|
Melalui Satu Orang
< Roma 5:14 >
“Sungguhpun demikian maut telah berkuasa
dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat
dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah
gambaran Dia yang akan datang.”
Orang berdosa harus memiliki pengetahuan akan dosa terlebih
dahulu
Hari ini, saya mau berbicara mengenai asal mula
dosa. Jangan pernah berpikir, “Anda berbicara mengenai hal yang sama setiap
hari. Coba jelaskan mengenai hal-hal lain.” Saya ingin agar anda mendengarkan
dengan sungguh-sungguh. Injil adalah hal yang paling berharga. Kalau seorang
kudus yang dosa-dosanya sudah dihapuskan tidak berulangkali mendengar Injil
untuk mengingatkannya akan hal itu setiap hari, ia akan mati. Bagaimana ia bisa
hidup tanpa mendengar Injil air dan Roh? Satu-satunya cara bagi dia untuk bisa
hidup adalah dengan mendengar Injil. Mari kita membuka Alkitab untuk membagikan
arti yang sesungguhnya di dalamnya.
Saya berpikir, “Apakah yang paling dibutuhkan
oleh orang-orang berdosa yang dosa-dosanya belum diampuni?” Kemudian saya
sampai kepada pemahaman tentang dosa sesuai dengan firman Jahweh karena mereka
hanya bisa menerima pengampunan dosa kalau mereka mengerti mengenai dosa. Saya
percaya bahwa yang dibutuhkan oleh orang-orang berdosa adalah pemahaman mengenai
dosa.
Seseorang melakukan dosa berulangkali sejak ia
dilahirkan baik ia mau atau tidak melakukannya. Ia tidak sungguh-sungguh berpikir
secara mendalam mengenai dosa yang berdiam di dalam dirinya meskipun ia adalah
orang berdosa di hadapan jan karena ia melakukan dosa berulangkali dalam pertumbuhannya.
Melakukan dosa sama wajarnya dengan sebuah pohon apel yang bertumbuh, berbunga
dan menghasilkan buah apel pada waktunya. Namun, kita harus mengerti bahwa upah
dosa adalah maut sesuai dengan hukum Jahweh.
Kalau seseorang berpikir dan sungguh-sungguh mengerti
akibat dosa, ia bisa dibebaskan dari dosa dan penghukuman Jahweh, dan menerima
semua berkat rohaniNya. Karena itu yang paling dibutuhkan oleh seorang berdosa
adalah pemahaman mengenai dosa dan akibatnya, dan untuk memahami kebenaran pengampunan
dosa, yang diberikan Jahweh.
Bagaiman dosa masuk ke dalam dunia?
Mengapa seseorang bisa berdosa? Mengapa saya berdosa?
Alkitab berbicara mengenai hal ini di dalam Roma 5:12, “Sebab itu,
sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa
itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena
semua orang telah berbuat dosa.” Apa yang kemudian masuk ke dunia
melalui dosa? Maut. Manusia cenderung berpikir bahwa kematian hanyalah sekedar
terjadi kepada tubuh. Namun, kematian di sini mengimplikasikan makna keterpisahan
rohani dari Jahweh. Itu juga mengimplikasikan neraka dan penghukuman Jahweh,
selain juga kematian daging. Roma 5:12 menunjukkan kepada kita bagaimana manusia
bisa menjadi orang-orang berdosa.
Alkitab mengatakan, “Sebab itu, sama
seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga
maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang
telah berbuat dosa.” Firman Jahweh adalah kebenaran. Melalui satu
orang dosa masuk ke dalam dunia, dan oleh dosa itu juga maut.
Kita dilahirkan sebagai keturunan Adam. Lalu apakah
kita tidak memiliki dosa sebagai keturunan Adam? -Ya kita memiliki dosa.- Apakah
kita dilahirkan dalam keadaan berdosa? -Ya, karena kita semua adalah keturunan
Adam, bapa leluhur kita.-
Adam memperanakkan semua manusia, namun, Adan
dan Hawa sudah berdosa terhadap Jahweh di bawah tipu daya Iblis ketika mereka
masih berada di Taman Eden. Jahweh mengatakan agar mereka tidak makan buah pengetahuan
baik dan buruk, tetapi jutru untuk mendapatkan kehidupan kekal dengan makan
buah dari pohon kehidupan.
Tetapi mereka diperdaya oleh Iblis dan meninggalkan
firman Jahweh dan memakan dari buah pengetahuan akan baik dan buruk. Adam dan
Hawa berdosa dengan meninggalkan firman Jahweh, yang adalah firman kehidupan
kekal. Setelah Adam dan Hawa berdosa, Adam tidur dengan Hawa, dan semua manusia
diperanakan melalui Adam dan Hawa. Kita adalah keturunan mereka. Kita tidak
hanya mewarisi penampilan luar mereka, tetapi juga hakekat keberdosaan mereka.
Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa manusia adalah
benih dosa. Semua manusia di dunia ini sudah mewarisi dosa dari Adam dan Hawa.
Alkitab mengatakan, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam
dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah
menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Jadi
semua manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa.
Namun, banyak orang yang tidak tahu bahwa mereka
lahir sebagai orang berdosa. Sebuah pohon mulai bertunas dan tumbuh serta menghasilkan
buah, tetapi banyak orang merasa aneh kalau diberitahu bahwa mereka berdosa
karena mereka tidak tahu bahwa mereka lahir sebagai benih dosa. Ini adalah sama
prinsipnya dengan sebuah pohon apel yang berpikir, “Aneh sekali. Mengapa
saya harus berbuah apel?”
Jadi, memang sangat wajar bagi manusia untuk melakukan
dosa. Pemikiran bahwa manusia bisa menghindar dari dosa adalah pemikiran yang
sama sekali keliru. Sangat wajar bagi manusia yang mewarisi dosa untuk melakukan
dosa sepanjang hidupnya dan menghasilkan buah dosa, tetapi ia tidak berpikir
secara mendalam mengenai keberadaan sebagai orang berdosa. Apa yang Jahweh katakan?
“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu
orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada
semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”
Kita melakukan dosa sepanjang kehidupan kita karena
kita memang dilahirkan sebagai orang berdosa. Karena itu, kita layak menerima
hukuman dari Jahweh. Mungkin anda berpikir, ‘Bukankan tidak adil kalau
Jahweh menghukum kita sementara kita tidak memiliki pilihan lain selain untuk
melakukan dosa?’ Namun, setelah menerima pengampunan dosa, anda akan mengetahui
bahwa Jahweh merencanakan hal itu untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya.
Kita semua adalah keturunan satu orang, Adam
Lalu, bagaimana bisa seorang manusia, yang adalah
keturunan satu orang, Adam, memiliki warna kulit yang berbeda-beda? Apakah itu
karena benihnya berlainan? Mengapa ada orang-orang kulit putih, kuning dan hitam?
Beberapa orang berpikir bahwa ketika Jahweh menciptakan manusia dari debu tanah
dan membakarnya, Jahweh menjadikan manusia kulit putih karena terlalu cepat
mengangkatnya dari perapian, kulit kuning karena mengangkat pada saat yang tepat,
dan kulit hitam karena terlalu lama mengangkatnya.
Mungkin anda juga pernah berpikir mengapa ada
orang-orang kulit hitam, putih dan kuning, meskipun manusia menjadi berdosa
karena melalui satu orang. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Jahweh menciptakan
Adam pada awalnya, ketika Ia menciptakan langit dan bumi. “Adam”
berarti manusia. Jahweh menciptakan manusia. Mengapa ada ras yang berbeda di
dunia ini kalau Jahweh menciptakan satu manusia saja, Adam, dan semua manusia
di dunia ini dilahirkan melalui dia? Mungkin kita bertanya alasannya, dan inilah
jawabannya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa suatu pigmen di
kulit yang bernama melanin keluar dari kulit untuk melindungi dari sengatan
matahari. Ketika bumi beredar mengelilingi matahari, mereka yang tinggal di
daerah yang paling banyak tertimpa sinar matahari kulitnya menjadi hitam, mereka
yang tinggal di daerah yang kurang tertimpa sinar matahari kulitnya akan menjadi
putih, dan mereka yang tinggal di daerah yang sinar mataharinya dalam ukuran
sedang menjadi kuning. Namun, leluhur kita tetaplah satu orang, Adam.
