|
Menjaga kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus
<Efesus 5:6-18>
“Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata
yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Jahweh atas orang-orang
durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu
adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu
hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan
keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah
turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan
apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan
saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah
memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi
nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah,
hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya
atas kamu." Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,
janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah
waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu
bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah
kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah
kamu penuh dengan Roh.”
Apa yang harus kita lakukan agar
Selalu dipenuhi Roh Kudus |
Kita harus menyangkal diri, memikul salib,
Dan menolak pikiran jahat, menyerahkan diri
untuk mengabarkan Injil |
Untuk “menjaga kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus,”
kita harus menyerahkan diri kita untuk mengabarkan Injil. Untuk hidup senantiasa
dipenuhi Roh Kudus, kita harus terlebih dahulu menerima berkat-berkat yang membuat
Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan kita. Untuk bisa menerima berdiamnya Roh
Kudus kita harus memiliki iman yang seperti itu, yaitu bahwa kita percaya kepada
Injil air dan Roh yang diberikan Jahweh kepada kita. Dengan memiliki iman seperti
itu, kita akan menerima berkat-berkat yang membuat Roh Kudus berdiam di dalam
kita.
Apakah mereka yang didiami Roh Kudus menginginkan
kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus? Tentu saja. Tetapi mengapa ada yang tidak
hidup demikian? Alasannya adalah karena masalah-masalah mereka menghalangi
pekerjaan Jahweh, artinya mereka tidak bisa berjalan bersamaNya. Untuk menjaga
kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus, kita harus tahu dan percaya kepada Firman
Jahweh. Pertama-tama, mari kita melihat ke dalam Alkitab untuk melihat kehidupan
dan iman yang bagaimana yang yang seharusnya kita miliki.
Apa alasannya sehingga beberapa orang tidak bisa hidup dipenuhi
Roh Kudus?
Pertama, bisa kita katakan bahwa hal itu karena
mereka belum menyangkal diri. Alkitab berkata bahwa hanya mereka yang menyangkal
diri yang bisa berjalan dengan Tuhan. Karena kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus
tidak bisa terjadi karena kuasa doa seseorang, maka semua orang harus memiliki
iman dalam berdiam Roh Kudus agar ia bisa menyangkal diri. Bahkan mereka yang
telah didiami Roh Kudus, sangat sulit bagi mereka untuk menyangkal diri tanpa
berpikir mengenai kehendak Jahweh. Karena itu, agar kehidupan kita dipenuhi
Roh Kudus, kita harus melayani Injil air dan Roh. Hanya dengan demikian saja
seseorang bisa menyangkal diri dan hidup sebagai hamba kebenaran.
Dalam Matius 6:24-25 dikatakan, “Tak seorang
pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang
seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan
tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Jahweh dan kepada
Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu,
akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu,
akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada
makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Alasan mengapa banyak orang yang sudah dilahirkan
kembali tidak bisa hidup dengan dipenuhi Roh Kudus adalah karena mereka tidak
bisa menyangkali keinginan kedagingan mereka. Bahkan mereka yang didiami Roh
Kudus hanya bisa mengikuti Roh Kudus kalau mereka sudah meninggalkan kehendak
kedagingan mereka. Ada banyak aspek dalam kehidupan kita yang harus kita tinggalkan
kalau kita mau mengikut Tuhan. Tuhan berkata, “dia harus menyangkal diri,
memikul salib dan mengikuti Aku.”
Berpikiran secara duniawi, berarti maut, tetapi
berpikir secara rohani akan membawa kehidupan dan damai sejahtera. Orang-orang
yang mau hidup oleh Roh harus menanggalkan kehidupan dagingnya. Hanya mereka
yang siap member pengorbanan ini saja yang bisa menjaga kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus. Inilah kebenaran mengenai kepenuhan Roh Kudus.
Yang mana yang akan anda ikuti, Tuhan atau dunia?
Terserah kepada pilihan anda, kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus atau kehidupan
yang dikuasai kehendak kedagingan. Kalau anda mau hidup dalam kehidupan yang
dipenuhi Roh Kudus, maka anda harus memilihnya sendiri. Jahweh menyelamatkan
kita dari segala dosa dan memberikan kepada kita anugerah berdiamnya Roh Kudus.
