" Kowé padha olèh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Inti Iman Paulus: Dipersatukan dengan
Kristus Setelah Mati bagi Dosa


< Roma 7:1-4 >

“Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, -- sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum -- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Jahweh.”



Pernahkah anda melihat benang yang kusut? Kalau anda mencoba memahami pasal ini tanpa mengenal kebenaran baptisan Jahshua yang dipercayai oleh Paulus, iman anda hanya akan lebih bingung dibandingkan dengan sebelumnya.

Paul mengatakan di dalam pasal ini bahwa karena semua orang memang berdosa di hadapan hukum Jahweh, manusia bisa datang kepada Jahshua Kristus dan dilahirkan kembali hanya setelah mengalami kematian rohani.



Kebenaran yang disadari oleh Paulus


Roma 7:7 mengatakan, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa.” Paulus melanjutkan, “Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!” Lalu ia melanjutkan lagi, “Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan.” Paulus menyadari bahwa ia sudah melanggar semua 613 perintah Jahweh. Dengan kata lain, ia tidak lebih dari bongkahan dosa yang tidak bisa tidak melakukan dosa, karena ia adalah keturunan manusia pertama, Adam, dibuahi dalam kesalahan, dan dikandung dalam dosa.

Semua manusia yang dilahirkan ke dalam dunia ini berdosa, mulai kelahiran sampai kematiannya. Mereka tidak bisa mentaati perintah Jahweh. Bagaimana mungkin bongkahan dosa itu bisa mentaati seluruh 613 perintah hukum Jahweh? Hanya kalau kita menyadari bahwa kita berdosa di hadapan hukum Jahweh kita bisa datang kepada Jahshua Kristus, dan sampai kepada kesadaran bahwa kita bisa dibebaskan dari dosa melalui Jahshua Kristus. Jahshua Kristus menjadi kebenaran Jahweh. Ia membawa kepada kita kebenaran Jahweh ini melalui baptisanNya oleh Yohanes dan darahNya di kayu Salib. Karena itu kita semua harus mengenal dan percaya kepada kebenaran Jahweh. Alasan mengapa kita harus percaya kepada Jahshua adalah karena Jahweh ditemukan di dalam Dia.

Apakah anda mengenal dan percaya kepada kebenaran Jahweh? Kebenaran Jahweh adalah rahasia yang tersembunyi di dalam Injil air dan Roh. Rahasia ini semuanya ada di dalam baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes di sungai Yordan. Apakah anda mau mengenal rahasia ini? Kalau anda mau percaya kepada kebenaran ini, anda akan mendapatkan kebenaran Jahweh melalui iman anda.

Sebelum kita mengenal hukum dan perintah Jahweh, nampaknya bita bukan orang berdosa, meskipun kita melakukan dosa setiap hari. Tetapi setelah kita mulai datang ke gereja, kita sampai kepada kesadaran bahwa kita memang penuh disa, dan bahwa kita akan mencapai kematian rohani karena dosa dinyatakan di dalam kita. Karena itu, supaya bisa membawa jiwa kepada Jahshua Kristus, Rasul Paulus menjelaskan masa lalunya ketika ia salah percaya karena salah paham akan hukum dan perintah Jahweh.

 

Ini adalah contoh yang akan menolong anda mengerti peranan hukum Jahweh. Saya memegang Alkitab sekarang ini. Kalau saya menyelipkan sesuatu yang penting di dalam Alkitab dan berkata, “Jangan pernah melihat ke dalam untuk mencari apa yang tersembunyi di dalamya,” dan meninggalkan Alkitab itu di meja di hadapan anda, bagaimana reaksi anda? Saat anda mendengar perkataan saya, anda merasakan keinginan untuk tahu apa yang tersembunyi di dalam Alkitab itu, dan karena rasa ingin tahu itu, anda akan melanggar larangan saya. Saat anda mulai berpikir apa yang ada di dalam Alkitab itu, anda tidak memiliki pilihan lain kecuali berusaha untuk tahu. Tetapi kalau saya tidak melarang anda melihat ke dalam Alkitab itu, anda tidak akan pernah tergoda. Demikian juga, ketika Jahweh memerintahkan kita, dosa-dosa yang sudah tersimpan akan menyatakan diri sesuai dengan situasinya.

Hukum yang diberikanja kepada manusia memiliki peranan menyatakan dosa yang ada di dalam hati manusia. Ia tidak memberikannya untuk kita taati atau ikuti; justru, hukum diberikan kepada kita untuk menyatakan dosa-dosa kita dan menjadikan kita orang berdosa. Kita semua akan binasa kalau tidak datang kepada Jahshua Kristus dan percaya kepada kebenaran Jahweh yang ditemukan di dalam baptisan yang Jahshua terima dari Yohanes dan darah yang dicurahkanNya di kayu Salib. Kita harus mengingat bahwa peranan hukum Taurat adalah untuk membawa kita kepada Kristus dan menolong kita percaya kepada kebenaran Jahweh melalui Dia.

Inilah sebabnya Rasul Paulus bersaksi, “Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati” (Roma 7:8). Melalui hukum Jahweh, Rasul Paulus menunjukkan kepada kita apakah dasar yang paling bawah mengenai dosa. Ia mengakui bahwa pada dasarnya ia adalah orang berdosa, tetapi ia sampai kepada kehidupan kekal dengan percaya kepada kebenaran Jahweh yang diberikan oleh Jahshua Kristus.



Ratapan dan iman Paulus


Paulus kemudian mengatakan, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Jahweh! oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita!” (Roma 7:24)

Paulus mengakui kenyataan bahwa dia, yang memiliki kebenaran Jahweh, masih berdosa, dan dengan demikian, kebenaran Jahweh semakin dibutuhkan bukan hanya oleh dia tetapi juga bagi semua umat manusia.

Kita harus menerima kebenaran Jahweh dengan secara benar mengenal rahasia yang tersembunyi di dalam baptisan yang diterima Jahshua dan percaya kepada hal itu. Anda dan saya harus mengenal dan percaya kepada kebenaran Jahweh yang ditemukan di dalam baptisan Kristus dan darahNya di kayu Salib. Hanya sesudah itu kita jiwa dan daging kita yang tidak memiliki pilihan selain melakukan dosa, dilepaskan dari dosa. Kita tidak boleh lupa akan kenyataan bahwa baptisan Kristus dan darahNya di kayu Salib menggenapi kebenaran Jahweh.

Mereka yang tidak mengenal kebenaran Jahweh pada akhirnya akan tetap menjadi orang berdosa, bagaimanapun kerasnya mereka berusaha mentaati hukum Taurat. Kita harus menyadari bahwa hukum Jahweh diberikan bukan untuk ditaati. Tetapi orang legalis tidak menyadari bahwa rahasia dari penebusan terletak di dalam “baptisan” yang Jahshua terima bersama dengan darahNya di kayu Salib. Sebagai akibatnya, mereka salah paham akan hukum Jahweh dan berpikir bahwa hal itu diberikan kepada mereka untuk ditaati, dan mereka terus hidup dalam kebingungan. Tetapi kita harus mengenal dosa-dosa kita melalui hukum Taurat dan hidup dengan iman kita kepada kebenaran Jahweh. Kita tidak boleh melawan kebenaran Jahweh dengan cara mengejar kebenaran kita sendiri. Namun, kita harus percaya kepada kebenaran yang digenapi Jahweh dengan baptisan Kristus dan darahNya di kayu Salib. kita perlu, dengan kata lain, belajar untuk berterima kasih kepada Tuhan kita, yang menggenapi kebenaran Jahweh.

