" Kowé padha olèh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Khotbah-khotbah tentang pokok yang penting oleh Rev. Paul C. Jong

 

Keselamatan Orang Berdosa Yang
Dinyatakan Di Dalam Kemah Suci


< Keluaran 27:9-21 >

“Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari perunggu, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari perunggu, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah barat harus ada layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang itu. Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta, yakni lima belas hasta layar untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang itu, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; dan juga untuk sisi yang kedua di samping pintu gerbang itu lima belas hasta layar, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu. Segala tiang yang mengelilingi pelataran itu haruslah dihubungkan dengan penyambung-penyambung perak, dan kaitan-kaitannya harus dari perak dan alas-alasnya dari perunggu. Panjang pelataran itu harus seratus hasta, lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan alas-alasnya harus dari perunggu. Adapun segala perabotan untuk seluruh perlengkapan Kemah Suci, dan juga segala patoknya dan segala patok pelataran: semuanya harus dari perunggu.” “Haruslah kauperintahkan kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang murni untuk lampu, supaya orang dapat memasang lampu agar tetap menyala. Di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir yang menutupi tabut hukum, haruslah Harun dan anak-anaknya mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan yang berlaku untuk selama-lamanya bagi orang Israel turun-temurun.”



Pagar segi empat pelataran kebenaran ukuran panjangnya adalah 100 hasta. Di dalam Alkitab, satu hasta adalah ukuran yang panjangnya dari siku seseorang sampai ke ujung jarinya, kira-kira 45 cm dalam ukuran sekarang. Dengan demikian, ukuran pagar pelataran Kemah Suci yang 100 hasta berarti sekitar 45 m, dan lebarnya yang 50 hasta berarti sekitar 22,5 m. Jadi inilah ukuran Kemah dimana Jahweh berdiam di antara umat Israel pada masa Perjanjian Lama.



Pelataran Luar Kemah Suci Dikeliligi Dengan Pagar

Pernahkah anda melihat model Kemah Suci baik yang berupa gambar maupun lukisan? Secara umum, bisa dikatakanbahwa Kemah Suci dibagi menjadi pelataran dan Kemah Suci itu sendiri, yang adalah Rumah Jahweh. Di dalam Rumah Jahweh ini, Kemah Suci, ada satu bagian yang disebut sebagai Tempat Kudus. Tempat Kudus ini dikelilingi dengan empat tirai yang berbeda; sebuah tenunan dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya; lalu yang terbuat dari bulu kambing; lalu yang terbuat dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, dan penutup dari kulit lumba-lumba.

Di bagian timur pelataran Kemah Suci terdapat pintu gerbangnya, yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Setelah memasuki gerbang ini, kita akan bisa melihat mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan. Setelah melewati bejana pembasuhan, kita akan bisa melihat Kemah Suci itu sendiri. Kemah Suci terbagi atas dua bagian yaitu Tempat Kudus dan Tempat Mahakudus, dimana Tabut Perjanjian Jahweh berada. Pagar pelataran Kemah Suci dibangun dengan 60 tiang yang digantungi kain lenan putih. Kemah Suci sendiri, di lain pihak, dibuat memakai 48 papan dan 9 tiang. Paling tidak kita harus memiliki gambaran yang umum mengenai bagian luar dari Kemah Suci supaya bisa memahami apa yang sedang dikatakan Jahweh kepada kita melalui semua ukuran tersebut.

Jahweh berdiam di dalam Kemah Suci yang dibuat dengan 48 papan. Jahweh menyatakan kehadiranNya kepada orang Israel dalam bentuk tiang awan di waktu siang dan tiang api di waktu malam di atas Kemah Suci. Dan di bagian dalam Kemah Suci, dimana Jahweh sendiri berdiam, kemuliaan Jahweh memenuhi tempat itu. Di dalam Tempat Kudus, dimana terletak meja roti sajian, kaki dian, dan mezbah ukupan, dan di dalam Tempat Mahakudus, dimana terletak Tabut Perjanjian dan tutup pendamaian. Inilah tempat yang terlarang bagi orang biasa di kalangan bangsa Israel; hanya para imam dan Imam Besar yang bisa masuk ke tempat-tempat itu sesuai dengan tata cara Kemah Suci. Ada tertulis, “Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka, tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sada” (Ibrani 9:6-7). Di sini dikatakan bahwa di jaman sekarang, hanya mereka yang memiliki iman dari emas yang percaya kepada Injil air dan Roh yang bisa menjalani kehidupan mereka dengan Jahweh ketika melayani Dia.

Apa artinya roti yang ditempatkan di meja roti sajian? Itu berarti firman Jahweh. Apa artinya mezbah persembahan ukupan? Hal itu berbicara mengenai doa kita. Di dalam Tempat Mahakudus, ada Tabut Perjanjian, dan ada tutup pendamaian, yang terbuat dari emas murni, terletak di atas Tabut itu. Kerubim yang sedang merentangkan sayapnya di atasnya, menutupi tutup pendamaian dengan sayap-sayap mereka, dan muka mereka saling menghadap ke arah tutup pendamaian itu. Ini adalah tutup pendamaian, tempat dimana anugerah Jahweh dicurahkan. Di dalam Tabut Perjanjian, ada dua loh batu yang bertuliskan Sepuluh Perintah Jahweh. Tabut itu ditutup dengan tutup yang terbuat dari emas (tutup pendamaian), dan di atasnya para kerubim memandang ke bawah ke arah tutup pendamaian itu.



Dimanakah Mereka Yang Menerima Pengampunan Dosa Menjalani Kehidupan?

Tempat dimana orang-orang yang menerima pengampunan dosa hidup adalah di Tempat Kudus. Kemah Suci di bangun dengan menggunakan 48 papan, yang semuanya dilapis dengan emas. Bayangkan mengenai hal itu. Ketika anda melihat dinding yang berlapis emas yang bukan hanya sedikit, tetapi sampai 48 papan, betapa cemerlangnya sinar yang dipantulkannya. Karena bagian Tempat Kudus dan semua peralatannya terbuat dari emas murni, maka semuanya bersinar dengan sangat cemerlang.

Mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan berada di pelataran luar dari Kemah Suci semuanya terbuat dari perunggu, dan bahwa pagar dari pelataran itu terbuat dari tiang-tiang yang dibalut dengan perak dan kain lenan putih. Sebaliknya, semua peralatan di dalam Tempat Kudus dan ketiga sisi temboknya dengan demikian terbuat dari emas murni, bagian dalam Tempat Kudus senantiasa bersinar terang memancarkan cahaya keemasan.

Bahwa bagian dalam Tempat Kudus disinari oleh cahaya keemasan menunjukkan bahwa orang-orang kudus yang sudah diselamatkan menjalani kehidupan mereka yang sangat berharga di dalam Gereja Jahweh. Orang-orang kudus yang hidup di dalam iman mereka kepada Injil air dan Roh adalah seperti emas murni yang ada di Tempat Kudus. Kehidupan yang dijalani oleh orang-orang kudus yang demikian di dalam Tempat Kudus adalah kehidupan keberkatan yang berdiam di dalam Gereja, makan dari firman Jahweh, berdoa dan memuji Dia, dan menghadap tahta Jahweh serta mengenakan anugerahNya setiap hari, semuanya melalui Gereja. Anda harus meyakini di dalam hati bahwa hanya orang-orang benar yang sudah diselamatkan melalui air dan Roh yang bisa menjalani kehidupan iman yang sangat berharga ini di dalam Tempat Kudus.



Jahweh Dengan Jelas Memisahkan Bagian Dalam dan Bagian Luar Tempat Kudus

Seperti kebanyakan rumah memiliki pagar, pelataran Kemah Suci juga memiliki pagar yang terbuat dari 60 tiang dan dikelilingi oleh layar yang terbuat dari kain lenan putih. Di sebelah timur pelataran, ada sebuah gerbang yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya supaya dilihat oleh semua orang, yang ukuran lebarnya adalah 9 m.

Dalam mempelajari Kemah Suci, kita harus memahami dengan jelas apakah iman yang bercahaya yang dikehendaki Jahweh ada di dalam diri kita, iman yang bagaimana yang merupakan iman orang-orang yang diselamatkan, dan, melalui bahan-bahan yang dipakai untuk membangun Kemah Suci, bagaimana Tuhan menyelamatkan kita. Untuk melihat apakah iman yang seperti emas dan bercahaya yang terdapat di bagian dalam Tempat Kudus, kita terlebih dahulu harus memperhatikan bejana pembasuhan, mezbah korban bakaran, dan pagar yang ditempatkan di bagian luar pelataran Kemah Suci, dan semua bahan yang dipakai untuk membuatnya. Dengan itu, kita bisa melihat dengan iman jenis yang bagaimana kita bisa masuk ke dalam Tempat Kudus yang bercahaya dan keemasan itu.

Apa yang ada di dalam pelataran luar Kemah Suci? Di sana ada bejana pembasuhan dan mezbah korban bakaran. Dan pelataran itu dikelilingi oleh 60 tiang kayu, dan di tiang-tiang itu digantungkan kain lenan putih sebagai pagar pelataran itu. Tiang-tiang pagar itu dibuat dari kayu penaga, yang, bukan hanya kuat, tetapi juga terkenal sangat ringan. Tiang-tiang dari kayu ini tingginya sekitar 2,25 m, sehingga tidak mungkin orang-orang dengan tinggi badan yang normal mengintip ke dalam bagian dalam Kemah Suci dari luar pagar pelataran luar. Kalau misalnya memakai barang tertentu untuk pijakan, mungkin orang bisa melihat ke bagian dalam pelataran, tetapi tanpa itu, tidak mungkin untuk mengintip ke dalam. Ini menyatakan kepada kita bahwa melalui upaya buatan manusia kita, kita tidak akan pernah bisa masuk Kerajaan Jahweh.

Di bagian baawah tiang-tiang kayu pelataran luar, dibuat alas-alas dari perunggu, dan di bagian atas tiang itu dibuat kaitan-kaitan dari perak. Karena tiang-tiang itu masing-masing tidak berdiri sendiri, ada penyambung-penyambung perak yang saling menyambungkan satu tiang dengan tiang lainnya. Dan untuk mendukung agar tiang-tiang itu kuat dengan cara bersilangan, maka ada kait-kait perak yang ditempatkan di perak pembalut tiang kayu itu diikatkan kepada patok-patok perak dengan tali (Keluaran 35:18).



Apa Bahan-Bahan Yang Dipakai Untuk Pintu Gerbang Pelataran Kemah Suci?

Bahan-bahan yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci adalah dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Tinggi pintu gerbang itu adalah 2,25 m, dan lebarnya sekitar 9 m. Gerbang itu adalah tirai yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, yang tergantung kepada empat buah tiang. Dengan demikian, siapa saja yang mau masuk ke dalam pelataran Kemah Suci, akan dengan mudah menemukan gerbang ini.

Bahan-bahan yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang dipakai untuk pintu gerbang Kemah Suci melambangkan bahwa Jahweh sudah menyelamatkan kita dari dosa kita melalui empat karya AnakNya Jahshua. Semua 60 tiang kayu dan kain lenan halus yang dipakai untuk membuat pagar pelataran Kemah Suci juga melambangkan dengan jelas cara yang dipakai Jahweh dalam menyelamatkan anda dan saya dari dosa-dosa kita melalui AnakNya Jahshua.

Melalui gerbang pelataran luar Kemah Suci, dengan kata lain, Jahweh menyatakan rahasia keselamatan kepada kita secara jelas. Mari kita sekali lagi melihat bahan-bahan yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci: dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Keempat tenunan itu sangat penting bagi kita untuk mendapatkan keselamatan dengan percaya kepada Jahshua. Kalau bahan-bahan ini tidak penting, al tidak akan mencatatnya dengan begitu terperinci.

