" Kowé padha olèh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Kota Kudus Yang Turun dari Surga

 

< Wahyu 21:1-27 >

“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Jahweh, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Jahweh ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Jahweh mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firmanNya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” FirmanNya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Jahwehnya dan ia akan menjadi anakKu. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyalaNyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Jahweh. Kota itu penuh dengan kemuliaan Jahweh dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung. Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening. Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Jahweh, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Jahweh meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.”



Eksegese


Ayat 1: Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

Firman ini menjelaskan bahwa Tuhan Jahweh akan memberikan Langit Baru dan Bumi Baru sebagai anugerahNya kepada orang-orang kudus yang mengambil bagian di dalam kebangkitan yang pertama. Sejak saat ini, orang-orang kudus tidak lagi akan hidup di langit yang pertama dan bumi yang pertama, tetapi di dalam langit dan bumi yang kedua, yang baru. Berkat ini adalah anugerah Jahweh yang akan dicurahkanNya kepada orang-orang kudusNya. Jahweh akan memberikan berkat yang demikian hanya kepada orang-orang kudus yang mengambil bagian di dalam kebangkitan yang pertama.

Orang-orang yang akan menikmati berkat ini, dengan kata lain, adalah orang-orang kudus yang sudah menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang kudus yang diberikan oleh Kristus. Tuhan kita adalah Mempelai Laki-Laki bagi orang-orang kudus. Sejak saat ini, yang akan terjadi kepada pengantin perempuan adalah untuk mengenakan perlindungan dari Mempelai Laki-Laki, berkat-berkat, dan kuasa sebagai pengantin perempuan dari Mempelai Laki-Laki Anak Domba, dan hidup di dalam kemuliaanNya di dalam KerajaanNya yang mulia.

 

Ayat 2: Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Jahweh, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Jahweh sudah mempersiapkan sebuah kota kudus bagi orang-orang kudus. Kota ini adalah Yerusalem Baru, Istana Jahweh yang Kudus. Istana ini dipersiapkan sepenuhnya bagi orang-orang kudus Jahweh. Dan semua ini sudah dipersiapkan di dalam Jahshua Kristus bagi orang-orang kudus, bahkan sebelum Tuhan Jahweh menciptakan alam semesta. Orang-orang kudus karena itu tidak bisa tidak mengucapkan syukur kepada Tuhan Jahweh atas anugerah karuniaNya dan memberikan segala kemuliaan kepadaNya dengan iman mereka.

 

Ayat 3: Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Jahweh ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Jahweh mereka.”

Sejak saat itu, orang-orang kudus akan hidup dengan Tuhan di dalam kemah Jahweh selamanya. Semua ini adalah karena anugerah Tuhan Jahweh, karunia yang akan mereka terima untuk iman mereka di dalam Firman keselamatan air dan Roh. Semua orang yang mengenakan berkat masuk ke dalam Kemah Jahweh dan hidup denganNya kemudian akan memberikan syukur dan kemuliaan kepada Tuhan Jahweh untuk selamanya.

 

Ayat 4: “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

Sekarang karena Jahweh sudah berdiam dengan orang-orang kudus, tidak akan ada lagi air mata atau kesedihan, ataupun ratapan karena kehilangan orang-orang yang dikasihi, ataupun menangis di dalam dukacita.

Semua kesedihan di langit yang pertama dan bumi yang pertama akan lenyap dari kehidupan orang-orang kudus, dan bahwa yang menantikan mereka hanyalah menghidupi kehidupan mereka yang keberkatan dan dipermuliakan dengan Tuhan Jahweh mereka di dalam Langit Baru dan Bumi BaruNya. Tuhan Jahweh kita, sesudah menjadi Jahweh orang-orang kudus sendiri, akan membuat segala sesuatu dan semua lingkungan menjadi baru, sehingga tidak akan pernah ada lagi air mata atau kesedihan, atau tangisan, atau kematian, atau ratapan, atau kesakitan, atau hal-hal lain yang sudah menyiksa mereka di bumi yang pertama.