Para ilmuwan mengatakan bahwa melanin secara otomatis
keluar dari kulit dan melindunginya dari sengatan matahari. Karena itu, saya
bisa memahami sejak saat itu. Saya tahu bahwa manusia adalah keturunan Adam,
tetapi sata tidak tahu sama sekali mengenai melanin. Kita tidak hanya mewarisi
daging, tetapi juga dosa karena kita semua adalah keturunan satu orang, Adam.
Apakah anda mengenal dosa? Mari kita menyelidiki
apakah manusia berdosa atau tidak ketika mereka dilahirkan ke dalam dunia ini.
“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang
pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon
yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik
itu menghasilkan buah yang baik” (Matius 7:17-18). Jahweh mengatakan
bahwa nabi-nabi palsu menghasilkan buah yang tidak baik dan tidak pernah menghasilkan
buah yang baik. Kita pada dasarnya adalah pohon yang jahat karena kita dilahirkan
dalam keadaan berdosa, karena itu kita tidak bisa tidak menghasilkan buah yang
tidak baik karena kita dilahirkan sebagai pohon yang tidak baik.
Kita mewarisi dosa melalui satu orang. Kita adalah
pohon yang baik jika dibandingkan dengan pohon-pohon. Seorang manusia, yang
dilahirkan sebagai orang berdosa, tidak bisa tidak melakukan dosa meskipun ia
ingin menjalani kehidupan yang baik dan berusaha untuk tidak melakukan dosa,
sama seperti pohon yang tidak baik tidak bisa menghasilkan buah yang baik. Apakah
anda mengerti? Manusia sungguh-sungguh ingin hidup dengan lemah lembut, ramah
dan kehidupan yang baik. Namun, seseorang tidak yang tidak menerima pengampunan
dosa dan dilahirkan sebagai orang berdosa tidak bisa menghidupi kehidupan rohani.
Ia tidak bisa menjadi baik, meskipun dengan usaha yang tiada hentinya. Beberapa
pecandu alkohol berusaha untuk tidak minum, tetapi pada akhirnya, mereka menderita
karena kecanduan alkohol itu dan keluarga mereka meninggalkan mereka di rumah
sakit.
Suatu hari, saya menyaksikan sebuah program yang
berjudul, “Saya ingin tahu hal itu” di TV. Seseorang dirawat di
rumah sakit jiwa selama 13 tahun. Ketika seorang reporter menanyakan kepadanya
mengenai keluarganya, ia berkata baha mereka tidak pernah menemuinya lagi untuk
membawanya pulang meskipun ia sudah sungguh-sungguh sembuh dari kecanduan alkoholnya
dan dokternya menjamin kesembuhannya. Ia baru tahu dari reeporter itu bahwa
justru keluarganya yang menahan agar ia tidak usah dikeluarkan dari rumah sakit
jiwa dengan menyuap para dokter di sana. Ia begitu marah. Keluarganya meninggalkan
dia karena sudah bosan mengurusnya. Reporter itu mengatakan bahwa para pasien
di rumah sakit jiwa itu tidak bisa tidak minum bagaimanapun keinginan mereka
yang sebenarnya dan mereka minum-minuman keras dalam jumlah yang banyak sehingga
seringkali orang lain tidak bisa lagi berhubungan dengan mereka.
Mengapa seseorang tidak bisa mengendalikan minumnya?
Ia tahu bahwa hal itu tidak baik untuk kesehatannya dan berusaha untuk berhenti,
tetapi berulangkali ia minum kembali. Alasannya adalah karena ia seorang alkoholik,
tetapi alasan dasarnya adalah karena pikirannya selalu kosong. Ia minum karena
merasakan kekosongan di dalam hatinya. Orang itu selalu merasa sakit dan tidak
bisa melakukan kebaikan karena ia berdosa. Karena itu, ia menjadi pesimis dan
kemudian minum lagi. Mungkin ia berkata, “Aku tidak tahu mengapa aku melakukan
hal ini. Aku seharusnya tidak melakukan hal ini.” Dan semakin ia merasa
dikhianati oleh dirinya sendiri, semakin banyak ia minum sebagai upaya melupakan
diri sendiri.
Orang tidak bisa berhenti minum minuman keras
betapapun kerasnya ia berusaha. Karena itu, ia merasa kecewa dan akhirnya lebih
banyak minum, lalu ia akan masuk ke dalam rumah sakit. Perkataan dan perbuatan
manusia hanyalah ekspresi dari keberadaan dasarnya. Manusia dilahirkan sebagai
orang berdosa dan karena itu tidak bisa tidak melakukan dosa, bagaimanapun kehendaknya,
sepanjang kehidupannya hanyalah seperti sebatang pohon apel, berbunga dan berbuah
apel karena memang ia mengandung gen pohon apel. Manusia ingin menjadi baik,
tetapi mereka yang tidak menerima pengampunan dosa tidak bisa menjadi baik karena
mereka tidak memiliki kemampuan untuk berbuat baik. Mereka berpikir bahwa dosa-dosa
mereka tidak parah, sehingga mereka menyembunyikan diri mereka, dan akan menjadi
serius kalau dosa-dosa itu dinyatakan.
Sangat wajar, pantas dan cocok bagi seorang berdosa
untuk melakukan dosa karena ia dilahirkan sebagai segumpal dosa dan mewarisinya
secara sangat alamiah. Sangat wajar bagi manusia untuk melakukan dosa karena
ia dilahirkan dengan genetik dosa, sama seperti wajarnya lada merah untuk berbuah
lada merah dan buah lain menghasilkan buah yang lain. Manusia tidak bisa menghindar
dari melakukan dosa karena memang ia dilahirkan sebagai orang berdosa. Bagaimana
mungkin manusia bisa hidup tanpa melakukan dosa kalau ia dilahirkan dengan dosa?
Manusia dilahirkan dengan duabelas macam pikiran jahat
Jahshua berkata di dalam Markus pasal 7 bahwa
manusia dilahirkan dengan macam kejahatan, yaitu, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat,
kesombongan, kebebalan. Kita dilahirkan dengan keinginan untuk mencuri. Pikiran
mengenai pencurian termasuk dalam keturunan dosa. Kalau ia tidak mencuri, itu
karena ada orang-orang yang mengawasi di sekitar mereka. Namun, ketika tidak
ada orang di sekitar mereka dan ada benda yang menggoda di dekatnya, dosa pencurian
muncul dan ia melakukan dosa dengan mencuri benda itu.
Karena itu manusia membuat etika dan peraturan
yang harus ditaati. Manusia membuat peraturan mereka sendiri mengindikasikan
bahwa sebenarnya tidak benar untuk melukai orang lain. Peraturan dibutuhkan
ketika banyak orang hidup bersama di dalam masyarakat. Kita harus hidup sesuai
dengan norma sosial. Namun, kita mencuri ketika kita sendirian, lepas dari pandangan
orang lain.
Tidak ada seorangpun yang tidak mencuri. Semua
orang mencuri. Beberapa waktu yang lalu, saya bertanya kepada orang-orang yang
ada di Kebaktian Kebangunan Rohani untuk mengangkat tangan mereka kalau mereka
tidak pernah melakukan dosa di dalam kehidupan mereka. Seorang nenek mengangkat
tangannya dan berkata, “Saya tidak pernah mencuri apapun.” Karena
itu saya bertanya kepadanya apakah ia pernah mengambil sesuatu dalam perjalanan
pulang ke rumah. Ia tersipu-sipu karena pertanyaan yang tidak terduga itu dan
menjawab, “Saya pernah melihat sebuah labu muda di tepi jalan. Saya pikir
labu itu enak sekali dan melihat sekeliling dan saya rasa tidak ada orang di
sekitar saya. Saya memetiknya, menyembunyikan di balik pakaian saya, memasaknya
dengan kacang buncis dan memakannya.” Ia tidak tahu bahwa ia pernah melakukan
dosa mencuri.
