" Kowé padha olèh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Keselamatan Kekal


< Yohanes 8:1-12 >

“Tetapi Jahshua pergi ke Bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Jahweh, dan seluruh rakyat datang kepadaNya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepadaNya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Jahshua: Mereka mengatakan hal itu untuk menguji Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkanNya. Tetapi Jahshua membungkuk lalu menulis dengan jariNya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepadaNya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggJahweh Jahshua seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Jahshua bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Jahshua: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Maka Jahshua berkata pula kepada orang banyak, kataNya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”


Berapa banyak dosa yang
dihapuskan Jahshua?
Segala dosa dunia

Jahshua memberi keselamatan kekal bagi kita. Tidak ada orang di dunia ini yang tidak dapat diselamatkan kalau dia percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamatnya. Dia menyelamatkan kita semua. Kalau ada orang berdosa yang menderita karena dosanya, itu adalah karena dia belum mengerti bagaimana Jahshua melepaskan dia dari segala dosanya melalui baptisanNya.

Kita harus mengetahui dan percaya terhadap rahasia keselamatan. Jahshua menanggung segala dosa kita dengan BaptisanNya, Dia sudah menanggung hukuman untuk dosa kita dan Dia mati di kayu Salib untuk kita.

Anda harus percaya kepada keselamatan air dan Roh; penyelamatan yang kekal dari seluruh dosa. Anda harus percaya akan kasihNya yang agung. Percayalah kepada apa yang dilakukanNya bagi keselamatan Anda di sungai Yordan dan di kayu Salib.

Jahshua juga mengetahui seluruh dosa kita yang tersembunyi. Beberapa orang salah pahamn tentang dosa. Mereka berpikir bahwa sebagian dosa tidak dapat dihapuskan. Jahshua telah menghapuskan semua dosa.

Tidak ada dosa dunia ini yang Dia ditinggalkan. Karena Dia sudah menyelamatkan segala dosa dunia ini, tidak ada lagi orang yang berdosa. Apakah Anda mengetahui Injil yang menyelamatkan dosa Anda, bahkan dosa masa depan Anda? Percayalah, lalu diselamatkan. Dan kembalilah kepada kemuliaan Tuhan.



Perempuan yang tertangkap basah ketika berbuat zinah

Berapa banyak orang yang
melakukan perzinahan di dunia?
Semuanya

Dalam Yohanes 8, ada seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Dan kita melihat bagaimana dia diselamatkan oleh Jahshua. Kita berharap bahwa kita akan mendapatkan berkat yang sama dengan yang dia terima. Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa seluruh manusia berbuat zinah selama kehidupannya. Setiap orang memang melakukan perzinahan.

Jika hal itu tidak begitu nampak, itu hanya karena kita melakukan perzinahan itu begitu sering, sehingga tidak lagi nampak menyolok. Mengapa? Karena kita terlalu sering berbuat zinah dalam kehidupan kita.

Saya memandang perempuan itu dan merenungkan apakah ada orang yang tidak berbuat zinah di antara kita. Tidak ada orang yang tidak berbuat zinah seperti wanita yang kedapatan itu. Kita hanya berpura-pura tidak demikian.

Apakah Anda berpikir bahwa saya salah? Tidak, saya tidak salah. Lihat kepada kedalaman hati. Semua orang yang hidup di dunia sudah melakukan itu. Mereka berbuat zinah pada saat menatap wanita di jalan, dalam pikiran mereka dan dalam tindakan mereka, kapan saja, di mana saja.

Mereka hanya tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan hal itu. Ada banyak orang yang tidak menyadari sampai hari waktu dia meninggal dunia bahwa mereka telah berbuat zinah banyak sekali selama kehidupannya. Bukan hanya mereka yang kedapatan, tetapi juga yang tidak pernah kedapatan. Semua orang berbuat zinah di dalam hatinya dan dengan tindakannya. Hal itu sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, bukan?

Apakah Anda marah? Itulah kebenaran. Kita hanya mendiamkan itu karena malu. Saya mempercayai bahwa orang-orang jaman sekarang ini selalu berbuat zinah, tetapi belum menyadari bahwa mereka melakukan itu.

Orang-orang bahkan berbuat zinah di dalam jiwanya. Kita, yang diciptakan oleh Tuhan, tinggal di dunia tanpa pernah menyadari bahwa kita berbuat zinah di dalam jiwa kita. Menyembah ilah lain adalah perzinahan rohani karena Jahshua adalah Suami satu-satunya dari semua umat manusia.

Perempuan yang kedapatan berbuat zinah itu adalah manusia biasa sama seperti kita, dan dia mendapat berkat Tuhan sebagaimana kita yang diselamatkan. Tetapi, orang-orang Farisi yang munafik meminta dia berdiri di tengah-tengah mereka, dan menunjuk-nunjuk  kepadanya seakan-akan mereka adalah para hakim dan hampir melempari perempuan itu dengan batu. Mereka mau mengejek dan menghakiminya seakan-akan mereka sendiri suci, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat zinah.

Saudara-saudara seiman, mereka yang mengetahui bahwa diri mereka berdosa, jangan menghakimi orang lain di hadapan Tuhan. Justru, karena mereka mengetahui bahwa mereka terlalu juga berbuat zinah sepanjang kehidupannya, mereka mendapat anugerah Jahweh yang menyelamatkan kita semua. Hanya orang yang menyadari bahwa mereka adalah orang berdosa yang berbuat zinah, layak untuk mendapatkan keselamatan dari Tuhan.



Siapakah yang mendapat anugerah Jahweh?

Apakah orang yang hidup suci tanpa melakukan perzinahan yang mendapat anugerahNya atau orang yang tidak layak yang mendapat anugerahNya? Orang yang melakukan perzinahan itulah yang mendapat anugerah keselamatanNya yang berlimpah-limpah. Orang yang tidak dapat menolong diri mereka sendiri, orang yang lemah dan tidak berdaya akan mendapat keselamatan. Mereka adalah orang yang ada dalam anugerahNya.


Siapakah yang mendapat
Anugerah Jahweh?
Orang yang tidak layak

Orang yang mengatakan bahwa mereka tidak berdosa, tidak dapat diselamatkan. Bagaimana mereka mendapat anugerah penyelamatan Tuhan kalau tidak ada hal yang harus diselamatkan?

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa perempuan yang telah ditangkap karena melakukan perzinahan ke hadapan Jahshua dan memintanya duduk di tengah-tengah dan bertanya kepadaNya, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Apakah pendapatMu tentang hal itu?” Mengapa mereka membawa perempuan itu kepadaNya dan menguji Dia?

Mereka sendiri juga sering berbuat zinah, tetapi mereka mencoba menghakimi dan membunuh perempuan itu melalui Jahshua dan mencoba menimpakan kesalahan kepadaNya.

