" Kowé padha olèh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Dengarkan Firman Wahyu Jahweh


< Wahyu 1:1–20 >

“Inilah wahyu Jahshua Kristus, yang dikaruniakan Jahweh kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba–hambaNya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikatNya yang diutusNya, Ia telah menyatakannya kepada hambaNya Yohanes. Yohanes telah bersaksi tentang firman Jahweh dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Jahshua Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata–kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya, dan dari Jahshua Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja–raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya ––dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam–imam bagi Jahweh, BapaNya, –– bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama–lamanya. Amin. Lihatlah, Ia datang dengan awan–awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. ‘Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Jahweh, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’ Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Jahshua, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Jahweh dan kesaksian yang diberikan oleh Jahshua. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya: ‘Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.’ Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah–tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api. Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar–sinar bagaikan matahari yang terik. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama–lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kananKu dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.”



Eksegese

Ayat 1: “Inilah wahyu Jahshua Kristus, yang dikaruniakan Jahweh kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba–hambaNya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikatNya yang diutusNya, Ia telah menyatakannya kepada hambaNya Yohanes.”

Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes, yang menuliskan Wahyu Jahshua Kristus yang dinyatakan kepadanya ketika ia berada di Patmos, sebuah pulau di Laut Aegea yang adalah tempat pembuangannya yang terjadi pada masa penurunan dari pemerintahan Kaisar Domitianus dari Roma (sekitar tahun 95 M). Yohanes dibuang ke Pulau Patmos karena ia memberi kesaksian akan firman Jahweh dan kesaksian mengenai Jahshua, dan di pulau inilah Yohanes melihat hadirat Jahweh dinyatakan oleh Jahshua Kristus melalui pengilhaman dari Roh Suci dan para malaikatNya.

Apakah “Wahyu Jahshua Kristus” ini? Yang dimaksud dengan Wahyu Jahshua Kristus adalah, Jahweh akan menyatakan kepada kita, melalui wakilNya Jahshua Kristus, mengenai apa yang akan terjadi di dalam dunia ini dan Kratonéng Swarga di masa yang akan datang. Siapa sebenarnya hakekat dasar dari Jahshua Kristus ini? Ia adalah Jahweh Pencipta dan Juruslamet yang sudah menyelamatkan manusia dari segala dosa dunia.

Jahshua adalah Jahweh Kerajaan yang Baru yang akan datang, pemberi pernyataan yang menunjukkan kepada kita segala sesuatu mengenai datangnya dunia yang baru itu, dan yang mewakili kehadiran Jahweh Bapa. Di sepanjang Firman Wahyu yang ditulis oleh Yohanes, kita bisa melihat bagaimana Jahshua akan mengakhiri dunia yang lama dan membuka dunia yang baru.


Ayat 2: “ohanes telah bersaksi tentang firman Jahweh dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Jahshua Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.”

Yohanes bisa memberikan kesaksian mengenai Firman kebenaran yang dilihatnya mengenai apa yang akan dilakukan Jahshua sebagai wakil keberadaan Jahweh Bapa. Yohanes melihat dan mendengar apa yang akan digenapi oleh Jahshua Kristus, dan karena itu, ia member kesaksian untuk semua hal itu.


Ayat 3: “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata–kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

Dikatakan disini bahwa orang–orang yang berbahagia adalah orang–orang yang membaca Firman Jahweh yang disaksikan oleh Yohanes. Siapakah yang berbahagia? Yang pertama dan terutama, mereka adalah orang–orang yang percaya yang sudah menjadi umat Jahweh dengan dibebaskan dari segala dosa mereka melalui iman mereka kepada Firman Jahweh. Hanya orang–orang kudus bisa berbahagia karena merekalah yang membaca, mendengar, dan menyimpan kesaksian Firman Jahweh—segala sesuatu yang datang melalui Jahshua Kristus—yang ditulis oleh Yohanes. Mereka yang menjadi orang kudus Jahweh dengan cara ini akan menerima kebahagiaan Surgawi karena mendengar Firman Jahweh dan memelihara iman mereka kepadaNya.

