" Kowé padha olèh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Pujian dari Para Martir Yang Dibangkitkan dan Diangkat

 

< Wahyu 14:1-20 >

“Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis namaNya dan nama BapaNya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Jahweh dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Jahweh dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakimanNya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.” Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Jahweh, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.” Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Jahweh dan iman kepada Jahshua. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepalaNya dan sebilah sabit tajam di tanganNya. Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: “Ayunkanlah sabitMu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.” Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabitNya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah. Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.” Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Jahweh. Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.”



Eksegese


Ayat 1: Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis namaNya dan nama BapaNya.

Ini adalah mengenai orang-orang kudus yang dilahirkan kembali, yang dibangkitkan dan diangkat setelah kemartiran oleh Antikristus, memuji Tuhan di Surga. Orang-orang kudus yang menjadi martir karena Antikristus dan orang-orang kudus yang tidur saat itu sudah ada di Surga, memuji Tuhan dengan nyanyian baru. Di dalam ayat 4 kita melihat bahwa 144.000 orang menyanyikan lagu baru ini. Mungkin anda berpikir, kemudian, apakah orang-orang yang diangkat jumlahnya hanya 144.000 orang saja. Tetapi bilangan 14 di sini berarti bahwa segala sesuatu sudah diubahkan (Matius 1:17).

Kita harus memahami bahwa setelah kemartiran dan pengangkatan orang-orang kudus, Tuhan akan mengubah dunia yang sekarang ini menjadi dunia yang sama sekali baru. Menggantikan dunia ini, Tuhan kita akan membangun dunia baru di mana di dalamnya Ia akan berdiam bersama umatNya. Inilah kehendak dari sang Pencipta.

Orang-orang yang memuji Tuhan di Surga adalah orang-orang yang sudah menjadi orang-orang kudus dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan Kristus ketika ada di dunia ini. Dengan demikian, di dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan Bapa, karena mereka sekarang menjadi miliki Kristus.

 

Ayat 2: Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya

Orang-orang kudus di Surga adalah mereka yang menjadi martir untuk mempertahankan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan dan iman mereka kepada kenyataan bahwa Tuhan sajalah Jahweh mereka, dan yang kemudian dibangkitkan. Karena tubuh mereka dibangkitkan dan mereka diangkat oleh kuasa Tuhan, mereka memuji Dia di dalam Surga bagi keselamatan dan berkatNya yang memberikan kepada mereka kedaulatan. Suara pujian yang mereka naikan adalah seindah bunyi aliran air, dan semegah bunyi guruh. Mereka semua sudah diselamatkan secara kekal dari segala dosa mereka melalui penebusan ayas dosa-dosa mereka dengan percaya, ketika masih di dunia ini, kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan.

 

Ayat 3: Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu

144.000 orang di sini menunjuk kepada orang-orang kudus yang diangkat. Di dalam Alkitab, bilangan 14 berarti perubahan yang baru. Orang-orang yang bisa memuji Tuhan dengan nyanyian baru di dalam Surga adalah orang-orang yang sudah diubahkan ketika masih di dunia ini dengan menerima pengampunan dosa dan dilahirkan kembali melalui iman mereka kepada Injil air dan Roh. Inilah sebabnya Tuhan mengatakan bahwa jumlahnya ada 144.000 orang.

Selain dari mereka, tidak ada seorangpun yang bisa memuji Tuhan untuk berkat penebusanNya melalui Injil air dan Roh. Tuhan kita dengan itu dipuji oleh mereka yang dosanya sudah diampuni dengan percaya kepada Injil air dan Roh dan yang sudah menerima Roh Kudus sebagai karunia bagi mereka.

 

Ayat 4: Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Jahweh dan bagi Anak Domba itu .

Orang-orang kudus adalah orang-orang yang tidak mencemarkan iman mereka dengan kuasa atau agama duniawi. Ada banyak orang di dunia ini yang bisa dengan mudah mengubah iman mereka. Tetapi orang-orang yang sudah menjadi orang-orang kudus dengan percaya kepada baptisan Tuhan dan darahNya di Kayu Salib, dan dengan itu sudah menerima pengampunan dosa, iman mereka tidak akan bisa berubah untuk apapun yang ada di dunia ini.