Jahshua mengetahui apa yang ada dalam pikiran mereka dan mengetahui segala sesuatu tentang perempuan itu. Maka, Dia mengatakan, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Ketika itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mulai dari yang tertua sampai yang terakhir, pergi seorang demi seorang dan yang tetap di sana hanya Jahshua perempuan itu.

Orang yang pergi itu adalah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, para pemimpin agama. Mereka bermaksud untuk menghakimi perempuan yang telah ditangkap karena melakukan perzinahan seakan-akan mereka sendiri bukan orang berdosa.

Jahshua menyatakan kasihNya di dunia ini. Dia adalah Maha Pengasih. Jahshua memberi makanan kepada orang banyak, membangkitkan orang mati, mengembalikan kehidupan anak laki-laki seorang janda, membangkitkan Lazarus, menyembuhkan orang sakit dan melakukan mujizat bagi orang miskin. Serta Dia menghilangkan dosa seluruh orang berdosa dan memberi keselamatan kepada mereka.

Jahshua mengasihi kita. Dia adalah Tuhan yang mahakuasa yang bisa melakukan apa saja, tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menganggap Dia sebagai musuh mereka. Itulah alasannya mengapa mereka membawa perempuan tersebut ke hadapanNya dan menguji Dia.

Mereka bertanya, “Rabi, Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatMu tentang hal itu?” Mereka berpikir Dia akan menyuruh mereka untuk melempar batu kepada perempuan itu. Mengapa? Kalau kita dihukum menurut apa yang tertulis dalam hukum Tuhan, semua orang yang berbuat zinah harus dilempar batu tanpa kecuali.

Semua orang harus dirajam sampai mati dan semua orang ditakdirkan masuk ke dalam neraka. Upah dosa adalah maut. Tetapi, Jahshua tidak menyuruh mereka melempari perempuan itu dengan batu, sebaliknya Dia mengatakan, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”


Mengapa Jahweh memberi 613 peraturan
dalam Hukum Taurat bagi kita?
Agar kita menyadari bahwa kita
adalah orang berdosa

Hukum membawa kemurkaan. Jahweh itu kudus dan begitu juga Hukum Jahweh . Hukum yang kudus itu datang kepada kita dalam 613 peraturan. Alasan mengapa Tuhan memberi 613 peraturan kepada kita adalah agar kita menyadari bahwa kita madalah  orang berdosa; bahwa kita adalah makhluk yang tidak sempurna. Hukum itu mengajarkan bahwa kita harus memandang kepada anugerah Jahweh untuk diselamatkan. Kalau kita tidak mengetahui hal ini dan hanya berpikir mengenai apa yang tertulis, kita semua harus dilempari batu seperti perempuan yang telah ditangkap karena melakukan perzinahan.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang tidak tahu kebenaran HukumNya mungkin berpikir bahwa mereka berhak untuk melempari perempuan itu dengan batu dan mungkin melempari kita juga. Siapa yang boleh melemparkan batu kepada perempuan yang tak berdaya itu? Meskipun dia ditangkap karena melakukan perzinahan, tidak ada seorangpun di dunia ini yang boleh melemparkan batu kepadanya.

Kalau perempuan itu dan masing-masing kita dihakimi sesuai dengan Hukum itu, maka seperti perempuan tersebut kita juga akan mendapat penghukuman yang mengerikan.. Akan tetapi, Jahshua menyelamatkan kita, kita yang berdosa, dari dosa kita dan dari penghukuman yang adil itu. Dengan seluruh dosa kita, jika hukum Tuhan diterapkan secara ketat, siapa di antara kita yang dapat tetap hidup? kita semua akan mati dan masuk ke neraka.

Namun demikian, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengetahui Hukum Taurat hanya seperti yang tertulis. Kalau HukumNya diterapkan secara ketat, maka hukum itu akan membunuh dia juga seperti orang yang dihakiminya. Sebenarnya, hukum Tuhan diberikan kepada manusia untuk menyadarkan mereka akan dosa mereka, tetapi mereka menderita karena mereka salah mengerti dan salah menerapkannya.

Orang-orang Farisi jaman sekarang ini, seperti orang-orang Farisi dalam Alkitab, hanya tahu Hukum sebagaimana yang tertulis. Mereka harus mengerti anugerah, keadilan dan kebenaran Tuhan. Mereka harus diajar mengenai Injil penyelamatan agar bisa diselamatkan.

Orang-orang Farisi berkata, “Hukum memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatMu tentang hal itu?” Mereka bertanya sambil memegang batu dengan penuh keyakinan. Mereka merasa yakin bahwa Jahshua tidak akan mengatakan apa pun tentang hal itu. Mereka menunggu Jahshua memakan umpan atas jebakan mereka.

Kalau Jahshua dihakimi menurut Hukum itu, Dia juga harus dilempari batu oleh mereka. Tujuan mereka adalah untuk melempari keduanya dengan batu. Kalau Jahshua melarang untuk melempari perempuan itu dengan batu, mereka akan mengatakan bahwa Jahshua harus menghina Hukum Tuhan dan Dia juga akan dilempari karena Ia menghujat Tuhan. Betapa mengerikan rencana jahat mereka!

Tetapi, Jahshua membungkuk lalu menulis dengan jariNya di tanah, lalu mereka terus-menerus bertanya kepadaNya, “Apakah pendapatMu tentang hal itu?” Mereka menunjuk Jahshua dengan jarinya dan terus-menerus menggangguNya.

Jahshua berdiri lalu mengatakan bahwa barangsiapa di antara mereka tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu. Lalu Ia membungkuk dan menulis di tanah sekali lagi. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua sampai yang terakhir. Lalu tinggJahweh Jahshua seorang diri dengan perempuan itu yang tetap berdiri di tempatnya.



Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

Di mana dosa-dosa
itu tercatat?
Pada loh hati kita dan
di Kitab Pekerjaan

Jahshua berkata kepada mereka “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu,” lalu Ia menulis lagi di tanah. Ketika itu, beberapa orang yang lebih tua mulai pergi dari situ. Orang yang lebih tua yang berdosa lebih banyak pergi terlebih dulu.  Orang-orang yang muda juga pergi. Mari kita membayangkan Jahshua berdiri diantara kita dan kita berdiri di dekat perempuan itu. Ketika Jahshua mengatakan orang yang tidak berdosa di antara kita melemparkan batu pertama, apa yang dapat Anda lakukan?

Apakah yang dituliskan Jahshua di tanah? Jahweh yang menciptakan kita menulis dosa kita di 2 tempat yang berbeda.

Yang pertama, Dia menulis dosa kita pada loh hati kita.

“Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka” (Yeremia 17:1).

Tuhan berkata pada kita melalui Yehuda yang mewakili kita. Dosa-dosa manusia tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan. Dan semuanya itu dicatat pada loh hati manusia. Jahshua membungkuk lalu menulis di tanah bahwa seluruh manusia adalah orang berdosa.

Tuhan mengetahui bahwa kita berdosa dan Dia menulis dosa-dosa kita pada loh hati kita. Pertama, Dia mencatat perbuatan-perbuatan kita, dosa-dosa yang kita lakukan karena kita lemah terhadap Hukum. Pada saat dosa-dosa itu tertulis pada loh hati kita, kita menyadari bahwa kita adalah orang-orang berdosa pada saat kita melihat Hukum Taurat. Karena Dia mencatat itu pada loh hati kita, dalam hati nurani kita, kita mengetahui bahwa kita adalah orang-orang berdosa dihadapan Tuhan.

Dan Jahshua membungkuk dua kali untuk menulis di tanah. Alkitab mengatakan bahwa seluruh dosa kita juga tertulis pada Kitab Pekerjaan dihadapan Tuhan (Wahyu 20:12). Nama seorang dan dosa-dosanya tercatat pada Kitab itu dan juga pada loh hati manusia. Dosa-dosa kita tercatat dua kali, yaitu  pada Buku Kehidupan itu dan pada loh hati kita.

Dosa-dosa itu tertulis pada loh hati manusia, tua maupun muda. Itulah mengapa mereka tidak bisa berkata apa-apa yang berkaitan dengan dosa mereka di hadapan Jahshua. Mereka yang mencoba melempar batu kepada perempuan itu tidak dapat berbuat apa-apa karena perkataan Jahshua.

Tetapi ketika Anda mendapatkan keselamatan, seluruh dosa Anda dalam Kitab Pekerjaan dihapuskan dan nama Anda akan dimasukkan dalam Kitab Kehidupan. Orang yang namanya tertulis dalam Buku Kehidupan akan masuk ke sorga. Perbuatan mereka yang baik, hal-hal yang telah dilakukan di dunia ini untuk kerajaan Jahweh dan kebenaranNya juga dicatat dalam Buku Kehidupan. Dan mereka diterima di sorga. Orang yang dibebaskan dari dosanya masuk ke negeri kekekalan.


Kapan dosa kita yang tercatat pada
dua tempat itu dihapuskan?
Ketika kita menerima keselamatan air
dan darah Jahshua dalam hati kita.

Dosa-dosa setiap orang dicatat pada dua tempat. Jadi tak seorang pun dapat membohongi Tuhan. Tidak ada orang yang tidak berdosa di hati mereka dan tidak ada orang yang tidak melakukan perzinahan di dalam hatinya. Kita semua adalah orang berdosa dan kita semua tidak sempurna.

Mereka yang tidak menerima keselamatan Jahshua dalam hatinya akan selalu menderita sekali karena dosa-dosa mereka. Mereka tidak memiliki keyakinan. Mereka takut kepada Tuhan, takut kepada Tuhan dan manusia karena dosa-dosa mereka. Tetapi saat mereka menerima di hatinya Injil keselamatan air dan Roh, seluruh dosa yang dicatat pada loh hati mereka dan Kitab Pekerjaan dihapuskan. Mereka dibebaskan dari seluruh dosanya.

Ada Buku Kehidupan di sorga. Nama orang-orang yang percaya kepada keselamatan air dan Roh dicatat di buku itu, dan mereka akan masuk ke sorga. Mereka masuk ke sorga bukan karena mereka tidak berdosa dunia ini, tetapi karena mereka telah dibebaskan dari seluruh dosa mereka di dunia dengan percaya keselamatan air dan Roh. Itu adalah ‘Hukum Iman’ (Roma 3:27).

Saudara-saudara seiman, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi juga orang berdosa seperti perempuan yang ditangkap karena melakukan perzinahan.

Sebenarnya mereka berbuat dosa lebih banyak karena mereka berpura-pura dan menipu diri mereka sendiri bahwa mereka bukan orang berdosa. Pemimpin agama merupakan pencuri dengan ijin resmi. Mereka adalah pencuri jiwa dan pencuri kehidupan. Mereka berani mengajar orang lain dengan yakin meskipun mereka sendiri masih belum diselamatkan.

Tidak ada orang yang tidak berdosa menurut Hukum Taurat. Tetapi orang menjadi benar, bukan karena mereka tidak berdosa, tetapi karena dia diselamatkan dari seluruh dosanya dan namanya dicatat dalam Kitab Kehidupan. Hal yang penting adalah apakah nama seseorang dicatat dalam Buku Kehidupan atau tidak. Karena orang tidak bisa hidup bebas dari dosa, maka dia harus diselamatkan.

Apakah Anda akan diterima ke sorga atau tidak, itu tergantung kepada apakah Anda percaya kebenaran itu atau tidak. Apakah Anda menerima kemuliaan Tuhan atau tidak, itu tergantung kepada apakah Anda menerima keselamatan Jahshua atau tidak. Apakah yang terjadi dengan perempuan yang ditangkap itu? Dia berdiri di tempat itu dengan menutup mata karena dia mengetahui dia akan segera mati. Barangkali dia menangis karena ketakutan dan penyesalan. Orang-orang menjadi jujur kepada diri mereka sendiri ketika mereka menghadapi kematian.

“Oh, Tuhan, saya pantas untuk mati. Terimalah jiwa saya kedalam tanganMu.  Kasihanilah saya, Jahshua.” Dia memohon kepada Jahshua untuk mendapat kasih penyelamatan. “Tuhan, kalau Engkau menghukum saya, saya akan dihukum dan kalau Engkau mengatakan saya tidak berdosa, maka dosa saya akan dihapuskan. Hal itu sepenuhnya tergantung kepadaMu.” Dia mungkin mengatakan semua hal itu. Segala sesuatu diserahkan sepenuhnya kepada Jahshua.

Wanita yang dibawa ke depan Jahshua itu tidak mengatakan, “Saya salah, mohon ampuni saya atas perzinahan saya.” Dia berkata, “Tolong selamatkan saya dari dosa saya. Kalau Engkau menghapus dosa-dosa saya, saya akan diselamatkan. Kalau tidak, saya akan masuk ke dalam neraka. Saya memerlukan keselamatan dariMu. Saya memerlukan kasih Tuhan dan saya memerlukan belas kasihan Tuhan” Dia menutup matanya dan mengakui dosanya.

Dan Jahshua bertanya kepadanya, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.”

