" Kow padha olh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen

 

  • Bisakah anda menjelaskan mengenai hubungan antara baptisan kita dengan baptisan, kematian dan kebangkitan Jahshua Kristus?
  • Pertama-tama, kita harus memperhatikan kepada "doktrin baptisan" sebagaimana tertulis di dalam Ibrani 6:2. Menurut Alkitab, ada 3 jenis baptisan, yaitu baptisan Yohanes untuk pertobatan, baptisan Jahshua oleh Yohanes Pembaptis, dan baptisan kita. Baptisan yang kita terima adalah pengakuan iman kita akan kepercayaan terhadap baptisan Jahshua. Hal itu berarti bahwa kita dibaptiskan untuk mengakui bahwa kita percaya bahwa Jahshua dibaptiskan untuk menghapus segala dosa kita dan mati di atas salib untuk menanggungnya. Sekarang anda bisa mengerti Matius 3:15 yang berkata, "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh." "Demikianlah" di sini berarti bahwa Jahshua sendiri menanggung segala dosa dunia dengan dobaptis oleh Yohanes Pembaptis, wakil dari manusia.

    Itulah rencana Jahweh untuk menyelamatkan kita dari dosa. Jahweh menimpakan kejahatan kita kepada-Nya (Yesaya 53:6) dan memberikan kepada kita kebenaran atau dikaiosune dalam bahasa Yunani, yang juga berarti keadilan dan kebenaran. Hal itu berari bahwa Jahshua menanggung segala kejahatan manusia dengan cara yang paling adil dan benar yaitu dengan penumpangan tangan.

    Kita diselamatkan oleh iman yang kuat di dalam baptisan, kematianNya di atas salib, dan kebangkitan Jahshua. Sunat di dalam hati, secara rohani (Roma 2: 29), yang memotong segala dosa kita dari hati kita, sudah membersihkan segala kejahatan kita dari hati kita. Demikianlah rasul Petrus berkata kepada orang banyak, "Bertobatlah dan hendaklah anda masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Jahshua Kristus untuk pengampunan dosamu, maka anda akan menerima karunia Roh Kudus" (Kisah Para Rasul 2:38) pada hari Pantekosta.

    Semua orang berdosa harus mendapat pengampunan dari dosa yang ada di dalam hati kita dengan percaya di dalam nama Jahshua. Apakah artinya nama-Nya? "Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Matius 1:21) Nama Jahshua berarti Juruselamat, orang yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Bagaimana dia menyelamatkan kita dari dosa kita? Jahshua menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan baptisan dan kematianNya di atas salib.

    Sewaktu rasul-rasul Jahshua Kristus mengkhotbahkan Injil, mereka mengajarkan secara jelas tentang baptisan Jahshua dan salib-Nya, dan membaptiskan semua umat yang percaya pada-Nya. Sesuai dengan hal itu, kita dibaptiskan untuk mengakui bahwa kita percaya kepada baptisan and kematian Jahshua dari dalam lubuk hati mereka. Sewaktu dibaptiskan, kita mengatakan, "Terima kasih, Tuhan. Engkau menanggung segala dosaku oleh baptisanMu dan mati untuk saya dan bangkit kembali untuk menyelamatkan saya. Saya percaya." Kita dibaptis oleh hamba Tuhan di dalam air sebagai lambang iman kita kepada baptisan Jahshua dan kematian-Nya di atas salib, segabaimana Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Maka, orang-orang yang kudus gereja mula-mula dibaptiskan sebagai bukti dari kepercayaan mereka, setelah mereka mengambil keputusan yang tepat kepada Injil dan keselamata, pengampunan dosa.

    Upacara baptisan itu sendiri bukanlah sebuah kewajiban, dan baptisan air kita tidak ada hubungan dengan keselamatan kita walaupun hal itu sangat penting.

    Kita hanya bisa diselamatkan dengan percaya kepada Injil tentang air dan darah. Alkitab mengatakan bahwa kita semua telah dibaptiskan ke dalam Jahshua Kristus (Roma 6:3, Galatia 3:27). Kalau begitu, bagaimana kita dapat dibaptiskan kedalam-Nya? Hal itu bisa terjadi hanya ketika kita percaya kepada baptisan-Nya, karena daging, manusia lama, bisa dipersatukan dengan Jahshua dan disalibkan dengan-Nya dengan baptisan-Nya. Karena Jahshua menghapus dosa kita dengan baptisan-Nya, maka kematianNya adalah hukuman untuk kesalahan-kesalahan kita. Dengan demikian, kita juga mati di atas salib dengan-Nya dan daging kita, yang berbuat kesalahan, mati bagi dosa dan kita akan diselamatkan dari segala kesalahan kita.

    Orang-orang yang dipersatukan dengan Jahshua oleh baptisan dan kematian-Nya juga bisa dipersatukan lagi dalam kebangkitan-Nya. Kebangkitan-Nya bukan hanya kebangkitan kita dari kematian, tapi juga membuat kita dilahirkan kembali sebagai anak Jahweh, dalam keadaan suci dan tidak ada dosa di hadapan Jahweh. Kalau kita meletakkan dosa-dosa kita ke atasNya dengan ketidakpercayaan kita kepada baptisan, maka kematian dan kebangkitan tidak akan memiliki makna apa-apa, dan tidak ada hubungannya dengan keselamatan kita. Orang-orang yang meletakkan dosanya kepada Jahshua dengan iman akan bisa dipersatukan dengan kematian-Nya di atas salib, dan baptisanNya akan membawa keselamatan dan dia akan dilahirkan lagi sebagai orang benar. Tetapi, orang-orang yang tidak meletakkan dosanya dengan percaya kepada baptisanNya tidak memiliki hubungan apapun dengan kematian dan kebangkitanNya. Baptisan orang percaya bisa dipercaya sebagaimana kita yang kita lihat pada sepasang suami-isteri di dalam acara pernikahan. Baptisan orang-orang suci adalah proklamasi dari iman yang ada di dalam hati. Ketika kita memproklamasikan kepercayaan kita di dalam baptisan dan salib-Nya di depan Jahweh, orang-orang kudus, dan dunia, kepercayaan kita menjadi lebih kuat.

    Kembali ke Daftar


    Versi yang bisa dicetak   |  

     
    Bible studies
        Khotbah
        Pernyataan iman
        Apakah Injil itu?
        Beberapa istilah dalam Alkitab
        Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
     

       
    Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.