Copyright © 2001 - 2019The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.


 

Salahkah Jahweh Mengasihi Yakub?


< Roma 9:30-33 >

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, seperti ada tertulis:

“Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan,

Dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan.””



Dalam memanggil kita, Tuhan kita mengatakan, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Matius 9:13). Kita harus menyadari bahwa mereka yang mengejar kebenarannya sendiri, anugerah keselamatan tidak diberikan kepada mereka, dan untuk menghindari hal itu, kita justru harus percaya kepada kebenaran Jahweh.

Roma 9:13 mengatakan bahwa Jahweh mengasihi Yakub dan membenci Esau. Kepada mereka yang bersyukur atas kebenaran Jahweh, Jahweh memberikan anugerah pengampunan dosa, dan juga menjadikan mereka umatNya. Kita semua harus percaya kepada Jahweh dengan pemahaman akan kebenaranNya.

Kita harus belajar dan memahami firman kebenaran Jahweh yang diberikan kepada kita. Ketika seseorang ingin diselamatkan dari dosanya, ia harus terlebih dahulu menyadari kekurangan dan kelemahannya, dan juga kebenaran Jahweh. Kita harus mengerti dan dan percaya kepada kebenaranNya. Jahweh mengatakan bahwa hanya mereka yang tahu kalau dirinya terikat ke neraja saja yang membutuhkan kebenaranNya. Sangat penting untuk mengenal dosa-dosa kita kita dan menyadari bahwa karena dosa-dosa kita, wajah murka Jahweh yang akan menghukum kita di neraka tidak bisa dihindari.

Tetapi kita menerima di dalam hati kita Injil air dan Roh melalui baptisan Jahshua, kematianNya di kayu Salib dan kebangkitanNya, karena hanya yang mengenal kebenaran Jahweh yang bisa percaya kepada kebenaran ini. Ini karena anugerah Jahweh dan kasihNya bukan sesuatu yang bisa diperoleh dengan doa pertobatan atau hidup kesalehan, seperti yang dilakukan banyak orang beragama. Namun, pengampunan dosa diberikan Jahweh adalah bagi mereka yang meninggikan dan percaya kepada kebenaranNya.

Kita semua harus siap untuk percaya kepada Injil air dan Roh secara sukarela di dalam hati kita. Apakah anda ingin menerima kebenaran Jahweh? Kalau demikian akuilah di hadapan Jahweh dan dengan hukumNya kelemahan anda sendiri. Kenali bahwa karena dosa-dosa anda, anda ada di bawah murka Jahweh, dan bahwa anda membutuhkan kebenaranNya! Ketika anda percaya kepada Injil air dan Roh dan menerimanya ke dalam hati anda, kebenaran Jahweh akan menjadi milik anda. Anda harus mengenal kebenaran ini.



Pikiran orang yang tidak percaya kebenaran Jahweh kacau dan terkunci dalam kesia-siaan.


Jahweh mengatakan bahwa pikiran kita memang kacau sejak awal (Kejadian 1:2). Mengapa pikiran manusia kacau sejak awal? Karena malaikat yang jatuh yang melawan Jahweh menghambat manusia percaya kepada firman kebenaran Jahweh dengan membuat pikiran mereka kacau dan sia-sia. Inilah sebabnya dosa datang ke dalam hati manusia (Kejadian 3:1-8).

Alkitab mengatakan bahwa ada malaikat yang diciptakan Jahweh melawan Dia. Malaikat ini berusaha menduduki tahta Jahweh dengan kekuatan dan rancangannya, dan gagal dalam pemberontakannya, lalu dibuang dari kedudukannya yang mulia. Malaikat yang jatuh ini kemudian menarik dan menipi manusia, dan membuat mereka melawan Jahweh. Malaikat ini namanya Iblis. Malaikat yang penuh kesombongan ini masih percaya baik di dalam kehidupan orang percaya dan juga orang yang tidak percaya dalam segala macam cara yang penuh kesombongan dan pemberontahan. Dengan menipu manusia, ia melawan firman kebenaran Jahweh dan otoritasNya.