 

Ayat 5: Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firmanNya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

Tuhan kita sekarang akan membuat segala sesuatu menjadi baru, dan menciptakan suatu langit baru dan bumi baru. Dengan membuat ciptaanNya di langit yang pertama dan bumi yang pertama itu lenyap, Ia akan menciptakan langi dan bumi yang kedua, yang baru. Yang dikatakan ayat ini bukanlah bahwa Jahweh akan mendaur ulang dunia yang baru, tetapi Ia akan sepenuhnya menciptakan alam semesta yang baru. Jahweh kemudian akan menciptakan Langit Baru dan Bumi Baru dan hidup dengan orang-orang kudus. Orang-orang kudus yang mengambil bagian did alam kebangkitan yang pertama akan mngambil bagian dalam berkat ini juga. Ini sesuatu yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh manusia dengan pikiran manusiawinya, tetapi inilah yang sudah dipersiapkan Jahweh bagi orang-orang kudusNya. Orang-orang kudus dan segala sesuatu kemudian akan memberikan semua kemuliaan, ucapan syukur, hoemat dan pujian kepada Jahweh untuk pekerjaan yang agung ini.

 

Ayat 6: FirmanNya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”

Tuhan Jahweh kita sudah merencanakan dan menggenapi semuanya ini, sejak awal sampai akhirnya. Semua yang Tuhan sudah lakukan, Ia melakukan semuanya bagi diriNya dan orang-orang kudusNya. Orang-orang kudus sekarang disebut sebagai “milik Kristus,” dan dijasikan umatNya. Mereka yang sudah menjadi orang-orang kudus Jahweh dengan percaya kepada Injil air dan Roh sekarang menyadari bahwa meskipun mereka memberikan ucapan syukur dan pujian kepada Jahweh selamanya, mereka tetap tidak akan bisa mengucapkan pengucapan syukur yang cukup untuk kasih dan pekerjaan Tuhan Jahweh.

“Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.” Di dalam Langit Baru dan Bumi Baru, Tuhan kita sudah memberikan mata air kehidupan bagi orang-orang kudus. Inilah anugerah terbesar dari semua yang sudah dicurahkanNya kepada orang-orang kudusNya. Sekarang orang-orang kudus akan hidup selamanya di dalam Langit Baru dan Bumi Baru dan minum dari mata air kehidupan, yang dengannya mereka tidak akan pernah merasa haus lagi untuk selamanya. Orang-orang kudus sekarang menjadi, dengan kata lain, anak-anak Jahweh yang akan memiliki kehidupan kekal, sama seperti Tuhan Jahweh, dan hidup di dalam kemuliaanNya. Saya memberikan ucapan syukur dan kemuliaan kepada Tuhan Jahweh kita sekali lagi yang memberikan kepada kita berkat-berkat yang besar ini. Haleluya!

 

Ayat 7: “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Jahwehnya dan ia akan menjadi anakKu.”

“Barangsiapa menang” di sini menunjuk kepada mereka yang sudah mempertahankan iman yang diberikan oleh Tuhan. Iman ini memungkinkan orang-orang kudus untuk mengalahkan dunia dan musuh-musuh Jahweh. Iman kita di dalam Tuhan Jahweh dan di dalam kasih yang benar kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Dia adalah yang memberikan kepada kita kemenangan atas segala dosa dunia, atas penghukuman Jahweh, atas musuh-musuh kita, datas kelemahan kita, dan atas penganiayaan dari Antikristus.

Saya memberikan syukur dan kemuliaan kepada Tuhan Jahweh kita yang memberikan kepada kita kemenangan atas semuanya. Orang-orang kudus yang percaya kepada Tuhan Jahweh mengalahkan Antikristus secara mutlak dengan iman mereka. Bagi masing-masing orang-orang kudus, Tuhan Jahweh kita sudah memberikan iman kita ini yang dengannya kita bisa menang dalam perjuangan mereka melawan musuh-musuh mereka.