Orang-orang kudus yang naik ke Surga dan memuji Tuhan adalah orang-orang yang tidak berubah dalam memelihara Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan dan mempertahankan iman mereka. Dengan demikian, orang-orang yang bisa memuji Tuhan di dalam Kerajaan Surga adalah orang-orang yang dibangkitkan oleh Tuhan karena iman mereka kepada Injil air dan Roh.

Di tengah ayat 4 ada tertulis, “Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.” Anda harus menyadari bahwa mereka yang sudah dibasuh dari segala dosanya sekaligus melalui Injil air dan Roh harus, setelah dilahirkan kembali, mengikuti Tuhan kemana saja Ia memimpin mereka. Karena mereka sudah menerima pengampunan dosa mereka, di dalam hati mereka ada keinginan untuk mengikuti Tuhan di dalam sukacita kemana saja Ia memimpin mereka. Di akhir jaman, mereka kemudian akan memuji Tuhan di dalam Surga, sesudah menjadi martir karena Antikristus dengan iman mereka, dan dibangkitkan serta diangkat oleh Tuhan.

Juga ada tertulis, “Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Jahweh dan bagi Anak Domba itu.” Dari antara orang-orang hidup yang tidak terhitung banyaknya di dunia ini, hanya sekelompok kecil yang sudah diselamatkan dari dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan. Ini adalah sebabnya Tuhan mengatakan di dalam Yeremia 3:14, “Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.” Orang-orang yang sudah bertemu dengan Injil air dan Roh dan menerima pengampunan dosa hanyalah sedikit saja.

Karena mereka menjadi milik Anak Domba, mereka akan menjadi orang-orang yang menerima buah sulung kebangkitan, yang diangkat oleh kuasa Tuhan, dan yang memuji Kristus selamanya, sebagaimana yang dijanjikan Tuhan. Di dunia ini, juga, mereka adalah orang-orang yang mengikuti Tuhan kemana saja Ia memimpin mereka. Semua itu adalah karena anugerah dan kuasa Jahweh.

 

Ayat 5: Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela

Mereka yang sudah dilahirkan kembali denan percaya kepada air dan Roh bisa memberitakan Injil yang benar ini dengan mulut mereka. Sementara ada banyak orang di jaman ini yang memberitakan Injil dengan cara mereka sendiri, adalah benar juga bahwa hanya sedikit saja di antara mereka yang sungguh-sungguh mengabarkan Injil air dan Roh.

Orang-orang yang memberitakan hanya darah Jahshua di Kayu Salib tidak mengabarkan Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan. Mengapa? Karena tidak ada Injil lain kecuali Injil air dan Roh yang adalah Injil yang benar dari Alkitab. Karena segala dosa di dalam hati orang-orang benar sudah diangkat dengan Firman Injil yang benar, mereka bisa memberitakan Injil dengan mulut mereka dengan penuh keyakinan.

 

Ayat 6-7: Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Jahweh dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakimanNya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

Orang-orang kudus yang dilahirkan kembali harus terus mengabarkan Injil air dan Roh di dunia ini. Pekerjaan mengabarkan Injil air dan Roh ini, karena itu, harus diteruskan di dunia ini sampai hari pengangkatan orang-orang kudus.

Hanya orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh akan menjadi martir oleh Antikristus untuk mempertahankan iman mereka, dan mereka saja yang kemudian akan diangkat ke dalam Kerajaan Surga. Semua manusia haruslah taat kepad Jahweh, percaya kepada Injil air dan Roh, dan dengan itu menerima pengampunan dosa serta Roh Kudus sebagai karunia. Kalau orang-orang Kristen jaman ini tidak bisa percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuha dengan penuh syukur, iman mereka kepada Jahshua akan menjadi sia-sia saja.

