|
Kota Kudus Yang Turun dari Surga
< Wahyu 21:1-27 >
“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi
yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan
laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru,
turun dari sorga, dari Jahweh, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang
berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta
itu berkata: “Lihatlah, kemah Jahweh ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan
diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi
Jahweh mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut
tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di
atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan
firmanNya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”
FirmanNya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega,
Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma
dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini,
dan Aku akan menjadi Jahwehnya dan ia akan menjadi anakKu. Tetapi orang-orang
penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh,
orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua
pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyalaNyala
oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Maka datanglah seorang dari
ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka
terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan
menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”Lalu, di dalam
roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan
kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Jahweh. Kota
itu penuh dengan kemuliaan Jahweh dan cahayanya sama seperti permata yang paling
indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar
lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang
itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu
gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga
pintu gerbang. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya
tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. Dan ia, yang berkata-kata
dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu
serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. Kota itu bentuknya empat persegi,
panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu:
dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. Lalu ia mengukur
temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah
juga ukuran malaikat. Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri
dari emas tulen, bagaikan kaca murni. Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi
dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua
batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar
yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu
ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang
kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas
batu kecubung. Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap
pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni
bagaikan kaca bening. Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Jahweh,
Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan
kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan
Jahweh meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Dan bangsa-bangsa akan
berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;
dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak
akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan
kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab
kehidupan Anak Domba itu.”
Eksegese
Ayat 1: Lalu aku melihat langit yang baru dan
bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu,
dan laut pun tidak ada lagi.
Firman ini menjelaskan bahwa Tuhan Jahweh akan
memberikan Langit Baru dan Bumi Baru sebagai anugerahNya kepada orang-orang
kudus yang mengambil bagian di dalam kebangkitan yang pertama. Sejak saat ini,
orang-orang kudus tidak lagi akan hidup di langit yang pertama dan bumi yang
pertama, tetapi di dalam langit dan bumi yang kedua, yang baru. Berkat ini adalah
anugerah Jahweh yang akan dicurahkanNya kepada orang-orang kudusNya. Jahweh
akan memberikan berkat yang demikian hanya kepada orang-orang kudus yang mengambil
bagian di dalam kebangkitan yang pertama.
Orang-orang yang akan menikmati berkat ini, dengan
kata lain, adalah orang-orang kudus yang sudah menerima pengampunan dosa dengan
percaya kepada Injil air dan Roh yang kudus yang diberikan oleh Kristus. Tuhan
kita adalah Mempelai Laki-Laki bagi orang-orang kudus. Sejak saat ini, yang
akan terjadi kepada pengantin perempuan adalah untuk mengenakan perlindungan
dari Mempelai Laki-Laki, berkat-berkat, dan kuasa sebagai pengantin perempuan
dari Mempelai Laki-Laki Anak Domba, dan hidup di dalam kemuliaanNya di dalam
KerajaanNya yang mulia.
Ayat 2: Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem
yang baru, turun dari sorga, dari Jahweh, yang berhias bagaikan pengantin perempuan
yang berdandan untuk suaminya.
Jahweh sudah mempersiapkan sebuah kota kudus bagi
orang-orang kudus. Kota ini adalah Yerusalem Baru, Istana Jahweh yang Kudus.
Istana ini dipersiapkan sepenuhnya bagi orang-orang kudus Jahweh. Dan semua
ini sudah dipersiapkan di dalam Jahshua Kristus bagi orang-orang kudus, bahkan
sebelum Tuhan Jahweh menciptakan alam semesta. Orang-orang kudus karena itu
tidak bisa tidak mengucapkan syukur kepada Tuhan Jahweh atas anugerah karuniaNya
dan memberikan segala kemuliaan kepadaNya dengan iman mereka.
Ayat 3: Lalu aku mendengar suara yang nyaring
dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Jahweh ada di tengah-tengah manusia
dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan
Ia akan menjadi Jahweh mereka.”