Lalu kata Jahshua: “Akupun tidak menghukum engkau.” Jahshua tidak menghukum perempuan itu karena Dia sudah menanggung dosa-dosanya melalui baptisanNya di sungai Yordan, dan perempuan itu sudah diselamatkan. Sekarang, Jahshua, dan bukan perempuan itu, yang harus menanggung hukuman untuk dosa-dosa perempuan tersebut.



Dia berkata, “Akupun tidak menghukum engkau.”

Apakahperempuan itu dihukum
oleh Jahshua?
Tidak

Perempuan itu diberkati dengan keselamatan di dalam Jahshua. Dia diselamatkan dari semua dosa-dosanya. Tuhan kita  Jahshua mengatakan kepada kita bahwa Dia menebus semua dosa-dosa kita, sehingga kita menjadi orang benar.

Tuhan mengatakan demikian kepada kita di dalam Alkitab. Dia mati di kayu salib untuk membayar dosa-dosa kita yang ditanggungNya melalui  baptisanNya di sungai Yordan. Dia mengatakan bagi kita dengan jelas bahwa Dia menyelamatkan seluruh orang yang percaya terhadap penebusan melalui baptisanNya dan hukumanNya di kayu salib. Kita semua memerlukan perkataan Jahshua yang tertulis dan perlu bergantung pada firman itu. Pada saat itulah, kita akan diberkati dengan keselamatan.

“Tuhan, Saya tidak punya kebaikan di hadapanMu. Saya tidak memiliki talenta. Tidak ada yang bisa saya tunjukkan kepadaMu selain  dosa-dosa saya. Tetapi saya percaya bahwa Jahshua adalah Tuhan penyelamat saya. Dia menanggung semua dosa saya di sungai Yordan dan membereskan semua dosa-dosa saya di kayu salib. Dia mengangkut seluruh dosa saya dengan baptisanNya dan DarahNya. Saya percaya kepadaMu, Tuhan.”

Itulah cara untuk Anda diselamatkan. Jahshua tidak ‘menghukum kita.’ Dia memberikan kepada kita hak untuk menjadi anak-anak Jahweh. Bagi orang yang percaya keselamatan air dan Roh, Dia menanggung seluruh dosa mereka dan menyebut mereka sebagai orang benar.

Saudara-saudara yang kekasih! Perempuan itu diselamatkan. Perempuan yang ditangkap ketika berbuat zinah itu diberkati dengan keselamatan di hadapan Jahshua. Kita juga dapat diberkati seperti itu. Siapa saja yang mengenali dosa-dosanya dan meminta belas kasihan kepada Tuhan, siapa saja yang percaya kepada penyelamatan air dan Roh dalam Jahshua menerima berkat penyelamatan dari Tuhan. Orang yang berdosa akan diselamatkan. Orang yang berdosa dan tidak menyadari dosa-dosanya tidak dapat diberkati dengan keselamatan.

Jahshua menanggung dosa-dosa dunia ini (Yohanes 1:29). Siapapun orang berdosa dunia ini bisa diselamatkan kalau dia percaya Jahshua. Jahshua mengatakan kepada perempuan itu, “Akupun tidak menghukum engkau.” Jahshua berkata bahwa Dia tidak menghukum perempuan itu karena seluruh dosanya sudah ditanggungNya, Dia menimpakan semua dosa kita kepada diriNya sendiri, dan Dia menjalani hukuman menggantikan kita.



Kita juga harus diselamatkan di hadapan Jahshua.

Yang mana lebihbesar , kasih
Tuhan atau hukuman Tuhan?
Kasih Tuhan.

Orang-orang Farisi, dengan batu di tangan mereka, sama seperti pemimpin agama sekarang ini, menafsirkan Hukum Taurat secara harafah. Mereka percaya bahwa karena Hukum mengatakan kita tidak boleh berzinah, orang yang berdosa akan dilempar dengan batu sampai mati. Mereka melihat wanita dan mempunyai nafsu-birahi terhadap mereka sambil berpura-pura tak berzinah. Mereka tidak bisa ditebus dan tidak bisa diselamatkan. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah orang yang kelihatannya menjunjung moral di dunia ini. Mereka bukan orang yang dipanggil oleh Jahshua. Orang-orang itu tidak pernah mendengarkan Jahshua berkata, “Aku tidak akan menghukum engkau.”

Hanya perempuan yang ditangkap karena berzinah itu yang mendengar perkataan yang penuh dengan sukacita itu. Kalau Anda jujur di hadapanNya, Anda juga dapat diberkati seperti perempuan itu. “Tuhan, Saya melakukan perzinahan sepanjang hidup saya. Karena begitu sering, sehingga tidak lagi merasakannya dan seakan-akan saya tidak melakukannya. Saya berdosa beberapa kali setiap hari.”

Ketika kita menerima Hukum Taurat dan kenyataan bahwa kita adalah orang berdosa yang harus mati lalu menghadap Tuhan secara jujur dan mengakui, “Tuhan, inilah keberadaan saya. Selamatkanlah saya,” Tuhan akan memberkati kita dengan keselamatan.

Kasih Jahshua, air dan Roh sudah menang atas penghakiman Tuhan. “Akupun tidak menghukum engkau.” Dia tidak menghukum kita dan Dia berkata, “Engkau diselamatkan.” Tuhan Kita, Jahshua Kristus adalah Tuhan yang penuh Kasih. Dia membebaskan kita dari segala dosa dunia ini.

Tuhan kita adalah Tuhan Keadilan dan Tuhan Kasih. Kasih air dan Roh adalah jauh lebih tinggi daripada penghakimanNya.



KasihNya lebih besar daripada keadilanNya.

Mengapa Dia menyelamatkan
kita semua?
Karena kasihNya lebih besar
daripada keadilanNya.

Kalau Tuhan menekankan hukumannNya untuk melengkapkan keadilanNya, Dia akan menghukum seluruh orang berdosa dan mengirim mereka ke neraka. Tetapi karena kasih Jahshua yang menyelamatkan kita lebih tinggi daripada keadilanNya, Jahweh mengirim Anak TunggalNya, Jahshua. Jahshua menimpakan seluruh dosa kita kepada diriNya sendiri dan menanggung hukuman untuk kita semua. Sekarang, siapa saja yang percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat menjadi anakNya dan menjadi orang benar. Karena kasihNya lebih besar daripada keadilanNya, Dia menyelamatkan kita semua.

