|
Hiduplah oleh Roh!
<Galatia 5:16-26, 6:6-18>
“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu
tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan
keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena
keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang
kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka
kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan,
perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan
kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal
yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Jahweh. Tetapi buah
Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Jahshua, ia telah menyalibkan
daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh,
baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah
kita saling menantang dan saling mendengki.
Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran
dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan
pengajaran itu. Jangan sesat! Jahweh tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa
menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa
menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai,
jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi
kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan
kita seiman. Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu
dengan tanganku sendiri. Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri,
merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya
mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. Sebab mereka yang menyunatkan dirinya
pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan
diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah. Tetapi aku sekali-kali
tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Jahshua Kristus, sebab olehnya
dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak
bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.
Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya
damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Jahweh. Selanjutnya
janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda
milik Jahshua. Kasih karunia Tuhan kita Jahshua Kristus menyertai roh kamu,
saudara-saudara! Amin”
Apa yang harus kita lakukan untuk
Berjalan di dalam Roh? |
Kita harus mengabarkan dan mengikuti
Injil yang indah itu. |
Rasul Paulus menulis tentang Roh Kudus di dalam
suratnya kepada jemaat di Galatia. Dalam Galatia 5:13-14 dia berkata, “Saudara-saudara,
memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan
kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah
seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam
satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!’”
Singkatnya, karena kita telah diselamatkan dan
dibebaskan dari dosa dengan percaya kepada Injil yang indah itu, kita tidak
boleh mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk berkanjang di dalam
keinginan daging, tetapi dengan kasih kita harus saling melayani dan mengikuti
Injil yang indah itu. Karena Jahweh sudah menyelamatkan kita dari segala dosa
kita, maka akan sangat tepat kalau kita mengabarkan Injil itu. Paulus juga berkata,
“Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya
jangan kamu saling membinasakan” (Galatia 5:15).
Hidup oleh Roh agar dipenuhi Roh Kudus
Dalam Galatia 5:16 Paulus berkata, “Maksudku
ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” Lalu
dalam ayat 22-26 ia berkata, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan
diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik
Kristus Jahshua, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan
janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”
Di sini, Paulus menjelaskan bahwa kalau kita hidup oleh Roh, kita akan menghasilkan
buah-buah Roh. Roh Kudus memerintahkan agar kita hidup oleh Roh. Tetapi kita
memiliki kecenderungan hidup dalam kedagingan.
Sebagai manusia kita dilahirkan dari daging yang
tidak bisa menghasilkan buah-buah Roh. Meskipun kita berusaha untuk hidup oleh
Roh, tetapi hakekat diri kita tidak bisa berubah. Itulah sebabnya mengapa hanya
mereka yang menerima berdiamnya Roh Kudus dengan percaya kepada Injil yang indah
itu bisa hidup oleh Roh dan menghasilkan buah-buah Roh.
Kalau Alkitab memerintahkan kita untuk hidup oleh
Roh, berarti bahwa kita harus mengabarkan Injil yang indah itu supaya orang
lain juga memperoleh pengampunan dosa. Kalau kita hidup bagi Injil yang indah
itu, kita akan menghasilkan buah-buah Roh. Dengan kata lain, hal itu sama sekali
tidak ada hubungannya dengan berubahnya hakekat manusiawi kita. Pada saat kita
hudup dengan Injil yang indah itu, kita akan menghasilkan buah-buah Roh, yaitu
kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Buah-buah Roh akan menolong kita menyelamatkan
orang-orang lain dari dosa-dosa mereka agar mereka memperoleh kehidupan kekal.
Keinginan daging vs. keinginan Roh
Paulus berkata, “Sebab keinginan daging berlawanan
dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging --
karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa
yang kamu kehendaki” (Galatia 5:17). Karena kita, yang telah ditebus, memiliki
keinginan daging dan juga keinginan Roh, maka ada dua unsure yang selalu berperang
di dalam diri kita. Hasil dari peperangan itu adalah bahwa salah satunya akan
menguasai hati kita.
Roh memimpin kita untuk memiliki kehendak, dari
hati sanubari kita, untuk memberitakan Injil yang indah itu dan melayani Tuhan.
Roh itu membuat kita sangat bersemangat untuk terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan
rohani. Roh itu menolong kita untuk menyelamatkan orang lain dari dosa-dosa
mereka dengan mengabarkan Injil yang indah dari Jahweh.