Tetapi terserah kepada anda untuk memutuskan apakah anda mau memiliki kehidupan
yang dipenuhi Roh Kudus atau tidak. Dengan kata lain, kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus bukanlah ditentukan atau ditakdirkan oleh Jahweh. Kehidupan yang
dipenuhi Roh Kudus tergantung sepenuhnya kepada kehendak mereka yang percaya
kepada Injil air dan Roh yang indah itu.
Anda harus memiliki kehendak untuk memiliki kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus.
Kalau anda memiliki keinginan untuk memiliki kehidupan
yang dipenuhi Roh Kudus, Jahweh akan mengijinkan anda memilikinya. Ia akan
menolong dan memberkati anda. Tetapi kalau anda tidak menginginkannya, anda
harus berhenti hidup dipenuhi Roh Kudus.
Anda bisa menerima berdiamnya Roh Kudus hanya
dengan iman di dalam Injil air dan Roh dan bukan karena kehendak anda. Tetapi
untuk menjalan kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus dan mempertahankannya, sangat
tergantung kepada kehendak anda.
Karena itu, kalau anda ingin menjalani kehidupan
yang dipenuhi Roh Kudus, anda harus menguji kehendak anda dan meminta perolongan
Jahweh. Kalau kita sungguh-sungguh ingin menjalani kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus, Jahweh akan memberkati kita dan memenuhi kerinduan kita. Tetapi
untuk mencapai tujuan kita, kita harus menanggalkan nafsu kedagingan.
Yang kedua, untuk menjalani kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus, kita harus memikul salib kita. Kita harus hidup dan berjalan sesuai
dengan kehendak Jahweh dalam situasi sulit sekalipun. Inilah artinya menjalani
kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus.
Dan yang ketiga, Tuhan berkata, “Karena barangsiapa
mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa
kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh
seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya
sebagai ganti nyawanya?” Ini berarti bahwa mengikut Tuhan sangat relevan
dengan kehidupan kita. Dan memang, kalau kita mengikut Dia, roh dan daging
kita akan diberkati, tetapi kalau kita tidak mengikuti Dia dan memilih untuk
hidup dengan kekuatan sendiri, roh dan tubuh kita akan binasa.
Mengapa kita tidak bisa memiliki kehidupan yang
dipenuhi Roh Kudus? Alasannya adalah karena kita tidak menanggalkan pemikiran
kita, yaitu keinginan nafsu kedagingan. Kalau kita mengikuti Jahshua, Roh menguatkan
batin kita dan dengan demikian Ia memimpin kita dengan kuasa yang lebih besar.
Dalam Efesus 5:11-13 dikatakan, “Janganlah
turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan
apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan
saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah
memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi
nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.” Orang Kristen tidak boleh
bersekutu dengan pekerjaan kegelapan yang sia-sia. Dan kalau kita melibatkan
diri dengan pekerjaan kegelapan yang sia-sia, Jahweh memerintahkan kita untuk
menelanjanginya. Kita harus menjauhkan diri dari pekerjaan-pekerjaan kegelapan,
karena hal-hal yang dilakukan dalam kegelapan itu untuk dikatakan saja sudah
sangat memalukan. Tetapi segala sesuatu yang ditelanjangi menjadi nampak jelas
karena terang.
Siapa yang bisa menelanjangi dan berbicara mengenai
hal-hal yang memalukan itu? Kalau orang lain, saudara-saudara anda dan para
hamba Tuhan tidak bisa menelanjangi hal itu, maka anda sendiri yang harus melakukannya.
Dikatakan bahwa segala sesuatu yang ditelanjangi
akan nampak jelas karena adanya terang. Karena itu kita harus mengakui bahwa
perbuatan jahat kita adalah salah dan membiarkan diri dipimpin oleh Roh Kudus
untuk menelanjangi pekerjaan kegelapan yang sia-sia, sendiri atau melalui para
pemimpin kita.
Di dalam dunia ini, segala sesuatu yang ditelanjangi
akan berakhir tetapi di dalam dunia Jahweh, segala yang dibukakan akan nampak
jelas karena terang, karena segala sesuatu yang nampak adalah karena terang.