Kita harus menyatakan terima kasih kepada Tuhan karena Dia tidak menghakimi kita hanya dengan keadilanNya. Sebagaimana yang Jahshua katakan kepada orang-orang Farisi dan pengikut-pengikut mereka, Tuhan menginginkan belas kasihan dan pengenalan akan Tuhan, bukan persembahan kita. Sebagian orang membunuh sapi atau domba setiap hari dan mempersembahkan itu di hadapan Tuhan dan berdoa, “Tuhan, ampuni dosa-dosa saya setiap hari.” Tuhan tidak menginginkan persembahan kita, tetapi lebih menghendaki kepercayaan kita kepada penyelamatan air dan roh. Dia ingin kita ditebus dan diselamatkan. Dia ingin memberikan  kasihNya kepada kita dan Dia ingin menerima iman kita. Dapatkah Anda semua melihat hal itu? Jahshua memberi keselamatan kepada kita.

Jahshua membenci dosa, tetapi Dia mempunyai kasih yang menyala kepada manusia yang diciptakan serupa dengan Jahweh. Dia menentukan sebelum permulaan waktu untuk menjadikan kita sebagai anak-anak Jahweh dan Dia menghapuskan semua dosa kita dengan baptisan dan darahNya. Tuhan menciptakan kita untuk menyelamatkan kita, untuk mendandani kita dalam Jahshua, dan untuk menjadikan kita sebagai anakNya. Itulah kasih yang Dia dimiliki untuk kita, ciptaanNya.

Kalau Tuhan hanya menghakimi kita menurut HukumNya yang adil, kita, orang-orang berdosa, harus dibunuh. Tetapi Dia membebaskan kita melalui baptisan dan penghukuman anakNya di kayu Salib. Apakah Anda percaya? Mari kita melihat hal itu dalam Perjanjian Lama.



Harun meletakkan tangannya di atas korban domba.

Siapakah yang meletakkan dosa-dosa
Israel kepada domba yang hidup
sebagai wakil mereka?
Imam Besar

Segala dosa dunia ini dihilangkan dengan peletakkan tangan di dalam Perjanjian Lama dan pembaptisan dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama itu, seluruh dosa Israel selama tahun diperdamaikan melalui Imam Besar yang meletakkan tangannya di atas kepala domba yang tidak tercela.

“Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala sesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggung semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu” (Imamat 16:21).

Itulah caranya mereka diperdamaikan pada masa Perjanjian Lama. Untuk diselamatkan dari dosa-dosa setiap hari, orang membawa anak domba atau kambing yang tidak tercela ke kemah, lalu mempersembahkan korban itu pada mezbah. Dia meletakkan tangannya di atas kepala binatang korban, lalu dosa-dosanya diletakkan kepada binatang korban itu. Sesudah itu, korba itu disembelih dan darahnya ditaruh pada tanduk-tanduk mezbah oleh imam.

Ada tanduk-tanduk di keempat sudut mezbah. Tanduk itu melambangkan Buku Pekerjaan yang dijelaskan di Wahyu 20:12. Dan sisa darah itu disiramkan ke tanah. Tanah itu mewakili hati manusia karena manusia diciptakan dari debu tanah. Orang memperdamaikan atas dosa setiap hari dengan jalan seperti itu.

Tetapi mereka tidak dapat membuat korban penebus dosa setiap hari. Maka, Tuhan meminta kepada mereka untuk mengadakan pendamaian sekali setahun untuk dosa-dosa setahun. Itulah hari kesepuluh bulan ketujuh, Hari Raya Pendamaian. Pada hari itu, wakil seluruh orang Israel, Imam Besar, membawa 2 ekor domba dan meletakkan tangannya ke atas kedua binatang itu untuk meletakkan seluruh dosa bangsa itu dan mengorbankannya di hadapan Jahweh untuk pendamaian bagi bangsa Israel.

“Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala sesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu.”

Tuhan sudah menetapkan Harun, Imam Besar di Israel sebagai wakil. Yang meletakkan tangan di atas korban pendamaian itu tidak perlu semua orang Israel, tetapi hanya Harun sendiri, sebagai Imam Besar, mewakili seluruh bangsa itu meletakkan tangannya di atas kepala domba yang hidup sebagai tebusan bagi seluruh dosa bangsa itu selama setahun.

Dan dia mengakui seluruh dosa Israel di hadapan Tuhan. “Oh Tuhan, umatMu Israel sudah berdosa. Kita menyembah berhala, melanggar semua peraturan dalam HukumMu, menyebut namaMu dengan semabarang, membuat ilah-ilah lain dan mengasihi  mereka lebih daripada mengasihiMu. Kami tidak menguduskan Hari Sabat, tidak menghormati orang tua kami, membunuh, melakukan perzinahan dan pencurian... Kami tenggelam di dalam kecemburuan dan pertengkaran.”

Dia mendaftarkan semua dosa. “Tuhan, baik orang-orang Israel maupun saya juga tidak mematuhi Hukum. Untuk diselamatkan dari seluruh dosa itu, saya meletakkan tangan saya di atas kepala domba itu dan meletakkan seluruh dosa kepadanya.” Imam Besar meletakkan tangannya di atas kepala korban sebagai lambing bahwa seluruh bangsa itu meletakkan semua dosa mereka kepada binatang itu.  Peletakkan tangan itu  bermakna ‘untuk menyerahkan’ (Imamat 1:1-4).

 Tuhan menetapkan upacara korban atas dosa bagi orang-orang Israel agar mereka bisa menyerahkan seluruh dosanya dan diselamatkan. Dia menetapkan bahwa harus ada korban yang tidak tercela dan korban penghapus dosa itu harus dibunuh sebagai pengganti manusia.

Pada Hari Raya Pendamaian, binatang korban itu disembelih dan darahnya dibawa masuk ke Tempat Kudus dan dipercikkan 7 kali di tutup pendamaian. Dengan itu, orang-orang Israel diperdamaiakn dari dosa mereka selama setahun pada hari kesepuluh bulan ketujuh.

Imam Besar kemudian masuk ke Tempat Kudus seorang diri, tetapi orang banyak berkumpul di luar dan mendengar bunyi bel emas di gamis baju efod Imam Besar yang berbunyi tujuh kali pada saat darah dipercikkan di tutup pendamaian. Orang banyak itu kemudian akan bersukacita karena dosa-dosanya sudah diperdamaikan. Bunyi bel emas adalah bunyi Injil yang membawa sukacita


Bagaimana pendamaian diperoleh
pada masa Perjanjian Lama?
Dengan meletakkan tangan di atas
Binatang korban penghapus dosa

Jahshua tidak hanya mengasihi orang-orang tertentu dan menyelamatkan orang-orang itu saja. Jahshua menghapuskan semua dosa di seluruh dunia ini sekaligus dengan baptisanNya. Dia mau menyelamatkan kita semua sekaligus. Dosa-dosa kita tidak dapat ditebuskan setiap hari; dosa-dosa itu ditebuskan sekaligus.