Tetapi sebaliknya, keinginan daging kita membangkitkan
hawa nafsu kedagingan sehingga kita tidak bisa hidup oleh Roh. Konflik ini tidak
berkesudahan, antara keinginan daging dengan keinginan Roh. Kalau seseorang
dikuasai oleh keinginan dagingnya, ia akan menyerahkan dirinya kepada keinginan
daging dan menuruti keinginan daging itu. Keinginan daging melawan keinginan
Roh. Keduanya saling berlawanan, sehingga seringkali kita tidak melakukan apa
yang sebenarnya ingin kita lakukan.
Lalu apa saja yang termasuk dalam hidup oleh Roh?
Dan hal-hal apakah yang menyenangkan hati Jahweh? Jahweh berkata bahwa mengabarkan
dan mengikuti Injil yang indah itu adalah yang disebut dengan hidup oleh Roh.
Ia memberikan hati yang hidup oleh Roh kepada mereka yang memiliki berdiamnya
Roh Kudus, supaya mereka bisa hidup dalam kehidupan rohani. Perintah yang diberikan
Jahweh kepada kita agar kita menghasilkan buah-buah Roh melalui hidup oleh Roh
adalah perintah dan keharusan bagi kita untuk bisa menyelamatkan orang lain
dari dosa-dosa mereka dengan mengabarkan Injil yang indah itu. Hidup oleh Roh
berarti hidup dengan cara yang menyenangkan hati Jahweh.
Untuk bisa hidup oleh Roh, pertama-tama kita perlu
memiliki berdiamnya Roh Kudus. Kita harus terlebih dahulu percaya kepada Injil
yang indah yang diberikan Jahweh kepada kita kalau kita mau menerima berdiamnya
Roh Kudus di dalam kehidupan kita. Kalau kita tidak percaya kepada Injil yang
indah itu di dalam hati sanubari kita, kita tidak akan menerima berdiamnya Roh
Kudus dan juga tidak akan mendapatkan keselamatan dari dosa, yang berarti kita
tidak akan mungkin hidup oleh Roh.
Roh memberikan kepada kita keinginan untuk memberitakan
Injil yang indah itu, untuk melayani Tuhan dan membawa kemuliaan bagi Tuhan.
Keinginan ini datang dari hati yang dikhususkan bagi Jahweh dan untuk memberitakan
Injil yang indah itu ke seluruh dunia. Itu juga datang dari hati yang siap melakukan
apapun yang diperlukan untuk mengabarkan Injil yang indah itu. Mereka yang percaya
kepada Injil yang indah itu dan menerima Roh Kudus setelah mereka menerima pengampunan
dosa akan mampu hidup oleh Roh dan mengkhususkan hidup mereka untuk memberitakan
Injil. Inilah harta rohani yang mereka terima dari surga.
Mereka yang didiami Roh Kudus akan taat kepada
Roh Kudus dan hidup oleh Roh, meskipun mereka masih memiliki nafsu kedagingan
karena Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan mereka. Paulus berkata, “Hidup
oleh Roh.” Yang dimaksudkannya adalah bahwa kita harus mengabarkan Injil
air dan Roh yang indah itu yang diberikan Jahshua kepada kita supaya kita dapat
menolong orang lain untuk mendapatkan pengampunan dari dosa-dosa mereka.
Kadangkala pada saat hidup oleh Roh, kita mengikuti
keinginan daging. Keinginan daging dan keinginan Roh memang saling berlawanan
sepanjang kehidupan kita, tetapi yang harus kita ketahui dan kita kenal adalah
bahwa mereka yang didiami Roh Kudus harus menjalani kehidupan oleh roh. Kalau
mereka yang didiami Roh Kudus menolak untuk menghasilkan buah-buah Roh, mereka
akan binasa dengan menghasilkan buah-buah kedagingan. Buah-buah yang itu adalah
buah-buah kebinasaan yang menyengsarakan. Itulah sebabnya maka kita harus senantiasa
hidup oleh Roh.
Kita mendengar tentang “hidup oleh Roh” tetapi
masih ada yang bertanya, “Bagaimana saya bisa hidup oleh Roh, kalau saya tidak
bisa merasakan adanya Roh Kudus di dalam hidup saya?” Beberapa orang merasa
bahwa kita hanya bisa mengenali berdiamnya Roh Kudus kalau Jahweh menampakkan
diri dan berbicara langsung kepada kita. Tetapi itu adalah kesalahpahaman. Roh
memberikan kepada kita keinginan untuk hidup bagi Injil air dan Roh yang indah
itu.