 

Inilah sebabnya Paulus, dengan memandang dagingnya, kemudian berseru, “Aku manusia celaka!” tetapi masih bersyukur kepada Jahweh melalui Jahshua Kristus. Alasan Paulus membuat pengakuan ini adalah semakin ia berdosa, semakin penuh baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib menggenapi kebenaran Jahweh. Kita, juga, bisa bersorak dalam sukacita dan kemenangan, karena kita sudah diselamatkan oleh iman kita kepada Jahshua Kristus, meskipun kita juga menjalani kesulitan hidup anatar hukum daging dengan kebenaran Jahweh. Iman yang dimiliki Paulus adalah yang percaya kepada baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib. Inilah cara Paulus berdiam di dalam imannya kepada kebenaran Jahweh, dan dengan percaya kepada kebenaran Jahweh ini, ia bisa menjadi orang yang menaikkan pujian kepada Tuhan.

Dalam Roma pasal 7, Paulus berbicara mengenai keadaannya yang celaka dahulu, dibandingkan dengan kemenangan imannya sekarang di dalam kebenaran Jahweh. Kemenangan iman Paulus adalah karena imannya kepada kebenaran Jahweh ini.

“Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, -- sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum -- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?” (Roma 7:1).

Dengan merefleksi kepada kenyataan bahwa sebelum penebusan dagingnya dihukum kepada kematian oleh hukum Jahweh, Paulus membuat pengakuan iman bahwa dia, dengan percaya kepada Jahshua, mati bagi dosa. Sebelum kita menemukan kebenaran Jahweh—yaitu, sebelum kita dilahirkan kembali—di antara kita yang percaya kepada Kristus biasa hidup di bawah penguasaan dan kutuk hukum Taurat. Dengan demikian, hukum Taurat akan memiliki penguasaan atas kita kalau kita belum ditebus dari dosa dengan datang kepada Jahshua Kristus, yang membawa kepada kita kebenaran Jahweh.

Paulus berbicara mengenai hal-hal rohani yang tidak bisa dimengerti dengan mudah oleh daging—yaitu, mereka yang mati bagi dosa tidak lagi berada di bawah penguasan dosa, sama seperti wanita yang suaminya mati sepenuhnya bebas dari tanggungjawabnya kepada suaminya. Bagian ini mungkin terdengar sederhana, tetapi ini adalah sebuah bagian rohani yang sangat penting. Ini berarti bahwa suka atau tidak, mereka yang belum menemukan kebenaran Jahweh adalah, pada kenyataannya, harus hidup di bawah kutuk hukum Taurat. Ini karena mereka belum menyelesaikan masalah dosa-dosa mereka.

 

Roma 6:23 mengatakan bahwa “upah dosa adalah maut,” berarti bahwa dosa akan lenyap hanya kalau upahnya dibayarkan. Kalau seseorang percaya kepada Jahshua, tetapi belum mengenal kebenaran Jahweh yang diberikan oleh Jahshua, maka ia masih hidup di dalam dosa dan harus membayar upah dosa. Inilah sebabnya kita harus menemukan kebenaran Jahweh melalui Jahshua Kristus. Hanya dengan berjumpa dengan kebenaran Jahweh kita bisa mati bagi dosa-dosa kita, bebas dari hukum Taurat, dan menikah dengan mempelai pria yang baru kita Jahshua Kristus.

Kita bisa menerima kebenaran Jahweh melalui Jahshua Kristus, tetapi tanpa percaya kepada Jahshua, tidak ada seorangpun yang merdeka dari hukum Taurat. Satu-satunya cara lepas dari kutuk hukum Taurat adalah dengan mengerti dan percaya kepada kebenaran Jahweh. Sudahkah anda menerima kebenaran Jahweh melalui Jahshua Kristus? Kalau belum, sekarang waktunya untuk meninggalkan kebenaran anda sendiri dan dengan rendah hati kembali kepada Jahweh.



Kepada Kristus setelah mati bagi dosa


Paulus menulis kepada saudara-saudara yang ada di Roma, “kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus.” Anda harus memiliki pemahaman yang tepat mengenai yang dikatakan sebagai “kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus.” Tidak seorangpun yang datang kepada Kristus tanpa mati bagi dosa melalui tubuh Kristus. Dosa-dosa kita, dengan kata lain, harus mati dengan tubuh Kristus. Ini hanya mungkin kalau seseorang percaya kepada baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib.

Kita bisa mati dengan Kristus bagi dosa dengan percaya kepada baptisan Jahshua oleh Yohanes. Karena Jahshua mati dengan segala dosa manusia ditanggungkan kepada tubuhNya dengan baptisanNya oleh Yohanes, dosa-dosa kita, juga, sudah mati dengan Dia ketika kita percaya akan hal ini. Bahwa segala dosa dunia ditanggungkan kepada Jahshua melalu baptisanNya oleh Yohanes adalah kebenaran. Kebenaran ini bukan hanya harus diketahui, tetapi disimpan di dalam hati kita dalam iman. Kita harus untuk menyimpan iman ini sampai kita masuk Kerajaan Surga. Inilah sebabnya Paulus mengatakan bahwa kita mati bagi hukum Taurat melalui tubuh Kristus. Dengan itu, mereka yang percaya kepada kebenaran ini bisa datang kepada Jahshua Kristus, hidup dengan Dia dan menghasilkan buah-buah kebenaran bagi Jahweh.

Jadi, Alkitab mengatakan bahwa kita harus melayani Jahweh dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat (Roma 7:6).  Orang-orang berdosa sesungguhnya melakukan semakin banyak dosa karena hukum Taurat. Ini karena hukum Taurat menyatakan semakin banyak dosa yang tersembunyi di dalam diri mereka, dengan itu membuat mereka semakin mengenal dosa-dosa mereka dan membuat mereka melakukan semakin banyak dosa. Fungsi utama hukum Taurat adalah untuk membuat kita mengenal dosa-dosa kita, tetapi juga berfungsi untuk menyatakan lebih banyak lagi hakekat dosa dan membuat kita melakukan semakin banyak dosa. Kalau bukan karena hukum Taurat yang diberikan Jahweh kepada kita, kita tidak akan tahu bahwa ada begitu banyak dosa yang tersimpan di dalam diri kita. Tetapi Jahweh memberikan hukum Taurat kepada kita, dan hukum Taurat ini bukan hanya membuat kita semakin berdosa, tetapi juga membuat kita melakukan semakin banyak dosa lagi.

Karena itu, Paulus mengatakan bahwa karena kita sudah mati bagi dosa melalui tubu Kristus, kita sekarang harus melayani Tuhan dengan iman percaya kepada kebenaran Jahweh. Ia mengatakan agar kita melayani Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus dan anugerah penebusan yang diberikan kepada kita bagi iman kita yang kita simpan di dalam hati kita, dan bukan melayani Dia dengan iman kepada huruf dari Firman itu. Seperti yang dikatakan Alkitab kepada kita bahwa “karena huruf mematikan, tetapi Roh memberi kehidupan,” kita harus mengikuti Tuhan dengan memahami makna yang sesungguhnya dari Injil air dan Roh, yang adalah kebenaran Jahweh. Ketika kita percaya kepada firman Jahweh, dengan kata lain, kita harus tahu dan percaya kepada makna sesungguhnya yang tersembunyi di balik firman yang tertulis.



Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak!


Paulus menjelaskan mengenai hukum Jahweh dengan menekankan peranannya. Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk percaya dengan pemahaman yang baik mengenai peranan hukum Taurat. Paulus memandang kepada dosa-dosa di jalan kehidupan masa lalunya, dan karena ini ia tidak mengenal dosa-dosanya, tetapi melalui hukum Jahweh ia bisa menyadari bahwa ia memiliki hati yang jahat.

Saya harap bahwa orang-orang percaya kepada Jahshua di jaman ini juga bisa sampai kepada pemahaman yang sama tentang hukum Taurat seperti yang diketahui oleh Paulus. Ada orang-orang yang, belum memiliki pemahaman akan hukum Taurat, berusaha semakin keras untuk menghidupi kehidupan mereka berdasarkan hukum Taurat. Dan ada banyak yang pergi ke gereja dengan berpikir bahwa kalau mereka berusaha lebih keras sedikit, mereka akan bisa mentaati semua hukum Taurat. Tetapi kenyataannya, orang-orang ini sesungguhnya tidak bisa menemukan kebenaran Jahweh sama sekali.