Semua bahan-bahan yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci sangat penting di mata Jahweh untuk menyelamatkan anda dan saya. Jadi, kenyataan bahwa gerbang itu terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya teramat sangat penting bagi Jahweh untuk menyelamatkan orang berdosa, karena keempat tenunan itu adalah penyataan dari keselamatan yang sempurna dari Jahweh. Inilah yang ditentukan oleh Jahweh. Inilah sebabnya Jahweh menunjukkan model dari Kemah Suci kepada Musa di Gunung Sinai dan mengatakan kepadanya supaya membuat gerbang Kemah Suci seperti demikian.



Apa Arti Kain Biru Dan Kain Ungu, Kain Kirmizi Dan Dari Lenan Halus Yang Dipintal Benangnya?

Gerbang Tempat Kudus terbuat dari tabir dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan tirai dari Tempat Kudus ke Tempat Mahakudus juga terbuat dari keempat bahan itu. Bukan hanya itu, tetapi baju efod dan penutup dada Imam Besar juga terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Kemudian, apa artinya kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya bagi kita? Apa sebenarnya, arti dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, bagi kepada kita? Kita harus sungguh-sungguh menguji pokok ini dengan seksama.

Pertama-tama, kain biru melambangkan baptisan Jahshua Kristus. Orang-orang yang tidak memahami tentang pentingnya baptisan tidak tahu bahwa kain biru ini menunjuk kepada baptisan Jahshua Kristus. Jadi, mereka yang belum dilahirkan kembali pada umumnya mengatakan bahwa arti dari kain biru itu adalah, “Jahshua Kristus adalah Jahweh sendiri, dan Ia datang ke dunia dalam rupa manusia.” Yang lain, sebaliknya, mengatakan, “kain ungu ini berarti Firman.” Namun, Alkitab mengatakan bahwa kain biru ini adalah “baptisan Jahshua yang melaluinya Jahshua menerima dosa-dosa dunia ke atas diriNya setelah Ia datang ke dunia ini.” Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa kain ungu ini menunjuk kepada baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes Pembaptis. Ketika membaca Firman tentang Kemah Suci, saya kemudian menyadari, “Aha, Jahweh mau menunjukkan kepada kita pentingnya iman kepada baptisan Jahshua.”

Jubah yang dikenakan oleh imam besar ketika memberikan korban juga dibuat dari kain biru. Patam emas ditaruh di serban yang dikenakan oleh Imam Besar di kepalanya, dan tali yang mengikat dibuat dengan kain biru juga. Dan di patam emas itu, kalimat, “Kudus bagi TUHAN, dituliskan di sana. Kita bisa melihat tali biru yang dipakai mengikat patam emas di serban Imam Besar itu dengan jelas menunjuk kepada baptisan Jahshua yang memberikan kekudusan kepada Tuhan.

Demikianlah, melalui tali biru yang mengikat patam emas ke serban itu, Jahweh mengajarkan kepada kita mengenai keselamatan kita yang sejati. Dengan kata lain, kunci yang memberikan kekudusan kepada kita adalah warna biru, dan ini adalah baptisan Jahshua. Meskipun warna biru pada umumnya mengingatkan kita kepada birunya langit, namun tidak hanya selalu berbicara tentang Jahweh. Dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, kain yang biru bisa dipastikan berarti baptisan Jahshua Kristus. Atau dengan kalimat lain, kain biru di sini berarti bahwa Jahshua Kristus sudah menanggung segala dosa orang berdosa di seluruh dunia ini melalui baptisan (Matius 3:15). Kalau Jahshua tidak menanggung segala dosa manusia melalui baptisan, kita orang-orang percaya tidak akan bisa memberikan “kekudusan kepada TUHAN.” Kalau bukan karena baptisan yang diterima Jahshua, kita tidak akan pernah mengenakan kekudusan di hadapan Jahweh.

Apakah anda mengenal makna rohani dari perintah Jahweh untuk memintal gerbang pelataran Kemah Suci menggunakan kain biru sesuai dengan aturan yang ditunjukkan kepada Musa? Pintu gerbang pelataran yang menuju ke Kemah Suci dimana Jahweh berdiam menunjuk kepada Jahshua Kristus. Tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga, kecuali melalui Jahshua Kristus. Pintu gerbang pelataran, yang menunjuk kepada Jahshua, yang dibuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, adalah jelas karena Jahweh ingin menyatakan kebenaran yang akan membawa kita kepada keselamatan kita. Kain ungu menunjuk kepada Roh Kudus, yang mengatakan kepada kita, “Jahshua adalah Raja di atas segala raja.” Kain kirmizi menunjuk kepada darah yang dicurahkan Jahshua di kayu Salib. Kain ungu, seperti yang sudah saya sebutkan, menunjuk kepada baptisan yang diterima Jahweh dari Yohanes Pembaptis.

Jadi kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi menunjuk kepada baptisan Jahshua, inkarnasi Jahweh, dan kematianNya di kayu Salib. Karya Jahshua dinyatakan di dalam semua kain yang memberikan iman yang memampukan kita untuk menghadap Jahweh di dalam kekudusan. Bahwa Jahshua, Jahweh sendiri, datang ke dunia ini dalam rupa manusia, menerima semua kelemahan orang berdosa ke atas diriNya melalui baptisan, dan menanggung semua kutuk atas segala dosa serta hukumannya dengan menumpahkan darahNya—inilah rahasia rohani yang tersembunyi di balik kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya.

Mungkin sampai saat ini anda berpikir bahwa kain biru hanya menyatakan tentang Jahweh atau firmanNya. Tetapi anda sekarang harus mengerti dengan jelas bahwa kain biru menunjuk kepada baptisan Jahshua Kristus. Baptisan yang melaluinya Jahshua menerima segala dosa kita ke atas diriNya adalah sebuah kebenaran yang sangat penting dan tidak boleh dilepaskan dari karya-karyaNya; dengan demikian, dari Kemah Suci di Perjanjian Lama, Jahweh sedang mengatakan kepada kita mengenai mengenai kepentingannya.



Baptisan Adalah Cara Jahshua Menanggung Segala Dosa Kita

Tiang-tiang pagar Kemah Suci dibuat dari kayu penaga. Alas-alas perunggu ditempatkan di bagian bawah tiang-tiang itu, dan kaitan-kaitan dari perak dibuat di atasnya. Ini menjelaskan bahwa orang berdosa terlebih dahulu harus dihakimi atas dosa-dosa mereka. Hanya mereka yang sudah pernah dihakimi atas dosa-dosa mereka yang bisa diselamatkan. Mereka yang belum dihakimi dan karena itu belum diselamatkan tidak bisa menghindar dari kutuk untuk menanggung hukuman kekal atas dosa-dosa mereka ketika mereka menghadap Jahweh.

Seperti tertulis, “Karena upah dosa adalah maut,” (Roma 6:23) orang-orang berdosa pasti akan menanggung penghukuman Jahweh yang mengerikan atas dosa-dosa mereka. Orang-orang berdosa karena itu harus dihakimi oleh Jahweh satu kali atas dosa-dosa mereka, dan kemudian hidup kembali dengan mengenakan anugerahNya. Inilah yang disebut dilahirkan kembali. Iman kain biru, bahwa Jahshua menanggung segala dosa ke atas diriNya melalui baptisan, dan iman kain kirmizi, bahwa Jahshua membebaskan semua orang berdosa dengan menanggung hukuman di kayu Salib—hanya iman inilah yang membuat kita mati atas dosa dan dilahirkan kembali. Anda harus menyadari bahwa hukuman kekal yang akan menimpa orang-orang yang, karena ketidakpercayaan mereka, tidak bisa lulus dalam penghakiman iman.

Baptisan Jahshua adalah cara yang dipakai Kristus untuk menyelamatkan kita dari dosa kita. Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis untuk menanggung segala dosa ke atas diriNya. Jahshua adalah Jahweh sendiri, dan untuk menyelamatkan kita, Ia datang ke dunia ini dalam rupa manusia, mengambil semua kekurangan orang berdosa ke atas diriNya dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, yang menjadi wakil manusia, dan dihukum bagi orang-orang berdosa dengan menyerahkan tubuhNya di kayu Salib dan mencurahkan air dan darahNya. Pintu gerbang pelataran Kemah Suci mengatakan kepada kita dengan panjang lebar dan terperinci mengenai karya yang digenapi oleh Jahshua sebagai Juruselamat kita. Melalui pintu gerbang pelataran Kemah Suci, Jahweh mengatakan kepada kita secara jelas bahwa Jahshua sudah menjadi Juruselamat orang berdosa.

Lenan halus yang dipintal benangnya menunjuk kepada Firman di dalam Perjanjian Lama dan Baru, yang sangat terperinci, dan saling cocok. Bagaimana rapinya masing-masing rajutan itu bersatu untuk menjadi kain lenan yang halus? Melalui lenan halus yang dipintal benangnya, Jahweh menunjukkan kepada kita secara terperinci bagaimana Ia menyelamatkan kita.

Ketika kita melihat karpet, kita bisa melihat bahwa karpet itu dirajut dengan menenun berbagai benang. Demikian juga, Jahweh mengatakan kepada orang Israel supaya mereka membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan menenun kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Ini menunjukkan bahwa Jahshua yang datang kepada kita melalui air (baptisan), darah (kayu Salib) dan Roh Kudus (Jahshua adalah Jahweh), yang tersembunyi di dalam firman Jahweh yang sangat terperinci, adalah jalan keselamatan kita. Dengan memiliki iman yang benar kepada Jahshua Kristus yang dinyatakan dalam firman Jahweh yang sangat terperinci itu serta mengenakan kashNya, kita sudah diselamatkan secara sempurna karena iman.

Jahshua Kristus tidak menyelamatkan kita secara sembarangan saja. Kita bisa melihat hal ini ketika kita melihat kepada Kemah Suci. Jahshua sudah menyelamatkan orang berdosa dengan rencana yang sangat terperinci. Kita bisa menyadari betapa betapa terperincinya keselamatan yang diberikan kepada kita hanya dengan memandang kepada tiang-tiang di pagar itu. Mengapa, dari antara semua angka, dipilih angka untuk tiang itu 60? Karena memang angka 6 menunjuk kepada manusia, sementara angka 3 menunjuk kepada Jahweh. Dalam Wahyu 13, tanda 666 muncul, dan Jahweh mengatakan bahwa angka ini adalah angka binatang itu, dan bahwa orang-orang yang berpengetahuan mengenal angka ini. Karena itu, angka 666 berarti bahwa manusia mau bertindak sebagai Jahweh. Apakah keinginan manusia? Bukankah manusia ingin menjadi makhluk ilahi yang sempurna? Kalau kita ingin sungguh-sungguh menjadi makhluk yang ilahi, kita harus dilahirkan kembali dengan percaya kepada Jahshua dan menjadi anak-anak Jahweh. 60 tiang di sini menunjukkan hal ini secara sangat terperinci.

Namun, bukannya memiliki iman, manusia justru memilih untuk melakukan tindakan yang memegahkan diri, yang jahat dengan berusaha untuk mengambil bagian di dalam hakekat ilahi melalui usaha mereka sendiri. Tidak ada alasan kecuali alasan ini yang membuat manusia menafsirkan kembali semua Firman sesuai dengan kehendak manusia dan kesalah-percayaan mereka terhadap pandangan-pandangan buatan manusia, karena mereka tidak memiliki iman dan hanya memiliki kehendak pribadi yang melawan Jahweh. Karena kehendak daging inilah manusia berusaha untuk menjadi lengkap dari dirinya sendiri dan mencapai kesempurnaan dari kedagingan mereka, dan akhirnya mereka terpisah dari firman Jahweh.