Mungkin ada saat-saatnya di mana kita sangat yakin
bahwa Ia memang berdiam di dalam kita, tetapi kita tidak bisa merasakannya karena
kita hidup dalam keinginan daging. Bahkan mungkin ada yang merasa bahwa Roh
Kudus yang ada di dalam kita sedang tidur. Mereka adalah orang-orang yang sudah
menerima Roh Kudus tetapi masih hidup oleh keinginan daging mereka sendiri.
Orang-orang seperti itu hanya mendorong dan mengikuti
keinginan daging mereka dan belaku seperti kehendak daging itu, tetapi pada
akhirnya akan menderita karena keinginan dagingnya itu. Bahkan mereka yang telah
didiami Roh Kudus memiliki kecenderungan untuk hidup sesuai dengan keinginan
daging mereka, karena memang menurut mereka hal seperti itu sudah selayaknya
dan lazim. Tetapi mereka yang menyerahkan diri kepada keinginan daging akan
menjadi hamba kedagingan.
Jahweh memerintahkan kita untuk hidup sesuai dengan
kehendak Roh. Itu artinya kita harus melayani Injil yang indah itu. Itu juga
berarti bahwa kita harus menyerahkan didi sepenuhnya kepada Injil air dan Roh
yang indah itu. Bersukacita di dalam Injil dan hidup di dalamnya, itulah yang
disebut hidup sesuai dengan kehendak Roh. Kita harus hidup seperti itu dengan
belajar mengenai apa artinya hidup oleh Roh. Apakah anda sedang hidup oleh Roh?
Bisakah seseorang yang tidak didiami Roh Kudus hidup oleh Roh?
Mereka yang belum dilahirkan kembali tidak akan
tahu apa artinya hidup oleh Roh. Karena itu, banyak orang yang berusaha untuk
menerima Roh Kudus dan mencarinya dengan cara mereka sendiri. Mereka berpikir
bahwa tindakan menginginkan dipenuhi Roh Kudus adalah sama dengan dipenuhi Roh
Kudus itu sendiri.
Sebagai contoh, ketika orang-orang berkumpul di
suatu gereja untuk berbakti, hamba Tuhan akan berdoa keras-keras dan kemudian
jemaatnya berseru memanggil nama Tuhan. Beberapa dari mereka berbahasa roh seolah-olah
mereka dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi tidak ada seorangpun, termasuk mereka
sendiri, yang bisa mengerti apa yang mereka katakana. Sementara itu, beberapa
dari mereka jatuh ke tanah dan tubuh mereka mulai bergetar tanpa mereka sadari.
Mereka sebenarnya kerasukan roh jahat, tetapi mereka berpikir bahwa mereka sudah
menerima Roh Kudus. Kemudian dengan suara keras bergemuruh mereka berseru, “Tuhan,
Tuhan.” Mereka memanggil nama Tuhan, mengalirkan air mata dan bertepuk tangan.
Fenomena seperti inilah yang biasa dianggap “dipenuhi dengan Roh Kudus.”
Hamba Tuhan itu lalu berbahasa roh sambil memukul-mukul
mimbar dan jemaatnya berseru, “Tuhan! Tuhan!” Mereka sangat menyukai situasi
seperti itu dan bahkan beberapa orang berkata bahwa mereka mendapatkan penglihatan
tentang pohon pengetahuan yang baik danyang jahat di Taman Eden atau melihat
wajah Jahshua pada waktu mereka tidak sadar. Mereka salah mengerti bahwa hal-hal
seperti itu adalah cara untuk menerima Roh Kudus, dipenuhi dengan Roh Kudus
dan hidup oleh Roh. Tindakan-tindakan mereka yang salah adalah karena kesalahan
pemahaman mereka mengenai Firman Jahweh dan Roh Kudus.
“Hidup oleh Roh.” Itulah yang diperintahkan Jahweh
kepada kita yang telah dilahirkan kembali. Itu berarti bahwa kita harus melakukan
hal-hal yang menyenangkan hati Jahweh. Paulus membandingkan antara perbuatan
sebagai hasil buah-buah Roh dengan perbuatan daging. Ia berkata, “Tetapi
buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5:22-23).
“Hidup oleh Roh” berarti mengabarkan Injil yang
indah itu dan menyelamatkan orang lain dari dosa-dosa mereka. Kalau kita melakukan
hal itu, kita akan mampu menghasilkan buah-buah Roh. Buah-buah Roh adalah: kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan,
penguasaan diri, dan kita hanya bisa menghasilkan buah-buah Roh itu kalau kita
hidup dengan Injil yang indah itu. Kalau seseorang melayani dan mengabarkan
Injil yang indah itu, mengorbankan dirinya untuk Injil yang indah itu, maka
ia bisa memiliki kehidupan rohani yang dipenuhi dengan Roh Kudus.