Dia yang bisa menciptakan alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya tidak lain adalah Jahshua Kristus. Karena itu, manusia harus mengakui Jahshua Kristus sebagai Jahweh mereka yang mnciptakan mereka dan memberikan kepada mereka keselamatan mereka dengan pengampunan dosa dariNya, dan dengan itu menyembah Dia dengan benar, karena dengan tanganNya segala sesuatu diciptakan dan disempurnakan. Dengan percaya kepada Injil air dan RohNya di dalam hati mereka, semua manusia bisa diampuni dari segala dosa mereka dan menerima berkat memiliki Roh Kudus sebagai karunia bagi mereka.

Dunia ini sekarang harus mempersiapkan penghukuman yang akan Jahshua Kristus turunkan kepada mereka yang melawan Jahweh. Kita harus, tentu saja, juga mempersiapkan iman kita untuk dengan segera diangkat oleh Tuhan, karena hari penghukuman Jahweh sudah dekat dengan kita. Jalan untuk mempersiapkan bagi pengangkatan adalah dengan percaya kepada Firman Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan. Mengapa? Karena hanya dengan percaya kepada Injil air dan Roh, seseorang bisa menerima Roh Kudus, dan, ketika akhir jaman tiba, mereka akan mengenakan kemuliaan diangkat ke angkasa oleh Tuhan di dalam pengangkatan mereka.

Secepat mungkin, semua orang berdosa dengan demikian harus percaya kepada Jahshua Kristus sebagai Jahweh pencipta dan keselamatan, dan menyembah Dia dengan benar. Mereka harus menerima Injil air dan Roh ke dalam hati mereka, dan kemudian menerima karunia penebusanNya serta Roh Kudus sebagai karunia mereka. Orang-orang yang menyembah Jahweh menerima ke dalam hati mereka Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan dan tidak akan menolaknya, karena dengan cara inilah mereka bisa menyembah Jahweh.

 

Ayat 8: Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya”.

Dunia ini akan dilenyapkan dengan penghukuman yang mengerikan dari Jahshua Kristus. Karena agamanya dibuat berdasarkan apa yang sebenarnya pengajaran keliru, hal itu juga akan dibinasakan oleh Jahweh. Agama-agama duniawi sudah membuat manusia lebih mengikuti dunia dibandingkan dengan mengikuti Jahweh sendiri, dan menggunakan mereka sebagai alat untuk melawan Jahweh. Dunia ini dengan demikian dihancurkan, karena manusianya sudah meninggalkan Jahweh dan memiliki hawa nafsu akan agama-agam duniawi yang demikian.

Bahwa mereka mengikuti agama-agama duniawi berarti bahwa mereka mengikuti ilah-ilah palsu, roh-roh jahat. Jahweh kemudian akan membinasakan dunia ini di dalam murkaNya. Semua yang ada di dunia ini dan semua agama keliru di dalamnya akan diruntuhkan oleh Jahweh, dan akan meminum anggur murka dari Jahweh. Dengan demikian, orang-orang yang melawan Jahweh, dan juga roh-roh jahat yang hidup seperti parasit yang menempel di agama-agama duniawi, akan dijatuhkan oleh malapetaka dari Jahweh dan dilemparkan ke dalam neraka yang kekal.

 

Ayat 9-10: Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Jahweh, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.”

Jahweh memperingatkan semua orang di sini, dengan mengatakan bahwa siapa saja menyembah Binatang itu dan patungnya, atau menerima tandanya di tangan kanan atau dahinya, ia akan menerima penghukuman neraka. Ketika bekerja melalui banyak orang, Iblis akan memaksa semua manusia untuk menyembah patung yang dibuat serupa dengan gambar Antikristus itu, tetapi orang-orang yang dilahirkan kembali akan berperang melawan Antikristus dan menjadi martir untuk mempertahankan iman mereka. Orang-orang kudus yang dilahirkan kembali harus, untuk mempertahankan iman mereka, berdiri melawan Antikristus dan menjadi martir.