Kalau Jahweh tidak memberitahukan kepada kita, melalui Yohanes, rahasia kebenaran dari semua yang akan terjadi di bumi dan di Surga, bagaimana orang–orang kudus bisa mendengar dan melihatnya? Bagaimana mereka bisa menerima kebahagian karena mengerti sebelumnya dan percaya bahwa semua perubahan dunia ini sedang terjadi? Saya mengucap syukur dan memberi kemuliaan kepada Jahweh yang menunjukkan melalui Yohanes semua yang menantikan kita di bumi dan di surga. Di masa ini, berbahagialah mereka yang bisa melihat dan membaca sendiri Firman Wahyu Jahweh melalui Jahshua Kristus.


Ayat 4: “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya,”

Yohanes mengatakan di sini bahwa ia mengirimkan surat kepada ketujuh jemaat yang ada di Adia. Setelah menulis semua nubuat dan Wahyu yang diberikan Jahweh kepadanya dalam masa pembuangannya di Pulau Patmos, yomengirimkannya ke tujuh jemaat di Adia, dan juga ke semua jemaat Jahweh di seluruh dunia.


Ayat 5: “dan dari Jahshua Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja–raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya,”

Mengapa Yohanes menyebut Jahshua “Saksi yang setia”? Tuhan kita datang ke dunia ini dan dibaptiskan oleh Yohanes untuk membebaskan mereka yang ada di dalam dosa dan yang terikat di dalam kebinasaan. Melalui baptisanNya Jahshua menangggung segala dosa dunia sekaligus, mencurahkan darahNya di kayu Salib untuk membayar upah dosa itu dengan hidupNya, dan bangkit kembali dari kematian pada hari yang ketiga—semua itu untuk menye orang berdosa dan menyucikan mereka dari segala dosa mereka. Karena hanya Jahshua sendiri yang membebaskan semua orang berdosa di dunia ini dari dosa–dosa mereka, Kristus adalah saksi hidup dari keselamatan itu.

Yang dimaksud “yang pertama bangkit dari antara orang mati,” oleh Yohanes adalah bahwa Jahshua menjadi buah sulung dengan datang ke dunia ini dan menggenapi segala peraturan Taurat—membayar, dengan kata lain, upah dosa—dengan menanggung segala dosa dengan baptisanNya, mati di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian. Dan karena Kristus “yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya,” Jahweh membebaskan orang–orang yang percaya kepada Injil air dan Roh dari dosa–dosa mereka.


Ayat 6: “dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam–imam bagi Jahweh, BapaNya, –– bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama–lamanya. Amin.”

Sebagai wakil keberadaan Jahweh Bapa, Jahshua datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan menyelamatkan orang berdosa dengan baptisan dan darahNya di kayu Salib. Dengan tindakan anugerah ini, Kristus menyucikan kita dan menjadikan kita umat dan imam–imam Jahweh. Bagi Bapa yang sudah memberikan kepada kita segala berkat anugerah yang ajaib, dan kepada Anak yang adalah wakilNya dan Juruslamet kita, kiranya segala kemuliaan, pujian, dan ucapan syukur diberikan selama–lamanya! Tujuan inkarnasi Kristus adalah untuk menjadikan kita sebagai umat dan imam di dalam Kerajaan Jahweh bagi Bapa. Kita sudah menjadi “raja,” dengan kata lain, dari Kerajaan Surga dimana kita akan diam selamanya dengan Jahweh.


Ayat 7: “Lihatlah, Ia datang dengan awan–awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.”

Dikatakan di sini bahwa Kristus akan datang dengan awan–awan, dan saya sangat percaya kepada hal ini. Ini bukan sekedar kisah fiksi–ilmiah saja. Ini adalah nubuat bahwa Jahshua Kristus memang akan kembali ke dunia ini dari Surga. Dikatakan di sini bahwa bahkan mereka “yang telah menikam Dia” akan melihat Dia. Siapa mereka itu? Mereka adalah orang–orang yang menganggap Firman air dan Roh hanya sekedar salah satu doktrin agama di dunia ini semata, meskipun Firman ini memiliki kuasa untuk menyelamatkan mereka semua.