Sebagai salah satu dari buah-buah Roh, “kebaikan”
berarti melakukan perbuatan-perbuatan baik. Kata itu berarti kebajikan. Melakukan
kebajikan bagi Injil yang indah itu dan melakukan sesuatu bagi kepentingan orang
lain termasuk dalam kebaikan. Kebaikan yang tertinggi di mata Jahweh adalah
memberitakan Injil bagi keuntungan orang lain.
“Kemurahan” berarti memiliki belas kasihan kepada
orang-orang lain. Mereka yang memiliki belas kasihan kepada orang lain, yang
melayani Injil dengan kesabaran dan kemurahan akan mendapatkan damai sejahtera.
Mereka yang hidup oleh Roh akan sangat bersukacita kalau melihat pekerjaan Tuhan
digenapkan, suka melakukan pekerjaanNya, mengasihi orang lain dan setia dalam
segala hal. Meskipun tidak ada orang lain yang memerintahkan mereka untuk melakukan
hal itu, mereka yang didiami Roh Kudus akan setia dalam pekerjaan Tuhan sampai
semua tugasnya diselesaikan. Ia lemah lembut dan senantiasa menguasai diri.
Ia memiliki buah-buah Roh. Orang yang memiliki Roh Kudus di dalam dirinya harus
hidup oleh Roh. Hanya kalau orang itu hidup oleh Roh, ia bisa menghasilkan buah-buah
Roh.
Anda juga bisa menghasilkan buah-buah Roh kalau
anda berjalan di dalam Roh. Tetapi kalau tidak, maka anda justry akan berjalan
di dalam nafsu kedagingan. Alkitab berkata di dalam Galatia 5:19-21, “Perbuatan
daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,penyembahan berhala,
sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,
percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu
-- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat
bagian dalam Kerajaan Jahweh.”
Perbuatan daging telah nyata
Perbuatan daging memang sangat nyata. Kata yang
pertama dalam perbuatan daging adalah “percabulan” yang berarti terlibat
dalam hubungan yang tidak semestinya dengan lawan jenis. Yang kedua adalah ,”kecemaran.”
Yang ketiga, “hawa nafsu.” Lalu ada “penyembahan berhala”, yang
berarti melayani sesuatu yang lain dan bukan melayani Jahweh. Kemudian, sihir.
Selanjutnya perseteruan. Kalau seseorang yang tidak memiliki Roh Kudus
hidup dalam keinginan daging, maka ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menunjukkan
perseteruannya dengan orang lain karena memang itulah sifatnya. Lalu ada perselisihan.
Artinya, orang itu suka berbantah-bantah dengan sahabat atau keluarganya. Selanjutnya
ada iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri. Semua itu adalah cirri-ciri
dari orang-orang yang hidup dalam kedagingan mereka.
Selanjutnya ada percideraan. Kalau seseorang
hanya berjalan sesuai dengan keinginan dagingnya, sangat tidak mungkin baginya
untuk melakukan pekerjaan gereja dan dia pada akhirnya akan meninggalkan gereja
itu dan berjalan sesuai kehendaknya sendiri. Selanjutnya adalah roh pemecah.
Orang-orang yang berjalan dalam keinginan daging melakukan semuanya demi memuaskan
kehendaknya sendiri. Tetapi hidup yang seperti itu sangat berbeda dengan kehendak
Jahweh dan kemudian pada akhirnya akan menjauh dari Injil. Tidak ada seorangpun
yang memiliki iman kepada Firman Jahweh yang akan menyimpang dari kehendak Jahweh.
“Kedengkian, kemabukan, pesta pora,” juga hasil-hasil dari keinginan
daging. Mereka yang hidup oleh keinginan daging akan selalu melakukan hal-hal
yang seperti itu. Itulah sebabnya Jahweh memerintahkan kita, “Hiduplah oleh
Roh.” Kita, yang sudah dilahirkan kembali, harus hidup oleh Roh.
Mereka yang belum dilahirkan kembali hanya memiliki
nafsu kedagingan di dalam hati mereka. Itulah sebabnya mereka terlibat dalam
“percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala.” Para hamba
Tuhan palsu yang belum dilahirkan kembali melakukan “sihir” kepada para pengikut
mereka supaya pengikut mereka itu menyumbangkan sejumlah besar uang. Mereka
memberikan tanggung jawab dan posisi yang tinggi kepada mereka yang menyumbang
banyak. Mereka yang hidup oleh keinginan daging menunjukkan “kebencian” mereka
kepada orang lain. Mereka memecah gereja-gereja menjadi banyak denominasi, menyombongkan
denomimasi mereka sendiri dan menuduh denominasi-denominasi lain sebagai gereja
sesat. “Perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,
percideraan, roh pemecah, kedengkian” semuanya ada di dalam hati mereka yang
belum dilahirkan kembali. Dan hal yang sama juga bisa terjadi di antara kita
orang-orang saleh kalau kita tidak hidup sesuai dengan kehendak Roh.