Firman Keselamatan Yang Dinyatakan Di Dalam Semua Peralatan Kemah Suci

Agar Jahshua Kristus menyelamatkan orang berdosa dan memasukkan semuanya ke Tempat Kudus, semua perabot di dalam Kemah Suci menjadi penting. Mezbah untuk korban bakaran penting, bejana pembasuhan penting, dan tiang-tiangnya, alas-alas perak, kait-kait dan pelintang perak semuanya juga penting. Semua itu adalah perabot yang ditemukan di bagian luar Kemah Suci, dan semua bahan-bahannya penting untuk menjadikan orang berdosa menjadi orang benar.

Semua hal itu sangat penting untuk memampukan orang-orang berdosa masuk dan hidup di dalam Kerajaan Jahweh, tetapi hal yang peling penting di antara semuanya adalah kain biru itu (baptisan Jahshua). Kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya dipakai untuk membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci. Kain-kain itu menunjuk kepada tiga karya Jahshua yang kita perlukan ketika kita percaya kepada Jahweh. Pertama, Jahshua datang ke dunia ini dan menanggung segala dosa kita ke atas diriNya melalui baptisan; kedua, Jahshua adalah Jahweh (Roh); dan ketiga, Jahshua mati di kayu Salib untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa yang Ia tanggungkan ke atas diriNya melalui Yohanes di sungai Yordan. Inilah urutan yang tepat dari iman yang benar yang dibutuhkan untuk diselamatkan dam menjadi orang benar.

Ketika kita membaca Alkitab, kita bisa melihat bagaimana terperincinya Tuhan kita. Kita bisa menemukan dengan jelas bahwa Dia yang sudah menyelamatkan kita dengan sangat terperinci, lembar demi lembar seperti tenunan kain lenan putih, tidak lain dari Jahweh sendiri. Lebih lagi, Jahweh memerintahkan bangsa Israel untuk membangun pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan menenun kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang panjangnya 9 m. Dengan demikian, Jahweh memastikan bahwa orang yang melihat ke dalam Kemah Suci, meskipun dari jauh, bisa membedakan pintu gerbang pelataran Kemah Suci.

Layar-layar kain lenan putih yang tergantung di tiang-tiang pelataran Kemah Suci menunjukkan kekudusan Jahweh. Dengan itu, kita bisa melihat bahwa orang berdosa tidak akan berani masuk ke dalam Kemah Suci, dan bahwa mereka bisa masuk ke dalam pelatarannya hanya kalau mereka diselamatkan melalui pelayanan yang dinyatakan Jahshua dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dijadikan pintu gerbang pelataran Kemah Suci. Dengan cara ini, Jahweh sudah memampukan orang-orang berdosa untuk mengetahui bahwa Jahshua Kristus sudah menghapus segala dosa mereka dan menyelamatkan mereka melalui air, darah dan Roh Kudus.

Bukan hanya ini, tetapi semua bahan yang dipakai di dalam Kemah Suci, termasuk pintu gerbang pelataran, juga menunjukkan kepada kita Firman yang terperinci yang menjadikan orang berdosa menjadi orang benar. Karena Jahweh memerintahkan kepada orang Israel untuk membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci cukup besar untuk bisa dilihat oleh semua orang, dan karena gerbang ini dibuat dengan sangat cermat menenun kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, Jahweh memampukan semua orang untuk mengerti dengan jelas kepentingan Firman yang bisa mengubahkan orang berdosa menjadi orang benar.

Pintu gerbang pelataran Kemah Suci mengajarkan kepada kita bahwa Jahweh sudah dengan sempurna menyelamatkan kita, yang seperti kayu penaga, dari dosa-dosa kita melalui kain biru (baptisan Jahshua), kain merah (darah di kayu Salib), dan kain ungu (Jahshua adalah Jahweh). Jahweh sudah menentukan bahwa hanya mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada hal ini bisa masuk ke dalam Tempat Kudus, Rumah Jahweh.



Jahshua Kristus berbicara Kepada Kita

Jahweh mengatakan bahwa untuk menjalani kehidupan iman yang seperti emas, yang bersinar, kita harus dibasuh dari segala dosa kita melalui baptisan Jahshua dan kemudian menghadap Tuhan. Inilah sebabnya Jahweh sendiri menunjukkan model Kemah Suci melalui Musa, membangunnya melalui Musa, dan membuat bangsa Israel menerima pengampunan dosa melalui lembaga Kemah Suci ini. Mari kita memperhatikan kembali iman yang membawa kita ke pelataran Kemah Suci dan ke dalam Tempat Kudus. Melaluipelataran Kemah Suci, Jahweh terus berbicara kepada kita mengenai iman kita kepada kebenaran bahwa Jahshua sudah menyelamatkan kita melalui air, darah, dan Roh Kudus. Iman di dalam pintu gerbang pelataran, yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, di dalam penumpangan tangan dari Imam Besar di atas kepala domba korban, dan iman yang dengannya Imam Besar membasuh tangan dan kakinya di bejana pembasuhan—semuanya itu memampukan kita mengetahui bahwa hanya iman kita kepada Injil air dan Roh yang adalah iman yang murni yang memampukan kita untuk masuk ke dalam Tempat Kudus dan hidup di sana dalam kemuliaan.

Melalui Kemah Suci, Jahweh sudah mengijinkan kita semua untuk menerima anugerah keselamatan dan berkat-berkatNya. Melalui Kemah Suci, kita bisa mengetahui berkat-berkat yang sudah dicurahkan Jahweh kepada kita. Kita bisa memahami dan percaya kepada anugerah keselamatan yang sudah memampukan kita untuk menghadap tahta anugerah Jahweh dan diselamatkan sekali untuk selamanya. Bisakah anda memahami hal ini? Melalui Kemah Suci, kita bisa melihat bagaimana cermatnya Tuhan sudah menyelamatkan anda dan saya, bagaimana terperincinya Ia merencanakan keselamatan kita, dan bagaimana pastinya Ia menggenapinya sesuai dengan rencana ini dan menjadikan kita yang adalah orang-orang berdosa menjadi orang-orang benar.

Sudahkah anda, entah karena apa, percaya kepada Jahshua dengan cara yang tidak jelas sampai saat ini? Apakah anda hanya percaya bahwa warna biru hanya berarti langit? Apakah anda hanya memiliki iman kepada warna merah dan ungu, yaitu bahwa Jahshua Kristus, Raja di atas segala raja, datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita di kayu Salib, dan apakah anda percaya dengan cara demikian? Kalau ya, sekaranglah saatnya anda menemukan iman yang benar. Saya berharap bahwa sekarang anda akan memahami dengan jelas tentang baptisan Jahshua, iman kepada warna biru, dan kemudian menyadari dan percaya kepada anugerah keselamatan dari Jahweh yang tidak terukur yang diberikan kepada anda.

Jahweh tidak hanya menyelamatkan kita melalui darah dan Roh Kudus. Mengapa? Karena Jahweh dengan jelas berbicara kepada kita tentang warna biru, ungu, dan merah, dan melalui ketiga tenunan warna ini Ia mengatakan kepada kita dengan jelas bagaimana Jahweh menyelamatkan kita. Melalui Kemah Suci, Jahweh kita menunjukkan karya Jahshua secara terperinci. Setelah memerintahkan Musa untuk membangun Kemah Suci, melalui Kemah Suci ini, Jahweh berjanji bahwa Ia akan menyelamatkan kita dengan cara demikian. Seperti yang dijanjikan, Jahshua Kristus datang dalam rupa manusia dan menanggung segala dosa kita ke atas diriNya dengan dibaptiskan di dalam air (warna biru) sungai Yordan. Melalui baptisannya, Jahshua sudah menyelamatkan orang berdosa dari segala dosa mereka. Betapa terperinci, betapa benar sempurna, dan betapa pastinya keselamatan kita itu!

Ketika kita masuk ke dalam Tempat Kudus, kita bisa melihat kaki dian, meja roti sajian, dan mezbah ukupan. Sebelum kita bisa masuk ke dalam Tempat Mahakudus, kita harus terlebih dahulu untuk sementara waktu berada di Tempat Kudus ini yang menyinarkan sinar keemasan, dan menerima makanan dari Firman untuk mengisi hati kita. Bagaimana berkat ini? Sebelum memasuki Kerajaan Jahweh, kita hidup di dalam GerejNya sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan secara sempurna melalui Injil air dan Roh. Gereja Jahweh yang memberikan makanan bagi kehidupan kita adalah Tempat Kudus.

Di dalam Tempat Kudus—yaitu, Gereja Jahweh—di sana ada kaki dian, meja roti sajian, dan mezbah ukupan. Kaki dian, dengan tiangnya, cabang-cabangnya, cawan-cawannya, hiasan-hiasannya, dan bunga-bunga, semuanya dibuat secara utuh dalam satu bagian yang ditempa dari satu talenta emas murni. Kaki dian yang dibuat dengan menempa satu talenta emas murni ini menunjukkan bahwa orang-orang benar harus bersatu di dalam Gereja Jahweh.

Di meja roti sajian, roti-roti yang tidak beragi ditempatkan, menandakan roti firman Jahweh yang murni yang bebas dari semua kejahatan dan pengajaran palsu dunia. Tempat Kudus Jahweh—yaitu, Gereja Jahweh—memberitakan firman Jahweh yang murni yang tidak beragi ini, dan hidup di dalam iman yang murni tanpa melakukan kejahatan di hadapan Jahweh.

Di hadapan tirai Tempat Mahakudus, mezbah ukupan ditempatkan. Mezbah ukupan adalah doa-doa yang dinaikkan kepada Jahweh. Melalui perkakas-perkakas Tempat Kudus, Jahweh mengatakan bahwa ketika kita menghadap Dia, kita harus memiliki kesatuan, iman kepada FirmanNya yang murni, dan doa. Hanya orang-orang benar yang bisa berdoa, karena Jahweh hanya mendengar doa orang-orang benar (Yesaya 59:1-2, Yakobus 5:16). Dan hanya mereka yang berdoa di hadapan Jahweh yang bisa menemui Dia.

Demikian juga, Tempat Kudus mengatakan kepada kita betapa mulianya bagi kita untuk diselamatkan di dalam Gereja Jahweh. Bahan yang menjadi kunci yang dipakai untuk Tempat Kudus—kain biru (Jahshua dibaptiskan), kain kirmizi (setelah menanggung segala dosa ke atas diriNya melalui baptisanNya, Jahshua mati di kayu Salib dan menanggung penghukuman atas dosa-dosa kita), dan kain ungu (Jahshua adalah Jahweh)—menunjuk kepada iman yang sungguh-sungguh harus kita miliki. Ketiga hal itu menunjuk kepada keseluruhan iman kita. Ketika kita percaya bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh dan pada hakekatnya Jahweh sendiri, dan bahwa Ia menyelamatkan kita, kita kemudian bisa masuk ke dalam Tempat Kudus yang menyinarkan cahaya keemasan, dimana Jahweh berdiam. Kalau kita tidak percaya kepada karya Jahshua yang dimanifestasikan di dalam ketiga kain ini, maka kita tidak akan bisa masuk ke dalam Tempat Kudus, tidak peduli betapa tekunnya ia percaya kepada Jahshua. Tidak semua orang Kristen bisa masuk ke dalam Tempat Mahakudus.