Jahweh sudah memberi kesempatan kepada orang-orang kudus, yang dengan itu sudah menang atas dunia dan Antikristus dengan iman mereka, dan mewarisi Langit Baru dan Bumi Baru. Tuhan Jahweh kita sudah memberikan iman kemenangan kepada orang-orang kudusNya sehingga mereka bisa mewarisi KerajaanNya. Karena Jahweh sudah memberikan kepada kita iman yang menang atas Antikristus, Jahweh sekarang sudah menjadi Jahweh kita, dan kita sudah menjadi anak-anakNya. Saya menaikan syukur dan memuji Tuhan Jahweh kita yang memberikan kepada kita iman kemenangan atas semua musuh-musuh kita.

 

Ayat 8: “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyalaNyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Dalam hakekatNya, Tuhan Jahweh kita adalah Jahweh kebenaran dan Jahweh kasih. Siapa, kemudian, orang-orang yang pada dasarnya penakut di hadapan Jahweh? Mereka adalah orang-orang yang dilahirkan ke dalam dosa asal dan yang tidak membasuh dosa-dosa mereka dengan Firman Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan. Karena di dalam hakekatnya mereka menyembah si jahat lebih daripada Jahweh, mereka sudah jelas menjadi hamba-hamba Iblis. Karena mereka menyembah si jahat di hadirat Tuhan Jahweh, dan karena mereka mengasihi dan mengikuti kegelapan lebih daripada terang, itulah sebabnya mereka tidak bisa tidak menjadi penakut di hadapan Tuhan Jahweh.

Jahweh pada hakekatnya adalah terang. Karena itu adalah suatu kenyataan yang pasti bahwa orang-orang yang di dalam dirinya adalah kegelapan sendiri akan menjadi penakut kepada Jahweh. Karena jiwa-jiwa orang-orang yang menjadi milik Iblis mengasihi kegelapan, mereka adalah penakut di hadapan Jahweh yang adalah terang itu sendiri. Inilah alasannya maka mereka harus membawa kejahatan dan kelemahan mereka kepada Jahweh dan menerima pengampunan dosa dariNya.

“Orang yang tidak percaya” yang hatinya pada dasarnya tidak percaya kepada kasih Tuhan Jahweh kita dan Injil air dan RohNya, adalah musuh-musuhNya dan orang-orang yang berdosa sangat besar di hadapan Jahweh. Jiwa mereka menjadi milik keburukan yang sangat, dan mereka melawan Jahweh, mengasihi dan melakukan setiap dosa, mengikuti tanda-tanda palsu, menyembah segala macam berhala, dan mengatakan segala macam dusta. Jadi, dengan penghakiman yang adil dari Jahweh mereka akan dibuang ke dalam lautan yang membara dengan api dan belerang. Penghukuman mereka inilah yang disebut kematian yang kedua.

Jahweh tidak memberikan Langit Baru dan Bumi Baru kepada orang-orang yang adalah penakut di hadapanNya, yang tidak percaya kepada Firman air dan Roh, dan yang, sesudah menjadi hamba-hamba Iblis, menjadi sangat buruk sekali. Namun, Tuhan kita sudah memberikan kepada mereka hanya penghukuman kekal dariNya, membuang mereka semua (termasuk pembunuh, orang-orang sundal, tukang sihir, penyembah berhala, dan semua pendusta) ke dalam lautan api dan belerang. Neraka, yang akan diberikan Jahweh kepada mereka, adalah kematian yang kedua.

 

Ayat 9: “Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”

Salah satu malaikat yang membawa salah satu dari malapetaka ketujuh cawan berkata kepada Yohanes, “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.” Di sini, “mempelai Anak Domba” menunjuk kepada mereka yang sudah menjadi pengantin perempuan Jahshua Kristus dengan percaya di dalam hati mereka kepada Injil air dan Roh yang diberikan olehNya.