Roh Kudus membuat orang Kristen yang sudah dilahirkan kembali
menghasilkan buah-buah Roh
Mereka yang sudah dilahirkan kembali harus menjalani
kehidupannya untuk memberitakan Injil yang indah itu. Karena terlalu berat bagi
kita untuk mengikut Tuhan sendirian, kita harus melakukan pekerjaan pelayanan
kepada Injil yang indah itu dengan bergabung ke dalam gereja Tuhan. Kita harus
berdoa bersama dan mempersembahkan tenaga kita untuk menjadi seseorang yang
hidup oleh Injil yang indah tentang Roh Kudus. Orang-orang yang hidup oleh Roh
hidup untuk memberitakan Injil air dan Roh. Dengan kata lain, hidup oleh keinginan
daging berarti menjalani kehidupan hanya untuk dirinya sendiri dan hidup oleh
Roh berarti bekerja untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang lain. Banyak orang Kristen
yang sudah dilahirkan kembali menjalani kehidupan yang indah itu. Mereka hidup
bagi kebaikan orang lain.
Ada begitu banyak orang di dunia ini yang sama
sekali belum pernah mendengar mengenai Injil yang indah itu. Kita mengasihi
juga orang-orang di Afrika dan Asia. Kita mengasihi orang-orang di Amerika dan
Eropa dan juga di daerah-daerah lainnya. Kita harus menunjukkan kasih kita dengan
memperkenalkan Injil air dan Roh kepada mereka.
Kita harus hidup oleh Roh. Tidak ada hukum yang
menentang hal itu. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Galatia 5:22-23). Adakah hukum
yang menentang hal-hal itu? Tidak. Inilah hukum Roh yang harus kita taati. Paulus
memerintahkan agar kita hidup oleh Roh. Sama seperti Tuhan Jahshua Kristus memberikan
hidupNya bagi orang-orang berdosa, kita juga harus memberitakan Injil kepada
orang lain. Menyelamatkan orang lain dari dosa-dosa mereka adalah salah satu
tanda hidup oleh Roh. Kita harus hidup oleh Roh.
Paulus berkata dalam Galatia 5:24-26, “Barangsiapa
menjadi milik Kristus Jahshua, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa
nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga
dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang
dan saling mendengki.” Kita harus menjalani kehidupan kita untuk menyelamatkan
jiwa-jiwa yang terhilang kalau kita mau hidup oleh Roh. Kita harus melakukan
pekerjaan Roh dan berjalan bersamaNya. Roh Kudus yang diberikan Jahweh kepada
kita memimpin kita hidup dengan Jahshua Kristus di dalam hati kita. Roh Kudus
adalah Raja Kasih. Jahweh mau memakai kita sebagai alat untuk kasihNya.
Paulus berkata, “Barangsiapa menjadi milik
Kristus Jahshua, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”(Galatia
5:24). Ia juga berkata bahwa mereka yang dilahirkan kembali sudah mati bersama
dengan Kristus. Mereka yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali sudah sungguh-sungguh
mati bersama Kristus. Kita tidak menyadarinya, tetapi kita mati bersama Kristus
ketika Ia disalibkan untuk membayar hutang dosa-dosa kita. Dengan kata lain,
kenyataan bahwa Jahshua disalibkan berarti bahwa anda dan saya sudah mati bersamanya
di kayu salib. KematianNya adalah kematian kita dan kebangkitanNya melambangkan
jaminan akan kebangkitan kita. Anda dan saya hidup dan mati di dalam Jahshua
Kristus melalui iman kita. Kita perlu memiliki iman kita. Iman kita itulah yang
akan memimpin kita untuk hidup oleh Roh.
Jahweh memberikan kepada kita kuasa untuk hidup
oleh Roh. Karena itu, kita yang sudah diampuni segala dosa kita harus hidup
oleh Roh. Mereka yang telah menerima Roh Kudus harus bersyukur bahwa dosa-dosa
mereka telah diampuni dan menyerahkan kehidupan mereka untuk memberitakan Injil
yang indah itu bagi keselamatan mereka yang masih terhilang. Meskipun seseorang
sudah menerima pengampunan dosa dan dilahirkan kembali, ia akan terpisah dari
gereja Tuhan dan tidak mampu melayani Dia kalau ia terus hidup sesuai dengan
keinginan dagingnya sendiri. Anda dan saya harus hidup sesuai dengan Injil air
dan Roh sampai Hari Kedatangan Tuhan kita Jahshua Kristus.