Sejak saat itu, orang-orang kudus akan hidup dengan
Tuhan di dalam kemah Jahweh selamanya. Semua ini adalah karena anugerah Tuhan
Jahweh, karunia yang akan mereka terima untuk iman mereka di dalam Firman keselamatan
air dan Roh. Semua orang yang mengenakan berkat masuk ke dalam Kemah Jahweh
dan hidup denganNya kemudian akan memberikan syukur dan kemuliaan kepada Tuhan
Jahweh untuk selamanya.
Ayat 4: “Dan Ia akan menghapus segala air mata
dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan,
atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”
Sekarang karena Jahweh sudah berdiam dengan orang-orang
kudus, tidak akan ada lagi air mata atau kesedihan, ataupun ratapan karena kehilangan
orang-orang yang dikasihi, ataupun menangis di dalam dukacita.
Semua kesedihan di langit yang pertama dan bumi
yang pertama akan lenyap dari kehidupan orang-orang kudus, dan bahwa yang menantikan
mereka hanyalah menghidupi kehidupan mereka yang keberkatan dan dipermuliakan
dengan Tuhan Jahweh mereka di dalam Langit Baru dan Bumi BaruNya. Tuhan Jahweh
kita, sesudah menjadi Jahweh orang-orang kudus sendiri, akan membuat segala
sesuatu dan semua lingkungan menjadi baru, sehingga tidak akan pernah ada lagi
air mata atau kesedihan, atau tangisan, atau kematian, atau ratapan, atau kesakitan,
atau hal-hal lain yang sudah menyiksa mereka di bumi yang pertama.
Ayat 5: Ia yang duduk di atas takhta itu berkata:
“Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firmanNya: “Tuliskanlah,
karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”
Tuhan kita sekarang akan membuat segala sesuatu
menjadi baru, dan menciptakan suatu langit baru dan bumi baru. Dengan membuat
ciptaanNya di langit yang pertama dan bumi yang pertama itu lenyap, Ia akan
menciptakan langi dan bumi yang kedua, yang baru. Yang dikatakan ayat ini bukanlah
bahwa Jahweh akan mendaur ulang dunia yang baru, tetapi Ia akan sepenuhnya menciptakan
alam semesta yang baru. Jahweh kemudian akan menciptakan Langit Baru dan Bumi
Baru dan hidup dengan orang-orang kudus. Orang-orang kudus yang mengambil bagian
did alam kebangkitan yang pertama akan mngambil bagian dalam berkat ini juga.
Ini sesuatu yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh manusia dengan pikiran
manusiawinya, tetapi inilah yang sudah dipersiapkan Jahweh bagi orang-orang
kudusNya. Orang-orang kudus dan segala sesuatu kemudian akan memberikan semua
kemuliaan, ucapan syukur, hoemat dan pujian kepada Jahweh untuk pekerjaan yang
agung ini.
Ayat 6: FirmanNya lagi kepadaku: “Semuanya
telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang
haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”
Tuhan Jahweh kita sudah merencanakan dan menggenapi
semuanya ini, sejak awal sampai akhirnya. Semua yang Tuhan sudah lakukan, Ia
melakukan semuanya bagi diriNya dan orang-orang kudusNya. Orang-orang kudus
sekarang disebut sebagai “milik Kristus,” dan dijasikan umatNya. Mereka yang
sudah menjadi orang-orang kudus Jahweh dengan percaya kepada Injil air dan Roh
sekarang menyadari bahwa meskipun mereka memberikan ucapan syukur dan pujian
kepada Jahweh selamanya, mereka tetap tidak akan bisa mengucapkan pengucapan
syukur yang cukup untuk kasih dan pekerjaan Tuhan Jahweh.
“Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air
kehidupan.” Di dalam Langit Baru dan Bumi Baru, Tuhan kita sudah memberikan
mata air kehidupan bagi orang-orang kudus. Inilah anugerah terbesar dari semua
yang sudah dicurahkanNya kepada orang-orang kudusNya. Sekarang orang-orang kudus
akan hidup selamanya di dalam Langit Baru dan Bumi Baru dan minum dari mata
air kehidupan, yang dengannya mereka tidak akan pernah merasa haus lagi untuk
selamanya. Orang-orang kudus sekarang menjadi, dengan kata lain, anak-anak Jahweh
yang akan memiliki kehidupan kekal, sama seperti Tuhan Jahweh, dan hidup di
dalam kemuliaanNya. Saya memberikan ucapan syukur dan kemuliaan kepada Tuhan
Jahweh kita sekali lagi yang memberikan kepada kita berkat-berkat yang besar
ini. Haleluya!
Ayat 7: “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh
semuanya ini, dan Aku akan menjadi Jahwehnya dan ia akan menjadi anakKu.”
“Barangsiapa menang” di sini menunjuk kepada
mereka yang sudah mempertahankan iman yang diberikan oleh Tuhan. Iman ini memungkinkan
orang-orang kudus untuk mengalahkan dunia dan musuh-musuh Jahweh. Iman kita
di dalam Tuhan Jahweh dan di dalam kasih yang benar kepada Injil air dan Roh
yang diberikan oleh Dia adalah yang memberikan kepada kita kemenangan atas segala
dosa dunia, atas penghukuman Jahweh, atas musuh-musuh kita, datas kelemahan
kita, dan atas penganiayaan dari Antikristus.
Saya memberikan syukur dan kemuliaan kepada Tuhan
Jahweh kita yang memberikan kepada kita kemenangan atas semuanya. Orang-orang
kudus yang percaya kepada Tuhan Jahweh mengalahkan Antikristus secara mutlak
dengan iman mereka. Bagi masing-masing orang-orang kudus, Tuhan Jahweh kita
sudah memberikan iman kita ini yang dengannya kita bisa menang dalam perjuangan
mereka melawan musuh-musuh mereka.
Jahweh sudah memberi kesempatan kepada orang-orang
kudus, yang dengan itu sudah menang atas dunia dan Antikristus dengan iman mereka,
dan mewarisi Langit Baru dan Bumi Baru. Tuhan Jahweh kita sudah memberikan iman
kemenangan kepada orang-orang kudusNya sehingga mereka bisa mewarisi KerajaanNya.
Karena Jahweh sudah memberikan kepada kita iman yang menang atas Antikristus,
Jahweh sekarang sudah menjadi Jahweh kita, dan kita sudah menjadi anak-anakNya.
Saya menaikan syukur dan memuji Tuhan Jahweh kita yang memberikan kepada kita
iman kemenangan atas semua musuh-musuh kita.
Ayat 8: “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang
yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal,
tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka
akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyalaNyala oleh api dan belerang;
inilah kematian yang kedua.”
Dalam hakekatNya, Tuhan Jahweh kita adalah Jahweh
kebenaran dan Jahweh kasih. Siapa, kemudian, orang-orang yang pada dasarnya
penakut di hadapan Jahweh? Mereka adalah orang-orang yang dilahirkan ke dalam
dosa asal dan yang tidak membasuh dosa-dosa mereka dengan Firman Injil air dan
Roh yang diberikan oleh Tuhan. Karena di dalam hakekatnya mereka menyembah si
jahat lebih daripada Jahweh, mereka sudah jelas menjadi hamba-hamba Iblis. Karena
mereka menyembah si jahat di hadirat Tuhan Jahweh, dan karena mereka mengasihi
dan mengikuti kegelapan lebih daripada terang, itulah sebabnya mereka tidak
bisa tidak menjadi penakut di hadapan Tuhan Jahweh.