Mereka Yang Hanya Tetap Di Pelataran Kemah Suci dengan Iman yang Salah

Jaman ini, banyak orang Kristen yang tidak bisa masuk ke dalam Tempat Kudus meskipun mereka meyakini iman mereka. Ada, dengan kata lain, banyak orang yang mencoba untuk diselamatkan dengan iman buta mereka. Tidak lain dari orang-orang yang berpikir bahwa mereka bisa diselamatkan hanya karena percaya kepada darah Jahshua Kristus, dan bahwa Ia adalah Raja di atas segala raja, adalah orang-orang yang demikian. Mereka percaya kepada Jahshua dengan cara menggampangkannya. Percaya hanya kepada darah Jahshua, mereka berdiri di dekat mezbah korban bakaran dan berdoa secara buta, “Tuhan, saya masih orang berdosa saat ini. Ampuni saya, Tuhan. Saya mempersembahkan segala syukur saya kepadaMu, Tuhan, karena sudah disalibkan dan mati menggantikan saya. Oh, Tuhan, saya mengasihi Engkau!”

Setelah melakukan hal ini setiap pagi, mereka kembali kepada kehidupan mereka, dan kemudian kembali lagi ke mezbah korban bakaran lagi di sore harinya dan menaikkan doa yang sama. Orang-orang yang menghampiri mezbah korban bakaran setiap pagi, sore, dan bulan tidak bisa dilahirkan kembali, tetapi akan jatuh ke dalam kekeliruan karena pemikiran mereka sendiri.

Mereka meletakkan korban persembahan di mezbah korban bakaran yang menyala dengan api yang membara serta memberikan korban mereka dengan api. Karena dagingnya terbakar di nyala api itu, bau daging terbakar menyebar, dan asap berwarna hitam dan putih terus menerus naik. Mezbah korban bakaran bukanlah tempat dimana kita berseru meminta kepada Jahweh suaya dosa-dosa kita dilenyapkan, tetapi hal itu, sebenarnya, adalah tempat yang mengingatkan kita akan api neraka yang menakutkan.

Namun, orang-orang mendatangi tempat ini setiap pagi dan sore, dan mengatakan, “Tuhan, aku sudah melakukan dosa. Ampunilah dosa-dosaku.” Kemudian mereka kembali ke rumah, dengan rasa puas seolah-olah mereka sudah sungguh-sungguh diampuni dari dosa-dosa mereka. Bahkan mungkin saja mereka menyanyi dengan bahagia, “♫Aku sudah diampuni, ♪engkau sudah diampuni, ♫kita semua sudah diampuni.” Tetapi perasaan yang demikian hanyalah bersifat sesaat saja. Tidak lama kemudian, mereka melakukan dosa lagi dan mendapati diri mereka berdiri di hadapan mezbah korban bakaran sekali lagi, dan mengaku, “Tuhan, aku orang berdosa.” Mereka yang bolak-balik dari dan ke mezbah itu untuk mempersembahkan korban bakaran setiap hari, bagaimanapun pengakuan iman mereka kepada Jahshua, masih tetap orang berdosa. Orang-orang yang demikian tidak akan pernah masuk ke dalam Kerajaan Jahweh yang Kudus.

Siapa, kemudian, yang bisa sepenuhnya menerima pengampunan dosa dan masuk ke dalam Tempat Kudus Jahweh? Mereka adalah orang-orang yang tahu dan percaya kepada rahasia kain biru, kain kirmizi dan kain ungu yang ditetapkan oleh Jahweh. Mereka yang percaya kepada hal ini bisa melampaui mezbah korban bakaran dengan iman mereka kepada kematian Jahshua yang menerima semua dosa yang ditanggungkan kepadaNya, membasuh tangan dan kaki mereka di bejana pembasuhan dan mengingatkan diri mereka bahwa segala dosa mereka ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya, dan kemudian masuk ke dalam Tempat Kudus Jahweh. Orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh dan menerima pengampunan dosa masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan iman mereka, karena iman mereka diterima oleh Jahweh.

Saya berharap bahwa anda akan memahami dan percaya bahwa makna Alkitabiah dari warna biru adalah baptisan Jahshua. Ada banyak orang yang mengaku percaya kepada Jahshua di jaman ini, tetapi sedikit saja yang sampai kepada kepercayaan kepada air (kain biru), baptisan Jahshua. Ini adalah fenomena yang sangat menyedihkan. Sangat mengecilkan hati bahwa banyak orang yang meninggalkan iman yang paling penting yaitu iman kepada baptisan dari kepercayaan mereka, sedangkan Jahshua datang ke dunia ini bukan hanya sebagai Jahweh dan untuk mati di kayu Salib saja. Saya berharap dan berdoa bahwa saat ini juga, anda semua akan mengenal dan percaya kepada iman kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi dan dengan itu menjadi orang-orang yang masuk ke dalam Kerajaan Jahweh.



Kita Harus Percaya Kepada Tuhan Yang Dinyatakan Dalam Kain Biru Dan Kain Ungu, Dan Kain Kirmizi Di Kemah Suci, Yang Adalah Bahan Bagi Keselamatan Kita

Tuhan kita sudah menyelamatkan anda dan saya. Ketika kita memandang kepada Kemah Suci, kita bisa melihat betapa terperincinya cara Tuhan menyelamatkan kita. Ucapan syukur kita tidak akan cukup untuk hal ini. Betapa bersykurnya kita bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita melalui kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi dan bahwa Ia juga memberikan kepada kita iman yang percaya kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi itu!

Orang-orang berdosa tidak pernah bisa masuk ke dalam Tempat Kudus tanpa mengenakan anugerah Jahweh dan menjalani penghakiman yang mengerikan atas dosa-dosa mereka. Bagaimana seseorang yang belum dihakimi dosa-dosanya bisa membuka pintu gerbang Kemah Suci dan masuk ke dalam Kemah Suci? Tidak akan bisa! Kalau orang-orang demikian masuk ke dalam Tempat Kudus, ia akan dikutuk mengalami kebutaan karena sinar yang menyilaukan. “Wow, di sini sangat terang! Uh-oh, mengapa saya tidak bisa melihat apa-apa? Sewaktu saya di luar, saya pikir saya akan melihat segala sesuatu di dalam Tempat Kudus kalau saya masuk ke dalamnya. Mengapa saya tidak bisa melihat apa-apa, dan mengapa di sini keadaan menjadi gelap? Saya bisa melihat dengan baik ketika di luar Tempat Kudus…Ada yang mengatakan bahwa Tempat Kudus sangat terang; tetapi mengapa sekarang ini bahkan menjadi semakin gelap?” Mereka tidak bisa melihat karena mereka sudah menjadi buta secara rohani, karena mereka tidak memiliki iman kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Demikian juga, orang-orang berdosa tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Tempat Kudus.

Tuhan kita sudah memampukan kita untuk tidak menjadi buta di dalam Tempat Kudus, dan menerima kehidupan kekal di dalam Tempat Kudus. Melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang ditemukan di setiap sudut Kemah Suci, Jahweh mengatakan kepada kita cara keselamatan kita, dan sesuai dengan Firman nubuatanNya, Ia memang membebaskan kita dari segala dosa kita.

Tuhan kita sudah menyelamatkan kita melalui air, darah dan Roh Kudus (1 Yohanes 5:4-8), sehingga kita tidak akan menjadi buta setiap kali melihat kemuliaanNya yang bersinar. Ia sudah menyelamatkan kita melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Tuhan kita sudah berjanji melalui firman Jahweh yang sangat teliti, dan Ia sudah mengatakan bahwa Ia akan menyelamatkan kita dengan menggenapi janji-janjiNya.

Apakah anda percaya bahwa anda dan saya sudah diselamatkan melalui karya Jahshua yang sangat teliti yang dimanifestasikan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya? Ya! Apakah kita diselamatkan secara acak saja? Tidak! Kita tidak bisa diselamatkan tanpa percaya kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi.

Kain biru bukan menunjuk kepada Jahweh. Hal itu menunjuk kepada baptisan Jahshua yang dengan itu Ia menanggung segala dosa orang-orang berdosa di dunia ini di sungai Yordan.

Sangat mungkin, kebetulan, seseorang berdiri di dekat mezbah korban bakaran tanpa percaya kepada kain biru, baptisan Jahshua. Manusia bahkan mungkin bisa mencapai bejana pembasuhan sesudah melewat mezbah korban bakaran, tetapi mereka tidak bisa masuk Tempat Kudus di mana Jahweh berdiam. Orang-orang yang bisa membuka pintu gerbang Kemah Suci dan masuk ke dalam Tempat Kudus hanyalah anak-anak Jahweh yang sudah menerima pengampunan dosa dengan percaya sepenuhnya kepada Injil air dan Roh. Tetapi orang-orang berdosa, tidak peduli siapapun, yang akan bisa masuk ke dalam Tempat Kudus. Sampai seberapa jauh, kita harus masuk supaya bisa menerima keselamatan kita? Kita diselamatkan bukan hanya ketika kita masuk ke pintu gerbang pelataran Kemah Suci, tetapi ketika kita masuk ke dalam Tempat Kudus dimana Jahweh berada.



Perbedaan antara iman di dalam Kemah Suci dan iman di luar Kemah Suci

Mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan di pelataran luar Kemah Suci dibuat dari perunggu, dan pagarnya juga terbuat dari kayu, perak, dan perunggu. Tetapi ketika kita masuk ke dalam Kemah Suci, bahan-bahan yang ada sangat berbeda. Ciri yang paling utama dari Tempat Kudus yaitu bahwa hal itu bisa disebut sebagai “rumah dari emas.” Tembok tiga sisi dibangun dengan 48 lembar papan penaga, yang semuanya dilapis dengan emas. Meja roti sajian dan mezbah ukupan juga dibuat dari kayu penaga, dengan lapisan dari emas, dan kaki dian juga dibuat dengan menempa satu talenta emas. Dengan demikian, semua perkakas di dalam Tempat Kudus dibuat atau dilapis dengan emas.

Di sisi lain, dari apakah alas yang diletakkan di bawah papan itu? Semuanya dibuat dari perak. Ketika alas untuk tiang pagar pelataran Kemah Suci dibuat dari perunggu, alas di bawah papan di dalam Kemah Suci dibuat dari perak. Dan ketika tiang-tiang pagar pelataran dibuat dari kayu, papan-papan Kemah Suci dibuat dari kayu penaga yang dilapis dengan emas. Tetapi alas-alas untuk kelima tiang pintu Kemah Suci dibuat dari perunggu.

Meskipun alas di bawah papan Kemah Suci terbuat dari perak, alas-alas di bawah tiang untuk pintu Kemah Suci terbuat dari perunggu. Apa artinya ini? Ini berarti bahwa siapa saja yang mau menghadap Jahweh harus dihakimi atas dosa-dosanya. Bagaimana, kemudian, kita bisa menghadap Jahweh kalau ketika kita dihakimi kemudian kita dijatuhi hukuman mati? Kalau kita mati, kita tidak akan bisa menghadap Jahweh.

Melalui perunggu yang dibuat untuk alas kelima tuang pintu Kemah Suci, Jahweh mengatakan bahwa meskipun kita harus dihakimi atas dosa-dosa kita, Jahshua menanggung segala dosa kita ke atas diriNya melalui baptisanNya dan dihukum atas dosa-dosa itu menggantikan kita. Kita adalah orang-orang yang harus dihukum atas dosa-dosa kita. Tetapi ada orang lain yang menanggung semua kutuk dosa-dosa menggantikan kita. Dia yang sudah menanggung kutuk dan mati menggantikan tidak lain dari Jahshua Kristus.