Orang-orang ini tidak memahami makna yang sangat jelas dari hukum Taurat yang diberikan Jahweh, dan dengan demikian kemudian menjadi legalis. Mereka adalah orang-orang munafik buta yang tidak bisa melihat hati mereka sendiri, yang melawan kebenaran Jahweh di dalam lingkungan Kristen. Ada banyak orang-orang yang demikian di dalam kekristenan jaman ini. Mereka yang tidak sungguh-sungguh mengenal kebenaran Jahweh dan menerima Jahshua Kristus hanya sebagai Juruselamat nominal dalam iman legalistik tidak akan lepas dari hukuman kematian kekal.

 

Paulus mengatakan bahwa melalui perintah Jahweh, ia bisa menyadari kejahatan yang ada di dalam hatinya. Ketika ia menyadari dosa-dosanya melalui perintah-perintah itu, Paulus masih tetap orang legalis yang berpikir bahwa ia harus mentaati hukum Jahweh. Namun, perintah Jahweh datang untuk menyatakan kejahatan di dalam hati Paulus dan menjadikan dosa-dosa Paulus menjadi semakin nyata dosanya. Inilah cara Paulus sampai kepada kesadaran bahwa ia tidak lebih dari seorang pendosa besar.

Ada dua belas hakekat dosa di dalam pikiran manusia. Sebelum Paulus mengenal fungsi dari hukum Taurat, ia berpikir bahwa dirinya orang baik, tanpa menyadari bahwa ia adalah orang yang sungguh-sungguh berdosa. Tetapi hasil dari usahanya untuk hidup sesuai dengan perintah Jahweh menunjukkan kepadanya bahwa ia jauh dari kemampuan untuk mentaati perintah-perintah itu, dan bahwa perintah-perintah itu sungguh-sungguh semakin menyatakan dosa-dosanya.

Bagaimana manusia ketika mereka percaya kepada Jahshua? Ketika anda pertama kali percaya kepada Jahshua, anda mungkin saja begitu menyalaNyala dalam iman anda, tetapi sejalan dengan berlalunya waktu, anda akan menemukan banyak dosa-dosa yang pada dasarnya ada di dalam diri anda. Melalui apa anda menemukan dosa-dosa ini? Semua itu melalui hukum Taurat dan perintah yang tertulis itu kita menemukan betapa hati kita penuh dengan dua belas macam dosa. Dan kita menjadi semakin kecut melihat diri kita yang berdosa di hadapan hukum Taurat. Ini karena kita melihat, melalui hukum Taurat, bahwa kita sungguh-sungguh pendosa besar.

Itulah sebabnya beberapa orang menciptakan Doktrin Pembenaran untuk menghibur diri mereka. Doktrin ini mengatakan bahwa meskipun kita memiliki dosa di dalam hati, hanya karena kita percaya kepada Jahshua, Jahweh akan menganggap kita orang benar. Ini hanyalah doktrin buatan manusia. Manusia sudah membuat dan percaya kepada doktrin semacam ini untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka, berusaha untuk hidup dalam kepuasan diri dari doktrin ini. Tetapi karena mereka masih dinyatakan sebagai orang berdosa di hadapan hukum Taurat, dosa-dosa mereka semakin bertambah berat di dalam pikiran mereka. Untuk dibebaskan dari segala dosa kita, kita harus percaya kepada Injil yang mengandung kebenaran Jahweh. Inilah satu-satunya jalan dibebaskam dari segala dosa kita.

 

Karena Paulus di masa lalunya berpikir bahwa Jahweh memberikan perintah untuk ditaati, ia menganggapsebagai kewajaran kalau ia berusaha melakukan yang terbaik untuk mentaatinya. Tetapi sebaliknya, ia menemukan bahwa perintah itu sebenarnya membawa jiwanya kepada kematian karena dosa. Paulus pada akhirnya menyadari bahwa ia sudah salah paham dan salah percaya kepada perintah Jahweh.

Semua orang memiliki di dalam dirinya dua belas macam dosa yang disebutkan didalam Markus 7:21-23. “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Seperti Paulus, semua orang bisa mengenal dosa-dosa mereka melalui perintah Jahweh. Dengan hukum Taurat mereka bisa menyadari dosa-dosa mereka dan ada dalam kematian, dan kemudian mereka menemukan kebenaran Jahweh melalui Jahshua Kristus dan percaya kepada hal itu. Apakah pengertian anda mengenai kebenaran Jahweh? Apakah anda masih berusaha mentaati perintah-perintah itu sementara berpikir bahwa anda bisa mentaati semuanya? Jahweh memberikan hukum Taurat kepada kita supaya kita bisa mengenali dosa-dosa kita dan kembali kepadaNya—untuk dibebaskan dari dosa, dengan percaya kepada kebenaran Jahweh. Kita harus memiliki pemahaman yang baik dan percaya kepada hal itu dengan benar. Sekali anda menyadari kebenaran ini, anda akan tahu betapa berharganya oar itu.

 

Mereka yang percaya kepada kebenaran Jahweh bisa bisa menyadari betapa mereka berdosa di hadapan Jahweh. Orang-orang yang tidak mengenal peranan perintah itu dan tidak percaya kepada kebenaran Jahweh akan mengalami banyak kesulitan dalam kehidupan keagamaan mereka dan akhirnya akan membawa mereka kepada kehancuran. Ini karena memang sangat tidak mungkin menghindar dari dosa ketika hidup di dalam dunia yang penuh dengan dosa. Inilah sebabnya beberapa orang bahkan mengasingkan diri mereka ke pegunungan yang jauh dan berusaha menjalani kehidupan yang asketis. Mereka berpikir bahwa dengan hidup di pegunungan dan menjauhkan diri dari dunia, mereka bisa menghindari melakukan dosa, tetapi tidak demikian.

Kita harus menyadari bahwa, meskipun memang benar bahwa semua orang di dunia ini melakukan dosa dan dengan demikian memiliki dosa di dalam hatinya, penebusan dari dosa-dosa itu bisa ditemukan di dalam pengenalan dan percaya kepada kebenaran Jahweh. Meskipun kita berusaha menjauh dari dunia untuk bisa lepas dari dosa-dosa, kita masih tidak akan bisa lepas dari dosa-dosanya di dalam hati. Ini karena dosa-dosa kita memang ada di dalam hati. Untuk bisa sungguh-sungguh menghilangkan dosa-dosa itu, kita harus percaya kepada Injil air dan Roh. Hukum Jahweh dan perintahNya membuat dosa-dosa kita menjadi semakin berdosa. Mereka yang tahu parahnya dosa-dosa mereka harus tahu dan percaya kepada kebenaran Jahweh, yang dinyatakan kepada kita melalui Injil air dan Roh.

“Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku” (Roma 7:10-11). Mereka yang tidak memahami dengan benar mengenai hukum Taurat akan menjalani seluruh kehidupan mereka tenggelam dalam legalisme, berusaha lepas dari hukum Taurat sampai akhir hayat mereka. Hanya mereka yang sungguh-sungguh mengerti peranan hukum Taurat akan mengasihi dan percaya kepada kebenaran Jahweh yang digenapi di dalam Jahshua. Apakah anda, kemudian, mengenal kebenaran Jahweh ini?

 

Rasul Paulus mengatakan bahwa karena di masa lalu ia belum dilahirkan kembali, ia menjadi milik daging dan terjual kepada dosa. Ia mengakui juga bahwa meskipun ia ingin hidup seturut hukum Jahweh, ia tetap saja melakukan apa yang tidak dikehendakinya—yaitu, melakukan dosa. Ini karena ia tidak menerima Roh Kudus di dalam dirinya, sehingga ia tidak memiliki kebenaran Jahweh. Paulus kemudian mengaku bahwa alasan mengapa ia melakukan dosa bertentangan dengan kehendaknya adalah karena dosa-dosa yang ada di dalam hatinya, karena ia belum menerima kebenaran Jahweh pada saat itu.