Iblis selalu berusaha berdusta sehingga manusia tidak bisa percaya kepada Injil air dan Roh. Dengan didustai oleh Iblis, banyak usaha yang tidak ada hasilnya berusaha untuk memantapkan kebenarannya sendiri. Ia membuat manusia jatuh ke dalam dosa, dan akibatnya, membuat mereka menjalani kehidupan dalam kekacauan dan kesia-siaan.



Pengampunan dosa dan kebenaran diberikan oleh Jahweh


Pembebasan dari dosa bagi manusia, yang sudah jatuh ke dalam dosa karena cobaan Iblis, tidak bersandar kepada keinginan seseorang atau kebenarannya sendiri. Namun, begitu banyak orang yang berusaha sekuat tenaga untuk lepas dari dosa mereka sementara melawan Jahweh tanpa menyadari kekurangannya sendiri. Jahweh menegur mereka yang mengejar kebenarannya sendiri, mereka yang berusaha mendapatkan kebenaran Jahweh dengan usaha mereka sendiri. Penebusan bukan untuk orang-orang yang begitu; hanya mereka yang tahu bahwa dirinya orang berdosa, dan yang percaya kepada Injil air dan Roh sajalah Jahweh memberikan kebenaranNya.

Kehendak kedaulatan Jahweh sangat berbeda hakekatnya dengan pemikiran manusia. Paulus mengatakan bahwa bagaimanapun baiknya seseorang dari luar dengan menunjukkan kehidupan keagamaan yang menonjol seperti hadir di gereja secara rajin, doa malam, doa fajar, berpuasa, persembahan, doa pertobatan dan lain-lain, ia tetap tidak akan bisa membersihkan dosa-dosanya sendiri.

Jahweh mengatakan bahwa pekerjaan hukum tidak bisa menebus kita dari segala dosa kita dan membuat kita orang benar di hadapan Jahweh. Seperti yang dikatakan ayat 32-33 pasal 9, “Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, seperti ada tertulis: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan.’”

Demikianlah, untuk menerima kebenaran Jahwehm kita harus percaya kepada baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib, yang melaluinya Jahshua menjadi korban persembahan antara Jahweh dengan manusia. Karena itu sangat penting bahwa anda memahami kalau anda harus membuang kebenaran anda sendiri untuk menerima kebenaran Jahweh. Kita tidak boleh menolak kebenaran Jahweh, yang diberikan secara cuma-cuma, sementara kita mengakui Jahshua sebagai Juruselamat kita.

 

Bahkan sekarang, banyak yang mengaku Tuhan Jahshua sebagai Juruselamat mereka masih menjadi orang berdosa karena mereka tidak percaya kepada Injil yang menyatakan kebenaran Jahweh. Manusia tidak bisa menerima kebenaran Jahweh dengan mengikuti hukumNya. Mereka yang percaya kepada firman kebenaran Jahweh harus menghentikan pengejaran mereka akan kebenarannya sendiri. Anda harus ingat bahwa Jahshua menjadi batu sandungan bagi mereka yang mengejar peebusan mereka dan kebenaran Jahweh dengan pekerjaan hukum.

Injil air dan Roh, yang diberikan Jahweh kepada kita, adalah kebenaran yang menebus mereka yang percaya kepada Jahshua Kristus sebagai Juruselamat mereka, dan itu harus ada di dalam diri semua orang yang mengejar kebenaran Jahweh. Yang sangat diperlukan bagi penebusan dan kehidupan kekal adalah iman kepada firman kebenaran Jahweh, yang dinyatakan melalui baptisan dan darah Jahshua di kayu Salib. Firman ini menyatakan kepada kita siapa di antara orang Kristen yang tidak bisa menerima pengampunan dosa, dan pada saat yang sama, mengajarkan kebenaran bahwa mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh akan menerima kebenaran Jahweh.