Iman yang dimanifestasikan di dalam kain bitu adalah iman yang percaya bahwa Jahshua Kristus menerima segala dosa kita ke atas diriNya melalui baptisanNya dan sudah mengampuni kita dari segala dosa kita. Ketika Jahweh menerima hidup Jahshua Kristus untuk menanggung kutuk atas segala dosa kita yang ditanggungkan kepadaNya melalui baptisanNya dan dengan itu menyelesaikan persoalan dosa kita, kita tidak lagi menghadapi kutuk apapun atas dosa-dosa kita. Iman yang dinyatakan di dalam kain kirmizi adalah iman kepada darah Jahshua Kristus di kayu Salib. Iman ini percaya bahwa Jahshua Kristus mewakili kita menanggung kutuk dosa-dosa kita yang seharusnya kita tanggung sendiri.

Hanya mereka yang menanggungkan dosa-dosa mereka kepada Jahshua dengan percaya kepada baptisan, dan sudah dihakimi atas dosa-dosa mereka dengan percaya kepada darah yang dicurahkan Jahshua di kayu Salib dengan kematian ahli Taurat semua dosa-dosa itu, bisa masuk ke dalam Tempat Kudus. Inilah alasannya mengapa alas untuk tiang pintu Kemah Suci dibuat dari perunggu. Dengan demikian, kita harus percaya kepada darah Kristus yang menanggung segala dosa ke atas diriNya melalui baptisanNya dan menanggung hukuman menggantikan kita.

Jahweh sudah menentukan bahwa hanya mereka yang meyakini kenyataan bahwa Jahshua Kristus yang sudah menyelamatkan mereka adalah Jahweh sendiri (kain ungu), tentang baptisan Jahshua (kain biru), dan kebenaran bahwa Jahshua sudah menggantikan kita menanggung dosa (kain kirmizi) yang akan bisa masuk ke dalam Tempat Kudus. Jahweh sudah mengijinkan hanya orang-orang yang sudah dihakimi untuk dosa-dosa mereka dengan percaya kepada Jahshua, dan yang percaya bahwa Jahshua sudah menyelamatkan mereka dari segala dosa mereka, yang akan masuk ke dalam Tempat Kudus.

Alas untuk tiang pintu Kemah Suci dibuat dari perunggu. Alas perunggu ini memiliki makna rohani bahwa Jahweh sudah mengijinkan orang-orang berdosa yang lahir sebagai keturunan Adam untuk masuk ke dalam Tempat Kudus kediamanNya hanay kalau mereka, siapapun mereka itu, memiliki iman kepada kain biru (baptisan Jahshua), kain kirmizi (kematian Jahshua menggantikan hukuman bagi kita), dan kain ungu (Jahshua adalah Jahweh sendiri). Bahwa kelima alas tiang pintu terbuat dari perunggu menunjukkan kepada kita mengenai Injil Jahweh, seperti yang tertulis di dalam Roma 6:23, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Jahweh ialah hidup yang kekal dalam Kristus Jahshua, Tuhan kita” Jahshua sudah menanggung segala dosa kita dengan air, darah dan Roh.



Kita Tidak Boleh Mengabaikan Tetapi Harus Percaya Kepada Firman Dan Jahweh

Percaya kepada Jahshua tidak berarti bahwa anda diselamatkan tanpa alasan.  Juga datang ke gereja tidak berarti anda tanpa alasan sudah dilahirkan kembali. Tuhan kita mengatakan di dalam Yohanes 3 bahwa hanya mereka yang dilahirkan kembali dari air dan Roh yang bisa melihat dan masuk ke dalam Kerajaan Jahweh. Jahshua secara pasti mengatakan kepada Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi dan orang yang setia percaya kepada Jahweh, “Engkau pengajar orang-orang Yahudi, dan engkau tidak tahu bagaimana dilahirkan kembali? Hanya kalau seseorang dilahirkan kembali dari air dan Roh maka dia bisa melihat dan masuk ke dalam Kerajaan Jahweh.” Orang-orang yang percaya kepada Jahshua bisa dilahirkan kembali hanya kalau mereka memiliki iman kepada kain biru (Jahshua menanggung segala dosa kita ke atas diriNya ketika Ia dibaptiskan), kain kirmizi (Jahshua mati untuk dosa-dosa kita), dan kain ungu (Jahshua adalah Juruselamat, Jahweh sendiri, dan Anak Jahweh). Dengan demikian, melalui kain biru, kirmizi dan ungu yang ditemukan di setiap sudut Kemah Suci, semua orang berdosa harus percaya bahwa Jahshua adalah Juruselamat orang berdosa.

Karena banyak orang yang percaya kepada Jahshua tanpa percaya kepada kebenaran ini sehingga mereka tidak bisa dilahirkan kembali dan juga tidak bisa mengenal Firman kelahiran kembali. Tuhan kita sudah dengan jelas mengatakan bahwa meskipun kita mengaku percaya kepada Jahshua, kalau kita tidak dilahirkan kembali, kita tidak akan bisa masuk ke dalam Tempat Kudus, Kerajaan sang Bapa, dan tidak bisa menjalani kehidupan iman yang benar.

Dalam pemikiran kita yang dibuat oleh manusia, kita bisa saja berpikir betapa indahnya kalau semua orang Kristen bisa disebut dilahirkan kembali meski bagaimanapun percaya mereka. Apakah tidak demikian? Kalau kita bisa diselamatkan hanya dengan menyebut nama Jahshua dan mengaku beriman kepadaNya hanya dalam kata-kata tanpa memahami secara terperinci apa yang dilakukanNya untuk manusia, orang akan melihat dan heran akan betapa mudahnya percaya kepada Jahshua. Kita bisa saja senantias bersyukur kepadaNya setiap kali kita bertemu orang Kristen baru, dan menyanyi, “♫Aku sudah diampuni; ♪engkau sudah diampuni; ♫kita semua sudah diampuni.” “Karena sudah ada begitu banyak orang percaya, apa perlunya bersaksi? Segala sesuatu sudah beres seperti ini. Luar biasa bukan?” Kalau memang demikian yang terjadi, orang akan berpikir bahwa keselamatan itu begitu mudah, karena siapa saja yang menyebut nama Tuhan bisa diselamatkan, dan keselamatan mereka kemudian akan terjadi meskipun mereka menjalani kehidupan sekehendak mereka sendiri. Tetapi Jahweh mengatakan bahwa kita tidak akan bisa dilahirkan kembali dengan memiliki iman yang buta demikian. Sebaliknya, Ia mengatakan bahwa mereka yang mengaku sudah diselamatkan tanpa mengerti Injil air dan Roh sedang menjadi peleku kejahatan.



Yang Dilahirkan Kembali Adalah Roh Anda, Bukan Daging Anda

Jahshua menjadi manusia, datang ke dunia ini, dan sudah menyelamatkan kita melalui Injil air dan Roh. Yusuf, ayah Jahshua secara daging adalah seorang tukang katu (Matius 13:55), dan Jahshua melayani keluargaNya di bawah seorang ayah tukang kayu, dan Ia sendiri bekerja sebagai tukang kayu selama 29 tahun pertama dalam kehidupanNya. Tetapi ketika Ia memasuki usia 30, Ia harus memulai karya keliahianNya, yaitu, melaksanakan pelayanan kepada orang banyak.

Karena Jahshua memiliki hakekat ilahi dan hakekat manusia, kita orang-orang yang dilahirkan kembali juga memiliki dua hakekat yang berbeda. Kita memiliki daging dan roh. Namun, ketika seseorang mengaku percaya kepada Jahshua dan rohnya tidak dilahirkan kembali, maka orang ini bdk—yaitu, dia tidak memiliki roh yang dilahirkan kembali. Kalau seseorang mencoba untuk percaya kepada Jahshua tanpa dilahirkan kembali di dalam rohnya, maka orang ini hanya sekedar seseorang yang mencoba untuk dilahirkan kembali secara daging seperti Nikodemus, dan bukan seseorang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali. Meskipun Jahshua adalah Jahweh sendiri di dalam hakekatNya, tetapi Ia juga memiliki hakekat daging manusia yang juga merasakan kelemahan. Dengan demikian, ketika kita mengatakan kalau diri kita sudah dilahirkan kembali, itu berarti bahwa roh kita sudah dilahirkan kembali, bukan daging kita.

Kalau semua orang yang sekedar mengaku percaya kepada Jahshua memang dilahirkan kembali, saya akan berusaha untuk dikenal menjadi pendeta yang baik. Mengapa? Karena saya tidak akan terlalu sedih melihat mereka yang tidak percaya kepada kebenaran, dan karena itu saya tidak perlu terlalu tegas dalam khotbah-khotbah saya dan berharap bahwa mereka juga akan mengenal kebenaran. Saya akan menunjukkan diri sebagai pendeta yang bersikap ramah, terpuji, baik, lemah lembut dan penuh humor, dan menjelaskan kepada orang-orang bagaimana mereka bisa menjadi kudus di dalam daging mereka. Tentu saja, saya juga bisa memperbaiki penampilan saya, tetapi saya tidak akan melakukan hal itu. Saya tidak akan melakukannya karena saya tidak bisa menanamkan kesan di dalam pikiran anda, “Pendeta ini sungguh-sungguh menunjukkan kekudusan dan belas kasihan Jahshua.” Ini karena daging manusia tidak bisa berubah, dan karena untuk tampil bagus, baik, dan penuh kasih secara daging tidak berarti bahwa orang itu sudah dilahirkan kembali. Tidak ada seorangpun yang bisa dilahirkan kembali di dalam daging. Roh saja, unsur lain dalam kehidupan manusia, yang harus dilahirkan kembali melalui percaya kepada firman Jahweh.

Ketika anda percaya kepada Jahshua, anda harus mengenal kebenaran. “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32). Hanya kebenaran Jahweh yang menjadikan kita dilahirkan kembali, membebaskan jiwa kita dari belenggu dosa, dan menjadikan kita dilahirkan kembali sebagai orang-orang benar. Hanya ketika kita mengenal, percaya dan memberitakan Alkitab dengan benar kita bisa masuk ke dalam Tempat Kudus dan menjalani kehidupan iman yang benar, dan juga masuk ke dalam tutup pendamaian di Tempat Mahakudus. Injil air dan Roh yang menjadikan jiwa kita dilahirkan kembali adalah kebenaran, dan iman kepada hal ini sudah membuat kita diampuni dari segala dosa kita dan memampukan kita hidup di dalam dunia iman dengan Jahweh. Injil air dan Roh yang ada di dalam hati kita memampukan kita untuk hidup sebagai anak-anak Jahweh yang dilahirkan kembali di dalamdunia roh yang bersinar terang di dalam kebahagiaan Tuhan.

Percaya kepada Jahshua secara buta-buta bukan iman yang benar. Dipandang dari kaca mata manusia, saya memiliki benyak kelemahan.  Saya tidak hanya mengatakan ini dengan bibir saya, tetapi setiap kali saya melakukan sesuatu, saya sungguh-sungguh menyadari bahwa saya memang memiliki kelemahan. Sebagai contoh, ketika saya mempersiapkan diri untuk sebuah kemah Alkitab agar orang-orang kudus dan orang-orang baru yang ikut serta akan mendengar Firman dengan nyaman, diilhami di dalam hati mereka oleh anugerah Jahweh, menerima berkat dilahirkan kembali, dan kembali setelah mendapatkan kelegaan tubuh dan hati mereka, saya menemukan bahwa ada banyak hal yang tidak terpikirkan oleh saya dan tidak saya persiapkan sebelumnya. Hal-hal yang bisa dibereskan hanya dengan memberi sedikit perhatian lebih dan kepedulian selalu muncul ketika masa persiapan sudah selesai dan kemah itu sudah mau dimulai. Saya bertanya-tanya kepada diri saya sendiri mengapa saya tidak memikirkan mengenai hal itu sebelumnya dan mempersiapkan diri, ketika dengan menambah sedikit perhatian dan ketelitian dalam perencanaan tentang kemah Alkitab itu, orang-orang kudus dan jiwa-jiwa baru itu akan mendengar Firman dengan baik, diselamatkan, dan menikmati waktu yang indah. Juga, meskipun saya sudah bekerja sepanjang hari, karena kurangnya efisiensi pribadi saya, ada waktu-waktu dimana saya tidak menghasilkan banyak hal. Saya sendiri sangat menyadari kenyataan bahwa saya memiliki begitu banyak kelemahan.