Namun, Jahweh mengatakan bahwa berdosa kalau mengambil
milik seseorang tanpa permisi. Jahweh berkata, “Jangan mencuri”
di dalam Hukum Musa. Semua orang memiliki pengalaman mencuri sesuatu. Manusia
sangat pandai membunuh dan mencuri kalau ia mendapat kesempatan. Ia mencuri
ternak, seperti kelinci dan ayam dari rumah orang lain. Ini dikatakan sebagai
pencurian. Ia sendiri bahkan tidak memiliki kesadaran akan dosa meskipun ia
membunuh dan mencuri. Sangat wajar bagi dia untuk melakukannya karena ia mewarisi
dosa sejak ia dilahirkan.
Manusia mewarisi dosa
Manusia juga mewarisi dosa percabulan dari orang
tuanya. Ia dilahirkan dengan nafsu untuk melakukan percabulan. Mereka pasti
akan melakukan percabulan kalau tidak ada orang lain di sekitar mereka. Manusia
suka tempat-tempat yang gelap seperti cafee dan tempat minuman keras. Tempat-tempat
seperti itu sangat populer untuk orang-orang berdosa. Mengapa? Tempat-tempat
itu menjadi tempat yang sangat cocok untuk menunjukan warisan dosa.
Bahkan orang-orang terhormat suka dengan tempat-temat
seperti itu. Ada ayah-ayah yang baik di rumah dan pria-pria dengan kedudukan
sosial yang tinggi, tetapi mereka pergi ke tempat-tempat yang gelap yang penuh
dengan dosa. Mereka pergi ke tempat-tempat dimana mereka bisa menunjukkan hakekat
dosa mereka dan membuahkan buah-buah dosa. Mereka bertemu bersama dalam tempat-tempat
itu dan kemudian menjadi seperti sahabat lama setelah minum segelas minuman
beralkohol. Mereka menjadi dekat begitu mereka bertemu karena mereka memiliki
atribut dosa sama seperti orang lain. “Apakah anda memiliki ini? Saya
memilikinya.” “Saya juga. Kalau begitu anda teman saya.” “Berapa
usia anda?” “Usia bukan masalah.” “Senang bertemu dengan
anda.”
Manusia saling menunjukkan warisan dosa mereka
setiap kali mereka bertemu orang berdosa lain karena mereka dilahirkan dengan
atribut dosa di dalam dunia ini. Sangat wajar bagi mereka untuk melakukan dosa.
Mengapa? Karena mereka memiliki dosa di dalam hati mereka dan diciptakan demikian
pada dasarnya. Justru sangat tidak wajar kalau mereka tidak melakukan dosa.
Namun, mereka menjaga diri mereka untuk tidak melakukan dosa kalau mereka berada
di tengah masyarakat karena masing-masing masyarakat memiliki norma sosialnya
sendiri. Karena itu mereka berperan munafik dan menampakkan topeng yang lain,
bertindak sesuai dengan norma sosial yang ditetapkan masyarakat dimana mereka
berada. Manusia hidup dengan cara ini dan menganggap mereka yang tidak melakukannya
sebagai bodoh dan jahat. Manusia memang tidak terelakkan dilahirkan sebagai
orang berdosa, seperti yang dikatakan Alkitab, “Dosa telah masuk ke
dalam dunia oleh satu orang” (Roma 5:12).
Itu benar. Seseorang mungkin saja mengatakan,
“Aku bukan orang yang bernafsu tinggi. Aku tidak terpengaruh kalau ada
wanita yang memakai rok mini.” Benarnkah ia tidak terpengaruh? Ia berpura-pura
tidak terpengaruh kalau ada banyak orang di sekitarnya, tetapi tidak bisa menahan
diri melakukan dosa dengan hawa nafsunya kalau tidak ada orang di sekitarnya.
Pohon yang buruk akan menghasilkan buah kejahatan
sama seperti pohon yang baik tidak bisa menghasilkan buah yang buruk, dan sebaliknya.
Manusia harus mengetahui bahwa ia adalah orang berdosa. Kalau ia tahu bahwa
dirinya berdosa, ia bisa diselamatkan dari dosa melalui Jahshua. Namun, Ia akan
dihukum oleh Jahweh dan masuk neraka kalau ia berpura-pura tidak berdosa dan
berusaha untuk menyembunyikan dosa-dosanya tanpa menyadari dosa-dosanya. Manusia
dilahirkan sebagai orang berdosa. Karena itu, mereka adalah pohon yang cemar
yang akan menghasilkan buah dosa sejak masa kelahiran mereka.
Karena itu, mereka yang mengembangkan hakekat
dosa mereka sndiri sejak masa kanak-kanak mereka mulai membuahkan dosa di masa-masa
dewasa kehidupan mereka. Pernah ada seorang hamba Jahweh wanita di Kota Taegu,
Korea. Ketika ia menjadi Kristen saat masih muda, ia berjanji untuk tetap membujang
seumur hidupnya supaya bisa melayani Tuhan sebagai hamba Tuhan wanita. Namun,
ia melanggar janjinya dan menikah dengan seorang duda ketika ia berusia 60 tahun.
Ia agak lambat menunjukkan hakekat dosanya. Ia menunjukan warisan dosanya di
masa akhir kehidupannya.
Kebanyakan orang biasanya mengembangkan hakekat
dosanya sejak masa kanak-kanak mereka. Di jaman ini, manusia cenderung mengembangkan
hakekat dosa mereka sejak masa kanak-kanak mereka. Mereka merasa ada kesenjangan
antar generasi antara mereka dengan generasi yang lebih tua. Mereka dikatakan
sebagai generasi X. Namun, kita sudah mempelajari dari firman Jahweh bahwa kita
dilahirkan sebagai orang berdosa dan bahwa kita adalah makhluk yang tidak bisa
berhenti mal sepanjang kehidupan kita. Apakah anda mengakuinya?
Hukum mengenai kusta
Yang kedua, Jahweh mengatakan, “Sebab
itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh
dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang,
karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12). Dosa menyebabkan
manusia dihukum oleh Jahweh. Karena itu seorang berdosa harus mengenali dirinya
dan menerima pengampunan dosa. Bagaimana seseorang bisa mengenali diri sendiri?
Bagaimana segala dosa seseorang bisa diampuni di hadapan Jahweh?
Jahweh mengajarkan kepada Musa dan Harun untuk
menguji orang kusta di dalam Imamat pasal 13. Saya tidak terlalu tahu mengenai
penyakit kusta, tetapi saya pernah melihat banyak orang berpenyakit kusta ketika
saya masih muda. Salah seorang teman saya sendiri juga terkena penyakit kusta.
Jahweh memerintahkan kepada Musa dan harun untuk
menguji seorang kusta dan mengisolasikannya dari perkemahan Israel. Jahweh mengajarkan
kepada mereka bagaiamana caranya untuk menguji orang kusta. “Apabila
pada kulit badan seseorang ada bengkak atau bintil-bintil atau panau, yang mungkin
menjadi penyakit kusta pada kulitnya, ia harus dibawa kepada imam Harun, atau
kepada salah seorang dari antara anak-anaknya, imam-imam itu” (Imamat
13:2). Ketika imam merasa bahwa orang itu memiliki penyakit kulit setelah
mengujinya, imam mengisolasikannya selama tujuh hari. Lalu, imam menguji kulit
itu sekali lagi setelah tujuh hari. Kalau bercak itu tidak menyebar ke seluruh
tubuh, imam akan menyatakan orang itu tahir, dan berkata, “Engkau tahir.
Engkau boleh tinggal di perkemahan ini.”
Kalau bercak di kulit itu menyebar putih, dan
membuat rambut menjadi putih, lalu ada tanda-tanda kemerah-merahan dari luka
di bercak itu, itu berarti kusta, dan imam harus menyatakan orang itu tidak
tahir. Imamat 13:9-11 mengatakan, “Apabila seseorang kena kusta, ia
harus dibawa kepada imam. Kalau menurut pemeriksaan imam pada kulitnya ada bengkak
yang putih, yang mengubah bulunya menjadi putih, dan ada daging liar timbul
pada bengkak itu, maka kusta idapanlah yang ada pada kulitnya. Imam harus menyatakan
dia najis dengan tidak usah mengurung dia, karena orang itu memang sudah najis.”