 

Iman yang benar, karena itu, membutuhkan pemahaman bahwa Jahweh tidak memutuskan untuk memilih sekelompok orang tanpa dasar dan membuang mereka ke neraka. Kalau memang Jahweh mengasihi beberapa orang sementara membenci yang lain secara sewenang-wenang, manusia tidak akan menghormati kebenaranNya.

Melalui Injil air dan Roh, Jahweh menetapkan hukum kebenaran penebusan untuk membebaskan semua orang berdosa dari dosa-dosa mereka, dan sudah memberikan kepada kita berkat mengenakan kasihNya. Semua orang harus membuang semua kebenarannya sendiri di hadapan Injil air dan Roh yang dikatakan oleh kebenaran Jahweh. Jahweh memberikan kebenaranNya hanya kepada mereka yang mempercayainya.

Jahweh tidak mengijinkan manusia menyelamatkan diri mereka dari dosa melalui kebenaran mereka sendiri. Tanpa percaya kepada Injil air dan Roh sebagai kebenaran Jahweh, tidak ada orang yang menerima kebenaran ini, meskipun ia mengaku beriman kepada Jahshua (Yohanes 3:1-8).

Baptisan yang diterima Jahshua dan darah yang dicurahkanNya di kayu Salib sudah menjadi kebenaran Jahweh. Inilah sebabnya Jahshua menjadi batu sandungan bagi mereka yang mengejar kebenarannya sendiri. Orang percaya kepada Jahshua, karena itu, harus sadar dan mengerti bahwa bahwa ketika mereka mengejar kebenarannya sendiri, mereka sedang menginjak-injak kebenaran Jahweh. Tidak ada orang berdosa yang bisa masuk ke dalam Gerbang Surga tanpa memiliki iman kepada kebenaran Jahweh. Kita yang percaya kepada Jahshua harus menerima pengampunan dari dosa-dosa kita dengan percaya kepada kebenaran Jahweh.

Jahshua Kristus, yang datang ke dunia ini, adalah Juruselamat dunia orang berdosa dan kebenaran Jahweh itu sendiri. Kita harus sungguh-sungguh percaya kepada kebenaran Jahweh ini, karena Jahshua sudah mengampuni dosa-dosa kita dengan FirmanNya dengan air dan Roh. Orang percaya kepada Jahshua harus percaya kepada baptisan yang diterimaNya dari Yohanes dan darahNya di kayu Salib sebagai kebenaran Jahweh. Hanya mereka yang percaya kepada firman air dan Roh yang tertulis yang bisa masuk ke dalam Surga.



Kita dikatakan akan terbagi menjadi bejana murka dan bejana belas kasihan


Tuhan mengatakan, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26). Kalau seseorang kehilangan kehidupan kekalnya, pencapaiannya di dunia ini akan sia-sia, tidak peduli apapun itu. Bahkan tidak ada gunanya seseorang menaklukan seluruh alam semesta ini, kalau ia tidak menerima kebenaran Jahweh dengan dengan percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu Salib.

Tidak pedulu berapa tingginya doktrin teologi seseorang berkembang, hanya dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang menggenapi kebenaran Jahweh seseorang bisa menerima dan percaya kepada kebenaran ini. Orang-orang yang percaya kepada Jahshua bisa dibebaskan dari dosa-dosa mereka hany ketika mereka menerima kebenaran Jahweh dengan percaya kepada hal ini.

 

Di jaman ini, sangat umum untuk melihat orang percaya yang, mengakui percaya kepada kebenaran Jahweh, merasa kecewa dengan dosa mereka dalam setiap pertemuan doa fajar. Mereka sebenarnya tidak percaya kepada kebenaran Jahweh, kita harus menyadari bahwa iman yang dianut oleh orang-orang yang tidak percaya kepada penebusan di dalam kebenaranNya tidak menyenangkan Jahweh, tetapi mmbuatNya murka. Karena mereka sudah melawan kebenaran Jahweh, mereka hanya bisa menjadi musuhNya.