“Mengapa aku tidak bisa melakukan hal ini? Mengapa aku tidak berpikir tentang hal ini? Yang diperlukan adalah sedikit lebih perhatian, tetapi mengapa aku tidak bisa melakukan hal ini?” Ketika saya sungguh-sungguh melayani Injil, saya menyadari diri dan mengaku, “Inilah saya. Beginilah ketidaksempurnaan saya.” Saya tidak hanya mengatakan hal ini dengan bibir saya, dan saya tidak berpura-pura rendah hati, tetapi saya, pada kenyataannya, orang yang tidak bisa menyelesaikan dengan sempurna perkara-perkara kecil dan bahkan mengerjakan semuanya secara serampangan. Ketika melihat diri, saya menyadari banyaknya kelemahan saya.



Kita Menerima Kekudusan Melalui Iman Kain Biru

Ketika orang-orang berpikir mengenai diri sendiri, mereka merasa seolah-olah bisa melakukan segala sesuatu tanpa melakukan kesalahan. Tetapi ketika mereka sungguh-sungguh harus mengerjakan sebuah tugas, kemampuan dan kelemahan mereka yang sesungguhnya akan muncul. Mereka menemukan bahwa mereka sungguh-sungguh lemah dan bahwa mereka tidak bisa tidak melakukan dosa dan kesalahan. Juga, ketika orang-orang berpikir bahwa mereka baik-baik saja, mereka menganggap diri mereka akan masuk ke dalam Kerajaan Jahweh karena kebaikan iman mereka itu.

Namun daging tidak pernah berubah. Tidak ada daging yang tidak memiliki kelemahan, dan daging senantiasa melakukan kekeliruan dan menunjukkan kelemahannya. Kalau, kebetulan, anda berpikir bahwa anda bisa masuk ke dalam Kerajaan Tuhan karena kebaikan yang anda lakukan daging nada, anda harus emnyadari bahwa bagaimanapun baiknya daging anda, hal itu sama sekali tidak ada gunanya di hadapan Jahweh. Satu-satunya hal yang bisa memampukan kita masuk ke dalam Kerajaan Tuhan adalah iman kepada Firman kebenaran—kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita. Karena Tuhan kita sudah menyelamatkan kita melalui kain biru dan kain ungu, dan, kita bisa masuk ke dalam Tempat Kudus hanya dengan percaya kepada hal itu.

Kalau Jahweh tidak menyelamatkan kita melalui kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, kita tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Tempat Kudus. Tidak peduli betapa kuatnya iman kita, kita tidak akan bisa memasukinya. Mengapa? Karena kalau memang bisa demikian, itu berarti bahwa iman kita kepada daging kita harus baik setiap hari supaya kita bisa masuk ke sana. Kalau kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Jahweh hanya kalau iman kita baik setiap hari, bagaimana kita, yang memiliki daging yang begitu lemah, bisa membuat iman kita tetap baik setiap hari agar kita bisa masuk ke sana? Ketika tidak ada cara bagi kita untuk menerima pengampunan dosa atas kekuatan diri sendiri, dan ketika kita tidak memiliki iman yang bisa kita andalkan setiap kali kita melakukan dosa, bagaimana kita bisa membuat iman kita cukup baik untuk masuk ke dalam Kerajaan Jahweh? Tubuh kita harus menjadi tubuh yang suci yang tidak memiliki dosa sama sekali sebagai awalnya, atau kita harus senantiasa menaikkan doa pertobatan serta berpuasa setiap hari, tetapi tubuh siapa yang bisa melakukan hal itu?

Kalau Jahweh tidak menyelamatkan kita dengan kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, tidak ada di antara kita yang akan bisa masuk Kerajaan Surga. Kita memiliki kehidupan dimana kadangkala iman kita nampak baik tetapi sesaat kemudian iman itu lenyap. Ketika iman kita menjadi baik hanya untuk selanjutnya hilang lagi berulangkali, kita menjadi bingung mengenai apakah kita sungguh-sungguh memiliki iman atau tidak, dan akhirnya kehilangan iman yang semula kita miliki. Pada akhirnya, kita bahkan menjadi semakin berdosa bahkan setelah kita percaya kepada Jahshua. Tetapi Jahshua sudah secara sempurna menyelamatkan kita, orang berdosa yang tidak berdaya, sesuai dengan rancangan keselamatanNya yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Ia sudah memberikan kepada kita pengampunan dosa.

Hanya ketika kita memiliki iman ini kita bisa meletakkan patam emas, “Kudus bagi Tuhan,” ke atas serban kita seperti yang dimiliki Imam Besar (Keluaran 28:36-38). Kemudian kita bisa menjalankan tugas keimaman kita. Mereka yang bisa menyaksikan “Kudus bagi Tuhan,” mereka kepada orang lain adalah orang-orang yang memiliki bukti di dalam hati mereka bahwa mereka sudah menerima pengampunan dosa melalui Injil air dan Roh.

Patam emas diletakkan di serban kepala Imam Besar, dan yang mengikat patam ini juga tali yang berwarna biru. Mengapa, kemudian, Jahweh mengatakan bahwa serban itu harus diikat dengan tali biru? Yang dibutuhkan Tuhan kita untuk keselamatan kita adalah kain biru, dan kain biru ini menunjuk kepada baptisan dimana Jahshua menanggung segala dosa kita ke atas diriNya. Kalau Tuhan tidak menghapus dosa kita dengan menanggung semua ke atas diriNya di dalam Perjanjian Baru melalui baptisanNya, sama bentuknya dengan penumpangan tangan di Perjanjian Lama, kita tidak bisa menerima kekudusan dari Jahweh bagaimanapun kita percaya kepada Jahshua. Inilah sebabnya patam emas diikatkan ke serban dengan menggunakan kain biru. Dan semua orang yang melihat Imam Besar dengan patam yang bertuliskan “kudus bagi Tuhan” bisa mengingatkan diri mereka bahwa mereka juga harus kudus di hadapan Jahweh dengan menerima pengampunan dosa mereka. Dan ini membuat orang berpikir mengenai bagaimana mereka bisa menjadi kudus di hadapan Jahweh.

Kita, juga, kemudian harus ingat bagaimana kita menjadi orang benar. Bagaimana kita menjadi orang benar? Mari kita membaca Matius 3:15. “Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya (Yohanes): “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Jahshua sudah menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan menerima baptisan. Karena Jahshua menanggung segala dosa kita ke atas diriNya melalui baptisanNya, orang-orang yang percaya kepada hal ini menjadi tidak berdosa. Kalau Jahshua tidak dibaptiskan, bagaimana kita berani mengatakan bahwa kita tidak berdosa? Apakah anda menerima pengampunan dosa hanya karena pengakuan iman kepada kematian Jahshua di kayu Salib dengan air mata ketulusan di mata anda? Ada banyak orang, yang sebenarnya sulit merasakan sedih atas kematian Jahshua, yang tidak ada hubungan apa-apa dengan diri mereka, berusaha untuk memeras air mata dengan berpikir mengenai kematian kakek mereka, mengenai kesulitan pribadi mereka sewaktu mereka sakit, atau mengenai masalah dan penderitaan mereka di masa lalu. Meskipun anda berusaha menangis karena sebab-sebab itu, ataupun anda sungguh-sungguh sedih karena penyaliban Jahshua, dosa-dosa anda tetap tidak akan bisa dihapuskan dengan cara demikian.

Seperti patam emas yang ditulisi “kudus bagi Tuhan” diikat dengan tali biru ke serban Imam Besar, yang menanggung segala dosa kita dan membuat kita kudus adalah baptisan Jahshua. Hati kita menerima pengampunan dosa karena Jahshua menanggung segala dosa ke atas diriNya dengan baptisanNya, karena Jahshua menanggungkan segala dosa kita ke atas diriNya, dan karena segala dosa dunia ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya. Tidak peduli bagaimana kosongnya hati kita, dan bagaimanapun kurangnya diri kita di dalam tindakan kita, kita sudah menjadi orang benar dan diselamatkan secara sempurna oleh Firman kain biru yang tertulis di dalam Alkitab. Ketika kita memandang daging kita, kita tidak bisa merasa bangga, tetapi karena iman kepada kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya ada di dalam hati kita—yaitu, karena kita memiliki Injil air dan Roh yang sempurna yang mengajarkan bahwa Jahshua menanggung segala dosa kita ke atas diriNya melalui baptisan dan menanggung hukuman kita di kayu Salib—kita bisa dengan berani dan tanpa takut berbicara mengenai Injil. Karena kita memiliki Injil air dan Roh sehingga kita bisa hidup oleh iman kita sebagai orang benar, dan juga memberitakan iman yang benar ini kepada orang-orang lain.

Ucapan syukur kita tidak akan pernah cukup atas anugerah Tuhan kita. Karena keselamatan kita tidak terjadi secara acak, kita semakin bersyukur atas hal itu. Keselamatan yangkita terima bukan hal yang sepele yang tidak akan bisa diterima seseorang yang tidak memiliki kepercayaan yang benar. Memanggil nama Tuhan sekehendak hatinya sendiri, dan mengatakan, “Tuhan, Tuhan,” tidak berarti bahwa semua orang yang mengatakan demikian akan diselamatkan. Karena kita memiliki di dalam hati kita bukti bahwa dosa-dosa kita sudah dilenyapkan melalui Injil air dan Roh, bahwa Tuhan sudah menyelamatkan diri kita secara sempurna dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, kita begitu bersyukur atas keselamatan yang besar ini.

Alkitab mengatakan bahwa semua orang yang percaya kepada Jahshua Kristus Anak Jahweh memiliki kesaksian di dalam hatinya (1 Yohanes 5:10). Kalau tidak ada kesaksian di dalam hati kita, kita akan menjadikan Jahweh sebagai pendusta, dan karena itu kita semua harus memiliki bukti yang kuat di dalam hati kita. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk diperdaya oleh beberapa orang yang menantang anda dan mengatakan, “Buktikan kepadaku bahwa engkau sudah diselamatkan. Engkau berkata bahwa ketika seseorang menerima pengampunan dosa, ia akan menerima Roh Kudus sebagai anugerah, dan bahwa ada bukti-bukti yang jelas dari keselamatan. Tunjukkan bukti-bukti itu.” Anda bisa menunjukkan buktinya dengan tegas dan mengatakan, “Aku memiliki Injil air dan Roh yang dengannya Jahshua menyelamatkan aku secara utuh. Karena aku sudah diselamatkan secara sempurna olehNya, aku tidak memiliki dosa.”