Namun, Paulus mengerti satu huku, yaitu hukum dosa—pengertian yang paling mendasar mengenai kenyataan manusia, yang memiliki dosa di dalam hati, yang tidak bisa menghindar dari melakukan dosa. Ia juga menyadari bahwa manusia batiniahnya masih menghendaki untuk selalu hidupseturut hukum Jahweh. Tetapi Paulus mengakui bahwa, sama seperti pohon yang buruk menghasilkan buah yang buruk, ia yang berdosa hanya bisa meneruskan hidup di dalam dosa menghasilkan buah-biah dosa, karena dia, yang belum bertemu dengan Jahshua Kristus, belum menerima pengampunan dosa. Sangat pantas, dengan kata lain, bagi dia untuk dihukum mati karena dosa-dosanya.

Inilah sebabnya ia mengakui bahwa ia manusia celaka, dan meratap, “Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24). Inilah ingatan Paulus mengenai keadaan dirinya ketika ia masih orang berdosa. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk mengaplikasikan pengakuan Paulus ini ke dalam diri anda. Apakah anda tidak terpenjara di dalam tubuh kematian yang tidak bisa mentaati hukum Taurat? Kita harus percaya kepada kebenaran Jahweh. Di dalam Injil air dan Roh inilah kebenaran Jahweh tersembunyi, dan kita bisa mendapatkan kebenaranNya dengan percaya kepada Injil ini.

Paulus bisa dibebaskan dari semua celakanya dengan percaya kepada baptisan Jahshua Kristus dan kematianNya di kayu Salib.

 

Klimaks dari pasal 7 ditemukan di dalam ayat 24 dan 25. Paulus menulis, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Jahweh! oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Jahweh, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.”

Dalam Roma pasal 6, Paulus berbicara mengenai iman yang membawa kita dikuburkan dan dibangkitkan bersama dengan dipersatukan dengan Kristus. Dengan dipersatukan dengan Kristus di dalam baptisan dan kematianNya di kayu Salib, kita bisa memperoleh iman ini.

Paulus menyadari bahwaia adalah manusia celaka, yang dagingnya begitu terbatas sehingga ia melanggar hukum Jahweh bukan hanya sebelum ia bertemu Jahshua tetapi juga terus melanggarnya bahkan setelah ia bertemu Jahshua. Kemudian ia meratap, “Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Ia kemudian menyimpulkan bahwa ia bisa dibebaskan dari tubuh maut itu dengan percaya kepada kebenaran Jahweh, dan berkata, “Syukur kepada Jahweh! oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita!” Paulus dibebaskan dari dosa-dosa daging dan pikiran dengan percaya kepada kebenaran Jahweh melalui Kristus dan dipersatukan dengan Dia.

Pengakuan akhir Paulus adalah, “Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Jahweh, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa” (Roma 7:25). Dan di awal pasal 8, ia mengakui, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Jahshua. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Roma 8:1-2).

 

Pada dasarnya ada dua hukum yang diberikan Jahweh: hukum dosa dan maut serta hukum Roh kehidupan. Hukum Roh kehidupan menyelamatkan Paulus dari hukum dosa dan maut. Ini berarti bahwa dengan percaya kepada baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib, yang menghapus segala dosa, ia mempersatukan dirinya dengan Jahshua dan kemudian diselamatkan dari dosanya. Kita semua harus memiliki iman yang mempersatukan kita dengan baptisan Tuhan dan kematianNya di kayu Salib.

Paulus mengakui didalam Roma pasal 7 bahwa ia sebelumnya ditetapkan untuk dihukum di bawah hukum Taurat, tetapi melalui Jahshua Kristus, ia bisa dibebaskan dari kutuk ini. Dengan demikian, ia bisa melayani Jahweh melalui Roh Kudus, yang berdiam di dalam dirinya.



Kebenaran yang disadari Paulus


Paulus mengakui, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa” (Roma 7:7). Ia tidak akan bisa tahu bahwa ia mengingini milik orang lain kalau hukum Taurat tidak mengatakan, “Jangan mengingini.” Paulus menjelaskan hubungan antara hukum Taurat dengan dosa, dan mengatakan, “Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan.” Ini berarti bahwa hati manusia pada dasarnya penuh dengan dosa. Sejak saat manusia dikandung di dalam rahim ibu mereka, mereka dikandung di dalam dosa, dan akan lahir dengan dua belas macam dosa.

Kedua belas macam dosa itu adalah, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua manusia melakukan dosa itu sampai mereka mati. Bagaimana seseorang bisa taat kepada hukum dan perintah Jahweh kalau ia dilahirkan ke dalam dunia ini dengan membawa dua belas macam dosa ini? Pada saat kita mendengar firman hukum Taurat dan perintah yang mengatakan apa yang “harus” dan yang “tidak boleh dilakukan,” dosa mulai berkarya di dalam kita.

 

Ketika kita tidak mengenal hukum dan perintah Jahweh, dosa-dosa di dalam kita tidur dengan tenang. Tetapi setelah mendengar perintah itu, yang mengatakan mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan, dosa-dosa itu keluar dan membuat kita semakin berdosa.

Siapa saja yang belum dilahirkan kembali atau tidak percaya kepada dan memahami kebenaran Injil air dan Roh memiliki dosa di dalam dirinya. Dosa ini, yang menjadi aktif karena firman perintah, kemudian menghasilkan semakin banyak dosa. Hukum Taurat, yang mengatakan mengenai apa yangharus dan tidak boleh dilakukan, seperti pelatih yang berusaha menjinakan dosa. Tetapi, dosa melawan perintah Jahweh dan tidak mentaatinya. Ketika orang berdosa mendengar perintah itu, dosa-dosa di dalam hatinya menjadi aktif, membuatnya melakukan lebih banyak dosa.

Kita bisa menyadari melalui Dasa Titah bahwa kita memiliki dosa di dalam diri kita. Peranan hukum Taurat adalah untuk menyatakan dosa-dosa di dalam hati kita, membuat kita menyadari bahwa perintah Jahweh itu kudus, dan mengingatkan kita akan keberdosaan kita. Pada dasarnya, kita dilahirkan dengan keinginan yang tamak atas segala sesuatu yang diciptakan Jahweh, termasuk milik atau pasangan yang bukan milik kita. Karena itu, perintah itu mengingatkan, “Jangan mengingini,” yang mengatakan bahwa kita dilahirkan sebagai orang berdosa dan ditentukan untuk masuk neraka sejak hari kelahiran kita. Ini juga menunjukkan pentingnya Juruselamat bagi kita, yang menggenapi kebenaran Jahweh.

Itulah sebabnya Paulus mengaku bahwa dosa mengambil kesempatan di dalam perintah itu untuk menghasilkan di dalam kehidupannya semua kehendak dosa. Paulus menyadari bahwa ia sudah menjadi pendosa besar yang melanggar perintah Jahweh, karena ia pada dasarnya dilahirkan penuh dosa dan berdosa sebelum ia percaya kepada kebenaran Jahweh.

 

Ketika kita melihat pasal 7, kita menemukan bahwa Rasul Paulus adalah orang yang sangat rohani, memiliki pemahaman Alkitab yang sangat luas, an memiliki pemahaman serta pengalaman rohani yang hebat. Ia dengan jelas memahami melalui hukum Taurat bahwa ada dosa di dalam dirinya, yang karena perintah itu menghasilkan segala macam kehendak dosa. Ia sampai kepada pemahaman bahwa hukum Jahweh memiliki peranan menyatakan dosa di dalam dirinya. Ketika dosa-dosa itu ada, ia juga mengakui bahwa perintah itu, yang seharusnya membawa kehidupan, membawa juga kematian.