Imam itu kemudian mengisolasikan orang dari perkemahan Israel.
Hal itu sama saja dengan di negara kami. Ada sebuah
desa yang terisolir untuk para penderita kusta seperti Desa Bunga atau Pulau
Sorok. Beberapa tahun yang lalu, istri saya mengajak menengok “Desa Bunga”
ketika secara kebetulan ia melihat tandanya di tepi jalan. Saya berpikir, ‘Engkau
tidak tahu apa ‘Desa Bunga’ itu.’ Lalu saya berkata kepadanya, ‘Sayang,
apa maksudnya kita mengunjungi ‘desa itu?’ Istri saya menjawab, ‘Ya.’
Tetapi, ia sangat terkejut setelah tahu bahwa ‘Desa Bunga’ adalah tempat
tinggal orang kusta dan ia tiak pernah mengajak saya mengunjungi Desa Bunga
lagi. Orang-orang berpenyakit kusta diisolasikan dari masyarakat dalam sebuah
desa yang terisolasi.
Di sini, yang akan kita perhatikan adalah bahwa
imam menyatakan seseorang tahir kalau memang semua kusta itu sudah menutupi
seluruh tubuh orang itu. Apakah anda rasa hal ini masuk akal? Imam mengisolasi
seseorang kalau kusta yang dideritanya hanya menutupi sebagian tubuhnya, dan
kemudian imam menyuruh seseorang kembali tinggal di perkemahan Israel kalau
kusta itu sudah menutupi seluruh tubuhnya, dari ujung kepala sampai ke ujung
kaki.
Jahweh menjelaskan kepada imam bagaimana menggolongkan
kusta. “Jikalau kusta itu timbul di mana-mana pada kulit, sehingga
menutupi seluruh kulit orang sakit itu, dari kepala sampai kakinya, seberapa
dapat dilihat oleh imam” (Imamat 13:12). Beginilah cara yang diberitahukan
oleh Jahweh kepada imam untuk menggolongkan kusta.
Apa arti hukum mengenai kusta bagi kita …
Artinya adalah demikian. Manusia dilahirkan sebagai
orang-orang berdosa dengan atribut dosa di seluruh kehidupan mereka, tetapi
beberapa orang memang hanya menunjukkan sedikit saja dari dosa-dosa mereka.
Mereka melakukan dosa dengan tangan di satu waktu dan kemudian dengan kakinya
dan selanjutnya dengan kaki mereka lalu juga dengan pikiran mereka setelah ada
rentang waktu, sehingga mereka tidak secara nyata menunjukkan dosa-dosa mereka.
Siapa yang berkata bahwa sangat berbahaya kalau kusta itu hanya berupa bercak
di sana-sini? Tidak ada orang lain yang tahu mengenai penyakit kustanya.
Manusia dilahirkan sebagai orang berdosa karena
warisan dosa. Tetapi ia tidak tahu bahwa ia orang berdosa sampai ia melakukan
dosa yang dalam waktu yang tidak terhitung lagi, meskipun Jahweh sudah menyebutnya
sbagai orang berdosa. Ia pada akhirnya akan tahu bahwa ia adalah orang berdosa
di dalam dunia.
Namun, seseorang yang berpikir bahwa ia adalah
orang baik, menahan godaan dengan tabah dan hanya melakukan sedikit saja dosa
tidak mengerti bahwa ia adalah orang berdosa. Jahweh mengatakan kepada imam
untuk menganggap mereka yang kustanya hanya berupa bercak yang menyebar sedikit
sebagai orang yang tidak tahir dan kemudian mengisolasinya. Orang-orang berdosa
terpisah dari Jahweh. Apakah anda mengerti hal ini? Jahweh adalah kudus. Seseorang
yang berpikir bahwa ia memiliki dosa yang sangat sedikit tidak akan bisa masuk
ke dalam Kerajaan Surga.
Siapa yang bisa hidup di dalam Kerajaan Surga?
Hanya mereka yang dosa-dosanya sudah menutupi seluruh tibihnya dan menyadari
bahwa memang mereka tidak bisa menyangkal keberdosaan mereka bisa masuk ke dalam
Kerajaan Surga. Segala dosa mereka diampuni oleh iman kepada Jahshua, dan mereka
akan masuk ke dalam Kerajaan Surga untuk memerintah bersama dengan Jahweh.
Alkitab mengatakan bahwa Jahweh menganggap seseorang
yang dosanya hanya menyebar sedikit sebagai orang yang tidak tahir. Jahweh memanggil
orang-orang yang berulangkali melakukan dosa, meskipun ia tidak menghendaki
melakukan dosa, dan mengakui bahwa ia memang sepenuhnya berdosa. Jahshua mengatakan,
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”
(Matius 9:13). Jahweh memanggil orang-orang berdosa dan menghapus dosa mereka.
Jahweh sudah mengampuni segala dosa mereka. Jahweh sudah menghapus segala dosa
mereka sekali untuk seterusnya. Jahshua menanggung segala dosa melalui baptisanNya,
dihukum di kayu Salib bagi mereka dan membuat mereka menjadi orang-orang benar
melalui kebangkitanNya untuk membawa mereka ke dalam Kerajaan Surga.
Kita harus mengenali diri sendiri
Kita harus tahu apakah kita orang yang sepenuhnya
berdosa atau hanya berdosa sebagian. Jahweh menganggap seseorang tahir kalau
kustanya sudah menutupi seluruh tubuhnya. Jahweh membuat hukum mengenai kusta
seperti itu. Seseorang yang tahu bahwa ia adalah orang yang penuh dengan dosa
tidak akan tidak percaya kepada Injil air dan Roh dan menerima pengampunan dosa
ketika Jahshua datang kepadanya, dan mengatakan bahwa Ia menghapus segala dosa
melalui baptisan dan salibNya. Namun, orang yang berdosa sebagian yang berpikir
bahwa ia tidak penuh dengan dosa berarti mengejek dan melecehkan Injil.
Apakah masih ada dosa setelah Jahshua membasuh
semuanya? Tidak. Kita bisa menerima pengampunan dosa sekali untuk selamanya.
Karena itu, seorang berdosa harus mengenali dirinya. Segala dosa-dosanya bisa
dihapuskan ketika ia mengenali dirinya sendiri. Manusia cenderung untuk mengakui
hanya sedikit berdosa di hadapan Jahweh. “Tuhan, aku sudah melakukan dosa.
Aku tidak ingin melakukannya, tetapi dia membuat saya melakukannya. Ampuni aku
untuk kali ini saja, dan aku tidak akan melakukan dosa lagi.” Mereka hanya
merasa sedikit berdosa di hadapan Jahweh. Lalu Jahweh berkata, “Engkau
tidak tahir.”
Manusia tidak memiliki kebenaran di hadapan Jahweh.
“Sebagaimana adanya aku terserah kepadaMu, Jahweh. Lakukan sesuai dengan
kehendakMu, tetapi Jahweh, berikan belas kasihanMu dan selamatkanlah aku. Selamatkanlah
aku karena Engkaulah Jahweh. Kemudian aku akan percaya kepadaMu dan hidup seturut
kehendakMu.” Jahweh menyelamatkan seseorang yang mengakui bahwa ia penuh
dengan dosa.
Manusia mewarisi dosa yang memiliki 12 jenis pikiran jahat
Mari kita membaca Markus 7:20-23. “Apa
yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari
hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat,
kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan
orang.” Dari dalam, keluar dari hati kita, pemikiran jahat. Manusia
pada dasarnya memang mewarisi pikiran jahat. Apakah anda mengerti hal ini? Seseorang
memiliki pemikiran jahat sepanjang kehidupannya. Tidak ada cara baginya untuk
dibebaskan kalau dosa-dosanya tidak diampuni sekali untuk selamanya.
Manusia dilahirkan dengan 12 macam pikiran jahat:
percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan,
hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Karena itu, ia tidak bisa
tidak melanjutkan berbuat dosa sepanjang kehidupannya. Seseorang yang dosa-dosanya
tidak diampuni hidup penuh dosa meskipun ia sendiri tidak ingin hidup seperti
itu. Segala sesuatu dari manusia, seperti pemikiran dan tingkah lakunya adalah
berdosa di hadapan Jahweh.