Jahweh pada hakekatnya adalah terang. Karena itu
adalah suatu kenyataan yang pasti bahwa orang-orang yang di dalam dirinya adalah
kegelapan sendiri akan menjadi penakut kepada Jahweh. Karena jiwa-jiwa orang-orang
yang menjadi milik Iblis mengasihi kegelapan, mereka adalah penakut di hadapan
Jahweh yang adalah terang itu sendiri. Inilah alasannya maka mereka harus membawa
kejahatan dan kelemahan mereka kepada Jahweh dan menerima pengampunan dosa dariNya.
“Orang yang tidak percaya” yang hatinya pada dasarnya
tidak percaya kepada kasih Tuhan Jahweh kita dan Injil air dan RohNya, adalah
musuh-musuhNya dan orang-orang yang berdosa sangat besar di hadapan Jahweh.
Jiwa mereka menjadi milik keburukan yang sangat, dan mereka melawan Jahweh,
mengasihi dan melakukan setiap dosa, mengikuti tanda-tanda palsu, menyembah
segala macam berhala, dan mengatakan segala macam dusta. Jadi, dengan penghakiman
yang adil dari Jahweh mereka akan dibuang ke dalam lautan yang membara dengan
api dan belerang. Penghukuman mereka inilah yang disebut kematian yang kedua.
Jahweh tidak memberikan Langit Baru dan Bumi Baru
kepada orang-orang yang adalah penakut di hadapanNya, yang tidak percaya kepada
Firman air dan Roh, dan yang, sesudah menjadi hamba-hamba Iblis, menjadi sangat
buruk sekali. Namun, Tuhan kita sudah memberikan kepada mereka hanya penghukuman
kekal dariNya, membuang mereka semua (termasuk pembunuh, orang-orang sundal,
tukang sihir, penyembah berhala, dan semua pendusta) ke dalam lautan api dan
belerang. Neraka, yang akan diberikan Jahweh kepada mereka, adalah kematian
yang kedua.
Ayat 9: “Maka datanglah seorang dari ketujuh
malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir
itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan
kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”
Salah satu malaikat yang membawa salah satu dari
malapetaka ketujuh cawan berkata kepada Yohanes, “Marilah ke sini, aku akan
menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.” Di sini,
“mempelai Anak Domba” menunjuk kepada mereka yang sudah menjadi pengantin perempuan
Jahshua Kristus dengan percaya di dalam hati mereka kepada Injil air dan Roh
yang diberikan olehNya.
Ayat 10-11: Lalu, di dalam roh ia membawa aku
ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota
yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Jahweh. Kota itu penuh dengan
kemuliaan Jahweh dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan
permata yaspis, jernih seperti kristal
“Kota yang kudus itu, Yerusalem” menunjuk
kepada Kota Kudus dimana orang-orang kudus akan hidup bersama dengan Mempelai
Laki-Laki. Kota yang dilihat Yohanes memang indah dan luar biasa. Ukurannya
sangat menakjubkan, dihiasi dengan batu-batu berharga di dalam dan di luar,
bersih dan bercahaya. Melakukan dosa menunjukkan kepada Yohanes di mana pengantin
perempuan Jahshua Kristus akan hidup bersama dengan Mempelai Laki-Laki. Kota
Kudus Yerusalem ini yang turun dari surga adalah karunia Jahweh yang akan Ia
berikan kepada pengantin perempuan Anak Domba.
Kota Yerusalem bercahaya dengan terang, dan terangnya
adalah seperti permata yang paling indah, seperti permata yaspis, jernih bagaiman
kristal. Karena itu, bagi semua yang hidup di dalamnya, kemuliaan Jahweh ada
bersama dengan mereka untuk selama-lamanya. Kerajaan Jahweh adalah kerajaan
terang, dan karena itu hanya mereka yang sudah dibasuh dari kegelapan, kelemahan
dan dosa-dosa mereka yang bisa masuk ke dalam Kota ini. Dengan demikian, kita
semua harus percaya bahwa agar kita bisa masuk ke dalam Kota Kudus ini, kita
harus belajar, mengerti, dan percaya kepada Firman Injil air dan Roh yang benar
yang Tuhan sudah berikan kepada kita.