Ketika Kristus kembali, mereka yang menikam Dia dalam ketidakpercayaan mereka pastilah akan meratap. Mereka akan menangis dan berduka, karena saat itu mereka menyadari bahwa Injil air dan Roh memang Injil penebus dan pembebasan dari dosa–dosa mereka, dan bahwa Jahshua memang dibaptiskan oleh Yohanes untuk menanggung segala dosa dunia, tetapi sudah terlambat bagi mereka.


Ayat 8: “‘Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Jahweh,’ ‘yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”

Yang dimaksud “Alfa dan Omega” oleh Yohanes adalah bahwa Tuhan kita adalah Jahweh penghakiman yang dariNya awal dan akhir dari dunia ini serta sejarah manusia berasal. Tuhan akan kembali untuk memberi upah kepada mereka yang benar dan menghukum orang berdosa. Ia adalah Jahweh yang Mahakuasa yang akan menghakimi dosa–dosa manusia dan memberi upah atas kebenaran mereka yang percaya kepada kebenaranNya.


Ayat 9–10: “Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Jahshua, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Jahweh dan kesaksian yang diberikan oleh Jahshua. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,”

Kata “saudara” dipakai ketika orang percaya memanggil sesama orang percaya. Dalam gereja Jahweh yang sudah dilahirkan kembali, mereka yang sudah menjadi keluarga dengan percaya kepada Injil air dan Roh akan saling memanggil sesamanya sebagai saudara atau saudari, dan sebutan itu diberikan kepada kita oleh iman kita kepada Injil banyu lan Roh.

Kata “hari Tuhan” disini menunjuk kepada hari setelah hari Sabat, ketika Jahshua bangkut dari kematian. Di hari inilah Jahshua bangkit, dan inilah sebabnya maka kita menyebut hari Minggu sebagai “hari Tuhan.” Hari ini menjadi tanda yang mengakhiri berlakunya masa Taurat dan mulai berlakunya masa baru keselamatan. Juga, dengan kebangkitanNya, Tuhan kita mengatakan bahwa KerajaanNya bukanlah dari dunia ini.


Ayat 11: “katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.”

Yohanes menuliskan apa yang dilihatnya melalui Wahyu Jahshua Kristus dan mengirimkannya sebagai surat kepada ketujuh jemaat yang ada di Asia. Di sini mengatakan behawa Jahweh berkata kepada seluruh Gereja melalui hamba–hambaNya yang berjalan di depan kita.


Ayat 12: “Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.”

Karena Alkitab Jahweh belum lengkap tersusun pada jaman para rasul, ada kepentingan untuk mengadakan tanda–tanda dan penglihatan kepada para murid. Ketika Yohanes berpaling untuk melihat suara Jahweh, Ia melihat “tujuh kaki dian emas.” Kaki dian di sini melambangkan gereja Jahweh, berkumpulnya orang–orang kudus yang percaya kepada kepada Wahyu dan Injil air dan Roh. Jahweh adalah Tuhan atas ketujuh jemaat di Asia, dan Ia adalah memang Gembala yang memperhatikan semua orang–orang kudusNya.


Ayat 13: “Dan di tengah–tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.”

“Seorang serupa Anak Manusia,” yang dilihat Yohanes “di tengah–tengah kaki dian,” menunjuk kepada Jahshua Kristus. Sebagai Gembala orang–orang kudus, Jahshua mengunjungi dan berbicara kepada mereka yang percaya kepada Firman kebenaran baptisan dan salibanNya. Yohanes menjelaskan mengenai Kristus yang “berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas” yang melambangkan status Tuhan kita sebagai wakil dari Jahweh Bapa.


Ayat 14: “Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api.”