 

Ayat 10-11: Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Jahweh. Kota itu penuh dengan kemuliaan Jahweh dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal

“Kota yang kudus itu, Yerusalem” menunjuk kepada Kota Kudus dimana orang-orang kudus akan hidup bersama dengan Mempelai Laki-Laki. Kota yang dilihat Yohanes memang indah dan luar biasa. Ukurannya sangat menakjubkan, dihiasi dengan batu-batu berharga di dalam dan di luar, bersih dan bercahaya. Melakukan dosa menunjukkan kepada Yohanes di mana pengantin perempuan Jahshua Kristus akan hidup bersama dengan Mempelai Laki-Laki. Kota Kudus Yerusalem ini yang turun dari surga adalah karunia Jahweh yang akan Ia berikan kepada pengantin perempuan Anak Domba.

Kota Yerusalem bercahaya dengan terang, dan terangnya adalah seperti permata yang paling indah, seperti permata yaspis, jernih bagaiman kristal. Karena itu, bagi semua yang hidup di dalamnya, kemuliaan Jahweh ada bersama dengan mereka untuk selama-lamanya. Kerajaan Jahweh adalah kerajaan terang, dan karena itu hanya mereka yang sudah dibasuh dari kegelapan, kelemahan dan dosa-dosa mereka yang bisa masuk ke dalam Kota ini. Dengan demikian, kita semua harus percaya bahwa agar kita bisa masuk ke dalam Kota Kudus ini, kita harus belajar, mengerti, dan percaya kepada Firman Injil air dan Roh yang benar yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

 

Ayat 12: Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

Pintu gerbang Kota ini dijaga oleh dua belas malaikat, dan di atasnya tertulis nama-nama kedua belas suku Israel. Kota itu memiliki “tembok besar lagi tinggi” yang menjelaskan bahwa cara masuk ke Kota Kudus ini sangatlah sulit. Diselamatkan dari dosa kita di hadapan Jahweh, dengan kata lain, adalah mustahil dengan upaya manusia atau perkara-perkara material dari dunia yang diciptakan Jahweh.

Untuk diselamatkan dari dosa kita dan masuk ke dalam Kota Kudus Jahweh, mutlak diperlukan bahwa kita memiliki iman yang sama dengan kedua belas murid Jahshua, iman yang percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh. Dengan demikian, tidak seorangpun yang tidak memiliki iman kepada Injil air dan Roh yang bisa masuk ke dalam Kota Kudus ini. Inilah sebabnya dua belas malaikat ditunjuk oleh Tuhan Jahweh untuk menjaga pintu gerbangnya.

Kata “di atasnya tertulis nama,” di sisi lain, menjelaskan kepada kita bahwa pemilik dari Kota ini memang sudah ditentukan. Pemiliknya tidak lain dari Jahweh sendiri dan umatNya, karena Kota ini memang adalah milik umat Jahweh yang sekarang sudah menjadi anak-anakNya.

 

Ayat 13: Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.

Ada tiga pintu gerbang yang ditempatkan di bagian timur Kota, utara, selatan dan di barat juga masing-masing terdapat tiga pintu gerbang. Ini menunjukkan bahwa hanya mereka yang sudah menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh di dalam hati mereka bisa masuk ke dalam Kota ini.

 

Ayat 14: Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

Batu yang sangat besar dipakai dengan baik untuk menjadi dasar bagi bangunan itu atau gedungnya. Kata “batu” dipakai di dalam Alkitab untuk menunjuk kepada iman kita kepada Tuhan Jahweh. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa untuk masuk ke dalam Kota Kudus dari Tuhan Jahweh, kita harus memiliki iman yang Ia sudah berikan kepada manusia, iman yang percaya kepada penebusan sempurnaNya atas segala dosa kita. Iman orang-orang kudus adalah lebih berharga meskipun dibandingkan dengan batu-batu permata yang ada di Kota Kudus. Ayat ini menjelaskan bahwa tembok dari Kota itu dibangun di atas dua belas dasar, dan di atasnya tertulis nama-nama kedua belas rasul Anak Domba. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Kota Jahweh diberikan hanya kepada mereka yang memiliki iman yang sama dengan kedua belas rasul yang dimiliki Jahshua Kristus.

