bahwa dosa semua manusia sudah dihapuskan untuk selama-lamanya
oleh Jahshua, Anak TunggalKu, terimalah Roh Kudus dan menjadi anak-anak Jahweh.”
Mereka yang percaya kepada hal itu menerima pengampunan dosa dan menjadi anak-anak
Jahweh. Ia mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka untuk memeteraikan mereka
sebagai anak Jahweh. Kita menerima pengampunan dosa hanya setelah kita percaya
kepada baptisan Jahshua dan juga kepada darahNya.
Kalau seseorang tidak menguji hati mereka dan
tidak percaya kepada Injil pengampunan, mereka cenderung untuk percaya bahwa
dosa asal mereka sudah lenyap, tetapi mereka tetap harus berdoa pertobatan dengan
tidak henti-hentinya untuk mendapatkan pengampunan dari dosa asal mereka. kalau
mereka jatuh ke dalam pemikiran yang demikian, maka Alkitab menjadi sesuatu
yang tidak bisa mereka mengerti dan membingungkan mereka. Dengan demikian mereka
memiliki kepercayaan yang berbeda dengan yang dimiliki murid-murid Jahshua.
Beberapa orang berkata bahwa Roh Kudus datang
kepada mereka “melalui doa-doa.” Tetapi hal itu tidak tepat seperti yang tertulis
di dalam Alkitab. Mungkin agak aneh kedengarannya, tetapi Alkitab berkata bahwa
pada saat Jahshua keluar dari air setelah pembaptisanNya oleh Yohanes, Roh Kudus
datang kepadaNya dalam rupa seekor burung merpati. Hal itu membuktikan bahwa
kalau kita berharap untuk menerima Roh Kudus, kita hanya harus percaya bahwa
Jahshua datang ke dunia ini, dibaptis oleh Yohanes untuk menanggung segala dosa
dunia, dihakimi di kayu salib dan kemudian dibangkitkan untuk menjadi Juruselamat
kita.
Apa yang dikatakan Jahweh kepada kita pada waktu
kita percaya kepada kebenaran ini dan menerima Roh Kudus? Ia berkata, “Engkau
anakKu. Inilah anakKu, kepadanyalah aku berkenan.” Jahweh akan mengatakan
hal yang sama dengan apa yang dikatakanNya pada waktu Jahshua dibaptiskan kepada
mereka yang sudah percaya kepada Jahshua dan diampuni dari dosa masa depan mereka.
Kebenaran ini adalah janji Jahweh untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya..
Tetapi manusia masih berpikir bahwa masih ada
jalan lain untuk menerima Roh Kudus. Apakah anda pikir bahwa Roh Kudus akan
datang kepada anda melalui tangisan anda dan usaha-usaha anda yang lain? Pekerjaan
Jahweh diatur hanya oleh kehendakNya dan Ia memberikan Roh Kudus hanya kepada
mereka yang menerima pengampunan dosa. Ia berkata, “AnakKu dibaptiskan agar
Ia bisa menanggung dosa-dosamu dan Ia disalibkan sebagai penghakiman atas dosa-dosa
itu. Aku menetapkan Jahshua sebagai Juruselamatmu. Kalau engkau menerima pengampunan
dosa yang diselesaikan oleh AnakKu, maka Aku akan mengutus Roh Kudus kepadamu.”
Bapa kita melakukan kehendakNya. Meskipun seseorang
bersujud di kakiNya sepanjang malam dan menangis sekuat tenaganya, Jahweh tidak
perlu mengutus Roh Kudus kepadanya. Ia justru akan menegur mereka, “Engkau
belum menerima kebenaran yang sejati dan terus bersandar kepada kepercayaan
yang salah. Roh Kudus tidak akan engkau terima selama engkau menolak menerima
iman yang benar.”
Dalam dunia ini, keputusan manusia bisa saja berubah
sesuai dengan keadaan, tetapi kalau hukum Jahweh mengenai pengampunan dosa dan
menerima Roh Kudus ditetapkan, maka hal itu tidak akan berubah. Kalau anda
terjatuh ke dalam kepercayaan yang salah, akan sulit bagi anda untuk menemukan
kembali jalan kebenaran. Alkitab berkata bahwa Jahshua menjadi batu sandungan
bagi mereka yang tidak taat (1 Petrus 2:8).
Orang-orang yang percaya kepada Jahshua tetapi
tidak tahu mengapa Ia dibaptiskan, hanya percaya kepada setengah Injil penebusan
dan tetap akan masuk neraka. Karena itu, kalau anda percaya kepada Jahshua,
anda harus tahu mengenai baptisan Jahshua dan darahNya, yang membentuk Injil
penebusan. Dan kalau anda menerima pengampunan dosa, maka anda juga akan menerima
Roh Kudus.
Mari kita memikirkan mengenai kehidupan Jahshua
di dunia ini. Jahshua menjadi manusia dan menanggung segala dosa dunia melalui
baptisanNya. Dia juga mati di kayu salib dan dihakimi bagi dosa-dosa kita untuk
menyelamatkan kita dari api neraka. Mereka yang percaya kepadaNya akan menerima
Roh Kudus sebagai anugerah.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang Roh Kudus?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
anda tentang Roh Kudus. |
|
 |
 |
Karena itu, semua kita harus mengikuti
jalan yang benar agar dapat menerima Roh Kudus. Yang kita perlukan
adalah pemikiran yang sesuai dengan firman kebenaran. Kalau kita
melakukan hal ini, Jahshua akan menjaga dan memberkati kita. Mereka
yang mengosongkan hatinya dan percaya kepada firmanNya bisa hidup
dalam kebenaran dengan menerima pengampunan dosa, dan dipimpin oleh
Roh Kudus. Dan juga, mereka bisa memimpin orang lain ke jalan yang
benar dengan pertolongan Roh Kudus.
Percayalah kepada penebusan yang digenapi melalui
baptisan Jahshua dan darahNya. Hanya dengan cara itu kita bisa mengikuti Dia
dengan iman dan menerima berkat pengampunan dosa, hidup kekal dan didiami Roh
Kudus. Jahshua adalah Tuhan pengampunan, yang menanggung segala dosa dunia
melalui baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib. Jahshua membasuh segala
dosa kita dan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang percaya kepada Injil kebenaran.
Anda bisa menerima Roh Kudus dengan mengikuti iman yang benar.
Kembali ke Daftar
|