Karena kita jauh dari sempurna, kita melakukan banyak dosa tanpa menyadarinya
di dalam dunia ini. Namun, kalau kita menyinarkan terang Jahweh kepada diri
kita sendiri, kita akan menyadari akan dosa-dosa yang ada dan juga bisa mengakuinya.
Dan karena itulah kita bisa bersyukur dengan tiada henti-hentinya kepada Jahweh.
Karena Jahshua menanggung dosa dan kesalahan kita,
dan segala kebenaran Jahweh digenapi ketika Ia dibaptiskan di Sungai Yordan,
kita bisa dinyatakan dengan terang itu melalui kebenaran Jahweh. Jutaan dosa
yang dilakukan manusia ditanggungkan kepada Jahshua ketika Yohanes membaptiskanNya.
Ia adalah Anak Domba Jahweh yang menanggung dosa dunia ini, mati di kayu salib
untuk dihakimi bagi dosa-dosa itu dan dibangkitkan. Jahshua mengampuni segala
dosa manusia dan ketika Ia berkata, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), semua
manusia diselamatkan. Kita disucikan melalui iman kita kepada apa yang dibuat
oleh Jahshua. Karena dosa-dosa kita diampuni, kita bisa masuk kepada terang
lagi dan mengikuti Jahweh dengan benar.
Jahweh memerintahkan kita untuk mempergunakan waktu dengan baik
Paulus berkata bahwa kalau kita mau memiliki kehidupan
yang dipenuhi Roh Kudus, kita harus mempergunakan waktu dengan baik. Dalam
Efesus 5:16-17 dikatakan, “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari
ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya
kamu mengerti kehendak Tuhan.” Kalau kita mau memiliki kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus, kita harus memanfaatkan waktu kita dengan sangat bijaksana. Kita
harus mengerti kehendak Jahweh dan melakukannya. Kita harus memutuskan apa
yang lebih berharga: hidup seturut keinginan daging atau menyerahkan diri kepada
Jahweh.
Setelah kita dilahirkan kembali, Roh Kudus berdiam
di dalam kita. Kalau kita menerima berdiamnya Roh Kudus, itu berarti bahwa
Tuan kita adalah Jahweh dan Dia adalah Raja kita. Hanya Dia Juruselamat kita
dan kita harus mengakui Dia secara mutlak sebagai Jahweh kita. Ia adalah Tuan
yang menciptakan saya, mengampuni dosa saya dan memberkati saya. Dan Ia adalah
Raja yang berkuasa atas kehidupan dan kematian saya, memberkati atau mengutuk
saya. Kita harus mengakui bahwa Tuhan kita adalah Tuan kita, Penguasa kita
dan Jahweh kita sehingga kita harus taat kepadaNya sepanjang kehidupan kita.
Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam Filipi
2:5-11 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan
yang terdapat juga dalam Kristus Jahshua, yang walaupun dalam rupa Jahweh, tidak
menganggap kesetaraan dengan Jahweh itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah
merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Jahweh sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama
di atas segala nama, supaya dalam nama Jahshua bertekuk lutut segala yang ada
di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah
mengaku: "Jahshua Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Jahweh, Bapa.”
Paulus berkata, “menaruh pikiran dan perasaan.”
Ia berkata bahwa hal inilah yang ada di dalam hati Jahshua Kristus. Yang dikatakan
oleh Paulus mengenai “pikiran” adalah mengenai Jahshua, yang adalah Jahweh
Pencipta dan yang datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan umatNya dari
dosa-dosa mereka sesuai dengan kehendak BapaNya. Tuhan datang ke dunia ini
dan menanggung dosa dunia melalui baptisanNya oleh Yohanes. Dan ketika Ia mati
di kayu salib, dosa-dosa dunia dipakukan bersama dengan Dia. Ia dibangkitkan
tiga hari kemudian dan menjadi Juruselamat kita.