Jangan gila hormat, tetapi hiduplah dengan dipenuhi Roh Kudus
Paulus berkata, “janganlah kita gila hormat,
janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.” Apakah yang dinamakan
gila hormat? Hal itu adalah berjalan sesuai dengan nafsu kedagingan. Ada banyak
orang di dunia yang sangat gila hormat. Banyak orang mengumpulkan uang, memupuk
penghormatan, mengasihi keindahan dunia dan menjalani kehidupan hanya untuk
masa sekarang ini saja. Tidak ada hasil apa-apa yang akan didapatkan dan mereka
justru akan layu dan kemudian lenyap ditelan waktu. Itulah sebabnya mengapa
orang-orang yang hidup oleh keinginan daging sering disebut gila hormat. Kalau
memang orang itu menjadi kaya, apakah ia memiliki damai sejahtera dan kepuasan?
Buah-buah kedagingan pada akhirnya akan layu dan lenyap. Hal-hal duniawi tidak
memiliki manfaat bagi jiwa orang lain dan hanya bagi dirinya sendiri. Semuanya
itu hanya baik untuk daging kemanusiaan seseorang saja.
Alkitab berkata, “Ada yang menyebar harta,
tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan”
(Amsal 11:24). Mereka yang belum dilahirkan kembali berusaha untuk menyimpan
banyak uang. Bagi mereka hal-hal duniawa adalah segala-galanya, sehingga mereka
tidak memiliki tempat bagi orang lain di dalam hati mereka. Itulah sebabnya
yang mereka kehendaki dan yang mereka perdulikan hanyalah diri mereka sendiri.
Tetapi dikatakan dalam Alkitab bahwa ada seseorang yang menahan dan menimbun
secara berlebihan, tetapi kemudian kemiskinan datang kepadanya. Banyak orang
berjalan dalam keinginan daging mereka, tetapi akibatnya sama, pada akhirnya
mereka aan menjadi penjahat dan mati karena kejahatan mereka. Semua itu adalah
akibat dari gila hormat.
Mereka yang suka mengikuti keinginan Roh
Paulus ingin menghidupi kehidupan dalam Roh. Dan
memang I menjalani kehidupan yang demikian. Ia mengajar kita untuk hidup dalam
kebaikan melalui Firman Jahweh. Ia berkata dalam Galatia 6:6-10, “Dan baiklah
dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, dengan orang yang memberikan pengajaran
itu. Jangan sesat! Jahweh tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa
yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur
dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa
menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai,
jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi
kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan
kita seiman.”
Paulus menasehatkan kepada mereka yang mengenal
Firman Jahweh untuk membagikan segala yang ada padanya kepada orang yang megajarkan
kepadanya. Yang dimaksud dengan “segala yang ada padanya” adalah usaha untuk
menyenangkan Tuhan dengan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang melalui kehidupan
yang hidup oleh Rohdan mengabarkan Injil. Mereka yang dilahirkan kembali harus
bergabung dengan mereka yang mengajar dan hidup oleh Rohdengan memiliki pikiran,
kasih yang dan juga perimbangan yang sama.
“Membagi segala sesuatu yang ada padanya.”
Segala sesuatu yang ada padanya berarti menyelamatkan orang lain dari dosa-dosa
mereka melalui gereja. Paulus menyuruh kita untuk melakukan segala sesuatu dalam
pikiran yang sama, doa yang sama dan juga ketaatan yang sama. Kita harus bekerja
bagi Tuhan bersama-sama.
Paulus berkata, “Jangan sesat! Jahweh tidak
membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang
akan dituainya.” Di sini, “dipermainkan” berarti “dilecehkan atau diejek.”
Jadi, “Jangan sesat! Jahweh tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan” berarti
bahwa kita tidak boleh melecehkan atau mengejek Jahweh. Contohnya orang tidak
boleh meremehkan Firman Jahweh, menafsirkannya sesuai dengan pikiran mereka
sendiri dan tidak percaya kepada Firman Jahweh itu. Paulus berkata, “Karena
apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Artinya, mereka yang
menabur dalam kedagingan akan menuai kesesatan dan kebobrokan, tetapi mereka
yang menuai dalam Roh akan menuali kehidupan kekal.