Yohanes 3:5 mengatakan bahwa, “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Jahweh.” Inilah sebabnya anda harus menyelesaikan semua masalah dosa anda dengan percaya kepada Injil air dan Roh dan di dalam kebenaran Jahweh. Injil air dan Roh sudah menjadi kebenaran Jahweh dan bisa memberikan kepada anda pengampunan dosa dan kebenaranNya.

Kalau anda ingin memiliki iman yang akan membenarkan anda di dalam kebenaran Jahweh, anda harus mengikuti dan percaya kepada firman air dan Roh yang mengandung kebenaran ini. Anda juga harus menyadari bahwa, supaya hati anda dipenuhi dengan iman kepada kebenaran Jahweh, anda perlu membuang kebenaran anda sendiri. Yang dikatakan Paulus adalah bahwa orang Israel dan juga orang-orang non Yahudi harus membuang kebenaran mereka sendiri kalau mereka ingin menerima kebenaran Jahweh.

Jahweh memberikan anak kepada Abraham sebagai buah iman kepada kebenaran Jahweh. Kebenaran Jahweh muncul di dalam firman air dan Roh. Semua orang yang Perjanjian Lama firman kebenaran menjadi orang berdosa. Ribka, istri Ishak, mengandung anak kembar, dan sebelum mereka lahir, atau melakukan apa-apa, dikatakan bahwa “Yang tua akan melayani yang muda.” Dari bagian ini, beberapa orang menyimpulkan bahwa Jahweh bukan Jahweh yang adil, dan bahwa ini adalah kesimpulan yang salah.

Ini karena Jahweh sudah tahu masa depan Yakub dan Esau, bahkan ketika masih ada di dalam rahim Ribka. Rahasia kebenaran Jahweh tersembunyi di dalam Injil air dan Roh. Karena Esau adalah orang yang membanggakan kebaikannya sendiri, Jahweh melihat dia tidak memiliki hubungan apapun dengan kebenaranNya, dan inilah sebabnya Jahweh membenci Esau. Yakub, sebaliknya, adalah orang yang percaya kepada kebenaran Jahweh dan memberikan segala kemuliaan hanya bagi Dia; dan kemudian, Jahweh tidak bisa melakukan yang lain kecuali mengasihi dia.

Bahwa Jahweh mengasihi Yakub dan membenci Esau, dengan demikian, adalah keadilan yang didasarkan kepada kebenaran. Jahweh tidak menyukai orang-orang seperti Esau, yang membanggakan kekuatannya sendiri tanpa percaya kepada kebenaran Jahweh, tetapi Ia berkenan dan mengasihi orang-orang seperti Yakub, yang mengenal kelemahannya dan hanya percaya kepada kebenaranNya.

Manusia sering salah paham akan kebenaran Jahweh dengan mempertanyakan bagaimana Jahweh melakukan yang demikian kepada Ishak. Mereka berpikir bahwa kalau Jahweh mengasihi seseorang sementara membenci yang lain, pasti ada yang salah dengan Jahweh, dan mereka mungkin bahkan menolak untuk percaya kepada Jahshua karena mereka memikirkan dia sebagai Jahweh ketidakadilan.

 

Tetapi bagaimana bisa Jahweh tidak adil? Kalau seseorang berpikir Jahweh itu tidak adil, ini hanya menunjukan kenyataan bahwa ia tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai kebenaran Jahweh. Lebih lagi, sangat tepat kalau dikatakan bahwa mereka, dengan tidak percaya kepada kebenaran Jahweh, menutupi kebenaranNya dengan kebenaran manusia mereka yang menjadi kesalahan besar di hadapan Jahweh. Semua orang harus membuang kebenaran mereka di hadapan Jahweh dan percaya kepada firman Injil air dan Roh.

Inilah satu-satunya cara percaya kepada Firman penebusan yang mengandung kebenaran Jahweh. Bahwa Jahweh itu tidak adil itu hanyalah bayangan manusia sendiri, yang muncul karena ketidaktahuan mengenai jelasnya tujuan Jahweh, yang ditetapkan dalam rencana dan penentuanNya. Rencana kebenaran Jahweh adalah untuk menyatakan kebenaranNya di hadapan kita. Karenaja mengetahui masa depan anak kembar itu, Jahweh merencanakan sesuai dengan itu di dalam kebenaranNya dan menetapkan untuk mengasihi salah satu yang percaya.