Alasan mengapa Jahshua Kristus, sang Pencipta,
datang ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan kita. Ia menunjukkan kasihNya
kepada kita melalui baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib. Segala ciptaan
harus bersujud di hadapanNya dan menghargai kasihNya yang memberikan kepada
kita pengampunan dosa dengan merendahkan diriNya sendiri sebagai makhluk, meskipun
sebenarnya Ia adalah Pencipta. Itulah sebabnya segala makhluk dapat mengakui
bahwa Ia adalah Juruselamat mereka yang sesungguhnya. Ia membuat kita mengaku
bahwa Ia tidak hanya Tuhan atas segala makhluk, tetapi juga Tuhan dari segala
kebenaran untuk kita.
Kita, yang percaya kepada Jahweh dan yang didiami
Roh Kudus, harus percaya bahwa “Jahweh adalah satu-satunya Tuan yang sesungguhnya
dari kehidupan saya” dan memiliki kasih di Kristus di dalam kehidupan kita.
Kita harus memiliki iman bahwa tuan kita bukanlah diri kita sendiri tetapi Jahshua
Kristus, yang menciptakan dan menyelamatkan kita dari segala dosa kita. Dan
kita juga harus memiliki iman bahwa Ia adalah Tuan yang membuat kehidupan kita
diberkati dengan kehidupan yang baru dan menyiapkan segala sesuatu bagi kita
dan berkarya bagi kita.
Ada banyak orang yang tidak mau mengubah tuan
setelah mereka dilahirkan kembali. Ada banyak orang yang didiami Roh Kudus
tetapi terus mempertahankan tahta mereka di hati mereka. Kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus adalah kehidupan yang mengikut Jahweh. Kehidupan yang seperti itu
tidak bisa didapatkan hanya dalam satu hari, tetapi hanya mungkin terjadi kalau
kita percaya bahwa Jahshua adalah Tuan dari segala kehidupan kita dan Pencipta
kita beserta dengan alam semesta. Kita perlu memiliki iman agar bisa melayani
Jahshua, Tuhan, Tuan dan Jahweh kita, yang sudah menyelamatkan kita dari dosa-dosa
kita dan memberikan kepada kita kehidupan yang kekal di Kerajaan Surga.
Kita harus selalu mengingat kebenaran itu. Banyak
orang yang hidup sebagai penguasa atas diri mereka sendiri. Mereka menjaga
dan memelihara penguasaan mereka atas kehidupan mereka sendiri. Tetapi sekarang
adalah saatnya untuk berubah. Sekarang kita sudah menjadi orang-orang yang
mengenal Jahweh, dan karena itu, Tuan kita yang sejati adalah Jahweh.
Kita semua memiliki dosa di dalam hati dan layak
untuk dibuang ke dala neraka karena kesalahan kita. Tetapi kita menemukan Jahweh
melalui iman kita di dalam Injil air dan Roh. Jahweh begitu mengasihi kita
sehingga Ia datang ke dalam dunia ini, menanggung dosa kita dengan baptisan
oleh Yohanes dan mati di kayu salib untuk menjadi Juruselamat kita yang sejati.
Dan melalui iman kita kepada Jahweh, kita dibebaskan dari segala dosa kita.
Dengan kata lain, kita menerima berdiamnya Roh Kudus.
Alkitab berkata, “Tetapi jika orang tidak memiliki
Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Roma 8:9). Ketika kita menerima keselamatan,
yaitu berdiamnya Roh Kudus, kita menjadi anak-anak Jahweh. Roh Kudus adalah
Jahweh dan kita harus berjalan di dalam kebenaran Jahweh di bawah bimbingan
Roh Kudus. Untuk bisa hidup demikian, kita harus menghentikan penguasaan atas
diri sendiri. Setelah kita bertemu Jahshua dan dibebaskanNya, kita harus menjadikan
Dia sebagai satu-satunya Tuan kita.
Kita harus menyerahkan tahta hati kita kepada Jahshua
Kita tidak bisa mengikut Tuhan kalau kita menganggap
bahwa kitalah tuan dari kehidupan kita sendiri. Kalau Jahweh memerintahkan
kita untuk melayani Dia, kita akan berkata “ya” tanpa menunda-nunda kalau kita
tidak menganggap bahwa kita adalah tuan atas diri kita sendiri. Kalau tidak
demikian, kita mungkin akan berkata, “Mengapa aku harus melakukan hal itu kepadaMu?”