Sangat munafik bagiob untuk menjadi baik. Ia hanya
berpura-pura untuk menjadi orang baik. Itu mendustai Jahweh. Seseorang yang
dilahirkan dalam keadaan berdosa harus mengenali diri sendiri supaya bisa diselamatkan.
Namun kalau seseorang tidak mengenal dirinya sendiri sebagai orang berdosa,
ia akan merasa tertekan setiap kali melakukan dosa dan kemudian berkata, “Akh,
mengapa aku melakukan hal ini?” Ia sudah tertipu oleh dirinya sendiri.
Manusia memiliki pikiran jahat. Manusia mungkin
berpikir, “Mengapa aku berpikiran buruk? Tidak, aku tidak boleh memiliki
pikiran semacam itu. Mengapa aku bepikir tentang hal-hal yang najis? Guruku
mengajari aku untuk melakukan apa yang baik.” Ia berpikir seperti itu
karena ia tidak tahu mengapa ia melakukan suatu tindakan tertentu. Ia merasa
tertekan karena pencurian dan percabulan yang dilakukannya karena ia tidak tahu
bahwa memang ia mewarisi dosa. Pembunuhan, percabulan, perzinahan, kejahatan,
kelicikan, hawa nafsu iri hati, hujat, kesombongan dan kebebalan mengalir dari
kehidupannya senantiasa bergantian. Karena itu, ia membenci dirinya sendiri
dan kemudian menjadi malu tanpa mengetahui apa sebabnya.
Kita adalah gumpalan dosa dan mengandung 12 macam
buah jahat sepanjang kehidupan kita karena kita memang dilahirkan sebagai orang
berdosa, yang mewarisi dosa dari nenek moyang kita bersama Adam. Berbahagialah
mereka yang mengetahui bahwa diri mereka berdosa.
Manusia mencari Jahshua, Juruselamat yang menyelamatkannya
dari dosa, ketika dia tahu bahwa dirinya adalah orang berdosa yang tidak bisa
diandalkan. Itulah satu-satunya cara untuk diberkati oleh Jahweh. Namun, manusia
tidak mencari Juruselamat kakau mereka tidak mengenal dirinya sendiri. Seseorang
yang mengenal dirinya sendiri dengan baik akan menyangkal dirinya, menanggalkan
usahanya, berhenti bersandar kepada manusia, mencari Jahshua Kristus yang adalah
Jahweh, Juruselamat dan Nabi, dan diampuni karena anugerah Jahshua Kristus.
Orang-orang berdosa perlu mengenal diri mereka
sendiri karena mereka yang mengenal diri sendiri akan diberkati di hadapan Jahweh.
Seseorang yang tidak mengenal dirinya sendiri tidak akan bisa diberkati. Karena
itu, orang-orang berdosa harus mengenal siapa sebenarnya diri mereka. Apakah
anda mengerti hal ini? Pernahkan anda melakukan kejahatan sebelum anda menerima
pengampunan dosa? Kalau pernah, apakah anda tahu alasannya? Anda melakukan kejahatan
tanpa anda kehendaki adalah karena anda mewarisi dosa.
Sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang,
dan oleh dosa itu juga maut
Maut tidak bisa dihindarkan dari kehidupan manusia
karena manusia memiliki dosa. Manusia seharusnya mencari Jahshua dan bertemu
dengan Dia untuk dibebaskan dari dosa sehingga dosa-dosanya bisa dihapuskan.
Kemudian ia akan menerima kehidupan keka. Apakah anda ingin dibebaskan dari
segala dosa anda?
“Sungguhpun demikian maut telah berkuasa
dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat
dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah
gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Jahweh tidaklah sama dengan pelanggaran
Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam
kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Jahweh dan karuniaNya, yang
dilimpahkanNya atas semua orang karena satu orang, yaitu Jahshua Kristus. Dan
kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas
satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan
karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Sebab, jika oleh
dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi
mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,
akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Jahshua Kristus. Sebab
itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian
pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang
berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak;
dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan
berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Jahshua Kristus, Tuhan
kita”(Roma 5:14-21).
“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk
ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut
itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa”
(Roma 5:12). Di sini, siapakah yang dimaksud sebagai satu orang? Adam. Hawa
juga berasal dari satu orang, Adam. Karena itu Alkitab mengatakan, ‘Oleh
satu orang.’ Jahweh menciptakan manusia pada awalnya dan melalui satu orang
dosa masuk ke dalam dunia. Ada dua manusia di Taman Eden dalam pandangan kita,
tetapi sebenarnya, hanya ada satu orang dalam pandangan Jahweh. Semua umat manusia
berasal dari satu orang saja, Adam.
Firman, “dosa telah masuk ke dalam dunia
oleh satu oran,” berarti bahwa semua keturunan Adam menjadi orang-orang
berdosa karena Adam sudah melakukan dosa. Maut disebarkan kepada semua manusia,
karena semua manusia sudah berdosa. Maut dijatuhkan kepada semua manusia karena
adanya dosa. Jahweh tidak akan mau membiarkan seseorang yang memiliki dosa.
Jahweh adalah mahakuasa tetapi tidak bisa melakukan
dua hal: Ia tidak bisa berdusta dan juga tidak bisa membiarkan orang-orang berdosa
masuk ke dalam Kerajaan Surga. Ia menggenapi semua janji yang dijanjikanNya.
Jahweh pasti menghukum seseorang yang memiliki dosa karena Jahweh tidak bisa
berdusta dan mengabaikan hukum yang ditetapkanNya sendiri. Semua manusia menjadi
berdosa karena satu orang, Adam, yang jatuh dan berdosa di hadapan Jahweh. Penghukuman
Jahweh dan maut disebarkan kepada semua manusia katena mereka semua menjadi
orang-orang berdosa dan dilahirkan sebagai keturunan dari satu orang, Adam.
Maut kemudian menyebar kepada semua manusia dengan cara demikian.
Ketika Jahweh menciptakan manusia pada awalnya,
tidak ada maut. Yang ada di sana bukan hanya pohon pengetahuan apa yang jahat
dan yang baik, tetapi juga ada pohon kehidupan. Jahweh memerintahkan Adam unruk
memakan pohon kehidupan dan menghidupi kehidupan kekal. Namun, Adam terkena
dusta Iblis dan memakan buah dari pohon pengetahuan apa yang jahat dan yang
baik yang dilarang Jahweh untuk dimakan dan menantang Jahweh dengan melanggar
firmanNya, karena itu maut kemudian menyebar kepada semua manusia di dunia ini
karena dosa. Maut masuk ke dalam dunia ini karena satu orang, Adam.
Mengapa Jahweh memberikan hukum Taurat kepada manusia?
Kalau dosa tidak masuk ke dalam dunia ini melalui
Adam, maut tidak akan menyebar ke seluruh manusia. Mengapa manusia mati? Manusia
mati karena dosa. Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan karena itu
maut menyebar ke semua manusia. Sebelum ada hukum Taurat, dosa sudah ada di
dalam dunia, tetapi manusia tidak memiliki pengenalan akan dosa sampai kemudian
ada hukum Taurat.
Hukum Jahweh turun kepada manusia melalui Musa.
Bahkan di jaman Adam dan Nuh, sudah ada dosa, tetapi Jahweh belum menetapkan
hukum sampai kepada Musa. Namun, Alkitab mengatakan bahwa ada dosa yang ada
di dalam hati orang-orang yang hidup pada jaman itu.
Mari kita melihat kepada Roma 5:13. “Sebab
sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan
kalau tidak ada hukum Taurat.” Sudah ada dosa ketika belum ada hukum
Taurat di dunia. Karena itu, semua manusia harus mati karena mereka berdosa
di hadapan Jahweh. Jahweh memberikan kepada mereka hukum Taurat yang berisi
612 jenis perintah, yang harus ditaati di hadapan Jahweh dan di antara manusia,
untuk memberikan kepada mereka pemahaman akan dosa. Apa yang kemudian dipahami
oleh manusia melalui hukum Taurat Jahweh? Mereka merasa bahwa mereka berdosa
djh dan kemudian mengetahui bahwa mereka berdosa. Manusia menyadari bahwa mereka
tidak bisa mentaati hukum Jahweh.