 

Kita harus mengerti dan percaya kepada kebenaran Jahweh di dalam rencanaNya. Siapa, di antara Takub dan Esau, yang dipanggil oleh Jahweh? Tuhan mengatakan bahwa Ia “datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa.” Kebenaran Jahweh, dengan kata lain, memanggil orang-orang seperti Yakub. Mengenai Esau, dia tidak hanya tidak menanggapi panggilan kebenaran Jahweh, tetapi ia juga membanggakan kebenarannya sendiri. Inilah sebabnya Esau dibenci sementara Yakub menjadi orang yang menjawab panggilan kebenaran Jahweh.

Semua kebenaran Alkitabiah ini harus dimengerti di dalam iman yang mengenal dan percaya kepada kebenaran Jahweh. Kalau seseorang berusaha menyelesaikan teka-teki mengenai penentuan Jahweh tanpa pemahaman yang benar akan kasih kebenaran Jahweh, ia akan jatuh ke dalam perangkap yang dibuatnya sendiri, yang membawanya kepada kebinasaan.

Jahweh menetapkan penentuan untuk menyatakan kasih kebenaranNya. Yakub adalah orang yang mengenal kekurangannya ini dan percaya kepada firman kebenaran Jahweh. Bahwa Jahweh mengasihi Yakub sementara Ia membenci Esau itu memang adil. Di dalam pandangan Jahweh, semua orang layak menerima murkaNya, tetapi Ia menyediakan penebusanNya untuk semua yang percaya kepada kebenaranNya. Mereka yang mengenakan belas kasihan dhk adalah mereka yang tidak membanggakan kebenaran mereka sendiri, tetapi percaya kepada kebenaran Jahweh sebagai penebusan mereka. Mereka adalah orang-orang yang mengakui, “Aku layak dihukum ke neraka karena dosa-dosaku. Tuhan Jahweh, kasihanilah aku, dan ajar aku akan kebenaranMu.”

Jahweh memberikan pengampunan dosa hanya kepada mereka yang percaya kepada kasih kebenaran Jahweh, dan inilah rencana Jahweh untuk menjadikan kita anak-anakNya yang sudah dinyatakan kepada kita. Anda tidak boleh salah paham akan rencana Jahweh untuk mengasihi Yakub dan membenci Esau. Kalau, kebetulan, anda tidak memahami secara benar akan kebenaran Jahweh, maka inilah saatnya anda percaya lagi kepada kasih kebenaran Jahweh di dalam kebenaranNya.

 

Saya percaya kepada kebenaran Jahweh. Mereka yang bisa mengerti dengan benar akan kasih kebenaran Jahweh juga bisa percaya dengan benar akan Penyediaan kebenaran Jahweh di dalam kebenaranNya. Tetapi hanya sedikit di dunia ini yang memiliki pemahaman yang benar mengenai rencana kebenaran Jahweh dan percaya kepada hal itu, dan banyak yang dihinggapi kesalahpahaman akan Jahweh.

Orang-orang ini berpikir bahwa, karena Alkitab mengatakan bahwa Jahweh membenci Esau, ada orang-orang yang ditetapkan oleh Jahweh untuk secara sewenang-wenang dibenci olehNya, dan memang nasib mereka untuk dibenci Jahweh. Jahweh adalah hakim yang benar dan adil di dalam kebenaranNya. Jahweh ingin memberikan kepada kita masing-masing anugerah belas kasihan dan kasih kebenaranNya.

Jahweh ingin memberikan kepada kita kebenaranNya melaui Jahshua Kristus, dan Ia mengenakan kepada mereka yang percaya kepada kebenaranNya di dalam belas kasihanNya dan menjadikan mereka anak-anakNya.