Orang yang menjai tuan atas dirinya sendiri akan menolak untuk melakukan apa
yang diperintahkan Jahweh kepadanya, dan berpikir, “Kalau Ia mau memerintah
aku, Ia harus meminta tolong kepadaku.” Kepada orang-orang yang demikian, perintah
Jahweh hanyalah omong kosong yang membosankan.
Untuk bisa dipenuhi Roh Kudus, kita harus mentaati
perintahNya. Kita tidak boleh bersikap seperti sapi yang harus ditarik-tarik
untuk mengikuti tuannya, tetapi kita harus dengan sukarela mengikuti Jahweh.
Kita harus mengikut Tuhan, Juruselamat kita, yang memimpin kita ke jalan yang
benar. Jahweh adalah Tuhan, yang memberkati kita dengan keselamatan. Kalau
kita melayani Dia sebagai Tuan kita dan mentaati perintah-perintahNya, kita
bisa dipenuhi Roh Kudus. Kalau anda dan anggota keluarga anda menyerahkan tahta
kehidupan anda kepada Kristus dan menempatkanNya di atas segala sesuatu, anda
akan mendapatkan anugerah dan berkat di dalam kehidupan anda.
Anda mungkin pernah melihat sebuah gambar mengenai
seseorang yang sedang berlayar menantang badai dan Jahshua berdiri di sampingnya.
Kalau nampaknya dalam kehidupan kita kita bisa mengatasi masalah kehidupan dan
melakukan pekerjaan Tuhan, sebenarnya Jahshua Kristuslah yang memimpin dan memegang
tangan kita. Jahweh yang Mahakuasa yang memperhatikan kehidupan kita. Ia menyelamatkan
kita. Ia menjaga kita dari Iblis, memimpin kita dan berdaulat atas kehidupan
kita.
Karena Ia adalah Tuan kita, maka Ia bisa mendampingi
dan memberkati kita. Tetapi kalau kita tidak mengakui Dia sebagai Tuan kita,
maka Ia tidak bisa menjalankan peranan itu. Karena Ia adalah Jahweh yang berkepribadian,
Ia tidak akan memaksa kita melakukan kehendakNya. Meskipun Ia Ia Jahweh yang
Maha Kuasa, Ia tidak akan melakukan apa-apa bagi kita kecuali kalau kita secara
sukarela melayani Dia sebagai Tuan kita dan meminta pertolonganNya.
Serahkan segala sesuatu kepadaNya
Serahkan segala sesuatu kepadaNya agar Ia bisa
menggenapi kedaulatanNya atas kita. Layani Dia dan akui bahwa Dia adalah Tuan
kita. Karena kita jauh dari sempurna, kita harus menyerahkan segala sesuatu
kepadaNya dan menyerahkan semua tanggungjawab kita kepadanya. Sekali saja kita
menyerahkan keluarga kita, kehidupan sehari-hari kita dan semua yang lain kepadaNya,
kita akan menerima hikmat dari Jahweh dan mampu menjalani kehidupan seperti
yang Dia kehendaki, menyelesaikan semua masalah dengan iman dan kuasa yang diberikan
Jahweh kepada kita.
Masalah-masalah kita kemudian ditanggung oleh
Tuan kita, yang berarti bahwa kalau kita siap mengikuti Jahshua yang adalah
Jahweh yang Maha Kuasa, Ia akan memikul beban dan tanggungjawab kita. Kita
akan mampu menjalani kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus dan menikmati damai sejahtera
yang diberikan olehNya. Sebagai orang Kristen yang setia, kita harus bersujud
di hadapan Jahweh, mengakui dan melayani Dia sebagai Tuan kita.
Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam Filipi
3:3 mengenai iman yang harus kita miliki untuk bisa dipenuhi Roh Kudus. “Karena
kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Jahweh, dan bermegah dalam
Kristus Jahshua dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.” Yang dimaksud
dengan “bersunat” adalah bahwa kita adalah orang-orang yang menyembah Jahweh
di dalam Roh, bersukacita di dalam Jahshua dan tidak mengandalkan hal-hal lahiriah.