Tuhan kita sangat kudus, agung, dan mulia. “MataNya bagaikan nyala api” artinya bahwa Dia, sebagai Jahweh yang Mahakuasa, adalah Hakim yang adil untuk semua.


Ayat 15: “Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah.”

Siapakah Jahshua menurut kita? Orang–orang kudus percaya bahwa Ia adalah Jahweh yang sempurna dan lengkap. Tuhan kita Mahakuasa dan tidak memiliki kelemahan apapun. Tetapi karena Ia pernah mengalami kelemahan kita ketika hidup di dunia ini, Ia dengan sangat jelas mengerti keadaan dan kondisi kita, dan bisa menolong kita dengan sangat baik. Bahwa suaraNya bagaikan desau air bah menunjukkan betapa kudus dan Mahakuasa Tuhan kita itu. Tidak ada sedikitpun tanda–tanda ketidaksempurnaan atau kelemahan di dalam diri Tuhan kita, dan Ia hanya dipenuhi dengan kekudusan, kasih, kemuliaan dan kehormatanNya.


Ayat 16: “Dan di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar–sinar bagaikan matahari yang terik.”

Bahwa “di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang” berarti bahwa Tuhan memelihara gereja Jahweh. “Sebilah pedang tajam bermata dua” dari mulutNya, di lain pihak, melambangkan bahwa Jahshua adalah Jahweh yang Mahakuasa yang bekerja dengan Firman kedaulatan dan kuasa Jahweh. “Bersinar–sinar bagaikan matahari yang terik,” Tuhan kita adalah Jahweh Firman, yang Mahakuasa.


Ayat 17: “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,’”

Ayat ini menunjukkan betapa lemah dan gelapnya kita di hadapan kekudusan Jahweh. Tuhan kita selalu mahakuasa dan sempurna, dan Ia menyatakan diriNya kepada para hamba Jahweh kadangkala sebagai sahabat, dan di lain pihak sebagai Jahweh yang melakukan penghukuman yang adil.


Ayat 18: “dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama–lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.”

Tuhan kita hidup selamanya dan memiliki kedaulatan Surga sebagai wakil Jahweh Bapa. Sebagai Juruslamet dan Hakimumat manusia, Ia adalah Jahweh yang memiliki kedaulatan atas kehidupan dan kematian kekal.


Ayat 19: “Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.”

Hamba Jahweh memiliki tanggungjawab untuk menuliskan tujuan dan pekerjaan Jahweh, baik untuk masa sekarang dan juga untuk masa yang akan datang. Tuhan dengan ini mengatakan kepada Yohanes untuk menyebarkan dengan iman apa yang dinyatakan Jahweh kepadanya, iman dari gereja Jahweh yang akan bisa memperoleh kehidupan kekal, dan segala sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan dayang. Inilah yang sudah diperintahkan Jahweh, melalui Yohanes, untuk kita lakukan.


Ayat 20: “Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kananKu dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.”

Ingin tahu lebih banyak tentang kitab Wahyu? Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis tentang kitab Wahyu.

Apakah “rahasia ketujuh bintang?” Itu adalah bahwa Jahweh akan membangun KerajaanNyadengan menjadikan kita sebagai umatNya melalui hamba–hambaNya. “Ketujuh kaki dian emas” melambangkan gereja Jahweh yang dibangun melalui orang–orang kudus yang percaya kepada Injil air dan Roh uang diberikan Jahweh kepada semua manusia.

Melalui hamba–hamba dan gereja–gerejaNya, Jahweh menunjukkan kepada orang percaya apa tujuanNya dan apa yang akan terjadi kepada dunia ini di masa yang akan datang. Melalui Firman Wahyu yang ditunjukanNya kepada Yohanes dan yang dipernitahkanNya untuk dicatat, kita, juga, akan segera melihat pekerjaanNya dengan mata kita sendiri. Saya berterimakasih dan memuji Jahweh karena penyediaan ilahiNya yang sudah menyatajan segala sesuatu yang akan datang untuk terjadi di dunia ini.

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.