Kebenaran ini dinyatakan di dalam Perjanjian Baru dalam Matius 9:12-13 dimana Jahshua mengatakan, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Mereka yang sehat tidak membutuhkan tabib dan bahkan mungkin menganggap mereka mengganggu. Sama seperti orang tidak menyadari pentingnya tabib kalau mereka sedang sehat, mereka juga tidak menyadari pentingnya menerima kebenaran Jahweh ke dalam hati mereka dengan mempercayainya. Tanpa mengerti kebenaran Jahweh, mereka sibuk mengejar kebenarannya sendiri.

Tetapi orang-orang berdosa harus membuang kebenarannya sendiri dan percaya kepada kebenaran Jahweh. Anda bisa menjadi Esau atau Yakub di hadapan Jahweh. Anda ingin menjadi seperti siapa? Pahala dan penghukuman Jahweh akan tergantung kepada keputusan anda apakah mau percaya kepada penebusan kebenaran Jahweh atau tidak.



Tidak ada yang salah dengan Jahweh


Semua orang pada dasarnya adalah makhluk yang bersaing. Beberapa di antaranya mungkin lebih pintar dan lebih berhasil dan beberapa melakukan lebih banyak kebaikan bagi orang lain. Tetapi tanpa pemahaman dan iman kepada kebenaran Jahweh, mereka tidak akan berkenan kepada Jahweh. Semua orang—anda dan saya, bahkan orang Israel, dikutuk untuk masuk neraka di hadapan Jahweh. Namun demikian, kita sudah dibenarkan, bukan oleh usaha kita sendiri, pekerjaan, atau kekuatan, tetapi hanya oleh iman kepada kebenaran Jahweh saja.

Karena Jahweh sudah tanpa pilih kasih dan adil memberikan kepada semua manusia kasih kebenaranNya, semua yang percaya kepada hal ini bisa dibebaskan dari segala dosa mereeka. Jahweh bukan Jahweh yang tidak adil, seperti yang mungkin anda pikirkan.

Apakah seseorang menerima berkat penebusan Jahweh atau tidak tergantung kepada keputusannya menerima atau menolaknya. Inilah sebabnya beberapa orang menhadi bejana murka sementara beberapa yang lain menjadi bejana belas kasihan. Yakub, lebih jelasnya, menjadi bejana belas kasihan, sementara Esau menjadi bejana murka.

Tetapi beberapa teolog yang tidak menerima Roh Kudus sering meremehkan Jahweh. Mereka berkata, “Lihat, tidakkah Jahweh yang membuat Firaun menjadi bejana murka? Perhatikan Yakub dan Esau! Perhatikan Ribka! Perhatikan apa yang dilakukan penjunan itu! Tidakkah Jahweh membuat seseorang menjadi bejana kemuliaan sejak awalnya? Ini hanya nasib saja!” Logika mereka demikian: beberapa orang sudah dipilih menjadi anak-anak Jahweh bahkan sebelum ia lahir; dan orang-orang yang demikian ditentukan dan dipilih untuk mengenakan kasih Jahweh dan menjadi anak-anakNya, sementara yang lainnya ditentukan untuk masuk neraka. Demikianlah pemilihan oleh Jahweh diserang. Tetapi Jahweh memberikan kebenaranNya kepada semua manusia, dan Ia tanpa belas kasihan memilih mereka yang mempercayainya.

Kita dibenarkan dengan percaya kepada kebenaran Jahweh, ketika, nyatanya, kita bukanlah umatNya sebelumnya. Jahweh bisa menerima iman kita karena kita dibenarkan dengan percaya kepada Injil air dan Roh melalui SabdaNya. Inilah kebenaran Injil yang menunjukkan kuasa Jahweh yang ajaib.

 

Sebenarnya, kita tidak memiliki Jahweh di dalam diri kita, dan semua berdosa, tetapi dengan percaya kepada kebenaran Jahweh kita menjadi umatNya. Injil air dan Roh, yang kepadanya kita percaya, bukan Injil yang tidak lengkap, tetapi Injil yang lengkap dan sempurna. Kita harus memuji Jahweh karena memberikan kebenaran kepada kita yang dengannya kita bisa menerima kebenaranNya.