Hidup sebagai orang-orang bersunat berarti memotong
dosa di dalam hati kita dan menyerahkannya kepada Jahshua Kristus, yang telah
dibaptiskan oleh Yohanes. Mereka yang dipimpin oleh Roh berhutang kehidupan
mereka kepada Roh Kudus. Mereka melayani dan bersukacita di dalam Jahshua Kristus
dengan berkata, “Jahshua telah memimpin saya ke dalam kehidupan yang penuh kemuliaan.
Ia membenarkan dan memberkati saya. Ia memberikan kepada saya semua anugerah
yang membuat saya mampu melayaniNya.” Kita perlu hidup seperti itu. Inilah
kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Paulus berkata, “Aku menjawab: Jika engkau
makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain,
lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Jahweh” (1 Korintus 10:31).
Dalam Filipi 3:13-14 dikatakan, “Saudara-saudara,
aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang
kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada
apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,
yaitu panggilan sorgawi dari Jahweh dalam Kristus Jahshua.” Jahweh memerintahkan
agar kita melupakan apa yang di belakang kita dan mengarahkan diri ke depan
untuk apa yang dihadapan kita. Kita harus berjuang untuk mencapai tujuan kita.
Tanpa memperdulikan apa yang kita lakukan di masa lalu, apakah kebenaran atau
kekeliruan, kita harus melupakan semua yang di belakang kita itu dan mengarahkan
diri ke depan untuk mencapai tujuan kita. Tujuan itu adalah melayani kehendakNya
untuk bersandar jepada Jahshua Kristus dengan percaya kepadaNya.
Kita jauh dari sempurna, karena itu kita sering
jatuh kalau kita merasakan godaan daging. Namun dengan memandang kepada Jahweh
dan memiliki iman, kita bisa membuang segala kelemahan dan kesalahan kita.
Pada saat Jahshua Kristus dibaptis oleh Yohanes dan mati di kayu salib, segala
dosa kita ditanggungkan kepadaNya. Pada saat Ia menjadi Juruselamat kita melalui
kebangkitanNya, kita diberi kehidupan baru karena kepercayaan kita kepadaNya.
Karena itu, kita harus membuang segala sesuatu yang ada di belakang kita, mengarahkan
diri ke depan kepada apa yang ada di hadapan kita dan berjuang untuk mencapai
tujuan akhir kita.
Menjaga kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus
Kita harus terus maju untuk mencapai hal-hal yang
di depan kita dan terus berjuang untuk mendapatkan goal yang lebih tinggi.
Saya harap anda bisa melupakan semua yang di belakang anda secepatnya, kalau
semuanya itu menjadi beban bagi anda. Ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan
karena kelemahan kita, tetapi hal itu bukan yang terpenting, karena perkara
yang paling penting bagi kita adalah apa yang ada di hadapan kita. Karena kepentingan
apa yang ada di hadapan kita itu, kita harus menyerahkan tahta kehidupan kita
kepada Jahshua melalui iman dan memberikan diri kita dipimpin olehNya. Kita
harus membiarkanNya memutuskan bagaimana jalannya kehidupan masa depan kita
dan melakukan apa yang dikehendakiNya.
Kita harus menjalani kehidupan seperti murid-murid Jahshua
Kita bisa menjalani kehidupan yang dipenuhi Roh
Kudus hanya kalau kita sudah kuat di dalam iman. Ini sangat penting. Mari
kita lihat 2 Timotius 2:1-10. “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh
kasih karunia dalam Kristus Jahshua. Apa yang telah engkau dengar dari padaku
di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai,
yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit
yang baik dari Kristus Jahshua. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak
memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian
ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota
sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang
petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Perhatikanlah
apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
Ingatlah ini: Jahshua Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang
telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang
penjahat, tetapi firman Jahweh tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung
semuanya itu bagi orang-orang pilihan Jahweh, supaya mereka juga mendapat keselamatan
dalam Kristus Jahshua dengan kemuliaan yang kekal.”
Sama seperti yang dikatakan Paulus kepada Timotius,
Roh Kudus juga berkata kepada kita, “Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam
Kristus Jahshua. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi,
percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap
mengajar orang lain.”
“Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus
Jahshua.” Untuk menjadi kuat di dalam kasih karunia Kristus Jahshua berarti
bahwa kita harus kuat didalam iman kepada Injil air dan Roh dengan percaya kepadaNya
dan bersandar kepadaNya. Jahshua Kristus datang ke dunia ini untuk menerima
segala dosa kita melalui baptisanNya, mati di kayu salib, dibangkitkan dan menjadi
Juruselamat kita. Ini berarti bahwa kita harus kuar di dalam kasih karunia
Jahweh dan bersyukur kepadaNya. Jahweh menyelamatkan kita dan karena itu kita
harus menerima keselamatan melalui iman sebagai kasih karunia Jahweh. Inilah
keselamatan pengampunan dosa. Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan
menaikkan doa fajar setiap hari atau menyumbangkan dana untuk membangun gereja.
Semua itu tidak ada hubungannya dengan penerimaan keselamatan.
Keselamatan kita melalui pengampunan dosa berarti
bahwa Jahshua Kristus, tanpa melihat perbuatan kita, dibaptis untuk menanggung
dosa kita, lalu mati di kayu salib untuk menghapuskan segala pelanggaran kita.
Ia dibangkitkan untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita. Para pendeta
diampuni dari dosa mereka dengan percaya kepada Injil ini, sama seperti orang-orang
awam. Orang yang percaya kepada Jahshua dengan sepenuh hatinya akan menerima
pengampunan dosa. Dengan demikian kita bisa memiliki keyakinan di dalam anugerah
keselamatan dan menguatkan iman kita.
Kalau kita mau menjalani kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus, kita harus menjadi kuat di dalam iman kepada Injil air dan Roh.
Ada bagian-bagian di dalam kehidupan kita yang tidak bisa kita kuasai, yang
mengandung banyak kelemahan hidup kita. Itulah sebabnya mengapa kita harus
kuat di dalam anugerah keselamatan. Setiap kali kegagalan terjadi, kita harus
merenungkan iman kita dan berkata kepada diri sendiri, “Jahweh menyelamatkan
aku melalui Injil air dan Roh. Jahshua mengampuni dosaku melalui Injil air
dan Roh.” Kita menjadi orang berdosa dengan percaya kepada Injil ini dan menguatkan
diri kita dengan didiami Roh Kudus. Kita diselamatkan dari dosa-dosa kita dan
menjadi kuat dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Kita menjadi orang-orang
yang diberkati melalui iman kita.
Paulus berkata, “Jika engkau makan atau jika
engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya
itu untuk kemuliaan Jahweh” (1 Korintus 10:31). Ini sangat penting. Hal
itu berarti bahwa kita harus menyerahkan segala kehidupan kita kepada Jahweh.
“Jika engkau makan atau jika engkau minum.” Kita perlu makan, minum
dan menjadi kuat bagi Jahweh untuk melakukan pekerjaanNya. Kita harus makan
makanan yang baik bagi kesehatan kita untuk bisa mengabarkan Injil.
“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak
memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian
ia berkenan kepada komandannya” (2 Timotius 2:4). Anda harus menjalani kehidupan
yang dipenuhi Roh Kudus untuk bisa mengabarkan Injil. Kita bisa menjalani kehidupan
yang setia kalau kita menjalani kehidupan kita untuk mengabarkan Injil. Semua
orang yang memiliki kesetiaan seperti itu memiliki kehidupan yang dipenuhi Roh
Kudus. Bahkan semua persembahan anda, yang anda dapatkan melalui kerja keras
anda, harus anda pakai untuk Injil.
Kalau anda mau menjaga kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus, anda harus mendedikasikan diri anda kepada Tuhan, melayani Dia, menggunakan
uang anda untuk Injil dan membagi semua kesedihan dan sukacita bersama Tuhan.
Kalau anda mau menjalani kehidupan yang demikian, kiya harus hidup di dalam
iman dengan kehendak yang kuat untuk melayani Injil.
Banyak orang yang menjalani kehidupan untuk kepentingan
diri sendiri. Mereka membangun tembok dan mengumpulkan harta bagi mereka sendiri
dan menguasainya sendiri. Kita harus mengakui Jahweh sebagai satu-satunya Tuan.