Dalam Perjanjian Lama, pendamaian didapat melalui peletakkan tangan dan korban penghapus dosa. Harun meletakkan tangannya di atas korban domba yang hidup di depan seluruh bangsa Israel dan mendaftarkan semua dosa yang dilakukan bangsa itu selama setahun. Dia meletakkan dosa-dosa kepada domba korban di depan semua orang. Di mana dosa-dosa orang itu? Semuanya sudah diletakkan kepada domba itu.

Sesudah itu, domba tersebut dibawa pergi oleh ‘seseorang yang sudah disiapkan untuk itu.’ Domba itu, dengan seluruh dosa Islael, dibawa ke padang gurun mana tidak ada air dan tidak ada rumput. Domba tersebut, kemudian, akan berjalan di padang gurun di bawah sengatan matahari yang panas dan akhirnya mati. Domba itu mati untuk dosa-dosa Israel.

Itulah kasih Tuhan, kasih penyelamatan. Itulah cara bagaimana mereka pada saat itu mengadakan pendamaian atas dosa-dosa yang mereka lakukan selama setahun. Tetapi, kita hidup di masa Perjanjian Baru. Pendamaian itu sudah dilakukan sekitar 2000 tahun, sejak Jahshua datang ke dunia kita. Dia datang dan menggenapkan nubuat yang Ia katakan dalam Perjanjian Lama. Dia datang dan menebus seluruh dosa kita.



Untuk menebus kita semua.

Apakah artinya 'JAHSHUA?
Juruselamat yang akan menyelamatkan
umatNya dari dosa mereka.

Mari kita membaca Matius 1.

“Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Jahshua, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka’” (Matius 1:20-21).

Bapa kita yang ada di sorga memakai anak dara Maria untuk mengutus AnakNya ke dalam dunia ini untuk menghapuskan seluruh dosa manusia. Dia mengirimkan seorang malaikat kepada Maria dan berkata kepadanya, “Dan lihatlah, engkau akan mengandung dalam kandungankau dan akan melahirkan Anak laki-laki, dan akan menamakan Dia JAHSHUA.” Itu berarti bahwa Anak dari Maria menjadi Juruselamat. Jahshua Kristus berarti orang yang akan menyelamatkan umatNya, atau dengan kata lain, Juruselamat.

Cara Jahshua menghapuskan segala dosa dunia adalah melalui baptisanNya di sungai Yordan. Dia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis dan segala dosa dunia ditimpakan kepadaNya. Mari kita membaca Matius 3:13-17.

“Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya; ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”

Jahshua pergi kepada Yohanes Pembaptis untuk menebus kita semua dari semua dosa kita.

Dia masuk ke dalam air dan menundukkan kepalaNya di depan Yohanes. “Yohanes, akulah yang perlu dibaptis olehMu sekarang. Demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh. Karena Aku menghilangkan segala dosa dunia dan membebaskan semua orang berdosa dari dosa-dosanya, Aku perlu menghapuskan dosa-dosa mereka dengan Baptisan. Baptiskanlah Aku sekarang! Turutilah itu!”

Karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh. Jahshua dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Dan saat itu, seluruh kehendak Jahweh untuk menebus segala dosa telah digenapi.

Itulah cara Jahshua menghapuskan seluruh dosa-dosa kita. Seluruh dosa diletakkan ke dalam diri Jahshua. Mengertikah Anda?

Percayalah terhadap penyelamatan baptisan dan Roh Jahshua, dan diselamatkan.


Bagaimana digenapkannya
seluruh kehendak Jahweh?
Melalui baptisan Jahshua

Tuhan terlebih dahulu sudah berjanji kepada orang-orang Israel bahwa seluruh dosa manusia akan dihapuskan dengan meletakkan tangannya dan dengan pengorbanan korban penghapus dosa. Tetapi karena tidak semua orang boleh meletakkan tangannya ke atas domba korban itu, Tuhan menetapkan Harun untuk menjadi Imam Besar, sehingga dia dapat mempersembahkan korban penghapus dosa bagi semua orang.

Demikianlah, Dia meletakkan semua dosa mereka selama setahun ke atas kepala korban penghapus dosa sekaligus. Itulah KebijaksanaanNya dan Kuasa penyelamatanNya. Tuhan memang Bijaksana dan Ajaib.

Dia mengutus AnakNya Jahshua untuk menyelamatkan dunia kita. Maka korban penghapus dosa disediakan. Sekarang, harus ada seseorang yang menjadi wakil semua manusia yang meletakkan tangannya di atas kepala Jahshua dan meletakkan semua dosa dunia ini. Wakil itu adalah Yohanes Pembaptis. Dalam Matius 11:11, Tuhan mengirim wakil seluruh manusia ke hadapan Jahshua.

Itulah Yohanes Pembaptis, Imam Besar manusia yang terakhir. Sebagaimana dicatat dalam Matius 11:11, “di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Dia adalah satu-satunya wakil manusia. Jahweh mengirim Yohanes sebagai wakil setiap makhluk, sehingga dia bisa membaptiskan Jahshua dan meletakkan seluruh dosa manusia kepadaNya.

Kalau enam milyar orang di dunia ini sekarang harus pergi kepada Jahshua dan masing-masing orang harus meletakkan tangannya ke atas Jahshua untuk menyerahkan dosanya, apa yang akan terjadi dengan kepalaNya? Kalau enam milyar orang lebih di dunia ini harus meletakkan tangannya di Jahshua, pasti bukan sesuatu yang enak untuk dilihat. Sebagian orang yang bersemangat akan menekan dengan terlalu keras sampai semua rambutNya akan rontok.  Jahweh, dalam hikmatNya, menetapkan Yohanes sebagai wakil kita dan meletakkan segala dosa dunia ini kepada Jahshua satu kali untuk semua orang.

Dalam  Matius 3:13-17 dikatakan. “Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.” Hal itu terjadi ketika Jahshua berumur 30 tahun. Jahshua disunat pada hari ke-8 setelah ia dilahirkan. Dan hanya ada sedikit catatan mengenai kehidupanNya dari saat itu sampai Dia berumur 30 tahun.

Alasan mengapa Jahshua harus menunggu sampai Dia berumur 30 tahun untuk menjadi Imam Besar Surgawi adalah karena untuk memenuhi peraturan Perjanjian Lama.

Dalam Ulangan, Tuhan berkata kepada Musa bahwa Imam Besar harus berusia sekurang-kurangnya 30 tahun sebelum dia bisa melayani sebagai Imam Besar. Jahshua adalah Imam Besar Surgawi. Apakah Anda percaya itu?

Dalam Perjanjian Baru, dalam Matius 3:13-15, dikatakan, “Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu.’” Siapakah wakil dari manusia? Yohanes Pembaptis. Siapakah wakil dari sorga? Kedua wakil itu bertemu. Siapakah yang lebih besar? Tentu saja, wakil dari sorga.