Bagaimana dengan iman anda? Apakah sama dengan iman Paulus? Tidakkah ada dosa di dalam hati meski anda percaya kepada Jahshua atau tidak? Kalau ya, itu berarti bahwa anda masih belum mengenal kebenaran Jahweh, belum menerima Roh Kudus, dan orang berdosa yang ditentukan untuk masuk neraka dan dihakimi atas dosa-dosa anda sendiri. Apakah anda mengakui kenyataan ini? Kalau ya, percayalah kepada Injil air dan Roh, yang didalamnya kebenaran Jahweh dinyatakan. Anda akan diselamatkan dari dosa anda, menerima kebenaran Jahweh, dan Roh Kudus datang ke dalam kehidupan anda. Kita harus percaya kepada Injil air dan Roh.



Dosa, mengambil kesempatan dari perintah, mendustai Paulus


Rasul Paulus mengatakan, “Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku” (Roma 7:10-11). Dosa, dengan kata lain, menipu Paulus dengan mengambil keuntungan dari perintah. Paulus percaya bahwa di dalam perintah hanya ada kebaikan dan keadilan, tetapi dua belas macam cusa itu justru menjadi hidup dan berkembang biak di dalam hatinya. Ini berarti bahwa ia sudah ditipu oleh dosa karena ia tidak bisa mengerti tujuan dari perintah Jahweh.

Pada awalnya, Paulus berpikir bahwa Jahweh memberikan hukum Taurat kepadanya untuk ditaati. Tetapi kemudian, ia menyadari bahwa hukum Taurat bukan diberikan untuk ditaati, tetapi untuk menyatakan dosa di dalam hati manusia, bersama dengan kekudusan Jahweh, dan membuat orang yang tidak percaya dihukum oleh Jahweh. Inilah sebabnya Paulus berpikir bahwa ia ditipu oleh dosa, karena ia tidak mengerti perintah dan hukum Jahweh dengan benar. Kebanyakan orang jaman ini juga ditipu dengan cara yang sama.

Kita harus menyadari bahwa alasan Jahweh memberikan perintah dan hukum kepada kita bukanlah supaya kita taati, tetapi supaya kita menyadari dosa-dosa kita sendiri dan mencapai kebenaran Jahweh dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Tetapi karena kita berusaha hidup seturut dengan hukum Taurat dengan dosa-dosa kita, kita justru akan menyatakan hakekat keberdosaan kita.

Jadi, orang berdosa menyadari melalui hukum Taurat bahwa meskipun hukum Taurat itu kudus, ia tidak memiliki kuasa atau kapasitas untuk menjalani kehidupan kudus. Di saat itu, ia menjadi orang berdosa yang tidak memiliki pilihan selain masuk neraka karena hukum Taurat. Tetapi orang berdosa yang tidak percaya kepada Injil air dan Roh terus mengira bahwa Jahweh memberikan hukum Taurat kepada mereka untuk ditaati. Mereka terus berusaha mentaati hukum Taurat, tetapi mereka akan menipu diri mereka sendiri dan jatuh ke dalam kehancuran.

Mereka yang tidak dilahirkan kembali dengan terus tidak memperdulikan kebenaran Jahweh melakukan dosa dan kemudian berusaha menerima pengampunan dengan menaikan doa pertobatan. Namun, pada akhirnya, mereka sampai kepada kesadaran bahwa mereka salah paham akan tujuan hukum Jahweh dan menipu diri mereka sendiri. Hukum Jahweh itu kudus, tetapi dosa-dosa di dalam diri mereka justru membawa mereka kepada kematian.

Paulus mengatakan, “Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa” (Roma 7:12-13). Mereka yang memahami kebenaran ini menyadari kebutuhan mereka akan kebenaran Jahweh, dan kemudian, percaya bahwa Injil air dan Roh adalah kebenaran yang sejati. Seseorang yang percaya kepada Injil air dan Roh juga percaya kepada kebenaran Jahweh. Mari kita dibebaskan dari segala dosa kita dan mencapai kekudusan Jahweh dengan percaya kepada kebenaranNya. Saya harap agara anda semua diberkati dengan Injil ini.



Bagaimana daging dan pikiran Paulus?


Paulus penuh dengan Roh dan memiliki pemahaman yang dalam mengenai firman Jahweh. Namun, ia mengatakan demikian mengenai daging: “Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku” (Roma 7:14-17). Ia mengatakan bahwa ia melakukan dosa karena ia pada dasarnya bersifat daging. Karena bersifat daging, ia melihat dirinya mencari keinginan daging, meskipun ia ingin melakukan kebaikan.

Paulus kemudian menyadari, “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Jahweh, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku” (Roma 7:22-23). Inilah sebabnya ia meratapi dagingnya, dan berkata, “Aku manusia celaka!” (Roma 7:24). Bahkan setelah Paulus dilahirkan kembali, ia masih tertekan karena kejahatan yang ada di dalam dirinya, meskipun ia ingin melakukan apa yang baik. Ketika Paulus mengatakan bahwa kejahatan ada di dalam dirinya, ia menunjuk kepada dagingnya. Ia melihat hukum lain di dalam anggota tubuhnya, yang berperang melawan hukum Roh, yang membuatnya kalah terhadap daging, dan membawanya melakukan dosa. Ia hanya bisa mengakui bahwa ia tidak memiliki pilihan selain tunduk kepada penghukuman karena ia melihat daging mengendalikannya untuk melakukan dosa. Karena Paulus, juga, memiliki daging, ia meratapi dosa-dosa yang timbul dari dagingnya.

 

Inilah sebabnya Paulus mengatakan, “Aku manusia celaka!” Tetai ia juga bersyukur kepada Jahshua Kristus karena menggenapi kebenaran Jahweh. Ini adalah karena ia percaya bahwa Jahshua datang ke dunia ini, dibaptiskan, dan disalibkan untuk memberikan pengampunan dosa kepada semua manusia. Ia bisa mengucap sykur sepenuh hatinya kepada Jahweh, karena ia memiliki iman yang mempersatukannya dengan baptisan dan darah Jahshua Kristus.

Paulus tahu bahwa ketika Yohanes membaptiskan Jahshua, segala dosanya, juga segala dosa dunia, ditanggungkan kepada Jahshua sekali untuk seterusnya. Ia juga tahu bahwa ketika Jahshua mati di kayu Salib, kita juga mati terhadap dosa. Karena itu kita harus dipersatukan dalam iman bersama dengan kebenaran air dan Roh. Apakah hati anda dipersatukan dengan baptisan dan darah Jahshua Kristus? Sudahkah anda, dengan kata lain, mempersatukan hati anda dengan Injil air dan Roh, yang menggenapi kebenaran Jahweh? Kita harus memiliki iman yang dipersatukan dengan baptisan yang diterima Tuhan kita dari Yohanes dan darah yang dicurahkanNya di kayu Salib. Sangat penting bagi kita untuk memiliki iman yang dipersatukan karena bersatu dengan Injil air dan Roh adalah bersatu dengan kebenaran Tuhan.

Roma 6:3 mengatakan, “kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematianNya.” Ini berarti bahwa dengan percaya kepada baptisan Jahshua, kita juga dibaptiskan bersama dengan Dia, berarti bahwa kita sudah dipersatukan dengan kematian Tuhan kita. Demikianlah, dengan dibaptiskan dalan persatuan melalui iman, kita secara rohani dibaptis dalam kematianNya. Dipersatukan dengan Tuhan adalah dipersatukan dengan baptisanNya dan mati dalam kematianNya.

 

Karena itu kita harus percaya dan dipersatukan dengan baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib yang menggenapi kebenaran Jahweh. Kalau anda tidak percaya kepada Injil air dan Roh, yang mengandung kebenaran Jahweh, anda tidak dipersatukan dengan baptisan Jahshua dan kematianNya. Dan di dalam Injil ini kebenaran Jahweh dinyatakan.