Kalau anda tidak memiliki bukti keselamatan di dalam hati anda, maka anda belum diselamatkan. Tidak peduli bagaimanapun giatnya seseorang percaya kepada Jahshua, hal itu bukan menandakan keselamatan mereka. Ini hanyalah sebuah cinta yang tak berbalas. Ini adalah cinta yang tidak mempedulikan perasaan orang lain yang dicintai. Ketika seseorang yang tidak bisa kita kasihi menunjukkan kegoyahan hati, menginginkan sesuatu dari kita, merasa cinta, dan menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh ingin kita juga mencintainya, tidak berarti bahwa kita juga harus mencintai dia sebagai balasannya. Demikian juga, Jahweh tidak menyambut mereka yang tidak menerima pengampunan dosa hanya karena hati mereka sungguh-sungguh menrindukanNya. Ini hanyalah sekedar cinta yang tidak berbalas yang dimiliki oleh orang-orang berdosa kepada Jahweh.

Ketika kita mencintai Jahweh, kita harus mencintai Dia dengan percaya kepada FirmanNya di dalam kebenaran. Cinta kita kepadaNya tidak boleh hanya sepihak. Kita harus mengatakan kepadaNya rasa cinta kita padaNya, dan kita harus mencari tahu apakah Ia sungguh-sungguh mencintai kita atau tidak sebelum kita mencintai Dia. Kalau kita memberikan seluruh hati kita kepada orang lain yang sungguh-sungguh tidak mencintai kita, maka hal itu hanya akan berakhir dengan patah hati.

Tuhan kita sudah mengenakan kepada kita kemuliaan keselamatan dari segala dosa kita sehingga kita tidak akan dihukum atas dosa-dosa itu. Ia sudah memungkinkan kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Jahweh, dan Ia sudah memberikan kepada kita anugerah yang memampukan kita menerima pengampunan dosa melalui anugerah Jahweh. Keselamatan Jahweh sudah memberikan kepada kita berkat-berkat surgawi yang tidak terhitung banyaknya. Keselamatan ini saja yang sudah diberikan Jahweh kepada kita, dengan kata lain, sudah memampukan kita untuk menerima segala berkat ini dariNya.



Keselamatan Yang Diberikan Oleh Kebenaran Jahweh Sendiri Kepada Kita

Tuhan kita sudah menyelamatkan kita melalui kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Ia sudah memberikan kepada kita keselamatan yang terdiri dari tiga kain yang berbeda. Keselamatan biru, ungu dan kirmizi tidak lain dari anugerah keselamatan yang diberikan oleh Jahweh. Anugerah keselamatan inilah yang memampukan kita untuk masuh dan hidup di dalam Tempat Kudus.

Injil air dan Roh sudah menjadikan anda dan saya menjadi orang benar. Ia memungkinkan kita datang ke Gereja Jahweh dan menjalani kehidupan yang murni. Dan Injil yang benar juga memampukan kita untuk memakan makanan rohani firman Jahweh dan menerima anugerahNya. Ia juga memampukan kita menghadap tahta anugerah Jahweh dan berdoa, dan dengan itu memberikan kepada kiya iman yang dengannya kita bisa menerima anugerah yang berlimpah yang dicurahkan Jahweh menjadi milik kita. Dengan keselamatan kita saja, Jahweh sudag memberikan berkat-berkat yang besar menjadi milik kita. Inilah sebabnya keselamatan kita menjadi sangat berharga.

Jahshua memerintahkan agar kita membangun rumah kita di atas dasar batu karang (Matius 7:24). Batu karang ini tidak lain daripada keselamatan yang kita terima melalui Injil air dan Roh. Dengan demikian, kita harus menjalani seluruh kehidupan kita dalam iman dengan diselamatkan—menjadi orang benar dengan diselamatkan, menikmati kehidupan kekal dengan diselamatkan, dan masuk ke dalam Surga dengan diselamatkan.

Aakhir dari dunia ini sudah mendekat. Di jaman ini, karena itu, orang-orang memiliki alasan yang lebih kuat untuk diselamatkan oleh Firman yang benar. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa seseorang bisa diselamatkan hanya dengan percaya kepada Jahshua secara sepintas tanpa mengerti iman kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi dan merasa tidak ada gunanya untuk berbicara mengenai kehidupan iman, karena sudah cukup diselamatkan dengancara yang demikian.

Namun, alasan mengapa saya berulangkali mengatakan hal ini adalah karena hanya mereka yang sudah menerima pengampunan dosa di dalam hati mereka bisa menjalani kehidupan iman yang diterima Jemaat Efesus. Karena hati semua orang-orang kudus yang menerima pengampunan dosa adalah bait suci di mana Roh Kudus berdiam, ia harus menjalani kehidupannya dengan iman agar tidak mencemarkan kekudusan ini.

Cara orang-orang kudus menjalani kehidupannya memiliki dimensi yang sangat berbeda dengan cara hidup orang-orang berdosa. Dari sudut pandang Jahweh, cara hidup orang-orang berdosa sepenuhnya berada di bawah standarNya. Kehidupan mereka dipenuhi dengan kemunafikan. Mereka berusaha sangat keras untuk hidup sesuai dengan hukum Taurat. Mereka menentukan standar pribadi mereka tentang bagaimana mereka harus berjalan, bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka, bagaimana mereka berjalan, dan bagaimana mereka tertawa.

Tetapi ini sangat jauh dari kehidupan iman yang dimiliki orang-orang benar. Jahweh mengatakan kepada orang-orang benar secara detail, “Kasihilah Tuhan Jahwehmu dengang segenap hati dan kekuatan dan kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Ini adalah gaya kehidupan yang sudah diberikan Jahweh kepada orang-orang benar. Sangat tepat bagi kita orang-orang benar untuk menjalani kehidupan kita dengan mengasihi Jahweh dengan segenap hati kita, dan dengan mengikuti kehendakNya dengan segenao kekuatan dan kehendak kita. Untuk menyelamatkan sesama kita, kita harus membuat investasi yang tidak terhitung di dalam pekerjaanNya. Inilah kehidupan orang-orang Kristen.

Kalau kita tetap berada di tingkatan dimana kita merasa kalau yang paling utama adalah bahwa kita sendiri tidak melakukan dosa, maka kita tidak bisa mengikuti kehidupan yang setia dari orang-orang Kristen yang sudah dilahirkan kembali. Sebelum saya dilahirkan kembali, saya memiliki kehidupan iman legalistik dalam sebuah denominasi Presbiterian konservatif, dan selama kehidupan masih tetap sesuai dengan hukum Taurat, maka saya akan mengikutinya dengan tuntas. Sekarang ini, manusia cenderung untuk tidak melakukan hal itu lagi, tetapi karena saya sudah terbiasa melakukan hal itu, saya sudah sangat memiliki keinginan untuk mentaati hukum Taurat dalam seluruh kehidupan sehari-hari saya. Saya begitu taat kepada hukum Taurat sampai saya tidak pernah melakukan perkerjaan pada hari Tuhan, karena hukum Taurat mengatakan agarhari Sabat harus diingat dan dikuduskan, sampai-sampai saya tidak mau masuk ke mobil pada hari Minggu. Kalau saya menuntut anda untuk hidup seperti itu, jelas sekali tidak akan ada orang yang bisa menjalani kehidupan iman legalistik yang demikian. Beginilah legalistik kegidypan saya sebelum saya dilahirkan kembali. Namun, tidak perduli bagaimanapun salehnya saya menjalani kehidupan keagamaan saya, itu tidak ada hubungannya dengan kehendak Jahweh dan sama sekali tidak ada gunanya.

Pembaca, apakah anda memiliki iman kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi? Karena keselamatan Jahshua terkandung di dalam ketiga jenis kain ini, kita bisa masuk ke Tempat Kudus dengan iman kita. Keselamatan kita digenapi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Jahshua Kristus, bahkan sebelum kita mengenal Dia, sudah menanggung segala dosa kita ke atas diriNya dengan cara dibaptis dan menanggung hukuman dosa-dosa kita dengan mati di kayu Salib.



Keselamatan dari Dosa Ditetapkan Di dalam Jahshua Kristus

Ketika orang-orang yang tidak dilahirkan kembali masuk ke dalam Kemah Suci, mereka tidak masuk melalui pintu gerbang pelataran, tetapi mereka memanjat pagar secara tidak sah. Mereka mengatakan, “Mengapa kain lenan untuk pagar ini begitu putih? Ini mengganggu sekali. Seharusnya kain ini diberi warna merah dan biru. Ini yang sesuai dengan mode jaman ini. Tetapi pagar ini hanya sekedar berwarna puith saja! Ini terlalu lebar. Dan mengapa tinggi sekali? Ini lebih dari 2,25 m. Tinggi saya saja tidak mencapi 2 m; bagaimana mungkin saya bisa masuk kalau pagar ini begitu tinggi? Baiklah, aku akan mencoba memanjat dengan menggunakan tangga!”

Orang-orang yang demikian mencoba masuk ke dalam dengan perbuatan baik mereka. Mereka memanjat pagar pelataran Kemah Suci dengan persembahan mereka, pekerjaan sukarela mereka, dan kesabaran, lalu melompat melalui pagar, dan berkata, “Saya pasti bisa melewati 2,25 m.” Jadi dengan memanjat masuk ke dalam pelataran Kemah Suci, mereka memandang ke belakang serta melihat mezbah korban bakaran. Lalu mereka berali dari memandang mezbah ke memandang Tempat Kudus, dan hal yang pertama yang mereka lihat adalah bejana pembasuhan yang terletak di depan Tempat Kudus.

Tinggi tiang pelataran Kemah Suci adalah 2,25 m, tetapi tinggi tiang dan tirai pintu Tempat Kudus dimana Jahweh berdiam adalah 4,5m. Orang bisa masuk ke dalam pelataran Kemah Suci sekehendak hati kalau mereka memiliki kemauan. Tetapi meskipun mereka bisa melompati tiang yang tingginya 2,25 m dan masuk ke pelataran Kemah Suci, ketika mereka masuk ke tempat di mana Jahweh berdiam, mereka akan menghadapi tiang-tiang dan tirai setinggi 4,5 m di pintu masuk ke Tempat Kudus. Orang bisa berjuang untuk melompati 2,5 m dengan usaha mereka. Tetapi orang tidak bisa melompati 4,5 m yang ditentukan Jahweh. Ini adalah batas akhir untuk mereka.

Ini berarti bahwa ketika kita pertama kali percaya kepada Jahshua, kita bisa saja mempercayainya hanya sekedar agama saja. Juga, beberapa orang bisa percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat sekehendak hati mereka, dan percaya bahwa Juruselamat hanyalah salah satu dari empat manusia hebat. Bagaimanapun mereka percaya, mereka bisa memiliki iman dengan cara bagaimanapun yang mereka kehendaki, tetapi mereka tidak bisa sungguh-sungguh dilahirkan kembali melalui iman yang demikian.

Untuk sungguh-sungguh dilahirkan kembali, mereka harus melewati pintu gerbang kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi dengan iman mereka. Kita dilahirkan kembali di hadapan Jahweh dengan percaya bahwa Jahshua adalah Juruselamat kita dan pintu kebenaran, dan bahwa Ia sudah menyelamatkan kita melalui air, darah dan Roh. Iman yang percaya kepada pekerjaan Jahshua yang dinyatakan di dalam ketiga kain itu tidak lain adalah iman kepada air, darah dan Roh. Manusia memang bebas untuk percaya kepada apa saja, tetapi sama sekali tidak ada bukti yang pasti bahwa mereka bisa diselamatkan dan diberi berkat yang besar dengan orang Kristen hal itu.  Hanya dengan iman kita kepada Injil air dan Roh kita bisa menerima persetujuan dari Jahweh dan anugerah serta berkat keselamatan Jahweh yang besar. Tujuan dari iman kepada Injil air dan Roh ini adalah untuk membuat kita mengenakan anugerah Jahweh.