Maka Yohanes Pembaptis, yang begitu berani untuk menyerukan kepada pemimpin agama masa itu, “Bertobatlah hai keturunan ular beludak!” secara mendadak menjadi sangat rendah hati di hadapan Jahshua. “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

Kemudian Jahshua berkata, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.” Jahshua datang ke dunia ini untuk menggenapkan serluruh kehendak Jahweh, dan itu diselesaikan ketika Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

“Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”

Itulah yang terjadi ketika Dia dibaptiskan. Pintu sorga terbuka ketika Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dan menanggung dosa dunia.

“Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya” (Matius 11:12).

Semua nabi dan Taurat Tuhan sudah menubuatkan mengenai Yohanes Pembaptis. “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” Semua orang yang percaya kepada baptisanNya dapat memasuki kerajaan sorga tanpa kecuali.



“Akupun tidak menghukum engkau.”

Mengapa Jahshua dihukum
di kayu Salib?
Karena Dia menanggung
seluruh dosa.

Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis dan menanggung segala dosa dunia. Sesudah itu, Dia mengatakan kepada perempuan itu, “Akupun tidak menghukum engkau.” Dia tidak menghukum perempuan itu karena Dia sudah menanggung segala dosa dunia di sungai Yordan dan Jahshua, bukan perempuan itu, yang harus dihukum untuk dosa-dosa itu.

Jahshua menghapuskan semua dosa dunia ini. Dan kita dapat melihat betapa takutnya Ia akan kesakitan yang harus ditanggungNya di kayu Salib karena ‘Upah dosa ialah maut.’ Dia berdoa kepada Tuhan 3 kali di Bukit Zaitun untuk mengangkat hukuman itu dari padaNya. Jahshua mempunyai daging manusia, sehingga dapat dimengerti bahwa Dia takut kepada rasa sakit. Jahshua harus mengeluarkan darah untuk menggenapkan penghukuman itu.

Sebagaimana persembahan atas dosa dalam Perjanjian Lama harus mengeluarkan darah untuk membayar dosa-dosa, Jahshua juga harus dikorbankan di kayu Salib. Dia sudah menanggung segala dosa dunia dan sekarang Dia harus memberi hidupNya untuk keselamatan kita. Dia mengetahui bahwa Dia harus dihukum di hadapan Tuhan.

Jahshua tidak memiliki dosa apa pun di dalam hatiNya. Tetapi karena seluruh dosa ditanggungkan kepadaNya melalui baptisanNya, Tuhan harus menghukum anakNya sekarang.

Dengan demikian, pertama, keadilan Tuhan digenapi dan kedua, Dia menunjukkan kasihNya demi keselamatan kita. Oleh karena itu, Jahshua harus menanggung hukuman di kayu Salib.

“Akupun tidak menghukum engkau, dan tidak menghakimi engkau.” Segala dosa, disengaja atau tidak disengaja, yang sudah diketahui atau belum diketahui, harus dihukum oleh Jahweh.

Jahweh tidak menghukum kita, namun menjatuhkan hukuman itu kepada Jahshua yang menanggung semua dosa kita melalui baptisanNya. Tuhan tidak ingin menghakimi orang berdosa karena kasih dan kemurahanNya,  Baptisan dan darah di kayu Salib adalah kasih penebusanNya untuk kita. “Karena begitu besar kasih Jahweh akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Itulah cara kita mengetahui kasihNya. Jahshua tidak menghukum perempuan yang ditangkap karena berzinah itu.

Perempuan itu mengetahui bahwa dia adalah orang berdosa karena dia ditangkap pada waktu melakukan perzinahan. Bukan hanya di dalam hatinya, tetapi perempuan itu juga melakukan perzinahan dengan tubuhnya. Tidak ada cara untuk menyangkal dosanya. Tetapi, karena perempuan itu percaya bahwa Jahshua sudah menanggung segala dosanya, maka ia diselamatkan. Kalau kita percaya kepada penebusan Jahshua, kita akan diselamatkan. Percayalah itu! Demi kebikan kita sendiri.


Siapakah orang yang paling diberkati?
Orang yang tidak berdosa.

Semua orang berbuat dosa. Semua orang melakukan perzinahan. Tetapi tidak semua orang dihakimi akibat dosa-dosanya. Kita semua sudah berdosa, namun orang yang percaya keselamatan Jahshua Kristus tidak berdosa dalam hatinya.

Orang yang percaya penebusan Jahshua adalah orang yang paling bahagia. Orang yang paling diberkati adalah orang yang dibebaskan dari seluruh dosanya, orang yang sekarang berada dalam Jahshua.

Jahweh mengatakan kepada kita mengenai kebahagiaan dalam Roma 4:7, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya.” Kita semua berbuat dosa sampai kita meninggal dunia. Kita tidak menghormati Jahweh dan kita belum sempurna. Kita terus berzinah bahkan setelah kita menyadari HukumNya. Kita terlalu lemah.

Tatapi Jahweh membebaskan kita dengan baptisan dan darah Anak TunggalNya dan berkata kepada kita, Anda dan saya, bahwa kita bukan lagi orang-orang yang berdosa, dan bahwa kita sekarang benar di depanNya. Dia mengatakan pada kita, bahwa kita adalah anak-anakNya.

Injil air dan Roh adalah Injil penebusan. Apakah Anda percaya itu? Bagi orang yang percaya itu, Dia menyebut mereka sebagai orang benar, diselamatkan dan anak-anakNya. Siapakah orang yang paling bahagia di dunia ini? Orang yang percaya dan sudah dibebaskan. Sudahkah Anda dibebaskan?

Jahshua melewatkan dosa Anda? Tidak, Dia menanggung dosa Anda melalui baptisanNya. Percayalah kepada kebenaran itu. Percayalah dan dibebaskan dari seluruh dosa Anda. Mari kita membaca Yohanes 1:29.



Dosa kita disapu bersih.

Berapa banyak dosa yang
dihapuskan Jahshua?
Segala dosa dunia.

“Pada kebesokan harinya Yohanes melihat Jahshua datang kepadanya dan ia berkata; ‘Lihatlah Anak Domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia’” (Yohanes 1:29).

“Lihatlah Anak Domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia.”

Yohanes Pembaptis meletakkan segala dosa dunia kepada Jahshua di sungai Yordan. Pada keesokan harinya, dia bersaksi bahwa Jahshua adalah Domba Jahweh yang menghapuskan segala dosa dunia. Dia menanggung semua dosa dunia di atas bahuNya.