Kalau seseorang, yang menyerah kepada Antikristus, tunduk menyembah patungnya dan menerima tanda nama atau bilangannya, ia akan mengumpulkan murka Jahweh yang akan melemparkan dia kepada lautan api dan belerang. Ketika masa Kesengsaraan tiba, orang-orang kudus haru berdoa kepada Jahweh, mempertahankan iman mereka kepada Tuhan, dan menempatkan pengharapan mereka di dalam KerajaanNya. Dan dengan percaya kepada Jahshua Kristus, mereka harus berdiri melawan Antikristus dan mempertahankan iman mereka, bergabung di dalam kemartiran, kebangkitan, dan pengangkatan, dan dengan itu menerima berkat besar berdiam dengan Tuhan di dalam KerajaanNya.

 

Ayat 11: Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.

Mereka yeng menyembah Iblis sebagai Jahweh akan diberi malapetakaNya dan siksaan neraka kekal yang menyakitkan. Siapa saja yang menyerah kepada Antikristus di akhir jaman dan menyembah patungnya sebagai Jahweh akan disiksan di lautan api dan belerang yang dipenuhi dengan murka Jahweh. Kita semua harus percaya bahwa siapa saja yang mengikuti Binatang itu dan patungnya, dan siapa saja yang menerima tanda dari Binatang itu, tidak akan mendapatkan kelegaan siang dan malam.

 

Ayat 12: Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Jahweh dan iman kepada Jahshua

Karena orang-orang kudus percaya kepada segala kekayaan, kemuliaan, dan berkat yang Tuhan janjikan kepadanya, mereka harus bertekun di dalam kesabaran. Mereka harus bertekun sepanjand Masa Kesengsaraan Besar, juga. Janji yang sudah Tuhan buat kepada orang-orang kudus di akhir jaman adalah bahwa Ia akan mencurahkan kepada mereka segala berkat kehidupan bersama Doa setelah kemartiran mereka, seperti, bersama dengan kebangkitan oleh kuasa Tuhan, mereka diangkat ke Surga.

Orang-orang kudus kemudian akan bertekun karena mereka percaya kepada berkat yang akan memungkinkan mereka masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba dengan Tuhan, ini, memerintah bersama Dia selama seribu tahun lamanya, dan selalu hidup dengan Dia di dalam Kerajaan Surga. Ketika masa akhir jaman tiba, orang-orang kudus kemudian perlu untuk menjadi martir untuk mempertahankan iman mereka. Mereka harus bertekun sepanjang semua masa kesengsaraan ini dengan penuh ketekunan.

Orang-orang kudus yang sekarang hidup di jaman ini, ketika Antikristus menuntut mereka untuk mengkhianati iman mereka dengan ancaman, tekanan dan bujukan, tetap saja akan menyambut kemartiran mereka, percaya kepada janji-janji Tuhan. Mengapa? Karena segera sesudahnya, semua berkat dari Tuhan kita akan digenapi sebagaimana yang dijanjikanNya kepada kita. Semua orang kudus bisa menerima pahala mereka hanya dengan memelihara iman mereka di dalam firman Jahweh dan di dalam Tuhan. Karena itu, tetapkanlah iman anda kepada firman Tuhan. Jahweh kemudian akan menyambut orang-orang kudus yang dengan itu sudah mempertahankan iman mereka kepada FirmanNya ddan di dalam Jahshua Kristus di dalam suatu dunia yang sepenuhnya baru.

Ada banyak sekali alasan mengapa orang-orang kudus yang melayani Injil Tuhan harus bertekun melalui segala kesulitan jaman Kesengsaraan itu dengan kesabaran. Untuk masa depan yang lebih baik, sangat penting untuk menahan penderitaan jaman sekarang ini di dalam kesabaran.

Roma 5:3-4 mengatakan kepada kita, “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Orang-orang kudus yang bisa bertekun sepanjang Masa Kesengsaraan Besar dengan percaya kepada Tuhan akan menghidupi kehidupan yang keberkatan, menerima kebangkitan dan pengangkatan dari Dia dan memerintah di dalam KerajaanNya. Dengan demikian, kita semua harus bertekun melalui Kesengsaraan itu dengan iman kita. Dengan memelihara iman mereka di dalam Tuhan, orang-orang kudus bisa sungguh-sungguh bertekun melalui Masa Kesengsaraan Besar pada masa akhir jaman. Orang-orang kudus percaya kepada segala sesuatu yang akan Tuhan genapi bagi mereka baik di dunia ini maupun di Surga.