Hidup kita mungkin penuh masalah, tetapi jangan pernah lupa akan kebenaran Jahweh karena Jahweh sudah mengajarkan kepada kita keajaiban kuasaNya. Orang yang paling berbahagia di dunia ini adalah orang yang mengenal kebenaran Jahweh. Kepada mereka yang percaya kepada Jahweh, Jahweh Tritunggal menjadi Bapa yang penuh belas kasihan. Ia juga Jahweh kudus kita. Ia menaruh iman kepada kebenaran Jahweh di dalam jiwa mereka yang mempercayainya. Kita menjadi anak-anak Jahweh dan penerima anugerah dan berkatNya dengan mengenal dan percaya kepada kebenaranNya.

Namun banyak orang masih dikuasai oleh dorongan untuk melakukan perbuatan baik. Memberi persembahan, melayani secara sukarela di gereja, memberi sumbangan yang besar kepada gereja untuk bersaing dengan orang lain—mungkin anda mengira semua itu perbuatan baik, tetapi semuanya tidak bisa dan tidak akan menyelamatkan anda. Memusatkan diri kepada pekerjaan itu saja tidak menandakan adanya iman anda kepada kebenaran Jahweh, tetapi tanda bahwa anda mengejar kebenaran anda sendiri. Mereka yang dikuasai oleh dorongan untuk berusaha dengan daging sendiri adalah sedang melawan Jahweh. Mereka yang tidak mengenal kebenaran Jahweh adalah orang-orang yang dikuasai dengan hal-hal kedagingan yang demikian.

 

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa keselamatan Jahweh tdai diberikan kepada mereka yang mengejarnya, tetapi hanya kepada mereka yang percaya kepada kebenaranNya. Kebenaran ini hanya bisa diterima dengan percaya kepada Jahweh kita yang penuh belas kasihan. Bukan pekerjaan kita yang membuat kita dikasihi Jahweh, tetapi hanya dengan percaya kepada kebenaranNya kita menerima kasih yang penuh belas kasihanNya. Inilah sebabnya iman yang benar tergantung sepenuhnya kepada apakah kita mengenal dan percaya kepada kebenaran Jahweh atau tidak.

Tidakkah kita memang tidak berguna sejak awal? Tetapi kemudian bukankah, karena iman kita kepada kebenaran Jahweh, kita menjadi sangat terhormat? Kita bisa memelihara iman kita sampai akhir dengan percaya kepada kebenaran Jahweh dan bermegah kepada kenyataan bahwa kita sekarang sudah menjadi anak-anak.

Banyak orang di dunia ini yang melakukan kejahatan dan mengatakan kalau tidak ada Jahweh, tetapi Jahweh berbelas kasihan kepada kita karena kita percaya kepada kebenaranNya. Kita sungguh-sungguh terhormat di hadapan Jahweh dan kemegahan kita akan Jahweh memang layak. Kita mungkin menghadapi banyak cobaan dan kesengsaraan sementara ada di dunia ini, tetapi kita semua secara rohani kaya dan berbahagia. Kita harus mengikuti kebenaran Jahweh dan memuliakan Jahshua.

Jahweh membuat semua orang berdosa menjadi anak-anakNya, tidak berdosa, benar dan sempurna di hadapan Jahweh. Kita harus menyadari kepada siapa kebenaran Jahweh datang. Kebenaran Jahweh ini sudah menutupi semua kekurangan kita dan membersihkan semua dosa-dosa kesalahan kita. Apakah kita percaya kepada kebenaran ini atau tidak sepenuhnya tergantung kepada anda. Anda, juga, sudah diselamatkan secara sempurna dari dosa-dosa anda dengan kebenaran Jahweh. Apakah, kemudian, yang akan anda lakukan? Apakah anda akan menunda keputusan anda sampai besok?

 

Kiranya kebenaran Jahweh menyertai anda.


Copyright © 2001 - 2019The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.