Segala dosa dunia berarti seluruh dosa yang dilakukan manusia di dunia ini, dari awal Penciptaan sampai akhir jaman. Sekitar 2000 tahun lalu, Jahshua menghapuskan segala dosa dunia dan menyelamatkan kita. Sebagai Anak Domba Jahweh, Dia menghapuskan semua dosa kita dan dihakimi demi kita.

Dosa apa pun yang kita lakukan ditanggungkan kepada Jahshua. Dan Dia menjadi Anak Domba Jahweh yang menanggung segala dosa dunia.

Jahshua datang ke dunia ini sebagai seorang yang rendah hati, sebagai orang yang akan menyelamatkan semua orang berdosa di dalam dunia. Kita berdosa karena kita lemah, karena kita jahat, karena kita belum sempurna. Seluruh dosa disapu bersih dan diletakkan di atas kepala Jahshua melalui baptisanNya di sungai Yordan. Dan Dia mengakhiri semuanya itu dengan kematian tubuhNya di kayu Salib. Dia dikubur dan bangkit kembali pada hari yang ketiga.

Sebagai Juruselamat orang berdosa, sebagai Pemenang, sebagai Hakim, Dia sedang duduk di sebelah kanan Jahweh. Dia tidak perlu berulang-ulang menyelamatkan kita, dan yang harus lakukan oleh kita adalah percaya agar kita diselamatkan. Kehidupan kekal menunggu orang yang percaya dan kebinasaan menunggu orang yang tidak percaya. Tidak ada pilihan lain.

Jahshua membebaskan Anda semua. Anda adalah orang yang paling bahagia di bumi. Segala dosa yang akan Anda lakukan akibat kelemahan Anda, sudah ditanggungNya.

Apakah ada dosa yang masih tertinggal di dalam hati Anda? -Tidak.-

Apakah Jahshua menanggung semuanya? -Ya! Dia menanggung semuanya.-

Semua orang sama. Tidak ada orang yang lebih suci daripada sesamanya. Tetapi karena banyak orang-orang yang munafik, mereka berpikir bahwa mereka bukan orang berdosa. Namun tentu saja mereka juga orang yang berdosa. Dunia ini merupakan tempat yang subur untuk menumbuhkan dosa.

Ketika para wanita keluar dari rumahnya, mereka memakai lipstik merah, membedaki mukanya, mengeritingkan rambutnya, memakai pakaian yang bagus dan memakai sepatu bertumit tinggi. Para pria juga pergi ke toko pemangkas rambut untuk memotong rambutnya, mendandani diri, memakai pakaian yang bersih, berdasi modern, membersihkan sepatunya.

Tetapi sementara mereka tampak bersih dari luar, di bagian dalam mereka seperti tempat sampah yang paling kotor.

Apakah uang bisa membahagiakan orang? Apakah kesehatan membahagiakan orang? Tidak. Hanya keselamatan yang sungguh-sungguh membahagiakan. Meskipun orang tampak seperti orang bahagia dari luar, dia adalah orang yang sangat tersiksa kalau memiliki dosa dalam hatinya. Dia hidup dalam ketakutan akan penghukuman.

Meskipun pakaiannya buruk, orang yang diselamatkan akan berani seperti singa. Tidak ada dosa dalam hatinya. “Terima kasih, Tuhan, Engkau menyelamatkan orang berdosa seperti saya, Engkau menghapuskan seluruh dosa saya. Saya tahu saya belum sempuna, namun saya memuji Engkau untuk keselamatan saya. Saya diselamatkan dari dosa saya secara abadi.  Terpujilah Tuhan!”

Orang yang dibebaskan adalah orang yang sungguh-sungguh bahagia. Orang yang diberkati dengan anugerah keselamatan adalah orang yang sungguh-sungguh bahagia.

Karena Jahshua, ‘Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia,’ sudah menanggung seluruh dosa kita, kita tidak memiliki dosa. Dia ‘menyelesaikan’ keselamatan bagi kita di kayu Salib. Seluruh dosa kita, termasuk Anda dan saya, juga termasuk pada ‘dosa dunia,’ dan dengan demikian kita semua juga ikut diselamatkan.



Karena kehendak Jahweh

Apakah kita mempunyai dosa dalam hati
kita kalau kita di dalam Jahshua Kristus?
Tidak, kita tidak mempunyainya

Saudara-saudara yang kekasih, perempuan yang ditangkap karena melakukan perzinahan itu percaya kepada perkataan Jahshua dan dia diselamatkan. Ceritanya dicatat di dalam Alkitab karena dia diberkati dengan keselamatan. Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang munafik berlari dari Jahshua.

Kalau Anda percaya Jahshua, itu berarti sorga, namun kalau Anda meninggalkan Jahshua, itu berarti neraka. Kalau Anda percaya kepada karyaNya, itu seperti sorga, namun kalau tidak percaya kepada karyaNya, itu seperti neraka. Keselamatan tidak tergantung pada usaha perseorangan, tetapi karena oleh keselamatan dari Jahshua.

Mari kita membaca Ibrani 10.

“Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ‘Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki-tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.- Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa. Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan Alkitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendakMu, ya JahwehKu.’ Di atas Ia berkata: ‘Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya.’ -meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat.- Dan kemudian kataNya, : ‘Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.’ Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Jahshua Kristus” (Ibrani 10:1-10).

“Karena kehendak Jahweh” Jahshua mengorbankan hidupNya untuk menanggung dosa-dosa kita satu kali saja dan menanggung hukuman sekali saja dan kemudian bangkit kembali.

Oleh karena itu, kita telah dikuduskan. ‘telah dikuduskan,’ menunjuk kepada sebuah perbuatan yang sudah diselesaikan secara sempurna. Itu berarti bahwa keselamatan tidak perlu disebut lagi. Anda telah dikuduskan.

“Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Jahweh, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuhNya akan dijadikan tumpuan kakiNya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibrani 10:11-14).

Ingin tahu lebih banyak tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh? Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis anda tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh.

Anda semua dikuduskan untuk selama-lamanya. Kalau Anda berbuat dosa besok, apakah Anda menjadi orang berdosa kembali? Apakah Jahshua tidak menghapuskan dosa-dosa itu? Dia sudah menghapuskannya. Dia sudah menghapuskan dosa dalam masa depan sekalipun.

“Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.’ Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa” (Ibrani 10:15-18).

Ungkapan ‘pengampunan” berarti bahwa Dia mengampuni segala dosa dunia. Jahshua adalah Juruselamat kita. Juruselamat saya dan Juruselamat Anda. Kita diselamatkan dengan percaya kepada Jahshua. Itulah keselamatan dalam Jahshua dan itulah anugerah terbesar dan karunia yang terindah dari Jahweh. Anda dan saya, yang diselamatkan dari semua dosa, adalah orang yang paling diberkati.

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.