 

Ayat 13: Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Ayat itu mengatakan, “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” Mengapa? Karena ketika masa Kesengsaraan itu tiba—yaitu, ketika Antikristus memerintah atas seluruh dunia—setiap orang berdosa yang saat itu hidup di dunia ini akan dibinasakan. Orang-orang kudus karena itu harus memandang kepada kedatangan Kerajaan Kristus, mempertahankan iman mereka, dan menyambut kemartiran mereka karena iman. Mereka yang menjadi martir untuk memberi kemuliaan bagi Tuhan adalah keberkatan, dan dengan demikian, mereka akan menyambut kemartiran mereka untuk mempertahankan iman mereka.

Tuhan akan kemudian memelihara orang-orang kudus, mengijinkan mereka untuk menerima kebangkitan dan pengangkatan untuk mengangkat mereka ke dalam KerajaanNya. Semua kerja keras orang-orang kudus di dunia ini kemudian akan berakhir, dan mereka kemudian akan hidup menikmati pahala mereka yang diberikan oleh Tuhan. Pada saat ini, semua orang kudus akan memiliki sukacita memerintah dengan Tuhan dan menerima kehidupan kekal, dan kekayaan serta kemuliaan dari KerajaanNya akan menjadi milik mereka sampai selamanya.

Inilah sebabnya mereka yang menjadi martir di akhir jaman untuk mempertahankan iman mereka akan sangat diberkati, karena mereka akan hidup dengan Tuhan di dalam segala kekayaan dan kemuliaan Kerajaan Seribu Tahun dan Kerajaan Surga yang kekal untuk selamanya. Bagi orang-orang yang tidak menyerah kepada Binatang itu dan mempertahankan iman mereka kepada Tuhan, Jahweh akan memberikan berkat untuk memerintah bersama dengan Tuhan selamanya.

 

Ayat 14: Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepalaNya dan sebilah sabit tajam di tanganNya

Ayat ini mengatakan bahwa Tuhan akan kembali untuk mengangkat orang-orang kudus. Karena Tuhan adalah Penguasa orang-orang kudus, Ia akan membangkitkan orang-orang kudus yang saat itu sudah menjadi martir untuk mempertahankan iman mereka dan mengangkat mereka ke Kerajaan Surga di dalam pengangkatan. Pada Masa Kesengsaraan Besar, pengangkatan pasti akan terjadi kepada orang-orang kudus.

 

Ayat 15: Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: “Ayunkanlah sabitMu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.”

Firman ini menjelaskan mengenai penggenapan pengangkatan orang-orang kudus oleh Tuhan. Tepat waktu, pengangkatan akan terjadi setelah kemartiran orang-orang kudus. Tuhan akan mengijinkan pengangkatan kepada orang-orang kudus yang sudah tidur pada saat itu, bersama dengan orang-orang kudus yang dijadikan martir. Penggenapan dari iman orang-orang kudus ditemukan di dalam keselamatan, kemartiran, kebangkitan, pengangkatan, dan kehidupan kekal. Waktu pengangkatan orang-orang kudus adalah setelah kemartiran mereka dengan penganiayaan dari Antikristus, dan langsung terjadi sesudah kebangkitan mereka.

 

Ayat 16: Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabitNya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah

Ayat ini, juga, menunjuk kepada pengangkatan orang-orang kudus. Pengangkatan berarti diangkatnya orang-orang kudus ke angkasa. Apakah kemudian ini berarti bahwa orang-orang kudus akan diangkat ke angkasa, dan langsung turun ke dunia bersama dengan Tuhan? Tentu saja tidak! Setelah orang-orang kudus diangkat, Tuhan kita akan membinasakan lautan, dan semua di dalamnya dengan mencurahkan malapetaka ketujuh cawan, dan setelah membinasakan dunia, Ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan orang-orang kudus yang sudah diangkat.