Ayat 12: Dan temboknya besar lagi tinggi dan
pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua
belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
Pintu gerbang Kota ini dijaga oleh dua belas malaikat,
dan di atasnya tertulis nama-nama kedua belas suku Israel. Kota itu memiliki
“tembok besar lagi tinggi” yang menjelaskan bahwa cara masuk ke Kota Kudus ini
sangatlah sulit. Diselamatkan dari dosa kita di hadapan Jahweh, dengan kata
lain, adalah mustahil dengan upaya manusia atau perkara-perkara material dari
dunia yang diciptakan Jahweh.
Untuk diselamatkan dari dosa kita dan masuk ke
dalam Kota Kudus Jahweh, mutlak diperlukan bahwa kita memiliki iman yang sama
dengan kedua belas murid Jahshua, iman yang percaya kepada kebenaran Injil air
dan Roh. Dengan demikian, tidak seorangpun yang tidak memiliki iman kepada Injil
air dan Roh yang bisa masuk ke dalam Kota Kudus ini. Inilah sebabnya dua belas
malaikat ditunjuk oleh Tuhan Jahweh untuk menjaga pintu gerbangnya.
Kata “di atasnya tertulis nama,” di sisi
lain, menjelaskan kepada kita bahwa pemilik dari Kota ini memang sudah ditentukan.
Pemiliknya tidak lain dari Jahweh sendiri dan umatNya, karena Kota ini memang
adalah milik umat Jahweh yang sekarang sudah menjadi anak-anakNya.
Ayat 13: Di sebelah timur terdapat tiga pintu
gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga
pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.
Ada tiga pintu gerbang yang ditempatkan di bagian
timur Kota, utara, selatan dan di barat juga masing-masing terdapat tiga pintu
gerbang. Ini menunjukkan bahwa hanya mereka yang sudah menerima pengampunan
dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh di dalam hati mereka bisa masuk
ke dalam Kota ini.
Ayat 14: Dan tembok kota itu mempunyai dua
belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul
Anak Domba itu.
Batu yang sangat besar dipakai dengan baik untuk
menjadi dasar bagi bangunan itu atau gedungnya. Kata “batu” dipakai di dalam
Alkitab untuk menunjuk kepada iman kita kepada Tuhan Jahweh. Ayat ini menjelaskan
kepada kita bahwa untuk masuk ke dalam Kota Kudus dari Tuhan Jahweh, kita harus
memiliki iman yang Ia sudah berikan kepada manusia, iman yang percaya kepada
penebusan sempurnaNya atas segala dosa kita. Iman orang-orang kudus adalah lebih
berharga meskipun dibandingkan dengan batu-batu permata yang ada di Kota Kudus.
Ayat ini menjelaskan bahwa tembok dari Kota itu dibangun di atas dua belas dasar,
dan di atasnya tertulis nama-nama kedua belas rasul Anak Domba. Ini menunjukkan
kepada kita bahwa Kota Jahweh diberikan hanya kepada mereka yang memiliki iman
yang sama dengan kedua belas rasul yang dimiliki Jahshua Kristus.
Ayat 15: Dan ia, yang berkata-kata dengan aku,
mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu
gerbangnya dan temboknya.
Firman ini berarti bahwa untuk masuk ke dalam
Kota yang dibangun Jahweh itu, seseorang harus memiliki jenis iman yang diterimaNya,
jenis iman yang akan memberikan kepadanya pengampunan dosa. Dikatakan di sini
bahwa malaikat yang berkata kepada Yohanes memiliki suatu tongkat pengukur dari
emas untuk mengukur kota itu. Ini berarti bahwa kita harus percaya bahwa Tuhan
sudah memberikan kepada kita semua berkat-berkat di dalam Injil air dan Roh.