Apakah anda menganggap Kemah Suci hanya sekedar sebuah tempat segi empat belaka, dengan sebuah bangunan berdiri di atasnya? Kalau begitu anda tidak akan mendapat keuntungan apapun bagi iman anda. Kemah Suci mengatakan kepada kita mengenai iman yang lengkap, dan kita harus sungguh-sungguh mengerti dengan pasti mengenai iman ini.

Tanpa mengerti Kemah Suci sama sekali, mungkin anda berpikir bahwa tinggi Kemah Suci hampir sama dengan tinggi pagarnya, 2,25 m. Tetapi bukan demikian. Meskipun kita tidak masuk ke pelataran dan hanya melihatnya dai luar pagar saja, kita akan bisa melihat bahwa Kemah Suci itu sendiri tingginya dua kali lipat dibandingkan dengan pagarnya. Meskipun kita tidak akan bisa melihat dasar dari Kemah Suci, kita masih akan bisa melihat pintunya dengan jelas, karena Kemah Suci itu memang lebih tinggi dibandingkan dengan pagar pelatarannya.

Mereka yang sudah dilahirkan kembali dengan percaya kepada Jahshua dan kemudian masuk ke dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci harus mengakui iman mereka yang benar kepada mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan, dan kemudian masuk ke dalam Tempat Kudus. Untuk bisa masuk ke dalam Tempat Kudus, harus ada penyangkalan diri sepenuhnya. Perkakas di dalam Tempat Kudus harus dibedakan dengan semua perkakas yang ada di luar Tempat Kudus.

Apakah anda tahu apa yang paling dibenci oleh Iblis? Ia sangat marah bahwa garis pemisah antara bagian dalam dengan bagian luar Tempat Kudus itu dibuat. Karena Jahweh bekerja di antara mereka yang membedakan antara bagian dalam dengan bagian luar Tempat Kudus, Iblis sangat marah karena garis seperti itu dibuat dan berusaha untuk mencegah agar orang jangan membuat garis itu. Tetapi ingat hal ini: Jahweh dengan jelas bekerja melalui orang-orang yang membuat garis pemisah iman ini. Jahweh sangat senang kepada orang-orang yang membuat garis pemisah ini, dan Ia mencurahkan berkat-berkatNya kepada mereka sehingga mereka bisa hidup di dalam Tempat Kudus dengan iman mereka yang benderang.

Percayalah bahwa semua perkakas di pelataran luar Kemah Suci dan semua bahan yang dipakai untuk membuatnya sudah disiapkan dan dirancang oleh Jahweh supaya manusia bisa menerima pengampunan dosa mereka. Dan ketika anda masuk ke dalam Tempat Kudus dengan percaya kepada hal ini, Jahweh akan mencurahkan berkat dan anugerah yang lebih besar kepada anda.



Tutup Pendamaian adalah Tempat dimana Anugerah Keselamatan Diterima

Di dalam Tempat Mahakudus, dua kerubim merentangkan sayap mereka dan memandang ke bawah ke arah penutup Tabut Perjanjian. Tempat yang memisahkan di antara kedua kerubim itu yang disebut sebagai tutup pendamaian. Tutup pendamaian adalah tempat dimana Jahweh mencurahkan anugerahNya kepada kita. Tutup Tabut Perjanjian memiliki bekas-bekas darah korban, yaitu ketika Imam Besar memercikkan darah korban yang dipersembahkan bagi bangsa Israel di tutup pendamaian in sebanyak tujuh kali. Jahweh kemudian turun ke atas tutup pendamaian dan mencurahkan anugerahNya kepada orang Israel. Kepada mereka yang percaya kepadaNya, berkat, perlindungan, dan tuntunan Jahweh akan dimulai. Sejak saat itu, mereka menjadi umat Jahweh yang sejati dan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam Tempat Kudus.

Di antara banyak orang Kristen di dunia ini, ada beberapa yang imannya memampukan mereka masuk ke dalam Tempat Kudus, sementara yang lainnya tidak memiliki iman yang bisa membawa mereka masuk ke Tempat Kudus. Iman yang bagaimana yang anda miliki? Kita perlu memiliki iman yang bisa membuat garis pemisah yang jelas akan keselamatan dan kemudian masuk ke dalam Tempat Kudus Jahweh, karena hanya dengan hal itu saja kita bisa diberkati secara luar biasa oleh Jahweh.

Tetapi tidak mudah untuk memiliki iman ini. Karena Iblis tidak suka ketika manusia membuat garis keselamatan yang jelas, dia senantiasa berusaha untuk membuat garis ini menjadi kabur. “Engkau tidak harus percaya dengan cara demikian. Tidak semua orang percaya dengan cara demikian, jadi mengapa engkau membuatnya menjadi hal yang penting dan terus mengulang-ulanginya? Santai saja; ikuti saja arus.” Dengan mengatakan hal itu, Iblis berusaha untuk menghapus garis keselamatan yang jelas ini. Juga, Iblis akan menyatakan kelemahan daging kita dan berusaha untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang menyulitkan kita. Apakah anda akan menjadi orang yang mendengar kepada perkataan Iblis yang menipu yang berusaha memisahkan kita dari Jahweh? Atau apakah anda ingin menjalani kehidupan anda dengan senantiasa mengingatkan diri anda tentang keselamatan anda setiap hari, bersatu dengan Gereja, mengikuti firman Jahweh, menjalani kehidupan doa, dan menerima anugerah yang dicurahkan Jahweh bagi anda?

Sebenarnya, orang yang sudah menerima pengampunan dosa suka mengingatkan diri mereka akan keselamatan mereka. Mereka suka berdiam di dalam Injil air dan Roh senantiasa. Merenungkan Injil sangat baik dan perlu bagi anda. Apakah anda tidak demikian? “Ya ampun, bukankah ini kisah yang sama, yaitu ketika kita diselamatkan? Isi kisah ini dan alurnya mungkin berbeda, tetapi tetap saja ini kisah lama yang sama. Saya sudah bosan dengan ini!”

Apakah ada orang yang kemungkinan mengatakan hal yang demikian? Saya juga kurang suka kalau saya harus menceritakan kisah yang sama mengenai diri saya setiap hari, tetapi kalau Alkitab mengatakan bahwa kita harus menceritakan mengenai keselamatan kita setiap hari, apa yang bisa saya lakukan? Kalau Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sama-sama berbicara kepada kita mengenai Injil air dan Roh, yang dipandang jahat oleh Jahweh adalah kalau ada orang yang memberitakan sesuatu selain hal ini. Semua Firman di dalam Alkitab berbicara mengenai Injil air dan Roh. “Keselamatan, kehidupan iman, iman, kehidupan rohani, peperangan melawan Iblis, Surga, kemuliaan, anugerah, berkat, kebangkitan, kehidupan kekal, pengharapan, dan Roh Kudus”—semua konsep kunci dari orang-orang kudus berhubungan dengan Injil yang sejati ini. Berbicara mengenai sesuatu yang lain dari hal itu tidak berbeda dengan bidat dan pengajaran sesat. Apa saja yang nampak sangat mirip tetapi berbeda isinya tidak lain dari pengajaran sesat. Injil yang nampaknya mirip di luarnya tetapi berbeda di dalamnya dari Injil air dan Roh hanyalah Injil-palsu atau agama yang keliru.

Bagaimana indahnya bahwa Gereja Jahweh mengabarkan firman Jahweh setiap hari, dan bukannya pengajaran dusta dari agama-agama yang keliru? Adalah suatu berkat bahwa kita tergabung di dalam Gereja Jahweh, mendengar dan percaya kepada firman Jahweh yang murni. Dengan senantiasa memberitakan Injil air dan Roh, Gereja Jahweh memampukan orang-orang kudus untuk berpikir mengenai anugerah Jahweh setiap hari, berdoa kepadaNya setiap hari, dan memuji Dia, dan untuk menjalani kehidupan yang tidak mengejar kejahatan. Tidakkah anda berbahagia bahwa anda sekali lagi mendengar dan percaya kepada Firman kebenaran yang memungkinkan anda untuk menerima pengampunan dosa? Saya, juga, sangat berbahagia.

Kalau saya dipaksa untuk memberitakan sesuatu yang lain dari Injil air dan Roh, saya akan sangat menderita. Kalau saya dipaksa untuk memberitakan sesuatu yang bukan Firman keselamatan tetapi pengajaran buatan manusia yang lainnya, saya akan berusaha melarikan diri. Hal itu, tentu saja, bukan karena saya tidak memiliki hal yang lain untuk dibicarakan. Ada banyak pokok humanistik yang bisa saya bicarakan, tetapi semua itu tidak penting dan hanya sekedar pengajaran ragi yang mengkhamirkan adonan bagi orang-orang yang belum dilahirkan kembali.

Hanya Injil air dan Roh yang melaluinya Jahshua, Jahweh sendiri, sudah menyelamatkan kita sajalah firman Jahweh yang berharga sajalah yang memberikan kepada kita rasa manis bahkan sesudah kita mengunyahnya berulangkali. Ada banyak kisah yang lain yang bisa saya ceritakan kepada anda, tetapi saya paling suka ketika saya menceritakan tentang Injil air dan Roh yang menyelamatkan kita. Saya menjadi semakin bergembira. Saya paling sukacita ketika saya berbicara mengenai keselamatan ini, karena saat inilah saya bisa mengenang memori lama, dan mengingatkan diri saya bagaimana Tuhan menyelamatkan saya, bersyukur lagi kepadaNya, dan kembali makan roti keselamatan.

Saya yakin bahwa anda, juga, paling suka ketika anda mendengar Firman keselamatan ini. Mungkin anda mengeluh bahwa kisahnya sama setiap hari, tetapi jauh di lubuk hati, anda berpikir, “Sekarang setiap aku mendengarnya, menjadi semakin indah. Pada awalnya, hal itu tidak menarik, tetapi ketika saya terus mendengar hal itu, saya bisa melihat bahwa tidak ada kisah lain yang layak didengar seperti yang ini. Saya berpikir bahwa kisah dalam beberapa hal memang sangat baik, tetapi kesimpulan yang saya tangkap adalah bahwa kisahnya sama saja. Namun demikian, saya sangat berbahagia.” Saya yakin bahwa beginilah perasaan di dalam hati anda.

Ingin tahu lebih banyak tentang Kemah Suci? Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis tentang Kemah Suci.

Saudara-saudara, yang saya wartakan di sini adalah Firman Jahshua. Pengkhotbah harus mengkhotbahkan Firman Jahshua. Mengkhotbahkan apa yang dilakukan Jahshua bagi kita dan memberitakan kebenaran air dan Roh di dalam Firman yang tertulis tidak lain merupakan hal yang harus dilakukan oleh Gereja Jahweh. Kita sekarang menjalani kehidupan iman di dalam Gereja. Masuk ke dalam Tempat Kudus, menyalakan lampu-lampu yang ada di ketujuh cabang kaki dian yang terbuat dari satu talenta emas yang ditempa, makan roti di rumah dari emas murni ini, berdoa di mezbah ukupan, masuk ke Bait Jahweh, menyembah Dia, dan hidup di dalam rumah dari emas ini—tidak lain dari kehidupan iman kita.

Anda dan saya sekarang menjalani kehidupan iman yang diberikan oleh Jahweh. Menerima pengampunan dosa dan menjalani kehidupan iman adalah yang dimaksud dengan hidup di dalam Rumah Jahweh. “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4:16). Dengan iman kita kepada kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang dinyatakan di dalam Kemah Suci, jiwa kita hidup di dalam Rumah Jahweh yang menyinarkan cahaya emas.

Saya mengucapkan syukur kepada Jahweh untuk selamanya karena sudah menyelamatkan kita dari segala dosa dan kutukan kita. Haleluya!

Kembali ke Daftar

 


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.