Karena itu, mereka bisa mengenal akan dosa-dosa
mereka. Keturunan Adam dan Hawa tahu bahwa mereka berdosa dan bahwa hanya Jahweh
yang bisa mengampuni dosa-dosa mereka. Tetapi sejalan dengan berlalunya waktu
manusia lupa bahwa mereka adalah orang-orang berdosa dan mewarisi dosa dari
nenek moyang mereka Adam. Pada saat itu, mereka bisa mengerti bahwa mereka berdosa
kalau mereka melakukan dosa, tetapi mereka tidak mengerti kalau mereka berdosa
kalau mereka tidak sedang melakukan dosa. Tetapi mereka salah. Di jaman ini,
banyak orang masih berpikir bahwa mereka menjadi orang berdosa kalau mereka
melakukan dosa, dan bahwa mereka tidak menjadi orang berdosa kalau mereka tidak
melakukan dosa. Kenyataannya, semua manusia adalah orang-orang berdosa baik
mereka melakukan dosa atau tidak karena mereka mewarisi dosa sejak mereka baru
dilahirkan.
Manusia tidak bisa mengelak dari keberadaan sebagai
orang berdosa sebelum mereka dibebaskan dari dosa-dosa mereka. Karena itu Jahweh
memberikan kepada mereka hukumNya supaya mereka mengenal dosa. Seseorang yang
mengenal kebenaran Jahweh melalui hukumNya dan mengakui hukum itu mengetahui
bahwa dia adalah seorang yang berdosa. Manusia menjadi orang berdosa yang serius
saat ia mengenal sepenuhnya hukum Jahweh.
Maut berkembang kepada semua manusia melalui satu orang
Roma 5:13-14 mengatakan, “Sebab sebelum
hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan
kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman
Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan
cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia
yang akan datang.”
Jahweh mengatakan bahwa semua manusia menjadi
berdosa oleh satu orang dan maut menyebar kepada semuanya oleh satu orang. Maut
menyebar kepada mereka semua karena dosa. Hal itu adalah karena satu orang.
Siapakah satu orang itu? Adam. Kita semua mengetahui hal ini. Tetapi, banyak
orang lain yang tidak tahu. Bahkan, banyak orang Kristen yang juga tidak mengetahuinya.
Mereka membagi dosa menjadi dosa asal dan dosa tindakan dan mereka berpikir
bahwa dosa tindakan bisa diampuni setiap hari melalui doa-doa pertobatan. Mereka
tidak tahu bahw alasan mereka dihukum dan masuk ke dalam neraka adalah karena
Adam.
Keturunan Adam tidak memiliki hubungan dengan
Jahweh karena dosa-dosa mereka tidak peduli bagaimanapun kerasnya mereka berusaha
menjadi baik. Jahweh menghukum mereka semua karena mereka adalah keturunan Adam,
betapapun kerasnya mereka berusaha menjalani kehidupan yang baik. Mereka akan
dibuang ke dalam api yang kekal karena nenek moyang mereka semua yaitu Adam.
Adam adalah gambaran akan Dia yang akan datang
Ada tertulis bahwa Adam adalah gambaran akan Dia
yang akan datang. Semua manusia menjadi orang berdosa dan mati karena satu orang.
Namun semua manusia menjadi orang benar juga karena satu Orang, Jahshua Kristus
sama seperti semua manusia menjadi orang berdosa karena satu orang, Adam. Inilah
hukum Jahweh.
Manusia menciptakan agama karena mereka tidak
mengenal hukum Jahweh. Mereka berkata bahwa mereka harus melakukan perbuatan
baik untuk diselamatkan sementara mereka percaya kepada Jahshua. Betapa hal
itu tersebar luas ke seluruh dunia dan betapa seringnya mereka mengucapkan dusta.
Mereka mengajar orang lain, dan berkata, “Engkau harus menjadi orang baik
sebagai orang-orang Kristen.” Dosa-dosa kita tidak pernah dihapuskan karena
perbuatan kita.
“Adam yang adalah gambaran dari Dia yang
akan datang.” Siapakah Manusia yang akan datang untuk keselamatan
kita dari dosa-dosa? Ia adalah Jahshua Kristus. Jahshua diutus ke dalam dunia
dan secara sah menanggung segala dosa dunia sekali untuk selamanya untuk menjadikan
kita orang-orang benar dan disalibkan untuk menyelamatkan kita dari penghukuman.
Dosa masuk ke dalam dunia karena Iblis mendustai
Adam, salah satu ciptaan. Dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam. Namun Jahshua
Kristus, sang Juruselamat, sang Pencipta, dan Raja di atas segala raja yang
mahakuasa, diutus ke dalam dunia dalam rupa manusia untuk menyelamatkan manusia
sekali untuk selamanya. Ia menghapuskan dosa dunia sekali untuk selamanya. Ia
menanggung dosa dunia ke atas diriNya melalui baptisanNya sekali untuk selamanya
dan membayar upah dosa dengan disalibkan.
Manusia menerima kehidupan yang baru dan penebusan
kalau ia percaya bahwa Jahshua diutus ke dalam dunia ini untuk melenyapkan segala
dosa, betapapun besarnya dosa itu. Jahweh merencanakan dan memutuskan untuk
menciptakan langit dan bumi untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya. Ia datang
ke dalam dunia ini dan dengan sempurna menggenapi janjiNya. Jadi kita tidak
lagi memiliki dosa. Jahweh tidak pernah membuat kesalahan. Adam adalah gambarab
dari Dia yang akan datang. Saya tidak tahu mengapa banyak orang bersandar kepada
pekerjaan mereka sendiri. Keselamatan kita sepenuhnya tergantung kepada Jahshua.
Manusia menjadi berdosa oleh satu orang, Adam dan ditebuskan oleh satu Orang,
Jahshua.
Satu-satunya hal yang perlu kita percayai adalah
keselamatan pengampunan dosa. Itulah satu-satunya hal yang harus kita lakukan.
Kita tidak memiliki apa-apa selain hanya bisa bersukacita atas kenyataan bahwa
Jahshua sudah melenyapkan segala dosa kita. Ngomong-ngomong, mengapa anda mendorong
orang lain untuk dengan penuh semangat melakukan kebaikan? Biasakah manusia
dibebaskan dari dosa-dosa mereka melalui pekerjaan mereka? Tidak. Keselamatan
bergantung hanya kepada iman akan pengampunan dosa.
Karunia tidaklah sama dengan pelanggaran
Roma 5:14-16 mengatakan, “Sungguhpun
demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas
mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat
oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Jahweh
tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang
semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia
Jahweh dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua orang karena satu orang,
yaitu Jahshua Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu
orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman,
tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.”
Apa arti bagian itu? Alkitab mengatakan, “karunia
Jahweh tidaklah sama dengan pelanggaran.” Karunia itu menunjuk kepada
keselamatan Jahweh. Itu berarti bahwa semua manusia yang mewarisi dosa dari
Adam ditentukan untuk masuk neraka, tetapi dosa-dosa mereka bisa diampuni tanpa
kecuali melalui iman kepada Jahshua, yang menanggung segala dosa mereka. Itu
juga berarti bahwa Jahshua sudah menghapus segala dosa masa depan kita.
Manusia yang dilahirkan sebagai keturunan Adam
adalah orang berdosa meskipun ia tidak melakukan dosa. Karena itu, ia tidak
bisa menghindar dari neraka meskipun ia tidak melakukan dosa. Jahshua datang
ke dunia ini dan menjadi Juruselamat kita. Karunia ini adalah bahwa Jahshua
memberikan kepada kita penebusan yang sempurna untuk segala dosa yang terus
dilakukan oleh manusia sampai kepada akhir jaman.
Karena itu, karunia dari satu Orang itu lebih
besar dari pelanggaran manusia. Kalau seseorang melakukan dosa melawan Jahweh,
maka dosa itu cukup serius untuk membuatnya dihakimi oleh Jahweh dan masuk neraka.