Sebagaimana “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan (Ibrani
11:1),” Jahweh memang sudah memberikan kepada kita Kota Kudus dan Langit
Baru dan Bumi Baru, perkara-perkara yang bahkan lebih besar daripada yang kita
harapkan.
Ayat 16: Kota itu bentuknya empat persegi,
panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu:
dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama
Kota ini dibangun dalam bentuk empat persegi,
dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi yang sama. Ini menjelaskan bahwa kita
semua harus memiliki iman dilahirkan kembali sebagai umat Jahweh dengan percaya
kepada Injil air dan Roh. Bahkan pada kenyataannya, Tuhan kita tidak akan mengijinkan
siapapun yang tidak memiliki iman yang pasti ini kepada Injil air dan Roh untuk
masuk ke dalam Kerajaan Jahweh.
Banyak orang yang memiliki pikiran bahwa mereka
akan masuk ke dalam Kota Kudus hanya sekedar dengan menjadi orang-orang Kristen,
bahkan meski mereka masih memiliki dosa. Tetapi Tuhan kita sudah memberikan
kepada ksdd dan Roh Kudus serta menjadikan umatNya hanya mereka yang sudah percaya
kepada kebenaran bahwa Ia sudah mengampuni mereka dari segala dosa mereka melalui
baptisanNya di dunia ini dan darahNya di Kayu Salib. Inilah iman yang Tuhan
tuntut dari kita.
Ayat 17: Lalu ia mengukur temboknya: seratus
empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.
Makna Alkitabiah dari angka empat ini adalah penderitaan.
Iman yang Tuhan tuntut dari kita bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki siapa saja,
tetapi iman ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang sudah menerima firman Jahweh,
bahkan meski mereka tidak sepenuhnya mengerti hal itu di dalam pikiran mereka.
Sebagai orang-orang Kristen, sangat mustahil untuk masuk ke dalam Kota Kudus
Jahweh hanya dengan percaya kepada Kayu Salib Jahshua, dan bahwa Tuhan adalah
Jahweh dan Juruselamat kita. Tidakkah anda mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan
ketika Ia mengatakan di dalam Yohanes 3:5, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam
Kerajaan Jahweh”? Apakah anda mengerti makna kedatangan Tuhan ke dunia ini,
dibaptiskan oleh yom menanggung dosa-dosa dunia ini ke Kayu Salib, dan mencurahkan
darahNya di sana? Kalau anda bisa menjawab pertanyaan ini, anda akan memahami
apa yang saya bicarakan di sini.
Ayat 18: Tembok itu terbuat dari permata yaspis;
dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.
Ayat ini menjelaskan bahwa iman yang memungkinkan
kita masuk ke dalam Kota Kudus Jahweh adalah murni dan tidak ada hubungannya
dengan dunia sama sekali.
Ayat 19-20: Dan dasar-dasar tembok kota itu
dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang
kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud,
dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh
batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit,
yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas
batu kecubung.
Dasar dari tembok Kota ini dihiasi dengan berbagai
macam batu permata. Firman ini menjelaskan kepada kita bahwa kita bisa dipelihara
dari berbagai aspek iman dari Firman Tuhan kita. Dan permata-permata yang berharga
ini menunjukkan kepada kita jenis-jenis berkat-berkat yang Tuhan akan berikan
kepada orang-orang kudusNya.
Ayat 21: Dan kedua belas pintu gerbang itu
adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan
jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
Mutiara memiliki arti “Kebenaran” di dalam Alkitab
(Matius 13:46). Seorang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran akan dengan senang
hati meninggalkan semua yang dimilikinya untuk mendapatkan kebenaran yang memberikan
kepadanya kehidupan kekal. Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kudus yang
akan masuk ke dalam Kota Kudus perlu memiliki banyak kesabaran ketika ada di
dunia ini, berdiri teguh tertanam kepada pusat dari iman mereka kepada kebenaran.