Kalau hati kita tidak dipersatukan dengan baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib, iman kita hanyalah teori dan tidak ada gunanya. Persatukan diri anda dengan baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib dan percaya kepada kepadanya. Demikianlah kita seharusnya percaya. Iman teoritis itu tidak ada gunanya. Apa gunanya rumah yang bagus, contohnya, kalau itu bukan milik anda? Untuk menjadikan kebenaran Jahweh sebagai milik kita, kita harus mengerti tujuan dari baptisan Jahshua yaitu untuk menghapus segala dosa kita, dan bahwa kematianNya di kayu Salib adalah kematian daging kita. Melalui iman kita kepada kebenaran Jahweh yang digenapi oleh Tuhan kita, kita harus ditebus sekali untuk seterusnya dan berjalan di dalam pembaharuan kehidupan.

Melalui iman anda yang sudah dipersatukan dengan baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib, kebenaran Jahweh akan sungguh-sungguh menjadi milik anda. Kita harus dipersatukan dengan baptisan dan kematian Jahshua, karena kalau tidak, iman kita tidak akan berarti apa-apa.

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24). Ini bukan sekedar ratapan Paulus, tetapi juga anda dan saya, dan juga semua orang yang masih terpisah dari Jahshua Kristus. Yang membebaskan kita dari semua tekanan ini adalah Jahshua, dan itu bisa diatasi dengan percaya kepada Tuhan, yang dibaptiskan, disalibkan dan bangkit bagi kita.

Paulus berkata, “Syukur kepada Jahweh! oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita!” Ini menunjukkan bahwa Paulus mempersatukan dirinya dengan Tuhan. Kita harus percaya bahwa kalau kita dipersatukan dan memiliki iman bahwa Tuhan menyelamatkan kita dari segala dosa melalui baptisan dan darahNya, kita akan diampuni dan menerima kehidupan kekal. Segala dosa anda akan ditanggungkan kepada Jahshua Kristus ketika anda percaya kepada baptisan Jahshua dengan hati yang dipersatukan. Anda akan mati dan bangkit dengan Dia setelah mendapatkan iman di dalam persekutuan dengan kematianNya di kayu Salib.

Jahshua memulai pelayananNya di dunia pada usia tiga puluh tahun. Hal yang pertama dilakukanNya dalam missiNya untuk menghapus segala dosa kita adalah dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Mengapa Ia dibaptiskan? Itu adalah supaya Ia menanggung segala dosa manusia. Karena itu, ketika kita mempersatukan hati kita dengan kebenaran Jahweh, yang dibawa oleh Jahshua, segala dosa kita sungguh-sungguh ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya. Segala dosa kita dipindahkan kepada Jahshua dan dihapus sekali untuk selamanya.

Tuhan kita memang sudah datang ke dunia dan dibaptiskan untuk menanggung segala dosa kita dan mati untuk membayar upah dosa. Jahshua mengatakan kepada Yohanes tepat sebelum Ia dibaptiskan, “Demikianlah kita menggenapi segala kebenaran” (Matius 3:15). “Segala kebenaran” menunjuk kepada Jahshua menerima baptisan, yang menghapus segala dosa manusia, yang ditentukan masuk neraka, dan juga kepada kematian dan kebangkitanNya. Apakah kebenaran Jahweh? Sesuai dengan janji Jahweh di dalam Perjanjian Lama, baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib, yang menyelamatkan semua orang berdosa, adalah kebenaranNya. Alasan Jahshua datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan menerima baptisan adalah untuk menanggung segala dosa ke atas diriNya dan menghapuskan semuanya.

Mengapa Yohanes membaptis Jahshua? Untuk menggenapi kebenaran Jahweh dengan menanggung dosa manusia. Kita, yang dibaptiskan dalam Kristus Jahshua, juga dibaptiskan ke dalam kematianNya dan sekarang hidup dalam pembaharuan kehidupan, karena Dia bangkit dari kematian. Beriman kepada kebenaran Jahweh ada; anak-anak Jahweh percaya dan mempersatukan hati kita dengan baptisan Jahshua, kematianNya di kayu Salib, dan kebangkitanNya. Sangat penting bagi kita untuk percaya bahwa Jahshua menanggung segala dosa kita ke atas diriNya ketika Ia dibaptiskan. Kita dikuburkan dengan Dia ketika Dia mati di kayu Salib sebab kita dipersatukan denganNya melalui baptisanNya. Sangat penting bagi kita untuk mempersatukan hati kita dengan Tuhan dengan percaya kepada kebenaran Jahweh, bahkan setelah kita dibebaskan dari segala dosa kita. Kita bisa bersyukur kepada Jahweh karena kita semua sudah mati dengan Kristus ketika Ia mati di kayu Salib, karena Ia sudah menanggung segala dosa melalui baptisanNya.

Dipersatukan dengan Jahshua dengan iman sangat penting bahkan setelah menerima kebenaran Jahweh melalui penebusan kita. Setelah menerima anugerah penebusan, iman kita bisa menurun hanya sekedar menjadi kebiasaan saja. Tetapi, kalau kita mempersatukan hati kita dengan kebenaran Tuhan, hati kita akan hidup dengan Jahweh. Kalau kita mempersatukan diri dengan kebenaran Jahweh, kita akan hidup dengan Dia, tetapi kalau tidak, maka kita tidak bisa tidak menjadi tidak ada hubunag denganNya. Kalau kita tidak bersatu dengan Tuhan Jahweh dan hanya menjadi penonton bagiNya, sama seperti kita melihat taman yang bagus milik tetangga, kita menjadi tidak ada hubungannya dengan Jahweh dengan terpisah dariNya. Karena itu, kita harus bersatu dengan firman Tuhan dan kebenaran Jahweh di dalam iman.



Kalau kita memiliki iman dalam persekutuan dengan baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib, kita adalah orang Kristen yang dipersatukan dengan Tuhan


Percaya kepada kebenaran Jahweh adalah dipersatukan dengan Tuhan dan memiliki iman untuk mengenal kebenaranNya. Semua aspek dalam kehidupan kita harus dipersatukan dengan kebenaran Jahweh. Demikianlah kita harus hidup. Kalau kita tidak dipersatukan dengan kebenaranNya, kita akan menjadi hamba daging kita dan mati, tetapi saat kita mempersatukan diri kita dengan kebenaran Jahweh, segala dosa kita akan diampuni. Hanya ketika kita mempersatukan hati kita dengan kebenaran Tuhan kita bisa menjadi Jahshua. Semua pekerjaan Jahweh akan selalu berhubungan dengan kita, dan, dengan itu, semua pekerjaan dan kuasaNya akan menjadi milik kita. Namun, kalau kita tidak dipersatukan dengan Dia, kita tidak memiliki hubungan dengan kebenaranNya.

Kita memiliki banyak kekurangan dan kelemahan di dalam daging, sama seperti Paulus, sehingga kita harus mempersatukan hati kita dengan kebenaran Jahweh. Kita harus mempersatukan dan percaya bahwa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes dan disalibkan untuk menyelamatkan kita dari segala dosa. Inilah jenis iman yang berkenan kepada Jahweh dan memberi berkat kepada tubuh dan jiwa kita. Kalau kita percaya kepada pekerjaan Tuhan dengan hati yang dipersatukan dalam iman, semua janji berkat surga akan menjadi milik kita. Inilah sebabnya kita harus dipersatukan denganNya.