Namun, karunia Tuhan, yang sudah menanggung segala dosa dan pelanggaran kita,
lebih besar daripada pelanggaran manusia.
Itu berarti bahwa kasih Jahshua dan anugerah pengampunan
dosa lebih besar daripada pelanggaran yang dilakukan semua manusia. Tuhan secara
penuh menanggung segala dosa dunia ini. Kasih Jahshua, yang menyelamatkan kita,
dan karunia keselamatan begitu berlimpah dan lebih besar dibandingkan pelanggaran
seseorang. Tuhan sudah menanggung segala dosa melawan Jahweh meskipun kita memang
melawan Dia dengan kedagingan kita. Sekarang Tuhan ingin agar kita percaya bahwa
Dia sudah menanggung segala dosa sekali untuk selamanya. Itulah sebabnya Ia
menyelamatkan orang-orang berdosa dari segala dosa mereka sebaga Anak Domba
Jahweh, yang menanggung dosa dunia.
Teori, yang mengatakan bahwa dosa-dosa kita dihapus
ketika kita percaya kepada Jahweh, dan tidak dihapus ketika kita tidak percaya
kepada Jahweh, adalah tidak benar. Jahweh menghapus dosa orang-orang yang tidak
percaya juga karena Ia mengasihi semua manusia di dunia ini, tetapi manusia
tidak mau menerima kasih Jahweh. Tidak seorangpun yang terlepas dari kasih dan
keselamatan Jahweh. Keselamatan Jahweh datang kepada mereka yang percaya kepada
kebenaran Injil, yang menyatakan bahwa Jahshua sudah menghapus dosa kita.
Kita adalah makhluk-makhluk yang lemah. Jahweh
memperhitungkan mereka yang percaya bahwa Jahshua menanggung segala dosa menjadi
tidak berdosa. Kita masih memiliki banyak kelemahan di dalam kedagingan kita
bahkan setelah dosa-dosa kita diampuni. Banyak kali, kita berperang melawan
Jahweh dan bahkan berusaha untuk membuang kebenaranNya ketika kita tidak setuju
dengan kehendakNya. Tetapi Jahweh berkata, “Aku mengasihi engkau dan aku
menyelamatkan engkau. Aku menghapus dosa yang telah engkau lakukan sampai sekarang
ini.” “Oh! Apakah itu benar, Tuhan?” “Ya, aku sudah
menghapus segala dosamu.” Terima kasih, Tuhan. Aku memuji Engkau. Aku
tidak bisa berhenti memuji Engkau karena Engkau begitu mengasihi aku sehingga
Engkau menghapus juga dosa yang aku lakukan menyangkal Engkau.”
Mereka yang menjadi orang-orang berdosa dijadikan
benar dan menjadi hamba kasih. Mereka sangat berserah kepada kasihNya. Mereka
tidak bisa tidak percaya kepada Jahshua karena Tuhan menghapus dosa penyangkalan
akan Dia, meskipun mereka menyangkal Dia karena kelemahan mereka, seperti yang
dilakukan oleh Petrus. Itu membuat mereka memuji Tuhan. Karena itu Rasul Paulus
mengatakan bahwa keselamatan Jahweh lebih besar daripada pelanggaran manusia.
Jahshua menanggung segala dosa; dosa-dosa asali
yang diwariskan dan dosa tindakan yang kita lakukan dengan perbuatan kita sampai
kepada akhir jaman. Karena itu, betapa besarnya kasih Jahweh! Karena itu, Alkitab
mengatakan dengan penuh arti, “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus
dosa dunia!” (Yohanes 1:29).
Orang benar akan berkuasa di dalam kehidupan melalui Dia, Jahshua
Kristus
Dosa-dosa dunia tidak bisa diampuni melalui doa
pertobatan. Orang-orang percaya menjadi tidak berdosa dan menerima keselamatan
dari dosa karena Tuhan sudah menghapus bahkan dosa-dosa yang akan dilakukan
di masa yang akan datang. Roma 5:17 mengatakan, “Sebab, jika oleh dosa
satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka,
yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup
dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Jahshua Kristus.”
Kita diberkati dengan anugerah. Siapakah mereka
yang menerima anugerah yang berlimpah dan karunia kebenaran? Mereka yang percaya
kepada Tuhan dan yang dosa-dosanya sudah diampuni dengan memiliki iman kepadaNya.
Kita memuji Tuhan karena kita menerima kelimpahan anugerah pengampunan dosa.
“Mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah
kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu.” Kita
adalah raja-raja yang berkuasa di dalam kehidupan.
Hanya para raja yang berkuasa. Kita berkuasa sekarang
ini. Siapa yang bisa berperang melawan para raja? Kita, yang menerima kelimpahan
anugerah dan karunia kebenaran, berkuasa setiap hari. Kita berkuasa sekarang
dan akan berkuasa esok. Siapa saja yang menunjukkan kebaikan kepada kita para
raja akan diberkati dan bisa menjadi raja bersama-sama dengan kita. namun, siapa
saja yang tidak percaya kepada kebenaran yang diberitakan oleh para raja akan
masuk neraka.
Ada banyak raja yang diselamatkan di dalam dunia
ini dan ada banyak orang yang masuk neraka karena mereka melawan para raja.
Mereka harusnya baik kepada raja, tetapi tidak demikian. Mereka bisa saja menjadi
para raja kalau mata hati mereka tertuju kepada kebenaran.
Apakah anda berkuasa? Kita bermegah dengan keyakinan
akan keberadaan kita sebagai para raja di dunia ini. Kita menyatakan bahwa orang
yang tidak percaya akan masuk neraka kalau mereka berperang melawan kita. Hanya
para raja yang bisa melakukan hal itu. Apakah ada di antara anda yang tidak
berkuasa di antara orang-orang benar? Sangat tidak masuk akal kalau bagi mereka
untuk tidak berkuasa sebagai para raja. Seorang raja harus berkuasa sebagai
raja. “Engkau memiliki pemikiran yang salah. Engkau akan masuk neraka
kalau engkau tidak menerima kebenaran.” Seorang raja harus berlaku seperti
seorang raja. Seorang raja harus memiliki kehormatan dan memberikan perintah
untuk percaya akan kebenaran kepada orang-orang berdosa.
Seorang raja bisa dan harus menghakimi, memerintah
dan menghukum orang yang tidak percaya ke neraka karena mereka melawan kebenaran
Jahweh, berapapun mudanya raja itu. Ia memilki kuasa untuk menghukum orang yang
tidak percaya ke neraka di hadapan Jahweh, tetapi itu tidak berarti bahwa raja
bisa menyalahgunakan kuasanya secara sewenang-wenang. Tuhan memerintahkan agar
kita berkuasa di dunia. Karena itu, marilah kita berkuasa dan masuk ke dalam
Kerajaan Surga.
Namun, beberapa orang benar terlalu lembut untuk
menggunakan kuasa mereka. Tuhan akan menegur mereka kalau Ia datang kembali.
“Engkau meninggalkan imanmu. Mengapa engkau berlaku seperti budak? Aku
sudah menjadikan engkau sebagai raja.” Ada beberapa orang yang bertindak
seperti budak di dalam dunia. Apakah masuk akal bagi seorang raja untuk memanggil
‘tuan’ kepada orang-orang yang seperti itu? Namun, beberapa orang benar
berbicara seperti itu bahkan meskipun hal itu sangat tidak masuk akal. Mereka
memohon ampun sambil berlutut kepada dunia meskipun Jahweh sudah membebaskan
mereka dari dosa. Seorang raja harus menunjukan diri sebagai raja.
Saya memproklamasikan kebebasan sebagai raja atas
dunia segera setelah saya menjadi raja. Saya percaya bahwa saya menjadi raja
dan berlaku seperti seorang raja, meskipun saya masih muda.
Karena ketaatan satu Orang, Jahshua Kristus
Roma 5:18-19 mengatakan, “Sebab itu,
sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian
pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang
berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
“Sama seperti oleh satu pelanggaran semua
orang beroleh penghukuman.” Di sini, penghukuman berarti kutuk. Seseorang
yang dilahirkan sebagai keturunan Adam dan yang tidak dilahirkan kembali oleh
air dan Roh, meskipun ia percaya kepada Jahshua, akan dihukum. “Demikian
pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.”
