" Kowé padha olčh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Surat Kepada Jemaat Sardis


< Wahyu 3:1-6 >

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Jahweh dan ketujuh bintang itu: ‘Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan JahwehKu. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan BapaKu dan di hadapan para malaikatNya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.’”



Eksegese

Ayat 1: “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Jahweh dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”

Tuhan memiliki ketujuh Roh Jahweh dan ketujuh bintang. Jemaat Sardis memiliki banyak kekurangan di dalam kehidupan iman mereka. Karena itu Jahweh memperingatkan supaya mereka hidup oleh iman. Jahweh mengatakan di sini kepada pelayan jemaat Sardis, “engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati.” Dengan perkataan ini, Jahweh mengatakan bahwa iman pelayan Jemaat Sardis adalah mati untuk semua tujuan praktis.


Ayat 2: “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Jahweh.”

Tuhan tidak lagi mengijinkan malaikat Jemaat Sardis untuk meneruskan kelemahan iman mereka. Ia mencela jemaat ini karena mereka sudah hidup tanpa iman yang penuh kepada firman Jahweh. Kalau orang-orang kudus tidak menjalani kehidupan mereka dengan sepenuh hati percaya kepada firman Jahweh yang tertulis sama saja dengan melakukan dosa di hadapan Jahweh.

Bahkan meskipun lemah, kalau orang-orang kudus hidup oleh iman kepada firman Jahweh, mereka akan ditinggikan di hadapan Jahweh dan manusia. Untuk bisa menjadi orang-orang kudus yang demikian, kita harus menjalani kehidupan kita dengan kesetiaan percaya kepada dan mengikuti firman Jahweh yang sudah menjadi kehidupan orang-orang kudus sempurna.


Ayat 3: “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”

Orang-orang kudus dan pelayan Jemaat Sardis harus membayar pengorbanan yang tidak terhitung untuk mendengar dan memelihara Injil air dan Roh. Karena itu Tuhan mengingatkan supaya mereka tidak kehilangan iman mereka kepada Injil air dan Roh yang sangat berharga ini, Injil yang sudah diperoleh dengan pengorbanan yang demikian banyak dan bahkan dengan hidup mereka sendiri. Orang-orang percaya harus dengan jelas menunjukkan iman mereka dan perbuatannya kepada Jahweh dengan berpegang teguh kepada Injil keselamatan sempurna dari air dan Roh ini.

Mereka yang sudah diselamatkan harus ingat bagaimana mereka ketika pertama kali mendengar dan percaya kepada Injil air dan Roh, menjalani kehidupan yang penuh syukur atas anugerah keselamatan. Orang-orang kudus yang dilahirkan kembali serta hamba Jahweh harus selalu ingat akan betapa agung dan indahnya Injil yang mereka terima dari Jahweh itu. Kalau tidak, mereka kemudian akan tergolong kepada orang-orang bodoh, yang tidak tahu saat Tuhan akan datang kembali ke dunia ini.


Ayat 4: “Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.”

Bagaimanapun, Tuhan mengatakan kepada kita di sini bahwa Jemaat Sardis juga memiliki beberapa orang percaya yang, tanpa mengotori pakaian mereka, berpegang teguh kepada iman mereka. Tuhan juga mengatakan bahwa orang-orang kudus yang setia ini akan hidup sebagai hamba Jahweh, yang, dengan mengenakan kebenaranNya, akan berjalan dengan Tuhan. Mereka bisa berjalan dengan Tuhan karena mereka layak berjalan dengan Dia.

Orang-orang kudus yang imannya diterima Jahweh mengikuti Tuhan kemana saja Ia memimpin mereka. Kenyataan bahwa mereka tidak mengotori pakaian mereka berarti bahwa mereka tidak, ketika percaya kepada firman Jahweh, menyerah kepada perkara-perkara dunia. Mereka yang sudah mengenakan pakaian kebenaran dengan Injil air dan Roh yang diberikan Jahweh berpegang teguh kepada FirmanNya dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Mereka membuat, dengan kata lain, garis pembatas yang memisahkan diri mereka dari para nabi palsu.

Mereka yang mengenakan pakaian putih ketika percaya kepada Injil Tuhan berjuang bagi InjilNya dan menghidupi kehidupan di dunia ini yang berjalan dengan Dia. Inilah sebabnya Tuhan selalu menyertai mereka, karena mereka senantiasa mengikuti Dia dengan percaya kepada FirmanNya.


Ayat 5: “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan BapaKu dan di hadapan para malaikatNya.”

Mereka yang menang atas dunia di dalam firman Jahweh akan hidup kekal, mengenakan pakaian kebenaran Jahweh sebagai orang-orang kudusNya dan melayani pekerjaan Tuhan. Tuhan juga akan menerima iman mereka dan menuliskan nama mereka di dalam Kitab Kehidupan, dan nama-nama itu tidak akan pernah bisa dihapuskan sampai selamanya.

Ingin tahu lebih banyak tentang kitab Wahyu? Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis tentang kitab Wahyu.

Firman janji Tuhan kita mengatakan bahwa mereka yang memiliki iman yang sejati pasti akan menang atas pergumulan iman melawan musuh-musuh Jahweh. “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian.” Pakaian putih di sini berarti kemenangan di dalam perjuangan iman melawan musuh-musuh Jahweh. Para pemenang iman akan diberi berkat dimana nama mereka tidak akan pernah dihapuskan dari Kitab Kehidupan sampai selamanya. Dan nama mereka juga akan dituliskan di Yerusalem Baru. “Aku akan mengaku namanya di hadapan BapaKu dan di hadapan para malaikatNya.” Yang disebut “mengaku” di sini, berarti bahwa Tuhan akan menerima iman mereka.


Ayat 6: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Mereka yang memiliki iman yang benar akan senantiasa mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus kepada mereka melalui gerejaNya. Dengan demikian, mereka hidup dengan Jahweh, dan selalu dituntun oleh Roh Kudus.

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.