 

Ayat 15: Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

Firman ini berarti bahwa untuk masuk ke dalam Kota yang dibangun Jahweh itu, seseorang harus memiliki jenis iman yang diterimaNya, jenis iman yang akan memberikan kepadanya pengampunan dosa. Dikatakan di sini bahwa malaikat yang berkata kepada Yohanes memiliki suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu. Ini berarti bahwa kita harus percaya bahwa Tuhan sudah memberikan kepada kita semua berkat-berkat di dalam Injil air dan Roh. Sebagaimana “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan (Ibrani 11:1),” Jahweh memang sudah memberikan kepada kita Kota Kudus dan Langit Baru dan Bumi Baru, perkara-perkara yang bahkan lebih besar daripada yang kita harapkan.

 

Ayat 16: Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama

Kota ini dibangun dalam bentuk empat persegi, dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi yang sama. Ini menjelaskan bahwa kita semua harus memiliki iman dilahirkan kembali sebagai umat Jahweh dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Bahkan pada kenyataannya, Tuhan kita tidak akan mengijinkan siapapun yang tidak memiliki iman yang pasti ini kepada Injil air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Jahweh.

Banyak orang yang memiliki pikiran bahwa mereka akan masuk ke dalam Kota Kudus hanya sekedar dengan menjadi orang-orang Kristen, bahkan meski mereka masih memiliki dosa. Tetapi Tuhan kita sudah memberikan kepada ksdd dan Roh Kudus serta menjadikan umatNya hanya mereka yang sudah percaya kepada kebenaran bahwa Ia sudah mengampuni mereka dari segala dosa mereka melalui baptisanNya di dunia ini dan darahNya di Kayu Salib. Inilah iman yang Tuhan tuntut dari kita.

 

Ayat 17: Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

Makna Alkitabiah dari angka empat ini adalah penderitaan. Iman yang Tuhan tuntut dari kita bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki siapa saja, tetapi iman ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang sudah menerima firman Jahweh, bahkan meski mereka tidak sepenuhnya mengerti hal itu di dalam pikiran mereka. Sebagai orang-orang Kristen, sangat mustahil untuk masuk ke dalam Kota Kudus Jahweh hanya dengan percaya kepada Kayu Salib Jahshua, dan bahwa Tuhan adalah Jahweh dan Juruselamat kita. Tidakkah anda mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan ketika Ia mengatakan di dalam Yohanes 3:5, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Jahweh”? Apakah anda mengerti makna kedatangan Tuhan ke dunia ini, dibaptiskan oleh yom menanggung dosa-dosa dunia ini ke Kayu Salib, dan mencurahkan darahNya di sana? Kalau anda bisa menjawab pertanyaan ini, anda akan memahami apa yang saya bicarakan di sini.

 

Ayat 18: Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.

Ayat ini menjelaskan bahwa iman yang memungkinkan kita masuk ke dalam Kota Kudus Jahweh adalah murni dan tidak ada hubungannya dengan dunia sama sekali.

 

Ayat 19-20: Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.

Dasar dari tembok Kota ini dihiasi dengan berbagai macam batu permata. Firman ini menjelaskan kepada kita bahwa kita bisa dipelihara dari berbagai aspek iman dari Firman Tuhan kita. Dan permata-permata yang berharga ini menunjukkan kepada kita jenis-jenis berkat-berkat yang Tuhan akan berikan kepada orang-orang kudusNya.