Kemudian, Tuhan dan orang-orang kudusNya akan memerintah di dunia ini selama seribu tahun, dan ketika perjamuan kawin Anak Domba berakhir, mereka akan naik ke Kerajaan Surga yang kekal. Ketika orang-orang kudus bergabung dengan Tuhan di dalam perjamuan kawin Anak Domba, Tuhan sudah siap memperbaharui seluruh dunia dengan segala isinya.

Setelah pengangkatan mereka, orang-orang kudus akan berdiam di angkasa dengan Tuhan untuk sementara waktu, dan ketika malapetaka ketujuh cawan berakhir, mereka semua akan turun untuk memerintah dengan Dia selama seribu tahun. Mereka akan masuk ke dalam Kerajaan Jahweh dengan Tuhan, dan hidup dengan Dia selamanya.

 

Ayat 17: Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam

Malaikat yang muncul di sini adalah malaikat penghakiman. Malaikat ini akan menurunkan malapetaka yang besar kepada manusia di dunia ini yang melawan Jahweh, dan melemparkan mereka ke dalam api yang kekal. Tugasnya adalah untuk membuang dan mengikat, bersama dengan Antikristus dan hamba-hambanya, semua orang-orang berdosa di dunia yang tidak dilahirkan kembali ke dalam lubang yang tidak berdasar.

 

Ayat 18: Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak”.

Firman ini menjelaskan bahwa waktunya sudah tiba bagi orang-orang berdosa untuk dihukum oleh Jahweh atas dosa mereka melawan Dia. Di dalam masa Jahweh ada jam-jam dari rencana pelaksanaanNya. Untuk memberikan kepadaoob penghukuman api dariNya, Jahweh akan mengumpulkan semua orang-orang berdosa dan mereka semua yang melawan Jahweh, dan menghukum mereka secara setimpal.

 

Ayat 19: Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Jahweh

Firman ini menunjukkan bahwa setelah pengangkatan orang-orang kudus, Antikristus dan orang-orang berdosa akan sangat menderita di bawah malapetaka ketujuh cawan. Di dunia ini, juga, Jahweh akan menurunkan murkaNya kepada orang-orang berdosa dengan melepaskan malapetaka yang mengerikan dariNya kepada mereka, dan kemudian melanjutkannya dengan penghukuman di neraka. Malapetaka yang kemudian akan Jahweh curahkan kepada orang-orang berdosa, Antikristus dan pengikut-pengikutnya adalah murka kebenaranNya. Inilah yang disediakan Jahweh bagi orang-orang berdosa yang melawan Dia.

 

Ayat 20: Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Ayat di sini menjelskan betapa dahsyatnya murka Jahweh dan penderitaannya bagi mereka yang masih akan tetap ada di dunia ini, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya, yang terjadi karena malapetaka ketujuh cawan yang dicurahkan kepada mereka. Di sini juga dijelaskan bahwa malapetaka akan merajalela ke seluruh penjuru dunia. Ketika orang-orang kudus menjadi martir, dibangkitkan, dan diangkat, sejak saat itu sampai selanjutnya, murka malapetaka ketujuh cawan akan ditumpahkan secara bersama, dan dengan itu mengakhiri segala sesuatu.

Tidak seorangpun kecuali orang-orang kudus di Surga dan malaikat-malaikat yang berpihak kepada Jahweh yang akan lepas dari malapetaka yang mengerikan itu. Untuk mereka yang melawan Jahweh, di lain pihak, hanya penghukuman neraka yang menanti. Sebaliknya, saat itu orang-orang kudus yang dilahirkan kembali akan menemukan dirinya berada di perjamuan kawin dengan Tuhan di angkasa, bersyukur dan memuji Dia atas keselamatan dariNya. Sejak saat itu, orang-orang kudus akan hidup dengan Tuhan selama-lamanya di dalam berkat kekalNya.

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.