Semua manusia menjadi orang benar karena tindakan
ketaatan Jahshua, yang dilahirkan dari anak dara Maria dan yang dibaptiskan
di sungai Yordan untuk menanggung segala dosa dunia. Ia mengorbankan kehidupanNya
dengan disalibkan menggantikan kedudukan mereka untuk menjadikan mereka sebagai
orang-orang benar. Karena ketaatan satu Orang kepada kehendak Jahweh sang Bapa,
banyak orang menjadi orang-orang benar.
Secara pasti, apakah semua manusia di dunia orang-orang
berdosa, atau apakah mereka orang-orang benar kalau kita perhatikan dari sudut
pandang iman? Semua manusia adalah benar. Beberapa orang menjadi marah dan melawan
saya kalau saya mengatakan hal itu oleh iman. Pada kenyataannya, tidak ada manusia
yang memiliki dosa dalam pandangan Jahweh. Jahweh mengutus Anak TunggalNya ke
dunia dan menanggungkan segala dosa ke atas diriNya dan menjadikan Ia dihukum
sebagai wakil dari semua manusia.
Orang-orang masuk ke dalam Kerajaan Surga atau neraka sesuai
dengan iman mereka
Jahweh tidak menghukum dunia lagi karena Ia sudah
menghukum Jahweh sebagai ganti semua manusia. Namun, beberapa orang percaya
kepada hal ini dan beberapa orang tidak, meskipun Anak Jahweh menanggung segala
dosa dan melenyapkan semuanya dengan ketaatanNya kepada kehendak Jahweh. Orang-orang
percaya masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan percaya kepada kebenaran Jahweh.
Jahweh memperhitungkan mereka sebagai orang-orang benar dan berkata, “Engkau
adalah orang benar. Engkau percaya bahwa aku sudah menghapus dosamu. Mari. Aku
sudah mempersiapkan Kerajaan Surga untukmu.” Mereka masuk ke dalam Kerajaan
Surga dengan kelegaan.
Tetapi beberapa orang tidak percaya kepadaNya
dan menolak Injil, sambil berkata, “Jahweh, apakah itu benar? Aku tidak
bisa percaya. Apakah ini benar? Aku tidak bisa sungguh-sungguh mengerti.”
Jahweh akan berkata, “Mengapa engkau membuat aku murka? Percayalah kepadaKu
kalau engkau mau percaya, tetapi jangan percaya kalau tidak mau percaya.”
“Apakah Injil air dan Roh itu benar, Tuhan?” “Aku menyelamatkan
engkau.” “Aku tidak bisa percaya kepada hal itu. Aku bisa percaya
sebanyak 90%, tetapi aku meragukan yang 10%.”
Lalu Jahweh berkata kepada mereka, “Engkau
tidak percaya meskipun aku sudah menyelamatkan Engkau. Lakukan sesuai dengan
imanmu. Aku memutuskan untuk mengirim mereka yang memiliki dosa sebagai keturunan
Adam ke neraka. Aku sudah menciptakan Kerajaan Surga juga. Masuklah ke dalam
Kerajaan Surga kalau engkau mau, dan masuklah ke neraka kalau engkau mau dibuang
ke dalam api neraka.” Hal itu bergantung kepada iman mereka apakah mereka
akan masuk Kerajaan Surga atau neraka.
Apakah anda percaya bahwa Jahshua menyelamatkan
anda dari segala dosa melalui baptisan dan darah yang dicurahkanNya di kayu
Salib? Iu tergantung kepada iman anda. Tidak ada titik tengah antara Kerajaan
Surga dan neraka. Yang ada hanya “Ya.” Jahweh tidak pernah mengijinkan
kita untuk berkata “Tidak.” Jahweh menjanjikan segala sesuatu dan
menggenapi semuanya. Ia menghapus segala dosa orang-orang berdosa.
Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi
berlimpah-limpah
Mari kita memperhatikan Roma 5:20-21. “Tetapi
hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di
mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan
berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Jahshua Kristus, Tuhan
kita.” Mengapa hukum Taurat diadakan? Untuk membuat pelanggaran menjadi
banyak. Manusia tidak bisa mengelak dari kepemilikan akan dosa sebagai keturunan
Adam secara lahiriah. Tetapi mereka tidak mengerti hakekat dosa mereka, dan
karena itu Jahweh memberikan hukum Taurat kepada manusia untuk memberikan pengetahuan
akan dosa kepada mereka karena hukum Taurat memberitahu kepada mereka apa yang
harus dan yang jarang dilakukan, dan menjadi dosa kalau tidak mentaati hukum
Taurat dengan pemikiran dan perbuatan mereka.
Hukum Taurat diadakan supaya pelanggaran menjadi
jelas. Jahweh memberikan hukum Taurat kepada kita untuk membuat kita menyadari
bahwa kita adalah orang-orang berdosa besar dan hanyalah segumpal dosa. Namun,
dimana dosa bertambah, kasih karunia semakin berlimpah. Ini berarti bahwa seseorang
yang dilahirkan dengan dosa sebagai keturunan Adam, tetapi merasa bahwa ia hanya
melakukan dosa-dosa yang kecil tidak ada hubungannya dengan kenyataan bahwa
Jahshua sudah menyelamatkan dia.
Namun, seseorang yang berpikir bahwa ia memiliki
banyak kelemahan dan tidak bisa hidup sesuai dengan firman Jahweh dengan daging
akan memberikan syukur kepada Tuhan yang menyelamatkannya. Injil mengatakan
bahwa Tuhan menanggung segala dosa dunia sekali untuk selamanya adalah karunia
yang sangat besar kepada orang-orang yang demikian. “Di mana dosa bertambah
banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.” Karunia berlimpah,
sehingga orang-orang yang berdosa besar dijadikan benar secara sempurna. Orang-orang
yang merasa dosanya kecil yang berpikir bahwa mereka tidak penuh dengan dosa
akan masuk neraka. Hanya orang-orang yang merasa bahwa dosanya amat besar yang
akan menjadi benar secara sempurna.
Jadi seseorang yang menyadari bahwa ia adalah
orang berdosa yang berat akan sungguh-sungguh bersyukur kepada keselamatan dari
Jahshua. Ada beberapa pengkhotbah yang baik di antara para pekabar Injil di
dunia ini. “Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi
berlimpah-limpah.” Ini tidak berarti bahwa kita boleh melakukan dosa
secara sengaja supaya anugerah juga semakin berlimpah.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang kitab surat Roma?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
tentang kitab surat Roma. |
|
 |
 |
Rasul Paulus berkata di dalam Roma
6:1, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah
kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia
itu?” Maksud Paulus, “Kita diselamatkan kebenaran kalau kita
percaya saja kepada kebenaran Jahweh. Tuhan sudah menghapuskan dosa
kita dan secara berlimpah menyelamatkan orang-orang berdosa dari
dosa-dosa mereka. Kita menjadi orang-orang benar melalui percaya
dengan hati kita. Kita bisa diselamatkan kalau kita percaya kepada
apa yang dilakukan Tuhan. Tidak peduli betapapun jahatnya kita atau
berapapun banyaknya kita melakukan dosa, kita menjadi orang-orang
benar tanpa bekerja dengan memiliki iman kepada kebenaran.”
Kita menjadi orang benar oleh iman. Bagaimana
jahatnya perbuatan kita? Berapa kali kita melakukan dosa? Berapa banyak kekurangan
kita kalau Jahweh, yang tidak berdosa, memandang kepada perbuatan kita? Saya
tidak bisa tidak memuji Tuhan. Roma 5:20-21 mengatakan, “Tetapi hukum
Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa
bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama
seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa
oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita.”
Jahweh memberikan kepada kita kehidupan kekal
melalui Jahshua Kristus. Kebenaran Tuhan menjadikan kita memerintah bersama
dengan Dia. Saya memuji Tuhan, yang dengan berlimpah menyelamatkan orang-orang
berdosa dari dosa-dosa mereka. Terima kasih, Tuhan.
Kembali ke Daftar
|