Tuhan berkata, “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya
dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”
Menjalani kehidupan sebagai prajurti yang baik berarti mengikuti peraturan ketentaraan
yang ada. Tuhan yang akan memecahkan semua masalah kita, melindungi kita dan
menjaga kita kalau kita hidup bagi Dia sebagai prajuritNya yang setia. Ia memerintahkan
kita untuk mencari dahulu kerajaan Jahweh dan kebenarannya (Matius 6:33).
Tidak ada sesuatupun yang salah di dalam Firman
Jahweh. Kalau kita mengikut Dia, kita akan mengalami kebenaran firmanNya.
Tetapi ingat bahwa terlebih dahulu anda harus didiami Roh Kudus, yang berdiam
di dalam hati anda. Seseorang yang tidak didiami Roh Kudus tidak akan bisa
menyerahkan tahta hidupnya kepada Jahweh. Hanya seseorang yang didiami Roh
Kudus yang bisa menyerahkan tahta hidupnya kepada Jahweh dan dengan demikian
mengalami kepenuhan Roh Kudus dan memiliki sukacita dan damai sejahtera di dalam
hatinya.
Berdiamnya Roh Kudus akan terjadi kepada nda hanya
kalau anda percaya kepada Injil air dan Roh. Kalau anda mengingkan kehidupan
yang dipenuhi Roh Kudus dan diberkati, anda harus melayani Jahweh sebagai Raja
dan hidup bagi kebaikan Kerajaan Jahweh. Setelah itu baru anda akan dipenuhi
Roh Kudus dan hati anda akan berkelimpahan dan kehidupan anda akan berhasil
kalau anda terus mendapatkan berkat sebagai anak-anak Kerajaan Jahweh.
Saya sudah memberitakan khotbah supaya mereka
yang sudah menerima keselamatan dari dosa dan didiami Roh Kudus dengan percaya
kepada Tuhan akan menjalani kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Saya sudah menjelaskan
bagaimana kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus dan bagaimana mempertahankan kehidupan
yang demikian. Saya juga sudah menjelaskan bahwa dengan iman anda harus menyerahkan
segala mahkota anda kepada Tuhan dan dengan iman anda harus melayani Dia dan
menjaga kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus.
Sekali lagi, kepada seseorang yang didiami Roh
Kudus, dilahirkan kembali bukanlah tujuan akhir kehidupan mereka. Ia harus
terus menerus menjalani kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Kita harus tahu
dengan pasti serta percaya bahwa roh dan daging kita hanya bisa diberkati kalau
kita menjalani kehidupan yang demikian.
Kehidupan yang demikian tidak terjadi secara spontan.
Hal itu hanya terjadi kalau kita percaya kepada Tuhan sebagai Tuan kita dan
menempatkan Dia sebagai yang terutama di dalam kehidupan kita. Jahweh menyelamatkan
kita dan sudah memberikan kepada kita kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus, kehidupan
yang melayani Injil. Ia juga memberikan kepada kita pekerjaan dan tanggungjawab
untuk melakukan pekerjaanNya sehingga kita bisa terus menjaga kehidupan yang
dipenuhi Roh Kudus.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang Roh Kudus?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
anda tentang Roh Kudus. |
|
 |
 |
Anda harus mendedikasikan diri anda
dan hidup bagi Dia. Layani Dia dengan mengabarkan Injil yang indah
itu. Hati anda kemudian akan dipenuhi Roh Kudus, dan anugerah serta
sukacita akan mengalir dari kehidupan anda. Di hari kedatanganNya,
anda akan mendapat berkat untuk berdiri di hadapan Jahweh untuk
menerima upha dariNya. Anda dan saya harus senantiasa rindu untuk
memiliki kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Kita harus terus berusaha
untuk memiliki kehidupan iman yang demikian. Begitulah caranya
menjaga kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus.
Sudahkah anda menyerahkan tahta hati anda agar
bisa memiliki kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus? Saya harap agar anda membiarkan
Jahweh memegang kedudukan yang paling utama di dalam hati anda. Setelah itulah
Ia akan memberkati anda sehingga anda bisa memiliki kehidupan yang dipenuhi
Roh Kudus.
Kembali ke Daftar
|