Sebaliknya, kalau kita tidak mempersatukan hati kita dengan kebenaran Jahweh, kita tidak akan melayani Dia. Orang-orang Kristen yang tidak dipersatukan hatinya dengan kebenaran Jahweh mengasihi nilai-nilai duniawi lebih dari yang lainnya. Mereka tidak ada bedanya dengan orang yang tidak percaya di dunia ini. Mereka mengakui nilai kebenaran Jahweh hanya kalau milik mereka, yang sangat mereka kasihi dalam hidup mereka, diambil dari mereka. Materi tidak memiliki harga atau kuasa untuk mengendalikan kehidupan manusia. Hanya kebenaran Jahweh memberikan kepada kita pengampunan dosa, kehidupan dan berkat kekal. Materi tidak seharga kehidupan kita. Kita harus menyadari bahwa kalau kita dipersatukan dengan kebenaran Tuhan, kita, dan juga tetangga kita, akan hidup.

 

Hati kita harus dipersatukan dalam kebenaran Tuhan. Kita harus hidup oleh iman dan mempersatukan hati kita dengan Kristus. Iman yang dipersatukan dengan kebenaran Kristus itu indah. Yang akhirnya dikatakan Paulus dalam pasal 7 yaitu bahwa kita harus menghidupi kehidupan rohani dalam persekutuan dengan Tuhan.

Pernahkah anda melihat seseorang yang menjadi hamba Jahweh tanpa hatinya dipersatukan dengan kebenaranNya? Tidak ada! Pernahkah anda mengenal seseorang yang menerima Injil air dan Roh sebagai syarat yang penting bagi pengampunan dosa tanpa dipersatukan dengan kebenaran Jahweh? Tidak ada. Tidak peduli berapa banyaknya anda mengenal Alkitab, iman kita tidak ada gunanya kecuali kalau kita bergabung kepada kebenaran Jahweh dan percaya kepada baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib, yang bisa membebaskan kita dari segala dosa kita.

Meskipun kita pernah menerima pengampunan dosa dan hadir di gereja, kalau kita tidak dipersatukan dengan kebenaranNya, kita orang berdosa yang tidak ada bagian di dalam rencana Jahweh. Meskipun kita mengatakan bahwa kita percaya kepada Jahshua, kita akan terpisah dari Tuhan kalau tidak bergabung dengan kebenaranNya. Kita harus dipersatukan dengan kebenaran Jahweh kalau kita mau dihibur, ditolong, dan dipimpin oleh Kristus.

Pernahkah anda menerima kebenaran Jahweh dan pengampunan dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh? Apakah anda melayani, seperti Paulus, hukum Jahweh dengan pikiran anda sementara daging anda melayani hukum dosa setiap hari? Kita harus bergabung dengan kebenaran Jahweh setiap waktu. Apa yang akan terjadi kalau kita tidak mempersatukan diri dengan kebenaran Jahweh? Kita akan binasa. Tetapi mereka yang dipersatukan dengan kebenaran Jahweh akan menjalani kehidupan yang bersatu dengan gereja Jahweh.

 

Percaya kepada kebenaran Jahweh berarti bergabung dengan gereja dan hamba Jahweh. Kita bisa melanjutkan kehidupan imanhanya kalau kita bersatu dengan kebenaran Jahweh setiap hari. Mereka yang diampuni dari dosa-dosanya dengan percaya kepada kebenaranNya harus dipersatukan dengan gereja Jahweh setiap hari. Karena daging senantiasa ingin melayani hukum dosa, kita harus selalu merenungkan hukum Jahweh dan hidup oleh iman. Kita bisa dipersatukan dengan Tuhan kalau kita senantiasa merenanungkan dan memperhatikan kebenaran Jahweh.

Kita, yang percaya kepada kebenaran Jahweh, harus dipersatukan dengan gereja dan hamba Jahweh setiap hari. Untuk itu, kita harus senantiasa ingat akan kebenaran Jahweh. Kita harus berpikir dan bersatu dengan Jahweh setiap hari. Kita harus merenungkan kenyataan bahwa Tuhan dibaptiskan untuk menanggung segala dosa kita. Ketika kita bergabung kepada iman ini dan kebenaran Jahweh, kita akan memiliki damai dari Jahweh, dan anda akan diperbaharui, diberkati dan diberi kuasa olehNya.

Persatukan diri anda dengan kebenaran Jahweh. Kemudian anda akan menemukan kekuatan baru. Persatukan diri anda dengan baptisan Jahshua dalam kebenaran Jahweh sekarang. Dosa-dosa anda akan dihapuskan. Persatukan hati anda dengan kematian Kristus di kayu Salib. Anda, juga, akan mati dengan Dia. Persatukan diri anda dengan kebangkitanNya. Anda, juga, akan hidup kembali. Singkatnya, ketika anda dipersatukan dengan Kristus di dalam hati anda, anda akan mati dan dibangkitkan dengan Kristus, dan kemudian dibebaskan dari segala dosa anda.

Apa yang terjadi kalau kita tidak bersatu dengan Kristus? Kita mungkin bingung dan bertanya, “Mengapa Jahshua dibaptiskan? Perbedaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru hanyalah bahwa yang pertama mengatakan mengenai ‘penumpangan tangan’ dan yang kedua mengenai baptisan. Jadi? Apa pentingnya?” Iman yang berpusatkan kepada pengetahuan atau teoritis bukanlah iman yang sebenarnya, dan akan membawa orang percaya menjauh dari jalan Jahweh.

Mereka yang percaya dengan cara demikian adalah seperti murid yang menerima hanya pengetahuan dari gurunya. Kalau murid itu sungguh-sungguh menghormati gurunya, ia juga akan belajar mengenai karakternya yang terpuji, kepemimpinannya, dan kepribadiannya yang hebat. Kita tidak boleh menerima firman Jahweh hanya sekedar sebagai pengetahuan, tetapi haru belajar juga mengenai kepribadian, kasih, belas kasihan, dan keadilan Jahweh di dalam hati kita. Kita harus membuang ide hanya belajar FirmanNya sebagai pengetahuan saja, tetapi dipersatukan dengan kebenaranNya. Dipersatukan dengan kebenaran Jahweh membawa orang percaya kedalam kehidupan yang sejati. Dipersatukanlah dengan Tuhan! Iman yang dipersatukan adalah iman yang sejati. Iman yang teoritis dan berpusat kepada pengetahuan saja bukanlah iman yang dipersatukan, tetapi yang dangkal.

 

“Belas kasihan Jahweh,” seperti yang dinyanyikan di dalam lagu, “sebuah samudera ilahi, dalamnya tidak terbatas dan tak terukur.” Ketika hati kita dipersatukan dengan kebenaran Jahweh, akan ada damai yang tidak terbatas dan tidak terukur sebagai belas kasihan Jahweh yang memberikan kebenaranNya kepada kita. Tetapi iman yang teoritis dan berpusat kepada pengetahuan yang tidak bersatu dengan Jahweh adalah seperti air yang dangkal. Kalau lautan dangkal, cepat muncul riak. Tetapi aliran air yang biru, dimana lautnya dalam, sangat tidak terkatakan. Tetapi di air yang dangkal, ketika ombak sampai ke pantai, akan menggulung, memecah, beriak, dan bercampur aduk bergumpal. Iman mereka yang tidak dipersatukan dengan Jahweh adalah seperti ombak di laut yang dangkal.

Hati mereka yang dipersatukan dengan firman Jahweh adalah dalam, berpusat di sekitar Tuhan, teguh dan tidak goyah dalam segala situasi. Hati mereka bergerak ke arah kehendak Yang Mahatinggi. Tetapi mereka yang hatinya tidak dipersatukan dengan kebenaranNya mudah goyah, kalau ada masalah yang sedikit saja.

 

Kita harus memiliki iman yang dipersatukan dengan Tuhan. Kita harus dipersatukan dengan firman Jahweh. Kita tidak boleh goncang oleh hal kecil. Mereka yang dipersatukan dengan Tuhan dibaptiskan dengan Kristus, mati dengan Kristus, dan bangkit kembali dengan Kristus dari kematian. Karena kita bukan lagi milik dunia, kita harus dipersatukan dengan kebenaran Jahweh untuk menyenangkanNya, yang sudah menerima kita menjadi hamba kebenaran.