Apa yang akan kita tuai kalau kita hidup berdasarkan
Injil air dan Roh yang indah itu? Kita akan menerima kehiduoan kekal dan keselamatan
dari dosa-dosa kita. Kita akan menuai buah-buah Roh dengan membawa jiwa-jiwa
orang lain kepada pengampunan dari dosa-dosa mereka dan kepada kehidupan kekal
melalui berkat-berkat Jahweh.
Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang hidup
bagi dagingnya sendiri? Mereka menuai kebobrokan dan tidak ada lain selain kematian
di masa depan mereka. Tidak ada yang tersisa bagi mereka selain kematian. Manusia
lahir dengan tangan kosong dan mati dalam keadaan tangan yang kosong juga.
Kalau ia bekerja bagi keselamatan orang-orang
lain, mereka akan menuai menghasilkan buah-buah Roh dan memiliki kehidupan yang
kekal. Tetapi kalau ia terus berjalan sesuai dengan nafsu kedadingan, maka ia
akan menghasilkan kebobrokan. Kemudian ia akan menuai kutuk dan menyalurkan
kutuk itu kepada orang-orang lain. Karena itu, Paulus yang tahu segala sesuatu
tentang hidup dengan iman, menasehati kita agar tidak berjalan di dalam kedagingan.
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena
apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Paulus adalah seorang hamba Tuhan yang sudah hidup oleh Roh. Ketika orang-orang
melihat di dalam Alkitab bahwa ia hidup oleh Roh, beberapa orang mungkin berpikir
bahwa Roh Kudus akan secara langsung berbicara kepada mereka, memerintahkan
mereka melakukan sesuatu, seperti, “Paulus, belok ke kiri dan temui seseorang”
atau “jangan temui orang yang itu.” Tetapi hal itu sama sekali tidak benar.
Paulus hidup oleh Roh dengan mengabarkan Injil
keselamatan kepada orang lain dan menolong untuk menyelamatkan jiwa-jiwa mereka.
Paulus juga melayani Tuhan dengan bergabung bersama mereka yang juga hidup oleh
Roh. Di antara orang-orang Kristen, ada orang-orang yang tidak hidup oleh Roh
tetapi hidup oleh keinginan hawa nafsu kedagingan mereka. Mereka inilah yang
menolak Paulus tetapi melawannya dan bahkan menganiaya dia. Paulus berkata bahwa
ia tidak akan berhubungan dengan mereka yang melawan dan bahkan menganiaya murid-murid
Jahshua Kristus.
Kalau anda mau hidup oleh Roh, anda harus hidup
oleh Injil. Orang-orang yang disunat menganiaya Paulus. Dalam Galatia 5:11 dikatakan,
“Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat,
mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan
lagi.” Orang-orang yang disunat adalah mereka yang sangat menguasai praktek
kehidupan orang-orang disunat, yang berkata, “Meskipun seseorang dilahirkan
kembali karena imannya kepada Jahshua, ia tetap harus disunat. Kalau ia tidak
disunat kulit khatannya, maka ia bukanlah seorang anak Jahweh.” Mengapa mereka
menganiaya Paulus? Paulus percaya bahwa penebusan dan berkat kehidupan kekal
hanya datang dari iman kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib. Itulah
yang diajarkannya.
Iman yang menjadikan seseorang menjadi benar datang
dari belajar kebenaran dan mengajarkannya. Paulus menganggap bahwa kebenaran
Injil air dan Roh adalah kebenaran yang sangat penting. Ia percaya bahwa mereka
yang mengetahu kebenaran itu bisa hidup oleh Roh dan tidak lagi perlu untuk
disunatkan. Itulah yang diajarkannya. Tetapi orang-orang yang disunat percaya
bahwa sunat adalah sebuah bagian yang sangat penting bagi iman seseorang dalam
keselamatan. Tetapi sebenarnya, tidak ada Injil selain yang diberikan oleh Jahweh
dan karena itu kita tidak boleh menambahkan atau mengurangi dari kebenaran itu.
Pada saat Paulus berjalan di dalam Roh, ia diremehkan
dan bahkan dianiaya oleh sesamanya orang Yahudi. “Mereka yang secara lahiriah
suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat,
hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. Sebab
mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka
menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu
yang lahiriah. Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib
Tuhan kita Jahshua Kristus,” (Galatia 6:12-15). Lalu Paulus berkata kepada
mereka yang disunat, “Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri,
merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya
mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.”