Mereka yang percaya kepada Firman kebenaran yang dikatakan oleh Tuhan Jahweh,
dengan kata lain, perlu memiliki ketekunan yang hebat untuk mempertahankan iman.
Ayat 22-23: Dan aku tidak melihat Bait Suci
di dalamnya; sebab Jahweh, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian
juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk
menyinarinya, sebab kemuliaan Jahweh meneranginya dan Anak Domba itu adalah
lampunya.
Bagian ini berarti bahwa semua orang-orang kudus
akan disambut ke dalam tangan Jahshua Kristus, Raja segala raja. Dan Kota Kudus
di Yerusalem tidak memerlukan matahari atau bulan yang pertama, karena Jahshua
Kristus, terang dunia ini, akan meneranginya.
Ayat 24: “Dan bangsa-bangsa akan berjalan di
dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya.”
Bagian ini menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang
yang hidup di Kerajaan Seribu Tahun sekarang akan masuk ke dalam Langit Baru
dan Bumi Baru. “Raja-raja di bumi” di sini menunjuk kepada orang-orang
kudus yang sudah menjalani kehidupan di Kerajaan Seribu Tahun. Raja-raja di
bumi, lenjut ayat ini, akan “membawa kekayaan mereka kepadanya.” Ini
menjelaskan bahwa orang-orang kudus yang sudah hidup di dalam tubuh kemuliaan
mereka kemudian akan berpindah dari Kerajaan Seribu Tahun ke Kerajaan Langit
Baru dan Bumi Baru yang baru saja diciptakan Jahweh.
Dengan demikian, hanya mereka yang sudah dilahirkan
kembali dengan percaya kepada Injil air dan Roh sementara di dunia ini dan yang
dengan demikian diangkat untuk hidup di dalam Kerajaan Kristus selama seribu
tahun yang akan bisa masuk ke dalam Kota Kudus Yerusalem.
Ayat 25: Dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan
ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana.
Karena Langit Baru dan Bumi Baru, dimana Kota
Kudus berada, sudah dipenuhi dengan terang yang kudus, tidak akan bisa ada malam
di sana, dan tidak ada kejahatan.
Ayat 26: Dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa
akan dibawa kepadanya.
Ini menjelaskan bahwa melalui kuasa yang ajaib
dari Tuhan Jahweh, mereka yang sudah hidup di dalam Kerajaan Kristus selama
seribu tahun sekarang memenuhi syarat untuk berpindah ke dalam Kerajaan Langit
Baru dan Bumi Baru, Kerajaan dimana Kota Kudus berdiri.
Ayat 27: Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya
sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya
mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.
Baik orang-orang Kristen dan orang-orang bukan
Kristen dari dunia ini juga, semua yang tidak mengenal kebenaran Injil air dan
Roh adalah penipu, buruk, dan pendusta. Karena itu mereka tidak akan bisa masuk
ke dalam Kota Kudus.
Firman Jahweh di sini juga memungkinkan kita untuk
memastikan betapa hebatnya kuasa Injil air dan Roh yang Tuhan berikan kepada
kita di dunia ini. Meskipun Injil air dan Roh sudah diberitakan kepada banyak
orang di dunia ini, ada saat-saat dimana Injil ini diabaikan dan dihina bahkan
oleh orang-orang yang menyebut diri orang Kristen. Tetapi hanya iman kepada
Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan yang menjadi kunci ke Surga.
Banyak orang masih tidak mengerti tentang kebenaran
ini, tetapi anda harus tahu bahwa siapa saja yang memahami dan percaya bahwa
dengan Injil air dan Roh ini Tuhan sudah memberikan kepadanya kunci ke Surga
dan kepada pengampunan dosa, maka namanya akan tertulis di dalam Kitab Kehidupan.
Kalau anda menerima dan percaya kepada kebenaran
Injil air dan Roh, anda akan mengenakan berkat memasuki Kota Kudus.
Kembali ke Daftar
|