 

Ayat 21: Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

Mutiara memiliki arti “Kebenaran” di dalam Alkitab (Matius 13:46). Seorang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran akan dengan senang hati meninggalkan semua yang dimilikinya untuk mendapatkan kebenaran yang memberikan kepadanya kehidupan kekal. Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kudus yang akan masuk ke dalam Kota Kudus perlu memiliki banyak kesabaran ketika ada di dunia ini, berdiri teguh tertanam kepada pusat dari iman mereka kepada kebenaran. Mereka yang percaya kepada Firman kebenaran yang dikatakan oleh Tuhan Jahweh, dengan kata lain, perlu memiliki ketekunan yang hebat untuk mempertahankan iman.

 

Ayat 22-23: Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Jahweh, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Jahweh meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Bagian ini berarti bahwa semua orang-orang kudus akan disambut ke dalam tangan Jahshua Kristus, Raja segala raja. Dan Kota Kudus di Yerusalem tidak memerlukan matahari atau bulan yang pertama, karena Jahshua Kristus, terang dunia ini, akan meneranginya.

 

Ayat 24: “Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya.”

Bagian ini menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang yang hidup di Kerajaan Seribu Tahun sekarang akan masuk ke dalam Langit Baru dan Bumi Baru. “Raja-raja di bumi” di sini menunjuk kepada orang-orang kudus yang sudah menjalani kehidupan di Kerajaan Seribu Tahun. Raja-raja di bumi, lenjut ayat ini, akan “membawa kekayaan mereka kepadanya.” Ini menjelaskan bahwa orang-orang kudus yang sudah hidup di dalam tubuh kemuliaan mereka kemudian akan berpindah dari Kerajaan Seribu Tahun ke Kerajaan Langit Baru dan Bumi Baru yang baru saja diciptakan Jahweh.

Dengan demikian, hanya mereka yang sudah dilahirkan kembali dengan percaya kepada Injil air dan Roh sementara di dunia ini dan yang dengan demikian diangkat untuk hidup di dalam Kerajaan Kristus selama seribu tahun yang akan bisa masuk ke dalam Kota Kudus Yerusalem.

 

Ayat 25: Dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana.

Karena Langit Baru dan Bumi Baru, dimana Kota Kudus berada, sudah dipenuhi dengan terang yang kudus, tidak akan bisa ada malam di sana, dan tidak ada kejahatan.

 

Ayat 26: Dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.

Ini menjelaskan bahwa melalui kuasa yang ajaib dari Tuhan Jahweh, mereka yang sudah hidup di dalam Kerajaan Kristus selama seribu tahun sekarang memenuhi syarat untuk berpindah ke dalam Kerajaan Langit Baru dan Bumi Baru, Kerajaan dimana Kota Kudus berdiri.

 

Ayat 27: Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Baik orang-orang Kristen dan orang-orang bukan Kristen dari dunia ini juga, semua yang tidak mengenal kebenaran Injil air dan Roh adalah penipu, buruk, dan pendusta. Karena itu mereka tidak akan bisa masuk ke dalam Kota Kudus.

Firman Jahweh di sini juga memungkinkan kita untuk memastikan betapa hebatnya kuasa Injil air dan Roh yang Tuhan berikan kepada kita di dunia ini. Meskipun Injil air dan Roh sudah diberitakan kepada banyak orang di dunia ini, ada saat-saat dimana Injil ini diabaikan dan dihina bahkan oleh orang-orang yang menyebut diri orang Kristen. Tetapi hanya iman kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan yang menjadi kunci ke Surga.

Banyak orang masih tidak mengerti tentang kebenaran ini, tetapi anda harus tahu bahwa siapa saja yang memahami dan percaya bahwa dengan Injil air dan Roh ini Tuhan sudah memberikan kepadanya kunci ke Surga dan kepada pengampunan dosa, maka namanya akan tertulis di dalam Kitab Kehidupan.

Kalau anda menerima dan percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh, anda akan mengenakan berkat memasuki Kota Kudus.

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.