Paulus menegur mereka yang berjalan menuruti keinginan
daging. Mereka berjalan sesuai dengan nafsu daging dalam perbuatan mereka dan
banyak orang menyukai mereka. Tetapi Paulus mengakhiri hubungannya dengan mereka.
Paulus berkata, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam
salib Tuhan kita Jahshua Kristus.” Jahshua Kristus dibaptiskan oleh Yohanes
untuk menanggung dosa dunia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan Paulus
dan semua orang lain yang dipanggil Tuhan Jahweh kita. Paulus berkata, “sebab
olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau
tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada
artinya.” Paulus, yang telah mati bagi dunia, hidup lagi di dalam Kristus.
Kita memang telah mati di dalam kematian Kristus.
Tetapi kita sering melupakan kebenaran itu. Kita harus percaya kepada kebenaran
ini. Kalau kita tidak memiliki iman kepada kebenaran ini, kita terikat kepada
nafsu daging dan oleh keluarga kita, dan hal itu menghalangi kita untuk berjalan
dengan Tuhan. Daging kita begitu lemah sehingga keluarga kitapun tidak akan
mempu menolong kita dalam mengikuti Dia. Hanya Tuhan yang bisa menolong kita.
Tetapi kita sekarang telah disalibkan bagi dunia. Bagaimana mungkin seorang
yang sudah mati menolong orang-orang dunia dalam urusan dunia mereka? Orang-orang
yang mati di dunia ini tidak akan bisa memiliki hal-hal dunia.
Jahshua dibangkitkan. KebangkitanNya memungkinkan
kita dilahirkan kembali ke dalam sebuah kehidupan rohani yang baru. Di sana
kita memiliki pekerjaan baru, keluarga yang baru dan pengharapan yang baru.
Kita adalah orang-orang yang dilahirkan kembali. Kita, sebagai tentara surga,
memiliki kewajiban untuk mengabarkan Firman Jahweh. Paulus mengakui bahwa ia
menjadi orang yang meolong orang lain menerima keselamatan bukan melalui kekuatan
fisik tetapi memakai metode-metode rohani. Ia berkata bahwa ia sudah mati dan
dilahirkan kembali melalui Jahshua Kristus. Mari kita berjuang untuk menjadi
orang-orang yang berani memberikan pengakuan yang sama tentang kepercayaan kita.
Paulus berkata di dalam Galatia 6:17-18, “Selanjutnya
janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda
milik Jahshua. Kasih karunia Tuhan kita Jahshua Kristus menyertai roh kamu,
saudara-saudara! Amin.” Paulus memiliki tanda-tanda milik Jahshua. Ia sama
sekali tidak mempedulikan kesehatannya untuk bisa berjalan di dalam Roh. Ia
tidak bisa menulis, karena penglihatannya semakin merosot. Karena itu tidak
sedikit dari surat-surat Paulus ditulis oleh sahabat-sahabatnya seperti Tertius,
yang mencatat dari apa yang dikatakan pau. Meskipun secara fisik ia lemah, ia
bersukacita karena bisa hidup oleh Rohdan berkata, “Sebab itu kami tidak
tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia
batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4:16).
Paulus memberi peringatan kepada kita agar menjadi
orang-orang yang berjalan di dalam Roh. Ia juga berkata, “Hidup oleh Rohberrarti
hidup bagi Injil.” Anda dan saya harus ingat apa artinya berjalan di dalam Roh.
Kita tidak boleh mengejar kesia-siaan, tetapi melayani dan hidup bagi Injil.
Mari kita hidup oleh Roh sepanjang kehidupan kita.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang Roh Kudus?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
anda tentang Roh Kudus. |
|
 |
 |
Dengan percaya kepada Injil air dan
Roh, Roh yang benar ada di dalam hati kita. Jahweh akan dengan senang
menjawab kalau kita berdoa sesuai dengan Injil. Menghasilkan buah-buah
Roh berarti hidup oleh Rohdan menebus jiwa-jiwa. Anda bisa menghasilkan
buah-buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri,
kalau anda hidup oleh Rohdan hidup bagi Injil. Untuk mengabarkan
Injil air dan Roh, kita harus menderita, bersabar, menunjukkan kemurahan
dan melakukan kebaikan kepada jiwa-jiwa yang masih sesat.
Buah-buah Roh dapat dihasilkan di dalam mereka
yang menyelamatkan jiwa-jiwa yang sesat dengan melakukan perbuatan baik dan
mengabarkan Injil yang menyebabkan mereka menerima berdiamnya Roh Kudus. Inilah
yang diperlukan untuk menghasilkan buah-buah Roh dan berjalan di dalam Roh.
Kembali ke Daftar
|