Kalau kita dipersatukan dengan kebenaran Jahweh, kita selalu merasa damai, bahagia dan penuh kekuatan karena kekuatan Tuhan akan menjadi milik kita. Dengan kuasaNya berkatNya menjadi milik kita, kita akan hidup dengan berkat yang besar. Ketika kita dipersatukan dalam baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib dengan iman, semua kuasa akan menjadi milik kita.

Persatukan hati anda dengan Tuhan. Kalau anda dipersatukan dengan Tuhan, anda juga akan dipersatukan dengan gereja Jahweh. Dan mereka yang dipersatukan dengan kehendak Jahweh akan saling bersatu, dan, dalam persekutuan mereka, melakukan pekerjaanNya dan bertumbuhn bersama dalam iman kepada FirmanNya.

Kalau kita tidak mempersatukan hati kita dengan Kristus, kemudian, kita akan kehilangan segala sesuatu. Meskipun iman kita sekecil biji sesawi, Tuhan sudah mengampuni dosa kita sekali untuk seterusnya. Kita akan dipersatukan dengan kebenaranNya setiap hari, meskipun kita memiliki kelemahan. Hanya iman yang dipersatukan yang akan membuat anda hidup dan bersyukur kepada Jahweh melalui Jahshua Kristus.

Ketika kita dipersatukan dengan kebenaran Tuhan, kita menemukan kekuatan baru dan hati kita menjadi teguh. Hati kita menjadi benar ketika kita dipersatukan dengan firman Jahweh. Sangat tidak mungkin untuk mendapatkan tekad untuk melayani Tuhan dengan mengikuti pikiran kita sendiri. Ketika kita dipersatukan dengan baptisan Jahshua, salib dan kebangkitanNya, iman kita akan bertumbh dan berdiri teguh di atas firman Jahweh.

 

Kita akan mempersatukan hati kita dengan Tuhan. Hanya iman yang dipersatukan denganNya yang adalah iman yang benar; yang tidak dipersatukan denganNya adalah iman palsu.

Kita mengucap syukur kepada Jahweh karena mengijinkan kita untuk mempersatukan iman kita dengan Tuhan dengan memberikan kepada kita baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib. Kita harus mempersatukan hati kita denganNya sejak hari ini, sampai hari akhir, ketika kita akan bertemu lagi dengan Tuhan. Mari kita dipersatukan denganNya.

Kita perlu mempersatukan hati kita dengan Jahweh karena kita lemah di hadapanNya. Paulus juga dipersatukan dengan Jahweh dan dibebaskan dari segala dosanya. Ia menjadi hamba Jahweh yang berharga, yang memberitakan Injil ke seluruh dunia, dengan mengenal dan percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Jahshua Kristus, kebenaran Jahweh. Karena kita lemah, melayani hukum Jahweh dengan pikiran kita tetapi hukum dosa dengan daging kita, kita hanya bisa hidup dengan dipersatukan dengan Tuhan.

Sudahkah anda belajar mengenai iman yang mempersatukan dengan kebenaran Jahshua? Apakah iman anda dipersatukan dengan baptisan Jahshua? Sekaranglah saatnya bagi anda untuk iman anda dipersatukan dan percaya kepada baptisan dan darah Jahshua. Mereka yang imannya tidak dipersatukan dengan kebenaran Jahweh sudah gagal dalam iman mereka, keselamatan mereka dan saya gagal untuk kehidupan mereka.

Karena itu, kebenaran Tuhan adalah persyaratan yang tidak bisa dilepaskan bagi pembebasan anda. Dipersatukan dengan Tuhan adalah berkat yang akan membawa kita semua untuk menerima pengampunan dosa dan menjadi anak-anak Jahweh. Terimalah kebenaran Jahweh dengan mempersatukan diri anda dan percaya kepada kebenaranNya. Kebenaran Jahweh kemudian akan menjadi milik anda, dan berkat ha akan menyertai anda.



Puji Jahweh atas Jahshua Kristus!


Rasul Paulus mengatakan bahwa ia mengucap syukur kepada Jahweh melalui Jahshua Kristus Tuhan kita. Ia bersyukur atas kebenaran Jahweh yang diterima oleh iman melalui Jahshua Kristus. Meskipun setelah Paulus percaya kepada kebenaran Jahweh, ia tidak bisa tidak melayani hukum Jahweh dengan pikiran dan hukum dosa dengan dagingnya. Tetapi karena ia percaya kepada kebenaran Jahweh dengan segenap hatinya, hatinya tidak memiliki dosa.

Paulus mengakui bahwa ia sudah dihukum oleh hukum Taurat dalam Jahshua Kristus, dan diselamatkan dari dosa melalui iman kepada kebenaran Jahweh. Ia juga mengatakan bahwa mereka yang menghadapi murka Jahweh dan hukuman hukumNya akan masih bisa menghasilkan buah keselamatan dengan percaya kepada kebenaran Jahweh di dalam hati mereka. Didalam hati orang yang dilahirkan kembali, ada kehendak Roh Kudus dan juga keinginan daging. Tetapi seseorang yang tidak dilahirkan kembali hanya memiliki hawa nafsu kedagingan. Karena itu, orang berdosa hanya ingin melakukan dosa, dan lebih lagi, melalui naluri alamiah mereka, mereka berusaha mempercantik dosa-dosa mereka di hadapan mata orang lain.

Diakon dan tua-tua yang tidak dilahirkan kembali biasa mengatakan, “Saya ingin hidup benar, tetapi saya tidak tahu mengapa sulit sekali.” Kita harus berpikir mengapa mereka tidak bisa tidak hidup demikian. Ini karena mereka orang berdosa yang tidak menerima keselamatan dengan percaya kepada kebenaran Jahweh. Di dalam hati mereka dosa karena kebenaran Jahweh tidak ada di dalamnya. Tetapi di dalam hati orang yang dilahirkan kembali ada kebenaran Jahweh dan Roh Kudus, tetapi tidak ada dosa.

Ketika Paulus memiliki dosa di dalam hatinya, ia meratap, “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Namun, Paulus langsung melanjutkan, “Syukur kepada Jahweh! oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita!” (Roma 7:25). Ini berarti bahwa ia menerima kaslametan saka dosa dengan percaya kepada Jahshua Kristus, yang sudah menggenapi kebenaran Jahweh.

 

Ingin tahu lebih banyak tentang kitab surat Roma? Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis tentang kitab surat Roma.

Yang dicoba untuk dijelaskan Paulus di dalam pasal 7 adalah bahwa sebelumnya, ketika ia menjadi orang beragama tanpa dilahirkan kembali, ia tidak tahu apa peranan hukum Taurat itu. Tetapi ia mengatakan bahwa Dia yang menyelamatkannya dari keadaan celakanya, karena dosa, adalah Jahshua Kristus, yang sudah menggenapi kebenaran Jahweh. Siapa saja yang percaya bahwa Jahshua Kristus menggenapi kebenaran Jahweh untuk membebaskan kita dari dosa akan diselamatkan.

Mereka yang percaya kepada kebenaran Jahweh melayani hukum Jahweh dengan pikirannya tetapi melayani hukum dosa dengan dagingnya. Daging mereka masih cenderung kepada dosa, tetapi pikiran, yang percaya kepada kebenaran Jahweh, ingin mengikuti kebenaran Jahweh. Sebaliknya, mereka yang tidak dilahirkan kembali hanya akan dipimpin baik oleh pikiran maupun dagingnya untuk melakukan dosa, karena pada dasarnya memang di dalam hati mereka ada dosa. Tetapi mereka yang mengenal dan percaya kepada kebenaran Jahweh berdiam di dalam kebenaranNya.

Kita bersyukur kepada Jahweh melalui Jahshua Kristus, karena Kristus sudah menggenapi semua kebenaran Jahweh. Syukur kepada Tuhan karena memberikan kepada kita kebenaranNya dan menuntun kita untuk percaya kepada hal itu.

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.